
"Apa bapak tau sesuatu dari pak Ammar?tolong katakan." Rani benar-benar yakin jika Pak Dion menyembunyikan sesuatu dari mereka.
"E-nggak Ran" jawab nya dusta.
"Apa bapak yakin?katakan yang sebenarnya pak"pinta Rani sekali lagi.
Dari tingkah laku pria ini hingga Rani bisa menebak jika pak Dion tau sesuatu,sementara pria ini hanya bisa menelan ludah nya berkali-kali lalu menatap ke arah Tania.
"Sudah lah Ran,tak penting membahas soal dia dan satu permintaan aku Tan,jauhi pria itu."
"Apa maksud bapak berkata seperti itu?" desak Rani sementara Tania,gadis ini hanya bisa menelan ludahnya kasar dan perlahan-lahan ia mengangkat kepalanya.
"Pak tolong jelaskan padaku apa sebenarnya yang terjadi,?" desak Tania"Please pak" sambung nya kembali sambil mengatupkan kedua tangannya.
Pak Dion menelan ludahnya kasar,demi langit dan bumi pria ini tak tega jika harus melihat Tania menderita,menderita karena kebenaran sebentar lagi akan terungkap.
Pak Dion bisa merasakan bagaimana sakit nya jika Tania tau semua ini,semua manusia tentu menderita jika di khianati,bukan?
Pria ini bersusah payah menelan ludah nya,menatap Tania dengan tatapan horor.sementara Rani,gadis ini tampak nya telah murka,mata memerah dan seluruh tubuhnya gemetaran.
Bugh!
Rani memukul meja begitu keras,emosi nya langsung meluap begitu saja,murka nya luar biasa karena seolah-olah pak Dion berusaha menutupi kebenaran yang terjadi.
Tanpa aba-aba wanita ini langsung mendekati pak Dion"Tolong katakan pak,apa sebenarnya yang terjadi?."
Pak Dion menghela napas panjang,pria ini benar-benar tak kuasa lagi untuk menyembunyikan sesuatu darinya.
Berkata jujur walaupun pahit itu adalah pilihan nya,tak berpikir panjang lagi ada hati yang harus di jaga,dan ada airmata yang tak tega jika harus tertumpah saat ini.
Pak Dion segera bangkit dari kursi lalu berhadapan dengan Rani. sementara Tania.gadis malang ini hanya bisa menyaksikan ekspresi wajah mereka lalu menelan ludahnya kasar.
"Apa kamu tau jika selama ini Mita bukan lah sahabat yang baik buat kalian?".
"Mita," sahut Rani sambil menelan ludah berkali-kali.
"Benar kak," refleks Tania menjawab sambil bangkit dari kursi.
__ADS_1
"Apa maksud kalian?"Rani benar-benar bingung,gadis ini menghela napas panjang lalu berjalan mengelilingi pak Dion,dan sepertinya sebentar lagi gadis ini akan kesurupan luar biasa.
"Kalian yang terlalu bodoh,"sarkas pak Dion sambil menunjuk jari ke arah Tania dan Rani secara bergantian.
Rani menghentikan langkahnya secara mendadak"Bodoh?aku bodoh,"
"Iya benar! kalian terlalu bodoh hingga Mita memanfaatkan kalian begitu saja,dan bukan itu saja dia bahkan...!".
Ucapan pak Dion terputus begitu saja,pria ini langsung menatap iba ke arah Tania"Bahkan apa pak?tolong jelaskan," desak Tania.
Tania menghela napas panjang lalu menelan ludahnya kasar sambil berjalan mendekati pak Dion"Katakan yang sejujur nya pak," desak Tania sekali lagi.
Bugh!
Lagi-lagi Rani memukul meja begitu keras,hingga membuat pak Dion dan Tania membulat kan bola matanya.
"Jangan menyimpan rahasia lagi pak,cepat katakan apa sebenarnya yang terjadi?"Pinta Rani dengan mata memerah dan tangan terkepal begitu kuat.
"O-oke baiklah."
Pak Dion menghela napas panjang lalu menelan ludahnya susah payah"Selama ini mita dan pak Ammar telah mengkhianati kamu Tan."
Sementara Tania,gadis malang ini hanya bisa menutupi mulut nya dengan tangan kanan,dan tak selang berapa lama tetesan airmata dari gadis malang ini kini telah terjatuh pula dari pipinya.
Jangan tanyakan lagi bagaimana hancur nya perasaan Tania saat ini,yang jelas hatinya benar-benar hancur layak nya seperti butiran pasir di lautan.
Menggeleng kepalanya berulang kali,gadis malang ini benar-benar tak menyangka jika seorang suami yang begitu ia sayangi dan hargai selama ini,kini menjadi seorang pria yang sangat menyakitkan baginya.
Bukan nya dia sadar,namun ia malah menjadi seorang suami.suami yang telah berani menentang aturan-aturan Tuhan nya.
Perlahan-lahan memori ingatan nya kembali lagi berfungsi,dugaan nya selama ini benar,jika sang suami memiliki wanita lain.
"Pen***nat," batin nya menjerit.dan tanpa sadar,gadis ini langsung terduduk di lantai.meratapi nasib nya yang malang,nasib yang tak seberuntung dengan wanita lain.
"Tania," pak Dion segera menghampiri Tania.pria ini segera duduk di lantai,menenang kan Tania tanpa harus menyentuh nya sedikit pun.
"Li*ik," teriak Rani.gadis ini benar-benar murka,bolak-balik seperti rusa kehilangan tanduk,darah mendidih dan tangan terkepal begitu kuat menahan emosi.
__ADS_1
Bugh!
Lagi-lagi meja restoran menjadi tempat meluapkan segala emosi nya.untung saja restauran sepi pengunjung,hingga mereka leluasa melakukan apa saja.
"Ran tahan emosi kamu"nasihat pak Dion meluncur juga saat ini,pria ini akhirnya repot sendiri, menenangkan hati ke dua wanita nya.
Bugh!
Pukulan Rani kembali lagi mendarat di atas meja"Dasar wanita ******, pengkhianat,tak tau diri."
Sumpah serampah keluar pula dari bibir nya.wanita ini benar-benar kecewa,hatinya berdarah-darah dan berjanji akan menghukum Mita seberat mungkin.
"Ran cukup!" tegur pak Dion"Istighfar lah,"sambung nya kembali lalu menelan ludahnya kasar.
Rani menelan ludahnya kasar sambil menatap ke arah pak Dion dan Tania"Hapus airmata kamu Tan,kamu tak pantas menangisi pria bejat itu,Percuma!," tegas Rani lalu menghempaskan tubuhnya di atas kursi.
Rasa-rasanya ingin berlari ke ujung dunia,berteriak sekencang-kencangnya agar luka hatinya sedikit terobati,gadis ini benar-benar terluka dan menyesali perbuatannya di masa silam.
Seandainya saja dia mampu memutar waktu kembali,maka dia akan melakukan nya demi menjauhi Tania dan pak Ammar.
Kalau sudah begini,siapa lagi yang pantas di salahkan?
Gadis ini benar-benar menyesali perbuatannya,menyesal karena ia gagal menjaga Tania,membahagiakan nya dengan pilihan seorang lelaki yang tepat.
Memikirkan semua itu membuat dirinya menundukkan kepalanya,tangan terkepal begitu kuat,namun ia tak dapat berbuat apa-apa selain pasrah,pasrah dengan segala Takdir yang sudah tercatat.
"Ini semua kesalahan aku,hukum lah aku yaa Allah," batin nya menjerit dan airmata tak bisa tertahankan lagi.
Pak Dion hanya bisa menatap ke dua wanita ini secara bergantian, menelan ludahnya berkali-kali.entah apa yang harus ia lakukan jika keadaan sudah seperti ini.
_____
Jangan menyesali siapa saja yang datang dalam kehidupan kita.
Orang baik akan memberi kita kebahagiaan,dan orang jahat akan memberi kita pelajaran.
Tugas kita hanyalah mensyukuri nikmat Tuhan,karena yang datang dan pergi adalah ketentuan dari-Nya.
__ADS_1
Love u yang masih setia membaca cerita receh ini,semoga sehat selalu beserta keluarga tercinta.
Aamiin.