Istri Ke 2 Yang Terlupakan.

Istri Ke 2 Yang Terlupakan.
59.Tetesan airmata bahagia.


__ADS_3

Perkara yang baru terjadi atas keegoisan pak Ammar sendiri!


Kini sang ibu telah berhasil membawah Tania,untuk pulang ke istana megah itu.


Walau sang ibu tahu jika Rani belum bisa menerima kehadiran adik nya.


Namun ia akan berusaha untuk menyakinkan putri nya,jika pak Ammar bukan lah suami yang baik bagi Tania.


Sepanjang perjalanan!


Tania masih saja terisak tangis,dengan ujian yg baru saja menimpa nya.


Namun ia tetap saja berharap jika suaminya bisa berubah sikap,dan kembali lagi kepada nya esok hari.


Menit demi menit ia telah habiskan untuk memikirkan nasib,bangaimana perasaan suami nya saat ini?


Hingga tetesan air mata nya,tak henti-hentinya jatuh dari pipinya saat itu.


”Maafin aku mas”gumam nya.


Hingga sang ibu!


Kini dirinya sudah mulai mencemaskan nasib putri nya esok hari,karena ia menyadari jika putri nya sudah begitu sangat mencintai suami nya saat ini.


Namun!


Demi memberi pelajaran suami seperti pak Ammar,ia rela melakukan apa saja walau ia tahu,jika itu sebuah kesalahan dan dosa besar yang ia lakukan.


Sedangkan pak Ammar!


Kini dirinya telah merayakan kebahagiaan nya,karena dengan kepergian Tania?itu adalah jalan satu-satunya untuk memenuhi keinginan nya.


Menit demi menit telah ia habiskan untuk bersenang-senang!


Karena malam nanti ia akan kembali lagi me*..du kasih,dengan Mita di tempat yang sama seperti hari kemarin.


_________


Setelah mereka tiba di halaman istana megah itu.


Pikiran Tania sudah mulai tak menentu,dan tubuh nya sudah mulai gemetaran.


Ia mengingat kembali bangaimana keras nya hati sang kakak,yang sudah menganggap nya sebagai orang asing baginya.


Namun!


Sekeras keras nya batu kalau sudah kenna air terus menerus,pasti akan hancur juga.


Sehingga!


Sang ibu yang tahu persis perasaan putri nya saat itu,kini ia telah menggenggam erat tangan putri nya.


”Ayo nak,.jangan takut ibu ada di samping mu”.


Tania hanya bisa mengangguk pasrah kepada sang ibu,lalu mereka segera melangkah saat itu juga.


Langkah demi langkah mereka telah habiskan bersama!


Hingga kini langkah itu tiba-tiba saja berhenti!


Ketika mereka melihat Rani,sedang asyik membaca buku,di ruangan tamu saat itu.

__ADS_1


Sang ibu sudah mulai gugup dan pikiran nya mulai ke mana-mana, begitupun dengan Tania!


Sedangkan Rani!


Ia masih saja sibuk membaca buku, tanpa tahu jika Tania ada bersama ibu nya saat itu.


”Nak,...”


”Iya bu,..ada apa?”,Tanya nya serius.


”Maafin ibu yaa,..i..bu..”


Rani sungguh penasaran dengan sikap sang ibu barusan,dan pikiran nya sudah mulai kemana-mana.


Ada apa dengan ibu nya?dan mengapa ia begitu gugup saat ini?


Namun ia masih saja mengabaikan ibu nya saat itu,lalu ia kembali fokus membaca buku itu.


”Nak,..a..ku,..a..ku..”


Lagi-lagi Rani begitu sangat penasaran dengan sikap ibu nya, yang sudah tak bisa berkata apa-apa lagi


Ia segera menutup buku itu dan menyimpan nya di sebuah meja,lalu ia segera menoleh ke arah ibu yang sudah gugup dari tadi.


Rasa tak percaya!


Jika Rani akan bertemu kembali dengan sang adik,yang selama ini begitu sangat ia rindukan.


Namun!


Ia kembali lagi memalingkan wajahnya,karena bola mata nya sudah mulai berkaca-kaca saat itu.


Ingin rasanya ia segera memeluk tubuh adik nya,yang begitu sangat ia rindukan selama ini.


Namun!


Agar mereka tetap saja tak tahu jika selama ini,kasih sayang nya kepada sang adik,belum juga pudar sedikit pun.


Namun ia kembali tegar kan diri,dan berpura-pura santai di hadapan mereka,walau sebenarnya hati nya hancur.


”Nak,..ma..aa..fin ibu,karena ibu telah membawah Tania kembali kesini”.


Dengan gengsi yang tinggi yang dimiliki oleh gadis cantik itu,hingga ia mempersilakan ibu nya segera membawah Tania.


Seolah olah mereka tak ada masalah di hari sebelumnya.


”Iya bu,..bawah dia ke kamar”.


Dengan rasa penuh syukur yang di miliki oleh sang ibu saat itu.


Ia segera mencium wajah putri nya,lalu ia segera membawah Tania menuju ke sebuah kamar.


Langkah demi langkah yang telah Tania habiskan,saat itu pula bola mata nya tertujuh kepada sang adik.


Ribuan macam pertanyaan hadir dalam benak Rani!


Namun!


Pertanyaan-pertanyaan itu terkalahkan oleh kerinduan nya kepada sang adik,hingga kini batin nya merintih kesakitan.


Waktu sholat magrib hampir tiba!

__ADS_1


Dan seperti biasanya mereka sedang berkumpul di ruangan suci itu,untuk melaksanakan sholat berjamaah.


Sang ibu sudah menjadi imam dan ke dua putrinya menjadi makmum!


Setiap sujud sang ibu ia selalu mendoakan ke dua putrinya,agar mereka bisa saling memaafkan hari itu juga.


Tetesan air mata nya tak bisa terbendung lagi,karena bersyukur nya kepada Allah atas kepulangan putrinya.


Hingga di detik-detik terakhir membaca surah-surah pendek,suara nya tak bisa lagi terdengar.


Karena rintihan air mata dari sang ibu,sehingga ke dua putrinya bisa merasakan apa yang di rasakan oleh sang ibu.


Hingga sholat berjamaah itu menjadi sholat yang tak khusyu baginya,karena di penuhi oleh airmata


Namun setelah mereka selesai melaksanakan kewajiban nya!


Sang ibu telah duduk di antara ke dua putrinya,dan berharap mereka rukun kembali saat itu juga.


”Nak,.harta yang paling berharga yang ibu miliki saat ini,adalah kalian berdua.


Ke dua putrinya cuma mengangguk saja,karena mereka sudah tak bisa lagi berkata-kata.


Mereka sudah menyadari kesalahannya masing-masing,dan sang ibu kini kembali lagi melanjutkan ceramah singkat nya.


”Nak,..ayah kalian sudah tak ada di sini lagi,jadi ibu mohon hargai ibu sebagai seorang pemimpin di rumah ini”.


Ke dua putrinya sangat mengerti apa maksud ibu nya!


Hingga ke dua putrinya sudah tak tahan lagi menahan airmata nya,dan kerinduan itu sudah begitu dalam Kepada dirinya masing-masing.


Sehingga gengsi itu sudah lenyap di telan bumi.


Apa yang terjadi?


Sang kakak segera memeluk tubuh sang adik,dan sang adik tak pernah menyangka jika ia sudah memaafkan dirinya.


Hingga kini!


Tetesan demi tetesan air mata yang mengalir dari pipi ke dua wanita hebat itu,kini menjadi kebanggaan bagi sang ibu.


”Tan,.. Mengapa engkau pergi meninggalkan aku begitu saja?”


Tania tak bisa berkata apa-apa lagi,selain terisak tangis di pelukan seorang kakak yang begitu sangat ia sayangi.


Namun ia menyadari jika ia pergi begitu saja,karena atas dasar permintaan kakak nya.


”A..ku,...,pergi karena kakak yang menyuruhku”.


”Kamu terlalu bodoh Tan,..ini rumah kamu,jadi kamu tak boleh pergi dari sini”.


Tania semakin terisak tangis,ketika ia mendengar ucapan kakak nya barusan.


”Bukan kah,... aku sudah menjadi orang asing bagi mu kak?”


”Kata siapa?,..kamu adalah adik aku,yang di kirim oleh Allah untuk ku”


Istana megah itu kini kembali berduka,namun hanya sebatas duka bahagia.


Indah nya saling memaafkan satu sama lain,buang keegoisan,karena hidup ini hanya untuk sementara.


Karena tak baik menyimpan dendam begitu lama,karena itu akan menjadi racun dalam tubuh sendiri.

__ADS_1


TB.


Dukung Author dengan vote,like serta koment.


__ADS_2