Istri Ke 2 Yang Terlupakan.

Istri Ke 2 Yang Terlupakan.
132.Nasi Basi.


__ADS_3

"Ayah katakan padaku apa aku ini benar anak dari ibu itu? katakan ayah!"Rani kembali lagi ke makam sang ayah.meraung-raung seperti anak kecil,gadis ini benar-benar terpukul luar biasa.


"Katakan ayah,kenapa ayah tega menyembunyikan ini semua?,"sambung nya kembali sambil mengusap-usap dadanya.


Gadis ini tak bisa lagi mengontrol diri,bahkan dia tak peduli lagi bagaimana penampilan nya saat ini.baju syar'i serta hijab berwarna hitam kini telah berubah menjadi merah.


Setelah puas menangis gadis ini kembali lagi menguatkan diri, istighfar berulang kali agar hati nya bisa menerima kenyataan pahit ini.


Gadis ini baru menyadari jika para rombongan wanita itu kini telah tiada,menyisir sekeliling nya dan tak satupun orang yang ia temui.


Gadis ini perlahan-lahan bangkit lalu mengingat kembali ucapan wanita paruh baya itu,ucapan yang sungguh menyayat hatinya.


Ayah nya tega meninggalkan wanita itu karena dia miskin,gadis ini susah payah menelan ludahnya memikir kan ucapan itu.


Gadis ini berusaha untuk berlapang dada menerima apa yang terjadi hari ini,dan dia berjanji akan membalas semua kejahatan ayah nya selama ini,membahagiakan wanita paruh baya itu dari jeritan kemiskinan.


Rasa-rasanya gadis ini akan menghukum dirinya sendiri.selama bertahun-tahun hidup nya di penuhi dengan kemewahan,sementara ibu kandungnya sendiri hidupnya sangat menderita.


Siapa yang pantas di salah kan di sini?dan mengapa gadis yang berhati mulia ini harus menanggung semua beban ini?


"Maafkan aku Bu,maafkan anak mu ini,"lirih nya sembari meneteskan airmata mata.


________


"Kak,"teriak Tari dan Tania setelah berhasil masuk ke dalam villa.


"Tempat apa ini?" tanya wanita ini sembari fokus menyisir kemewahan yang terdapat di villa ini.


"Ini villa Bu,dan villa ini milik anak ibu," jelas Tania meyakinkan.


"Apa?"wanita paruh baya ini sontak kaget lalu menggeleng kan kepalanya berulang kali,merasa dirinya tak pantas mengakui Rani sebagai Puteri nya karena ia tak punya apa-apa.

__ADS_1


Wanita ini terdiam sejenak,ingatan nya tiba-tiba saja terlempar kembali di masa silam.


Suami yang begitu sangat ia cintai,suami yang tak bisa memilih nya karena kemiskinannya,dan akhirnya dia pergi begitu saja lalu memilih hidup bersama wanita lain.


Tetesan demi tetesan airmata kini kembali lagi terjatuh ke bumi"Tidak! putriku tidak akan mungkin menerima aku seperti ini,"lirih nya sembari perlahan-lahan mundur ke belakang.


"Ibu,"panggil Tania sembari mengulurkan tangan,sementara wanita ini tetap saja ngotot dan menjauh dari hadapan Tania.


"Bu,"sapa seorang anak dari arah belakang.


Anak yang di pisahkan oleh ibu kandung nya selama bertahun-tahun,anak yang begitu sangat merindukan pelukan dari ibu kandungnya sendiri.


Saat ini Rani telah berdiri di belakang ibunya,berdiri sembari meneteskan airmata,berharap wanita paruh baya ini segera menoleh lalu memeluk nya begitu erat.


Namum harapan itu pupus seketika wanita ini lebih memilih untuk berlari ke tempat lain,daripada harus menoleh ke belakang.


"Ibu," panggil Rani dan Tania serentak,sementara wanita ini,ia terus saja berlari bahkan ia tak peduli lagi sendal jepit yang lusuh kini ketinggalan di villa putri nya.


"Ibu,apa ibu benci sama aku?"ujar si calon pengantin ini sembari terus berjalan mencari keberadaan ibu nya.


Mengelilingi seluruh bagian villa namun juga tak menemukan barang hidungnya,ke mana wanita itu sebenarnya?bisa jadi ia kembali lagi ke makam suami tercinta.


Para rombongan kembali lagi meninggalkan villa lalu menuju ke makam sang ayah,sesampainya di sana mereka kembali lagi berduka.


Berduka karena mereka mendapati sang ibu sedang makan nasi basi,nasi yang ia dapatkan di tong sampah.


Jangan tanyakan lagi bagaimana hancur nya hati seorang anak?anak yang terlahir dari rahim yang tak berdosa,anak yang sukses tapi ibu kandung nya hanya bisa menikmati sisa sisa makanan orang lain.


"Ibu,"sapa Rani lalu segera melangkah dan langsung memeluk tubuh ibunya.memeluk wanita ini begitu erat hingga nasi basi yang masih tersisa di tangan nya kini telah terjatuh di samping makam sang ayah.


Rasa-rasanya Rani ingin berteriak menyebut nama ayah nya agar laki-laki itu segera bangkit lalu minta maaf kepada istrinya,istri yang ia tinggalkan karena tak memiliki apa-apa,dan istri yang menderita karena kehilangan putrinya.

__ADS_1


Selama sembilan bulan sepuluh hari Rani berada di kandungan ibunya,merawat nya selama 1 tahun dan setelah itu mereka membawah nya kabur ke luar negeri.


Wanita mana yang tak sakit hati jika di perlakukan seperti itu?tentu tak ada,Bukan?


Walau hari ini semuanya sudah nampak jelas.namun Rani sebagai anak yang telah di besarkan selama bertahun-tahun oleh ibu Tuti,gadis ini akan selalu mengabdi sebagai anak angkat.


Gadis ini kembali lagi menelan ludahnya pahit,menatap wajah sang ibu begitu lama dan berjanji akan membalas dosa-dosa ayah nya selama ini.


"Mari kita pulang,Bu,"tawar Rani sembari mengulurkan tangan, sementara wanita ini hanya menggelengkan kepalanya"Tidak! aku akan selalu berada di sini,lebih baik kalian pulang sekarang."


"Tidak Bu! ibu harus ikut dengan kami dan besok-besok kita pasti akan kembali lagi ke sini."


"Iya benar Bu,ijinkan kami untuk merawat ibu.ayo Bu kita berangkat sekarang," tambah Tania sembari mengulurkan tangan.


Wanita ini segera mengangguk pasrah,dan mereka segera meninggalkan makam sang ayah lalu menuju ke villa.


______


Jangan pernah malu untuk menerima keadaan orang tua kita walau mereka dalam keadaan apa pun.


Entah itu pengemis,pemabuk,penjudi atau apa pun bentuk nya.terimalah mereka dengan lapang dada,serta jaga dan sayangi mereka selagi masih berdiri di muka bumi ini.


Jadilah anak yang berbakti walau mereka pernah melakukan kesalahan.


Karena kesuksesan anak adalah ridho orang tua,dan do'a doa mereka secepat kilat akan menembus sampai ke langit ke tujuh.


Serta doakan anak-anak kita agar mereka menjadi anak yang berbakti.sukses dunia akhirat dan jauhi mengutuk,mencaci atau apa pun bentuknya walau sebesar apapun kesalahan nya.


Ucapan adalah doa,maka ucapkanlah yang baik-baik agar ucapan itu akan kembali kepada anak-anak kita.


Semoga sehat selalu dan jangan lupa doakan Author juga yaa,agar secepatnya menemukan jodoh yang yang sholeh.

__ADS_1


Aamiin.


__ADS_2