Istri Ke 2 Yang Terlupakan.

Istri Ke 2 Yang Terlupakan.
22.Seperti Terkurung Di Dalam Jeruji Besi.


__ADS_3

”Mengapa semua ini harus terjadi seperti ini?,Gumam Rani.


”Kamu mikir apa Ran?”,Tanya Tania sambil mengobati luka nya.


Pikiran Rani sudah mulai oleng dengan ribuan macam ujian yang datang silih berganti,sehingga anak dari seorang pengusaha sukses itu sudah tak tahu lagi harus melakukan apa,selain pasrah dengan keadaan yang sudah tak baik-baik saja.


Ingin rasanya dia pergi untuk sementara waktu,namun ia masih saja memikirkan.bangaimana nasib Tania jika ia pergi meninggalkan nya begitu saja?


”Apa sebaik nya kita keluar saja dari perusahaan ini Tan?bukan aku mau jadi pengecut,namun aku semata-mata untuk menyelamatkan kamu”,Jelas Rani sambil menatap ke arah Tania yang sedang sibuk mengurus luka nya.


Tania hanya bisa berdiam diri ketika ia menoleh ke arah Rani,yang sudah benar-benar pasrah dengan keadaan.karena di sisi lain ia memikirkan nasib Mita,dan juga ia memikirkan keselamatan Tania.


"Lalu bagaimana dengan mu Ran?bukan ka kamu dan pak Ammar sudah menandatangani surat kontrak perusahaan?",Tanya Tania


"Aku tahu Itu Tan,lalu bangaimana nasib kita jika kita terus-menerus berada di perusahaan pak ammar?sedangkan kamu tahu sendiri,Bela dan Mita saat ini mereka bekerja sama untuk menghancurkan kehidupan kita”,Tanya Rani sambil mondar-mandir gigit jari.


"Ku juga bingung Ran",Ucap Tania.


Mereka berusaha mencari jalan untuk keselamatan mereka berdua,namun semua nya terasa sulit bagi nya,sehingga mereka seperti nya terjebak di gurun pasir.


Menit berikut nya Rani sudah mulai menemukan jalan yang terbaik bagi nya,namun ia tak yakin jika Tania mampu melakukan itu,sehingga keadaan kembali menjadi rumit.


"Ya Allah,sampai kapan aku bisa bertahan di zona yang serba salah seperti ini?beri hamba petunjuk mu yaa Robb",Gumam Rani sambil menundukkan kepalanya di sebuah kursi.


Tania begitu iba melihat keadaan Rani yang sudah seperti patung yang bernapas,karena ia tahu persis seperti apa kebaikan Rani kepada semua orang,tapi mengapa ia bisa di perlakukan tak adil seperti ini?


"Sungguh berat ujian mu saat ini Yaa Allah",Batin Tania sambil meneteskan airmata nya.


Sudah beribu cara yang mereka pikirkan saat ini,namun mereka belum juga menemukan jalan yang terbaik untuk diri,walau mereka bisa saja membalas kejahatan Bela dan Mita saat ini


Namun bagi nya!


Kejahatan tak perlu di balas dengan kejahatan,karena suatu hari nanti cepat atau lambat.mereka akan mendapatkan balasan yang setimpal dengan perbuatan,baik di dunia maupun di akhirat kelak.


Sehingga mereka seperti nya sudah terkurung dalam jeruji besi,walau sebenarnya mereka berada di dunia yang penuh dengan misteri ini.


Namun!

__ADS_1


Entah mengapa Rani tiba-tiba saja kepikiran untuk menelpon pak ammar malam nanti,karena bangaimana pun juga?pak ammar adalah sang pemilik perusahaan,dan semua nya pasti bisa di tuntaskan dengan cara yang adil.


Sehingga Rani sudah mulai bernapas lega,dan senyuman manis dari nya sudah terpancar di wajah nya saat itu.


Walau kemarin mereka di hadapkan oleh sebuah masalah,tapi bangaimana pun juga ini adalah urusan perusahaan,bukan urusan pribadi.


"Tan,aku lapar buatin nasi goreng lagi yaa,dan jangan lupa teh hangat dan manis,biar hidup kita lebih manis lagi esok hari ”,Ucap Rani sambil bangkit dari kursi.


Tania ingin saja tertawa terbahak-bahak setelah mendengar keluhan Rani barusan,namun ia juga sungguh kasian melihat keadaan Rani seperti itu.Baiklah,kita buat nasi goreng ala Perancis biar hidup nya seperti di luar negeri,jauh dari hadapan ke dua wanita iblis tersebut.


Walau rasa sakit di kaki dan tangan yang masih di rasakan oleh Tania,namun ia lebih memilih untuk membuat apa permintaan ibu bos barusan.


”Iyaa..,iyaa..!Tapi jangan sedih lagi lihat tu wajah kamu,seperti habis bertempur di hutan belantara",Jawab Tania ngejek sambil melangkah pergi meninggalkan Rani.


"Hahaha,kamu tu bisa saja membuat aku tertawa Tan”.


__________


Pak Ammar masih saja sibuk memikir kan diri nya,yang sedari tadi mondar-mandir gak jelas karena pikiran nya tak menentu,dan mungkin kah pak Ammar bisa merasakan,masalah yang terjadi di perusahaan nya sendiri saat ini?


Ingin rasa nya ia menelpon Rani dan menanyakan kabar dari nya dan juga Tania?namun entah mengapa itu begitu sulit ia lakukan.


Menit demi menit perasaan nya semakin tak menentu,hingga akhirnya Ia mencoba mencari tempat pelarian,untuk menenangkan pikiran nya untuk sementara waktu.


Beberapa jam kemudian!


Pak Ammar sudah menemukan tempat,di mana ia bisa meluapkan segala beban pikiran nya saat itu.


Suara ombak adalah teman terbaik bagi nya,dan di percaya sudah ratusan tahun yang lalu,bisa mengobati depresi bagi otak manusia.


Dan akhirnya pelarian pak ammar tak sia-sia juga untuk nya.


Kini pak Ammar sudah mulai tenang dan ia memulai kembali menyusun segala rencana nya untuk hari esok,


Namun!


Tiba-tiba saja,suara handphone terdengar dari saku celana milik nya,sehingga Ia sangat berharap,jika yang menelpon nya saat itu adalah Rani dan Tania.

__ADS_1


Hingga gairah hidup nya sudah mulai bangkit seketika,dan senyuman manis dari wajah nya,sudah mulai terpancar di saat itu.


Namun harapan itu hanya lah tinggal sebuah harapan.


Ketika kebencian yang sudah terkubur beberapa tahun yang lalu,kini mulai bangkit kembali setelah Pak Ammar tahu,jika yang menelpon nya saat itu adalah musuh terbesar bagi nya Pak Dion'.


"Mengapa dia tiba- tiba saja menelpon ku?Padahal aku sudah tidak punya urusan lagi dengan nya",Gumam pak Ammar sambil menarik napas perlahan-lahan.


Namun rasa penasaran pak Ammar yang cukup besar yang ia rasakan,dan akhirnya ia menerima juga telpon dari Pak Dion.


"Assalamu'alaikum,ada apa Pak tiba-tiba saja menelpon ku?”,Tanya Pak Ammar


"Bapak tenang dulu,aku punya berita bagus untuk mu",Jawab Pak Dion.


"Berita apa pak?sebaik nya bapak ToThe poin saja sekarang,karena aku tidak punya banyak waktu untuk bapak",Jelas pak Ammar.


"Oke,oke..!hari ini adalah hari di mana kamu akan kehilangan orang kepercayaan kamu",Jawab Pak Dion


"Maksud nya apa pak?aku gak mengerti sama sekali,jadi tolong di jelaskan pak”,Tanya pak Ammar sambil mondar-mandir di atas butiran pasir putih tepi pantai.


Pak Dion tanpa basa-basi lagi ia segera menjelaskan,apa yang terjadi di antara Rani dan mita hingga membuat pak ammar shock berat.


"Astaghfirullah,Ini ujian apa lagi Yaa Allah",Batin pak ammar.


Setelah pak ammar mengakhiri telpon dari pak Dion,ia tak habis pikir bagaimana semua ini bisa terjadi?dan mengapa semua orang hanya membisu kepadanya?termasuk Rani dan Tania.


Ingin rasanya ia berpindah ke belahan bumi lain nya,agar ia bisa tenang dan jauh dari masalah,namun semua itu hanya lah khayalan semata.


Kini pak ammar hanya bisa bersujud di atas butiran pasir,dan di temani oleh linangan airmata,yang sedari tadi sudah terjatuh dari pipi nya.


Ujian yang datang silih berganti kepada nya,dan ingin rasanya ia segera pulang untuk mengatasi segala masalah yang ada.


Namun!


Pak ammar belum bisa melakukan semua itu,karena ia harus menyelesaikan semua urusan Perusahaan baru nya.


TB.

__ADS_1


Dukung Author dengan vote,like serta koment.


__ADS_2