Istri Ke 2 Yang Terlupakan.

Istri Ke 2 Yang Terlupakan.
28.Kembali Ke Desa.


__ADS_3

Tetesan air mata dari seorang wanita cantik,kini mulai terjatuh bercucuran ke bumi.


Hingga Bela sudah mulai membenci kehidupan nya saat ini,karena ia berpikir jika Allah tak pernah berlaku adil untuk nya.sehingga ia sudah mulai putus asa untuk menjalani kehidupan berikut nya,karena seorang suami yang selama ini berusaha untuk mendapatkan hati nya,Ia malah pergi begitu saja,dan memilih untuk melamar wanita lain.


Kecewa sudah pasti apalagi sakit hati setelah ia mendapatkan berita buruk tersebut,dari seorang pria yang selama ini telah berani mengkhianati pak ammar,demi mendapatkan gaji 2 x lipat lebih tinggi dari Bela.


Ingin rasanya ia mengakhiri kehidupan nya,dengan cara bunuh agar semua masalah bisa selesai,namun pikiran nya masih waras ketika ia berpikir kembali,bangaimana bisa dia melakukan hal bodoh seperti itu.


Sedangkan diri nya tak ingin menyerah begitu saja,untuk mendapatkan hati dari seorang suami,yang sudah menikahi nya beberapa tahun yang lalu.


Bela kembali menenangkan diri lalu berpikir langkah apa yang harus ia tempuh hari esok,untuk menggagalkan pernikahan mereka yang telah membuat dirinya menderita hari ini.


”Tania,hari ini kamu telah berhasil membuat aku menderita,dan hari ini juga aku telah berjanji kepada diriku sendiri,bahwa esok hari kamu juga pasti akan merasakan penderitaan yang sama,yang aku rasakan hari ini,”Gumam Bela.


_____________


Jam menunjukkan pukul 07.15 menit pagi,dan sebentar lagi Tania dan Rani akan segera berangkat menuju ke sebuah desa,dengan harapan semua nya akan baik-baik saja sampai mereka tiba di sana.


Ke dua gadis cantik tersebut sudah mulai berjalan menuju ke garasi mobil,lalu pak ammar pak ammar menyusul nya dari belakang.


Rasa tak kuasa untuk meninggalkan pak ammar seorang diri,namun semua itu harus terjadi,karena semua nya sudah di rancang sehebat mungkin,jauh sebelum mereka berangkat.


”Kalian hati-hati di jalan yaa,dan jangan lupa 5 waktu nya",Ucap pak sambil menatap ke arah ke dua wanita itu yang sudah siap untuk berangkat.


”Insya Allah Pak,Mas,”Jawab mereka serentak.


”Iya sudah,Kalian berangkat sekarang dan kamu Ran jangan sampai ngebut di jalan,”Jawab pak ammar.


"Insya Allah pak,aku pasti menjaga dia dengan baik,"jawab Rani.


”Hmm..!mulai lagi,”Ucap Tania sambil menatap ke arah Rani.


”Sudah,sudah,Ayo buruan berangkat sekarang,”Sahut pak Ammar.


”Oke pak,”Ucap Rani sambil menghidupkan mesin mobil lalu berlalu.


Tinggal lah pak ammar seorang diri dan berharap semoga kepergian mereka,akan mendapatkan kabar baik untuk nya.


3 Hari Kemudian.


Perjalanan yang cukup panjang yang berhasil di lalui oleh ke dua gadis cantik tersebut,sehingga mereka lebih memilih istirahat kan tubuh sejenak di sebuah mesjid,setelah mereka melaksanakan kewajiban nya.


Perasaan lega campur bahagia kini sudah bersarang dalam tubuh nya,karena sebentar lagi mereka akan bertemu dengan keluarga tercinta.


Menit berikut nya mereka kembali melanjutkan perjalanan,dan sepanjang perjalanan Rani begitu sangat mengangumi keindahan alam,yang berada di desa di mana Tania di besarkan.


Setiba nya di depan rumah Tania,ratusan mata sudah mulai menyaksikan oleh kedatangan ke dua gadis cantik tersebut,karena kedatangan mereka suprise bagi keluarga tercinta.


Setelah ke dua gadis cantik tersebut turun dari mobil,lalu berjalan rasa tak percaya jika yang datang saat itu adalah Tania,yang baru saja meninggalkan kampung halaman,kini ia kembali dengan penampilan yang berbeda.


Namun sikap Tawadhu yang di miliki oleh Rani,sehingga ia masih saja sibuk memberi senyuman manis kepada warga desa tersebut,lalu berjalan menuju ke hadapan Tania yang sedari tadi menunggu nya di pintu.


”Ran,ayo masuk!Ini lah gubuk aku,dan semoga kamu bisa menerima keadaan aku seperti ini,”Ucap Tania sambil menundukkan kepalanya.


Mendengar ucapan Tania barusan ia pun segera memeluk tubuh sahabatnya,yang sudah berlinang air mata sehingga rumah sederhana tersebut kini mulai banjir dengan airmata bahagia.


Namun linangan airmata tersebut hanya sesaat saja,karena kedatangan mereka sudah di sambut baik oleh sang Ibu dan ayah serta Abah tercinta.


Rasa tak percaya.


Sehingga bola mata mereka sudah mulai berkaca-kaca,setelah melihat anak yang amat mereka sayangi kini telah berdiri di ruang tamu terisak tangis sejak tadi.


”Tania,Anak ku,eriak ibu nya sambil buru-buru memeluk anak yang begitu ia sayangi”.


Tania pun tak bisa lagi menahan dirinya,Untuk segera memeluk ibu nya yang selama ini begitu amat di rindukan.


Ayah serta Abah nya pun ikut memeluk Tania saat itu juga, Setelah beberapa menit mereka lewati dengan Tangisan bahagia itu.


Kini rumah sederhana itu mulai tenang tanpa tangisan apa pun,Dan Tania mulai memperkenalkan Rani kepada keluarga nya.


Dan seluruh orang yang masih berkumpul saat itu.


”Bu,ayah,Abah,Ini adalah sahabat aku,yang selalu menolong dan menjaga aku selama aku berada di kota”,Ucap Tania.


”Kamu sangat cantik Nak!,siapa nama kamu?terimakasih banyak atas kebaikan kamu selama ini kepada anak ibu”,Jawab sang ibu.


”Aku Rani Bu,alhamdulillah aku dan Tania bisa di pertemukan oleh Allah di kota itu,"Ucap Rani


”Nama kamu cantik banget nak",Jawab sang ibu sambil memeluk Rani.


Rani hanya tersenyum ketika mendengar pujian dari seorang ibu yang telah membesarkan anak sebaik Tania,dan Rani pun segera menyambut pelukan itu dengan penuh kasih sayang.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian,Rani segera melangkah menuju ke mobil milik nya,ia segera mengambil oleh-oleh nya dan membagikan nya kepada seluruh penghuni rumah sederhana itu.


Keluarga Tania begitu sangat bersyukur dan bangga.


Ketika melihat sosok wanita cantik seperti Rani yang ramah,dan tidak sombong dengan apa yang ia miliki.


Matahari sudah hampir tenggelam di ujung barat,Tania dan Rani masih saja menikmati kebersamaan keluarga nya saat itu.


Namun tiba-tiba saja ibu nya mengingat kan agar Tania segera membawah Rani ke kamar milik nya,dan juga untuk siap-siap sholat berjamaah.


Tania patuh pada perintah ibu nya dan Rani segera menyusul Tania masuk ke kamar saat itu juga.


Rani segera berbaring di kamar yang sederhana itu,Dan Tania meneteskan kembali airmata nya setelah menemui adik-adik nya baru saja pulang dari mesjid.


”Kakak,Aku selalu merindukan kakak selama kakak pergi,dan kakak tak pernah mengirim surat untuk kami”.


Ucap adek-adek Tania yang masih polos.


”Maafin kakak yaa sayang,kini kakak sudah balik lagi ke sini”,Jawab Tania sambil memeluk ke dua adik nya.


”Iya kak,Tapi kakak janji jangan pergi lagi yaa kak”,Ucap ke dua adik nya.


Tangisan Tania semakin meledak saat itu,Begitupun dengan ke dua adik nya,Lalu mereka mulai tenang ketika Rani sudah berdiri tersenyum manis kepada mereka saat itu.


”Adek-adek sayang.


Sini kakak peluk biar kalian tidak sedih lagi”,Jawab Rani.


Ke dua anak polos itu segera memeluk Rani,dan Rani sangat merasakan bangaimana perasaan ke dua adik sahabat nya itu.


”Sudah yaa,kalian harus janji sama kakak,gak boleh menangis lagi mulai dari sekarang”,Ucap Rani.


”Iya kakak,kakak cantik banget”,Jawab ke dua adik Tania sambil mencubit pipi Rani.


”Sudah adek,kalian masuk ke dalam mandi lalu sholat berjamaah",Ucap Tania.


Rani begitu banyak mengambil pelajaran setelah ia hadir di tengah-tengah keluarga Tania.


Walau hidup sederhana,Namun mereka hidup rukun,bahagia,dan yang paling utama adalah keimanan yang mereka miliki.


Rani begitu sangat bahagia,Karena keluarga Tania sangat menerima kehadiran dia sebagai tamu istimewa baginya.


Mereka melewati hari-hari penuh makna,hingga akhirnya malam ke tiga menjadi malam penentu.


Setelah mereka selesai melaksanakan shalat berjamaah,Mereka sedang berkumpul di ruang tamu yang sederhana itu.


Rasa gugup serta takut yang di miliki oleh Rani saat itu,Kini mulai bersarang dalam tubuh nya malam itu juga.


Namun sebagai orang yang di percaya kan oleh pak Ammar,Ia harus melaksanakan perintah itu.


Dan hasil nya ia serahkan kepada Allah yang maha kuasa.


Rani sudah mulai melangkah dari kamar Tania,Di mana keluarga Tania sudah menunggu nya sejak tadi di ruang tamu.


Sedangkan Tania,


Ia masih berada dalam kamar milik nya,entah apa yang ia pikirkan?


Rani segera duduk manis di hadapan keluarga Tania,rasa gugup dan takut kini sudah mulai melayang tinggi ke angkasa.


"Bu,ayah,serta abah!Saya datang ke sini untuk melaksanakan niat yang baik,atas perintah dari atasan saya sendiri”,Ucap Rani sambil menatap ke hadapan mereka.


”Iya nak,Kami senang dan bersyukur dengan hadir nya kamu di tengah-tengah keluarga kami yang serba sederhana ini,Lalu apa perintah dari atasan kamu itu Nak?",Tanya ayah Tania.


Rani mulai gugup kembali setelah mendengar pertanyaan dari sang ayah barusan,karena seumur hidup nya baru kali ini ia beranikan diri untuk berbicara soal pelamaran,namun Rani kembali tenangkan diri setelah setelah kehadiran Tania


”Ayah,serta keluarga Tania yang saya hormati,Saya datang ke sini untuk mewakili atasan saya yang bernama Muh.Ammar Prasetyo.


Dengan niat yang baik ingin melamar anak(Tania)tercinta dari Ibu,ayah,serta Abah,Jawab Rani.


Keluarga Tania saling menatap karena mereka tak pernah menyangka,jika anak dari mereka yang baru saja tinggalkan desa hari kemarin,kini sudah kembali membawah berita baik untuk nya.


Rasa bahagia campur sedih kini mulai di rasakan oleh mereka.


Ini Seperti mimpi baginya,Karena mereka sadar kalau mereka berasal dari keluarga yang tak mampu.


”Maa syaa Allah,kami bersyukur mendengar kabar baik darimu Nak,Lalu bangaimana dengan agama yang di miliki oleh pria tersebut?",Tanya Abah Tania.


Tubuh Tania dan Rani kini mulai gemetaran setelah mendengar pertanyaan dari Abah nya.


Namun ke dua orang tua Tania berusaha menenangkan Abah saat itu,Hingga akhirnya mereka kembali tenang.

__ADS_1


”Agama nya baik Abah,dan saya selaku sahabat sekaligus saudara dari Tania,tak mungkin datang ke sini menyampaikan niat baik ini,Jika beliau bukan orang yang pantas untuk Tania”,Jelas Rani.


Mereka percaya kalau Rani adalah anak yang baik,dan mereka setuju dengan lamaran pak Ammar kepada anak nya saat itu juga.


Lalu mereka kembali menyerahkan keputusan dari anak nya, Karena bangaimana pun juga Tania yang menjalani hubungan itu.


”Alhamdulillah kalau begitu Nak,kami selaku orang tua atau Abah dari Tania sudah menyetujui lamaran ini,dan kami sepenuh nya serahkan kembali kepada Anak kami Tania”,Ucap Abah Tania.


”Alhamdulillah”,Gumam Rani.


Tania kembali teringat dengan Bela,istri pertama pak Ammar.


Namun kali ini,Ia tak ingin orang tua nya kecewa dan juga Rani.


Namun ia kembali mempertimbangkan lamaran tersebut,agar semua nya baik-baik saja hari esok.


”Insyaallah Abah,Tapi ini baru acara lamaran,tanggal pernikahan belum bisa kami pastikan,Benar kan Ran?”,Tanya Tania sambil menatap wajah sahabat nya.


”Iya abah,Tanggal pernikahan mereka biarkan mereka yang tentukan”,Jawab Rani.


”Maafin aku ibu,ayah dan juga abah.


Aku gak bisa jujur tentang istri pertama pak Ammar”,Gumam Tania.


”Kalau itu sudah menjadi keputusan kamu Nak,kami hanya bisa menuruti kemauan kamu saja”,Ucap sang ibu.


”Iya Bu,"Jawab Tania sambil memeluk ke dua orang tua nya.


Rani teringat kembali dengan cek, yang di berikan oleh pak Ammar beberapa hari yang lalu.


Rani inginkan uang sebesar itu bisa buat keluarga Tania.


Dan sebagian lagi ia serahkan kepada Abah Tania,Karena beliau adalah salah satu iman mesjid yang berada di desa itu.


”Mohon maaf ibu,ayah,dan Abah.


Kami ada sedikit rezeki untuk sumbangan ke mesjid,dan sebagian lagi untuk ibu dan ayah”,Ucap Rani.


”Maa syaa Allah,Tapi kami tidak mengharapkan apa-apa dari kalian nak,kebaikan kalian kepada anak kami itu sudah lebih dari cukup Nak”,Jawab ibu Tania.


”Ini bukan dari aku Bu,dan ini amanah dari pak Ammar,Benar kan Tan?”,Tanya Rani.


”Iya Bu,Itu benar amanah dari pak Ammar yang di titipkan oleh orang baik seperti ibu Rani”,Jawab Tania menggoda.


”Apa si Tan?Mohon di terima yaa bu”,Ucap Rani.


Tania begitu penasaran dengan nominal yang di cek itu,sehingga ia mencoba mendekati Rani saat iya mau menyerah kan cek itu kepada Abah Tania.


”Iya nak,jika kalian benar-benar ikhlas memberikan kepada kami”,Jawab Abah Tania.


”Iya Abah,Kami ikhlas karena Allah dan kami tidak mengharapkan imbalan apapun dari kalian”,Ucap Rani.


”Ran...!Kamu tu makin cantik kalau serius kayak gini,tapi kalau lagi ngambek,hmmm..!Monyet pun bisa kabur”,Jawab Tania.


Hahaha.


mereka tertawa bersama.


”Tan,gak boleh kayak gitu sama nak Rani”,Ucap sang ibu.


”Gak papa bu,kami sudah terbiasa bercanda bersama”,Jawab Rani.


”Iya Bu,Maaf yaa ibu negara.silahkan lanjut untuk cek nya,dan jangan lupa sisakan untuk perjalanan pulang”,Ucap Tania.


”Iya,iyaa"Jawab Rani.


”Bu,ayah,dan Abah.Ini bukti cek dari pak Ammar,jadi aku bagi menjadi 3 bagian yaa.pertama untuk mesjid 20 juta.ke dua untuk ibu dan ayah 30 juta.Sisa nya masih 50 juta,dan ini bisa untuk panti asuhan",Ucap Rani.


Mereka tak bisa berkata apa-apa lagi,mereka sangat berat untuk menerima uang itu.


Namun karena mereka sangat menghargai Rani dan Pak Ammar,Hingga mereka mau menerima uang itu.


”Ini terlalu banyak Nak”,Jawab Abah Tania.


”Ran ini sangat berlebihan,Apa sebaik nya kita kembalikan saja ke pak Ammar sebagian?",Tanya Tania.


”Aku hanya menjalankan amanah abah,Dan kamu Tan ini tak mungkin bisa kita lakukan,Kamu tahu sendiri kan bangaimana pak Ammar?”,Ucap Rani.


”Iya Ran,Aku minta maaf."


Rumah sederhana itu kembali berduka,Setelah mereka mendapatkan jatah rezeki dari calon menantunya.

__ADS_1


Mereka tak menyangka jika anak nya,Bisa membawah keberkahan rezeki di dalam rumah tangga nya.


Namun semua nya sudah menjadi ketetapan dari-Nya.


__ADS_2