Istri Ke 2 Yang Terlupakan.

Istri Ke 2 Yang Terlupakan.
114.Bodoh.


__ADS_3

Setiap manusia hanya bisa merancang,merancang dengan sehebat-hebat nya kehidupan mereka esok hari.


Hingga mereka lupa,jika sebaik-baik nya perancang adalah Tuhan semesta alam,lantas mengapa harus berpikir keras?


Tugas hamba hanyalah berlapang dada,menerima segala ketentuan yang sudah tertulis dengan baik,tak perlu menggerutu bahkan protes mengapa kehidupan nya bertolak belakang dengan apa yang mereka harapkan?


Apa salah Dan dosaku?mengapa Tuhan memberikan kehidupan aku seperti ini?apakah aku tak pantas bahagia?


Ribuan pertanyaan seorang hamba yang hadir dalam benak nya seketika mereka di hadapkan oleh ujian,lantas bagaimana jika kehidupan ini berjalan dengan mulus?


Apa yang harus engkau peroleh jika hari kiamat telah tiba?bukan ka dunia ini hanyalah tempat untuk mengumpulkan pundi-pundi amal?


Lantas mengapa harus mempertanyakan soal Takdir nya?bukan kah ujian yang datang silih berganti akan di gantikan dengan pahala berlipat ganda.


Memikirkan semua itu membuat Tania dan Rani menelan ludah nya berkali-kali,berlapang dada untuk menerima segala ketentuan dari nya.


Menangkapi segala masalah yang ada bentuk kesyukuran nya kepada Tuhan nya,sabar dan sabar adalah tugas nya sebagai seorang hamba.


Setelah keadaan sudah terlihat baik-baik saja,otak dan hati nya terhubung begitu cepat,masalah apa yang harus mereka tuntaskan terlebih dahulu.


Apakah harus mencari bocah ingusan yang bodoh itu?atau kah mendahulukan Bela daripada bocah menyebalkan itu.


Namun seketika Tania teringat kembali bagaimana masalalu bocah ingusan itu,gadis ini langsung menarik tangan Rani dan menuntun nya ke mana langkah nya harus di tujuh.


Dan berharap semoga bocah itu tak kembali lagi ke dunia nya,dunia penuh dosa dan airmata,di mana prostitusi adalah tempat gadis kecil ini mengabdikan dirinya,mengabdi sebagai anak yang terjual.


Dan demi kebahagiaan sang ibu,Rani berjanji untuk mencari ke dua makhluk ceroboh itu,sampai ke lubang tikus sekali pun dia rela melakukan apa saja,yang terpenting adalah kebahagiaan sang ibu bisa kembali lagi seperti semula.


Walau nyatanya ucapan sang ibu masih tersimpan rapi dalam benak nya,namun baginya itu urusan belakang,yang terpenting saat ini adalah bagaimana mengembalikan senyuman wanita paruh baya itu.


Tanpa tujuan yang pasti mereka hanya menyusuri ibukota,mencari keberadaan bocah menyebalkan ini,dan sepanjang perjalanan Tania terus saja mengoceh sambil menyisir jalanan,berharap gadis ceroboh ini bisa di temukan hari ini juga.


Setelah berjam-jam lamanya mengelilingi ibukota,mereka tampak nya putus asa,sementara matahari sudah condong di arah barat dan sepertinya mereka harus melanjutkan pencarian nya esok hari.


"Sebaik nya kita pulang aja kak,"pinta Tania.


"Tapi bagaimana dengan ibu,Tan?."wanita ini benar-benar tak ingin menyerah,sampai dia menemukan bocah ingusan itu.


"Ku juga bingung Ran,tapi kita harus mencari Tari kemana lagi kak?".


"Apa kamu tau alamat rumahnya?."


Tania menggeleng-gelengkan kepalanya berulang kali.jangan kan alamat rumah nya,bahkan nama orang tua nya saja Tania gak tau.

__ADS_1


"Lalu?"


"Aku menemukan dia di salah satu cafe kak."


"Cafe? apa mungkin dia berada di sana?atau kamu kenal salah satu keluarga atau kerabat nya?".


Lagi-lagi Tania menggeleng kan kepalanya,dan hal itu membuat Rani semakin putus asa.


"Apa yang harus kita lakukan sekarang?," lirih Rani sambil menghentikan mobil nya di pinggiran jalan.


"Apa mungkin dia kembali di tempat itu?" tebak Tania asal" tempat mana?," tanya Rani bingung sambil menoleh ke arah Tania.


"Tempat itu kak,tempat di mana Tari bekerja?,"jelas Tania meyakinkan.


Rani langsung tersenyum lebar.wanita ini layak nya menemukan mutiara saja,raut wajahnya terpancar penuh kebahagiaan,padahal ia belum tau asal usul gadis kecil ini.


Tubuh yang lemas akibat perut yang keroncongan,otak yang hampir saja sudah putus asa,kini semuanya kembali beraksi setelah dia mendapatkan jawaban itu.


"Kakak baik-baik saja kan?," tanya Tania bingung setelah melihat Rani bersorak gembira.


"Kita harus temui Tari sekarang Tan,mana alamat lengkap nya?."


Tania menepuk jidat berkali-kali"Ya elah kak,aku kan cuma tebak saja,dan tidak mungkin Tari kembali ke tempat kotor itu."


Rani menghela nafas panjang lalu menatap Tania begitu dalam"Tempat kotor?pengemis maksud nya?."


"Apa?".


Rani menggeleng kan kepalanya berulang kali"Itu tidak mungkin,mana mungkin gadis seusia Tari bisa berada di tempat itu."


"Dia di jual oleh ayah nya sendiri kak."


Lagi-lagi ucapan Tania membuat Rani semakin tak percaya,mana mungkin seorang ayah rela menjual anak nya sendiri.


Wanita ini benar-benar shock"Apa itu benar,Tan? dan darimana kamu dapat informasi itu?."


"Benar kak,bahkan ibu yang telah membayar hutang ayah nya,agar Tari bisa tinggal bersama kita.kasian banget dia kak," jelas Tania.


Setelah mendapatkan jawaban secara detail,Rani tampak nya begitu murka,murka pada diri sendiri dan menyesali kesalahannya.


"Bodoh," umpat nya sambil memukul kemudi mobil.


Rasa-rasanya ingin menampar diri sendiri,menghukum dirinya seberat-beratnya agar ia bisa merasakan penderitaan yang di rasakan oleh Tari.

__ADS_1


Rani benar-benar malu,malu pada dirinya sendiri karena ia


tak bisa menjaga sikap,menyadari kesalahannya membuatnya membenci dirinya sendiri.


"Istighfar kak,kita pulang yuk."tawar Tania. wanita ini tampak nya khawatir dengan keadaan Rani.


"Enggak Tan,kita harus cari Tari sampai dapat,sekalipun enggak dapet kita nginap di hotel aja."


"Hotel?"


Rani menganggukan kepalanya lalu menghidupkan mesin mobil,wanita ini benar-benar takut,takut jika Tari tak dapat di temukan oleh nya.


Demi kebahagiaan sang ibu,wanita ini berjanji pantang menyerah sebelum mendapatkan Tari,dia benar-benar bertanggung jawab atas apa yang sedang terjadi.


"Kak kita harus mencari Tari kemana lagi?"


"Kamu diam aja Tan,apa kamu mau melihat ibu murka?".


Pertanyaan dari Rani membuat Tania mengingat kembali kemurkaan sang ibu,Tania mengedipkan bahu nya otak dan hati nya saling terhubung begitu cepat.


"Apa Rani bukan lah anak dari ibu?," gumam nya sembari menatap Rani penuh iba.


Entah apa yang akan terjadi jika kebenaran itu terbukti?lalu bagaimana rasanya berada di posisi Rani? gadis ini tentu nya tak bisa menerima semua itu.


"Kak,apa kakak sangat menyayangi ibu?".


Pertanyaan konyol dari Tania membuat Rani menghentikan mobil nya secara mendadak"Apa maksud kamu,Tan?."


Tania tak menggubris Pertanyaan itu,menundukkan kepalanya sembari memikirkan ucapan sang ibu.


Wanita ini benar-benar yakin jika sang ibu menyembunyikan sesuatu darinya"Tan,apa yang engkau sembunyikan dari aku?," sambung nya kembali.


Dengan sikap Tania seperti itu,entah mengapa Rani begitu yakin jika Tania menyembunyikan sesuatu darinya.


"E-enggak ada kok Ran,lebih baik kita cari Tari sekarang,"sahut nya dusta.


"Baiklah,awas aja klo bohong," ancam Rani lalu menyalakan mesin mobil.


Mereka kembali lagi menyisir jalanan ibukota,dan berharap semoga perjuangan nya hari ini tak sia-sia.


________


Terimakasih untuk anda yang masih setia berada di sini.

__ADS_1


Semoga kebaikan dunia akhirat selalu menyertai anda.


Aamiin.


__ADS_2