Istri Ke 2 Yang Terlupakan.

Istri Ke 2 Yang Terlupakan.
47.Pernikahan Tertunda.


__ADS_3

Hari sudah berganti malam dan kini Tania dan pak Ammar,sudah siap untuk berangkat ke sebuah tempat.


Hingga akhirnya pak Ammar segera melajukan mobil nya malam itu juga,agar ia secepatnya bisa berdua dengan calon istrinya itu.


Sepanjang perjalanan mereka hanya saling berdiam diri,dan sesekali pak Ammar menoleh ke arah Tania,yang masih saja di sibuk dengan pikiran-pikiran konyol nya.


Setibanya di tempat itu.


Pak Ammar dan Tania segera memilih tempat,yang bisa membuat suasana hati nya menjadi tenang.


Hingga mereka berdua memilih ke salah satu villa,dan di mana villa ini jauh dari keramaian kota.


Hingga khayalan pak Ammar sudah melayang ke langit ke tujuh,dan ia tak sabar lagi untuk segera memiliki, gadis yang sudah berada di hadapannya malam itu.


Begitupun dengan Tania.


Walau dirinya masih memiliki pikiran-pikiran konyol,namun entah mengapa malam itu seperti nya malam spesial sepanjang hidup nya.


Hingga ia tak sabar lagi untuk segera di halalkan,oleh pria yang sudah berdiri di hadapan nya saat ini.


Ingin rasanya segera memeluk tubuh yang kekar itu,yang di miliki oleh pak Ammar,namun itu terasa berat bagi nya.


Namun rasa itu sudah ia rasakan,ketika pria yang sudah berdiri sejak tadi di hadapan,kini segera memeluk tubuh nya malam itu juga.


Dan keimanan mereka akhirnya runtuh sekejab saja malam itu,karena mereka melakukan hal yang belum halal bagi nya.


Hingga syetan pun sudah menari-nari melihat kelakuan mereka saat itu.


Setelah pak Ammar berhasil memeluk tubuh calon istrinya,lalu me***t bibir manis yang di miliki oleh Tania


Sehingga mereka lupa jika Tuhan-Nya,sedang menyaksikan perbuatan mereka malam itu juga.


Karena bagi nya,mereka tak punya banyak waktu untuk menikmati kebersamaan itu.


Hingga mereka berpikir jika mereka sudah saling memiliki satu sama lain,sehingga si pria berusaha untuk menaklukkan hati si wanitanya.


Dan si wanitanya juga tahu,jika sebentar lagi ia akan menjadi milik nya seutuhnya.


Lalu mereka seperti dua tanaman kanibal yang saling memangsa,sehingga mereka sudah siap me***ap jiwa masing-masing..


Dan sesuatu itu terjadi?


Sehingga dua b***n itu akhirnya menyatu kembali,seperti kejadian malam pertama itu.


Dan si wanita merasakan ke****an hingga ia mengeluarkan de**an


yang cukup keras.


Namun si pria malah tak peduli hingga ia menikmati ******* itu, sampai mereka mencapai puncak kenikmatan.


Apakah itu cinta yang sesungguhnya yang mereka miliki?atau kah itu pertolongan Allah,agar memudahkan mereka untuk segera saling memiliki.


Setelah ke dua tubuh itu saling me***diri satu sama lain,pak Ammar kini akhirnya menyampaikan sesuatu yang sudah tertunda sejak tadi.


”Tan,maafin aku yaa,kali ini aku sengaja meninggalkan sesuatu yang berharga untuk mu,aku ingin secepatnya punya keturunan darimu”,Ucap nya.


Tania segera bangkit dari tidurnya,dan ia baru menyadari bahwa apa yang mereka lakukan itu, itu adalah sebuah kesalahan besar.


Namun tak perlu ada yang di sesali karena kini semua nya sudah terjadi,hingga ia segera memeluk tubuh kekar itu yang masih dalam keadaan telanjang.


Pelukan mesra dari Tania yang masih saja menempel di tubuh kekar itu,hingga membuat pak Ammar kehilangan akal sehatnya.


Lalu ia segera memulai kembali ad***n yang baru saja terjadi beberapa menit yang lalu.


Hingga ke dua nya kembali saling melahap jiwa,yang masih saja kelaparan akan sesuatu itu.


Dan ke dua ba**an itu kembali lagi me**u,hingga de***an dari sang wanita semakin k***s.


Sampai si pria merasa sangat beruntung,memiliki wanita seperti Tania dalam kehidupan nya.


Setelah mereka usai melakukan adegan ke dua mereka.


Pak Ammar kembali lagi bersuara dan membisikkan sesuatu di telinga Tania,yang masih saja menempel di pelukan nya.


”Tan,makasih banyak yaa,kamu sudah hadir dalam kehidupan aku,dan aku janji akan membuat mu Ratu dalam hidup ku”,Ucap nya.


”Iya mas,aku juga berjanji untuk menjadi istri yang baik untuk mu”,Jawab Tania sambil menarik hidung mancung calon suaminya.


”Makasih sayang,besok kita harus menikah,dan apakah engkau bisa menerima itu?


Tania tak mikir panjang lagi,dan iya segera menyetujui hal itu,lalu mereka bangkit dari tidur nya.


Lalu mereka segera memakai pakaian masing-masing,yang sudah menjadi saksi di malam ke dua itu.


Malam semakin larut hingga sang ibu sangat mencemaskan keberadaan ke dua anak angkatnya itu.


Begitupun dengan Rani dan Mita namun mereka sudah lega,ketika ke dua pasangan itu sudah muncul di hadapan nya malam itu juga.


Namun Rani merasakan ada yang aneh Kepada mereka.


Ketika ia melihat adik nya dan pak Ammar,kini sedang bergandengan tangan masuk ke dalam rumah.


Namun Rani tak ingin mengurus kesalahan adik nya itu,lalu ia segera memanggil Mita untuk segera beristirahat malam itu juga.

__ADS_1


Sedangkan sang ibu.


Sang ibu begitu senang melihat kedekatan ke dua anak angkatnya itu,hingga ia berpikir bahwa pak Ammar telah berhasil mengajak Tania untuk menikah secara sirih.


Lalu ke dua anak nya itu segera mengajak sang ibu duduk di tengah-tengah mereka,lalu mengatakan yang sebenarnya.


”Bu,kami minta maaf,kami sudah melakukan kesalahan besar,jadi besok kami akan segera menikah”,Ucap pak Ammar.


Sang ibu tak habis pikir jika mereka sudah melakukan hal yang belum menjadi milik nya.


Sehingga ia terdiam sejenak lalu menyesali kesalahannya,mengapa ia harus membiarkan pak Ammar membawah anak gadis nya keluar malam itu.


Namun ia kembali tenang ketika ia menyadari,jika mungkin ini lah jalan satu-satunya untuk menyatukan mereka secepat mungkin.


”Ide bagus nak,namun setelah itu kalian harus bertaubat kepada Allah,apa yang selama ini kalian lakukan”,Jawab sang ibu.


Tania segera memeluk tubuh ibu nya lalu terisak tangis di pelukan nya,dan ia segera minta maaf saat itu juga.


”Bu Tania minta maaf,dan Tania janji untuk menjadi anak kebanggaan ibu”,Ucap nya.


”Sudah nak,hari ini kamu sudah menunjukkan diri kepada ibu,kalau kamu sudah dewasa,itu sudah lebih dari cukup buat ibu nak”,Jawab sang ibu terisak tangis.


Pelukan dari Tania semakin erat untuk ibu nya,namun ia takut jika ibu nya akan berubah esok hari kepada nya.


Tetesan air mata dari nya semakin mengalir deras,hingga suara tangisan itu meledak saat itu juga.


Hingga ke dua kakak nya segera berlari menghampiri Tania malam itu juga,lalu mereka segera memeluk tubuh yang masih menempel di pelukan ibu nya.


Malam itu menjadi malam duka bagi mereka,di mana esok hari Tania akan segera melepas masa lajangnya.


Hingga ke dua kakak nya merasa iba melihat adik nya,yang masih saja terisak tangis,hingga Tania tak sadarkan diri saat itu.


Lalu tubuh Tania tiba-tiba saja jatuh dari pelukan ibu nya,dan sang ibu akhirnya panik dan begitupun dengan calon suaminya.


Sang ibu segera menyuruh pak ammar untuk mencari obat untuk nya,dan ke dua kakak nya sudah terisak tangis di hadapan Tania.


Beberapa menit kemudian?


Tania akhirnya sadar juga saat itu,tetesan air mata nya kembali lagi saat itu,ketika ia melihat tetesan air mata kakak nya masih menetes dari pipi nya.


Lalu Rani segera memeluk tubuh adik nya,yang selama sudah setia mengabdi kepadanya.


Rani teringat kembali perjalanan kehidupan mereka selama ini.


Sampai ia bisa sukses seperti ini itu karena di temani oleh sang adik, yang sudah begitu banyak berjuang,dan berkorban untuk nya.


Bahkan nyawanya nya sekalian pun jadi taruhan,ia rela korban kan demi keselamatan dirinya.


Hingga Tanggisan dari Rani akhirnya meledak juga saat itu,dan ia tak rela jika esok hari,Tania akan segera meninggalkan dirinya untuk mencapai syurga nya Allah.


Namun tangisan itu berhenti ketika sang ibu sudah menenangkan diri mereka,lalu sang ibu mengajak mereka untuk segera duduk di samping nya malam itu.


”Nak,malam ini malam yang terakhir kalian bersama Tania,dan esok hari ia akan melepas masa lajangnya”,Ucap sang ibu.


”Tidak Bu,Tania belum bisa meninggalkan aku begitu saja,benar kan Tan? Potong Rani terisak tangis.


Tania tak bisa berkata apa-apa lagi,selain menangis dan terus menangis melihat keadaan kakak nya seperti itu.


Dan sang ibu malah ikut terisak tangis melihat kesedihan putri nya yang sebentar lagi akan di tinggalkan oleh adik nya.


”Jawab Tan,kamu masih ingatkan Tan perjuangan kita selama ini?dan aku sebagai kakak belum bisa membahagiakan kamu sampai detik ini”Teriak Rani.


Tangisan Tania semakin meledak ketika ia melihat sang kakak,sudah seperti orang gila saat itu.


Hingga Tania belum bisa menjawab apa-apa dari ucapan kakak nya barusan,.


Hingga Rani membujuk ibu nya untuk membatalkan pernikahan Tania dan pak Ammar esok hari.


”Bu aku mohon,batalkan pernikahan Ade aku esok hari,Tania tak boleh meninggalkan aku begitu saja",Ucap Rani sambil bersujud di kaki ibu nya.


Mita dan pak Ammar kini baru menyadari nya,betapa hebat nya persahabatan yang mereka bangun selama ini.


Hingga tangisan mereka juga meledak saat itu,hingga sang ibu tak bisa lagi berkata apa-apa.


Istana yang megah itu kini menjadi rumah duka,dan sebagai calon dari suami Tania,.


Pak ammar segera menenangkan diri lalu berbicara kepada mereka yang masih terisak tangis saat itu.


”Ran,ibu,aku tahu ini berat bagi kalian,namun aku janji satu hal,aku akan membuat Tania seperti Ratu dalam kehidupan ku”,Ucap nya.


Rani segera bangkit dari sujud nya,lalu ia segera memohon kepada pak Ammar agar membatalkan pernikahan nya esok hari.


”Ini belum waktu nya pak untuk mengambil Tania dari kehidupan kami,Tania masih mudah dan ia masih punya keluarga yang harus ia banggakan",Jawab Rani tegas.


Pak Ammar tak bisa berkata apa-apa lagi,ia tahu selama ini ia sudah melukai hati keluarga Tania.


Dan ia juga membenarkan apa kata Rani barusan,lalu bangaimana dengan apa yang baru saja pak Ammar tanam di tubuh Tania?


Pilihan ini begitu sulit bagi mereka,dan sang ibu juga membenarkan kata putrinya barusan.


Mereka terdiam tanpa kata saat itu juga?


Namun tiba-tiba saja mereka terkejut,ketika Tania mengambil keputusan yang terbaik bagi dirinya saat itu juga.

__ADS_1


”Kak maafin aku,tapi pernikahan ini akan berlanjut..?”.


”,Cukup Tan,kamu sudah terlalu egois,hingga kamu lupa tujuan awal kamu berangkat ke kota ini”,Potong Rani.


”Tapi kak..?


”Diam Tan,dan kamu pak sebaik nya kamu tinggal kan ruangan ini saat ini juga”,Potong Rani kembali.


Pak Ammar tak bisa apa-apa lagi,selain ia hanya berdiam diri dan ia tak mungkin meninggalkan Tania, dalam keadaan seperti ini.


Sedangkan Tania.


Kini sudah tak bisa berkata apa-apa lagi,namun ia kembali mengingat ucapan pak Ammar beberapa jam yang lalu.


Jika ia menginginkan keturunan secepatnya dari nya,hingga kini ia sudah berani menantang kakak nya yang masih saja berdiri di hadapan nya saat itu.


”Cukup kak,pernikahan ini akan segera di lanjutkan esok hari”,Ucap Tania kembali.


”Apa alasan nya Tan? sedangkan saat ini ke dua orang tua mu belum juga hadir di sini,lalu bangaimana bisa kamu mengambil keputusan seperti itu?”,Teriak Rani.


Sang ibu semakin menyesali perbuatannya selama ini,hingga ia lupa jika Tania masih memiliki ke dua orang tua,yang berhak atas dirinya.


Tetesan air mata penyesalan kini jatuh dari wajah nya yang sudah berkerut itu,sehingga ia segera bangkit lalu memeluk tubuh putri nya,yang masih dalam keadaan emosi.


Sedangkan Tania.


Tania baru sadar jika ia sudah melakukan kesalahan yang lebih besar lagi,sehingga ia sudah lupa dengan ke dua orang tua nya,yang telah berhasil membesarkan dirinya selama ini.


Keadaan semakin rumit saat itu di istana megah itu?


Karena mereka tak mungkin menikahkan Tania,tanpa kehadiran dan ijin dari ke dua orang tua nya.


”Aku benar-benar minta maaf kak,aku sudah menjadi anak durhaka selama ini”,Jawab Tania terisak tangis.


”Lalu bangaimana keputusan terbaik buat adik mu saat ini nak?”,Tanya sang ibu.


”Tahun depan waktu yang terbaik Tania untuk menikah Bu,Jawab putri nya.


Tania dan pak Ammar kini saling menatap sejenak,itu keputusan yang tak bisa di penuhi oleh ke dua nya


Sehingga pak Ammar kini telah melangkah ke hadapan Rani,untuk memberitahu kan apa yang sudah ia lakukan kepada Tania.


”Tidak Ran,kami tidak bisa memenuhi keputusan yang kamu buat barusan”,Ucap nya tegas.


Rani,Mita,serta ibu nya kini saling menatap sejenak.


Mereka berpikir mengapa pak Ammar kini ngotot untuk menentang keputusan sang kakak? yang baru saja keluar dari bibir nya


”Ini keputusan yang tak bisa di ubah lagi,dan kamu harus tahu satu hal,jika ke dua orang tua Tania saat ini sangat kecewa dengan mu”,Jawab Rani lebih tegas lagi.


”Cukup Ran”,Potong pak Ammar.


Walau pak ammar tahu jika dirinya sudah jatuh di hadapan ke dua orang tuanya,namun ia tetap saja ngotot untuk menantang Rani saat itu juga.


Sang ibu sudah tak bisa melihat perdebatan di antara mereka berdua,dan kini ia segera berdiri dan membiarkan pak ammar,memberi alasan yang tepat kepada mereka.


”Kamu tenang dulu nak,biarkan dia menjelaskan apa sebenarnya yang sudah terjadi saat ini?”,Ucap ibu nya.


”Oke Bu,namun jika ia tak bisa memberi alasan yang kuat,maka ia akan segera keluar dari rumah ini”,Jawab Rani tegas.


Bola mata Tania kembali lagi berkaca-kaca,setelah ia melihat Bangaimana ketegasan yang di miliki oleh kakak nya saat ini.


Hingga pak Ammar segera memberi alasan yang kuat,agar mereka bisa menerima pernikahan itu.


”Oke Ran,sebelum nya aku minta maaf,karena aku sudah melakukan kesalahan ke dua kali nya terhadap Tania,dan semoga kalian bisa menerima keadaan ini”,Ucap nya.


Rani semakin tak mengerti apa yang di maksud pak Ammar barusan,karena selama ini yang ia tahu mereka berdua sedang jaga jarak.


Namun Rani berusaha tenang diri kembali,untuk mendengarkan apa penjelasan pak Ammar berikut nya.


”Langsung pada inti nya saja pak, karena kami tak punya banyak waktu lagi,untuk mendengarkan penjelasan darimu”,Jawab Rani.


Tubuh adik nya sudah mulai gemetaran,dan keringat dingin sudah mulai berjatuhan dari tubuh nya,ketika ia mendengar ucapan kakak nya barusan.


Lalu ia segera bangkit dari kursi nya,lalu melangkah untuk bersujud di kaki kakak nya,yang sedang berdiri tegak di hadapan calon suaminya.


”Maafin aku kak”Ucap Tania terisak tangis.


Rani semakin tak mengerti apa sebenarnya yang sudah terjadi kepada mereka berdua?dan mengapa Tania bisa bersujud di kaki nya saat itu.


Sang Ibu dan Mita segera memeluk tubuh Tania yang masih saja bersujud di kaki Rani.


Lalu pak Ammar segera menjelaskan apa sebenarnya yang sudah ia lakukan,kepada Tania beberapa jam yang lalu.


”Oke Ran,ibu sekali lagi aku mohon maaf,aku sudah mengotori Tania dan aku sengaja menyimpan benih di rahim nya,agar kami bisa bersama untuk selamanya”,


Tamparan keras sudah melayang di wajah pak ammar saat itu,sebelum ia selesai berbicara kepada Rani.


”Kamu sudah benar-benar membuat malu keluarga ini,dan sekarang kamu keluar dari sini skrg juga”,Usir Rani.


Baru saja mereka merasakan kebahagiaan beberapa Minggu belakangan ini,semenjak kepergian sang ayah.


Namun kini Tuhan menghadirkan kembali ujian itu kepada nya,sehingga sang ibu tak bisa berbuat apa-apa lagi.

__ADS_1


Selain memohon ampun kepada Allah apa yang telah ia perbuat,dan juga kepada anak-anaknya saat ini.


__ADS_2