Istri Ke 2 Yang Terlupakan.

Istri Ke 2 Yang Terlupakan.
71.Akur nya Tania dan Tari.


__ADS_3

Waktu adzan magrib telah berkumandang,ketiga wanita hebat itu bergegas membersihkan diri lalu melaksanakan kewajiban nya.


Mereka tak lagi melaksanakan sholat secara berjamaah,karena Tania memilih untuk bersujud kepada Tuhan nya secara bersembunyi,agar ia lebih leluasa untuk mengeluhkan segala beban kehidupannya kepada sang pemilik semesta alam.


Begitupun dengan sang ibu dan juga gadis kecil yang merasa penuh dengan dosa itu.


Mereka terisak tangis di atas sajadah sambil memohon ampun atas segala dosa-dosa nya,dan meminta segala kebaikan dunia dan akhirat.


Setelah usai melaksanakan kewajiban nya,sang ibu buru-buru berjalan menemui Tania,Namun tetesan airmata dari sang ibu akhirnya terjatuh lagi ke bumi,setelah ia melihat tania masih bersujud di atas sajadah sambil terisak tangis.


"Oh Tuhan, Ada apa dengan putriku?" gumam nya sambil buru-buru keluar dari kamar Tania.


Walau Tania tak menjelaskan apa pun kepada sang ibu,Namun Naluri ibu tak pernah salah.walau sesungguh nya Tania bukan lah anak yang terlahir dari darah daging nya sendiri.


"Putriku sedang menghadapi masalah besar," gumam nya sembari menyeka airmata nya demi menghindari pertanyaan dari Tari.


"Ibu kenapa menangis?ibu baik-baik saja kan?Mana yang sakit biar Tari yang obati."


Pertanyaan dari gadis kecil itu membuat hati sang ibu menjadi tenang"Terimakasih banyak Ya Allah,karena engkau telah mengirimkan anak-anak yang baik seperti ke tiga putriku,"gumam nya sambil memeluk gadis kecil itu.


"Nak ibu baik-baik saja,tak perlu kamu mencemaskan ibu,"Jelas sang ibu sambil mengingat putri nya yang sedang jauh di mata.


"Aku sayang banget ma ibu,begitupun dengan kakak cantik,tapi apakah kakak Rani bisa menerima kehadiran aku di sini Bu?"


Mendengar pertanyaan Tari membuat sang ibu terkekeh,gadis polos itu bisa saja membuat suasana menjadi berubah.


Kalau boleh jujur kedekatan antara sang ibu dengan Tania yang begitu erat,sehingga Tari berpikir jika Tania adalah anak ke dua dari sang ibu,padahal posisi Tania dan Tari sama saja.


Sang ibu masih saja terkekeh di pelukan gadis kecil itu,sehingga membuat tari penasaran lalu melepaskan diri dadi pelukan sang ibu.


"Apa pertanyaan Tari salah yaa Bu?".


"Enggak kok sayang,cuman pertanyaan kamu itu lucu saja,Rani itu anak yang baik dan bukti nya Tania menjadi adik...!".


Sang ibu terdiam sejenak sambil tersenyum kehadapan Tari "Tari gak boleh tahu semua ini,"gumam nya sambil berlalu.


"Ibu,"Teriak Tari sambil menatap punggung sang ibu yang sudah berlalu.

__ADS_1


Tari merasa kesal karena sang ibu meninggalkan nya begitu saja,lalu ia kembali berjalan menghentak kaki nya menuju ke kamar Tania.


"Kamu kenapa Tari?,"Tanya Tania sambil memperhatikan gadis kecil itu dari kaki sampai ujung rambut.


"Enggak papa kok kak,"sahut nya sambil melemparkan tubuh nya ke kasur.


"Yakin?"


"Kakak cantik,boleh Tari nanya sesuatu gak?"Tanya Tari sembari bangkit dari kasur.


"Boleh,asalkan jangan aneh-aneh,"sahut Tania sambil membaringkan tubuh nya di kasur lalu mengelus perut nya.


Tari yang menyaksikan hal itu membuat pikiran nya ke mana-mana"Apa kakak cantik hamil yaa?Lalu kenapa pangeran tampan tak berada di rumah ini?,"Gumam nya.


Memikirkan hal itu membuat gadis kecil itu mondar-mandir gak jelas,seperti kambing yang sedang mencret di hadapan Tania.


"Tari kamu kenapa?".


"E-enggak papa kok kak,kakak cantik de,"Jawab nya asal padahal di otak nya sudah ribuan pertanyaan yang muncul.


"Gombal! Ayo sini dekat kakak,"ujar Tania sembari menepuk tempat tidur.


"Iya Tari,masa kucing."


Mendengar ucapan Tania membuat Tari bingung"Tumben kakak cantik baik sama aku, Ada apa yaa?"gumam nya sambil perlahan-lahan mendekati Tania.


"Tari maafin kakak yaa, Karena aku selalu saja membuat mu kecewa," Ujar Tania sambil menatap Tari begitu dalam.


"E-enggak kak,justru Tari yang minta maaf kepada kakak cantik,Karena Tari sudah berbuat kasar kepada kakak,maafin Tari yaa kak,"jelas Tari sambil menyandarkan kepalanya di bahu Tania.


"Lupakan Tari,Semua itu sudah berlalu dan jangan pernah mengingat kejadian itu lagi,"Ujar Tania sembari mengelus kepala Tari.


"Iya kakak cantik."


Suasana menjadi hening Tari yang masih saja penasaran dengan sosok wanita cantik sang pemimpin perusahaan tersebut,hingga akhirnya Tari beranikan diri untuk bertanya kepada Tania,yang masih saja sibuk memikirkan kejadian pagi tadi.


"Kak,Apa kakak Rani mirip dengan kakak cantik?"

__ADS_1


Pertanyaan dari Tari membuat Tania pusing tujuh keliling,ia baru menyadari jika Tari belum tahu apa-apa soal perjalanan hidup mereka,sehingga Allah menyatukan mereka seperti layak nya saudara kandung.


Namun hal itu Tania tak mampu menjawab dengan jujur,bukan karena takut atau malu akan tetapi otak nya belum bisa menjawab semua pertanyaan dari gadis kecil itu.


"Iya sangat mirip,emang nya kenapa kamu tanya seperti itu Tari?"sahut Tania sembari menarik selimut.


"E-enggak papa kok kak,cuman Tari takut aja."


"Takut kenapa Tari?kakak Rani itu orang baik,jadi gak ada yang perlu di takuti,"jelas Tania.


Mendengar ucapan Tania membuat Tari lebih tenang,gadis kecil itu merasa hidup di dunia lain,maksud nya Tari menemukan kehidupan nya layak nya sepeti di syurga.


Tak ada ucapan yang kasar bahkan perlakuan yang kasar ia dapatkan semenjak ia hidup bersama keluarga baru nya,walau ia menyadari jika dirinya hanya lah manusia menjijikan,dan tak layak di perlakukan baik oleh mereka.


Namun pikiran buruk itu sudah hampir terkubur dalam-dalam ketika Tari sudah bisa merasakan,bagaimana ketulusan hati yang di miliki oleh sang ibu dan Tania kepada nya.


Suasana kembali menjadi hening karena mereka sama-sama sibuk memikirkan nasib diri nya.


Nasib menjadi anak pungut yang telah banyak merepotkan orang lain,Demi keselamatan dan kebahagiaan mereka.


Dan ke dua gadis kecil itu seperti berada dalam sebuah cerita dongeng,walau perjalanan hidup mereka masing-masing memiliki cerita dan ujian yang berbeda.


Jangan tanyakan lagi mengapa Allah pertemukan mereka dalam keadaan tak terduga seperti itu?Karena tentu nya Allah memiliki rahasia di balik semua itu.


Apa yang berlaku di atas bumi ini baik itu pertemuan atau bahkan perpisahan,semua itu karena memiliki alasan yang kuat.


Jadi tak perlu berpikir keras dengan perjalanan hidup kita,kita hanya merancang,tetapi Allah lah sebaik-baiknya perancang.


Begitu jugalah orang-orang di sekitar kita,ada yang datang dengan manis,ada pula yang datang dengan pahit.


Namun hakikat nya bisa mendewasakan kita.


Tak perlu menyesali atau bahkan sampai memberontak kepada Allah,dengan segala ketentuan yang telah Allah takdir kan untuk mu.


Karena Allah lebih mengetahui,Apa yang terbaik untuk seluruh hamba nya di muka bumi ini?


TB.

__ADS_1


Dukung Author dengan vote,like serta koment.


__ADS_2