Istri Ke 2 Yang Terlupakan.

Istri Ke 2 Yang Terlupakan.
138.Tamu Tak Di Undang.


__ADS_3

"Bu,apa poligami itu menyenangkan?."


Pertanyaan konyol dari Tania membuat hati sang ibu sungguh ter'iris,wanita paruh baya ini sepertinya sangat membenci poligami bahkan ingatan nya tiba-tiba saja terlempar kisah yang memilukan puluhan tahun yang lalu.


Wanita paruh baya ini lebih memilih untuk menjadi pelakor daripada harus menyetujui permintaan dari Almarhum suaminya.bahkan ia rela menghalalkan segala cara,agar sang suami meninggal kan istri pertama lalu mengajak nya hidup di luar negeri.


"Tidak,aku adalah wanita yang sangat membenci poligami,"jelas sang ibu lalu bergegas bangkit dari sofa"Dulu ayah kalian menginginkan hal itu."


"Lalu?."


"Aku tidak akan sudi berbagi suami kepada wanita lain,apalagi wanita seperti ibu kandung Rani saat ini."


"Alasannya kenapa Bu?bukan ka poligami itu adalah syariat?,"tanya Tania lalu bergegas bangkit dari sofa lalu menatap wajah sang ibu.


"Itu benar,tapi aku lebih memilih menjadi pelakor daripada harus berbagi suami kepada wanita lain."


"Ibu telah melakukan kesalahan besar,"potong Tania tanpa sadar.


Gadis ini kembali lagi teringat dengan seorang ibu,ibu yang menderita puluhan tahun karena perbuatan wanita paruh baya yang sedang berdiri di hadapannya saat ini.


Pantas saja ibu kandung dari Rani begitu sangat membenci wanita ini,tapi mengapa seolah-olah wanita ini selalu saja merasa tersakiti?mengapa?padahal dia sendiri yang telah melakukan kesalahan besar selama ini.


Selain merebut suami dari istri yang tak punya apa-apa alias miskin,sang ibu juga telah berani memisahkan anak dari ibu kandungnya sendiri.


Kejam sungguh kejam,bukan? padahal pelakor dalam agama adalah perbuatan yang di haramkan.


"Kesalahan?."


"Iya Bu,ibu telah melakukan dosa besar selama ini"jelas Tania tanpa ragu-ragu.


"Tidak! bentak sang ibu lalu mondar-mandir sambil mengepalkan tangan"Aku yang lebih dulu mengenal suamiku daripada dia."

__ADS_1


"Maksud ibu?,"tanya Tania bingung sembari mengerut kan alis nya,menatap wajah sang ibu sembari menunggu Jawaban.


"Almarhum ayah kalian adalah pacar pertama ibu.namun setelah tau jika aku hanyalah wanita penyakitan yang sulit untuk memiliki anak,maka dia lebih memilih untuk menikahi ibunda Rani dengan persetujuan setelah memiliki anak mereka akan cerai.


"Lalu?"


"Almarhum ayah kalian membawa Rani pergi,lalu meninggalkan uang untuk nya ibu nya.dan setelah itu kami segera kabur ke luar negeri tanpa ada ikatan pernikahan,karena Almarhum memaksa ibu untuk merawat anak nya,"jelas sang ibu lalu mencoba menenangkan diri kembali di sebuah sofa.


"Aku tau perbuatan kami memang kejam,tapi kami tak punya pilihan lain selain menginginkan anak itu,"sambung nya kembali sembari memijat kepalanya yang tiba-tiba saja pusing.


Tania hanya bisa geleng-geleng kepala.bibir nya tak mampu lagi untuk bersuara.gadis ini benar-benar bingung untuk memastikan siapa sebenarnya yang pantas untuk di salahkan di antara mereka?


"Saat ini hanya kamu satu-satunya yang aku miliki Tania,dan ibu mohon jangan pernah kamu meninggalkan ibu seperti mereka,"sang ibu kembali memecah keheningan.sementara Tania,gadis ini langsung memeluk tubuh sang ibu dan berjanji untuk selalu bersama nya dalam suka maupun duka.


Satu bulan kemudian.


Pernikahan di antara Rani dan pak Dion kini telah di selenggarakan secara kekeluargaan.di hadiri oleh para undangan hanya orang-orang tertentu saja,tak perlu mewah asalkan sah di mata hukum dan agama.


Wanita paruh baya ini masih saja bersikap keras.tak ingin menghadiri pernikahan putrinya karena merasa kecewa,kecewa karena putri nya lebih memilih menikah di sebuah villa daripada di rumah sendiri.


Bukan hanya itu saja,pernikahan di antara mereka juga di hadiri oleh tamu yang tak di undang.tamu seorang lelaki gembel yang selama ini tak pernah terlihat batang hidungnya.namun hari ini laki-laki ini telah berani kembali hadir di tengah-tengah kehidupan mereka?


"Apalagi yang kamu inginkan dariku,Mas? bukan kah selama ini kamu telah bahagia dengan wanita pilihan kamu sendiri?,"tanya Tania sembari menatap wajah mantan suaminya penuh dendam.


"Kamu tenang dulu Tania.aku datang ke sini bukan hanya untuk menemui kamu,jadi kamu tak perlu merasa bangga atas kedatangan aku saat ini"jelas pak Ammar lalu menatap para rombongan satu persatu.


Cing!


Secepat kilat pak Dion membuang ludah asal,merasa jijik melihat tingkah laku pak Ammar seperti itu.laki-laki ini akhirnya melepaskan diri dari genggaman tangan seorang istri,buru-buru berjalan sembari mengepalkan tangan.


Bugh!

__ADS_1


Pukulan maut kini telah melayang juga di wajah pak Ammar,"Lebih baik kamu pergi dari sini gembel,"Pergi!,"usir pak Dion sementara pak Ammar laki-laki ini hanya bisa tersenyum puas.


"Tenang saja bro.aku pasti akan pergi dari sini tapi kamu harus tau satu hal,jika dia..!."


Ucapan pak Ammar terputus begitu saja,menuding ke arah Rani sembari tersenyum miring.sementara yang lain,tatapan nya tiba-tiba beralih kepada wanita yang masih memakai pakaian pengantin.


Apa sebenarnya yang di pikirkan oleh pak Ammar saat ini?dan mengapa laki-laki ini seolah-olah begitu dendam kepada Rani?


"Tak perlu basa-basi lagi gembel,ada apa dengan istriku?katakan lah!,"pinta pak Dion sementara Rani,gadis ini begitu sangat ketakutan.


" Ha-ha," pak Ammar tertawa lega seketika melihat ekspresi wajah yang di miliki oleh Rani saat ini,gadis ini begitu ketakutan karena ingatan nya tiba-tiba saja terlempar ke masa silam.


Mungkin kah aib yang terkubur dalam-dalam selama ini akan terbongkar juga di hadapan suaminya?


Tania yang mengerti apa maksud dari ucapan pak ammar itu hingga membuat gadis ini diam-diam mengepalkan tangan,mata nya memerah dan seluruh tubuh nya gemetaran.


Demi menyelamatkan pernikahan sang kakak.gadis ini segera menggenggam tangan si gembel ini,lalu menyeretnya menjauh dari hadapan mereka.


"Lebih baik kamu pergi dari sini,Mas,"pinta Tania lalu menghempaskan tangan pak Ammar begitu saja.


"Kamu tak perlu ikut campur Tania,ini urusan aku dengan mereka."


Plak!


Laki-laki ini bukan nya mendapatkan jawaban yang memuaskan dari sang mantan istrinya,namun tamparan keras secara gratis kini telah mendarat cantik di wajah nya.


"Kamu benar-benar sudah gila,mas!Apa kamu tidak malu untuk membuka aib sendiri di depan orang banyak?."


Cing!


Secepat kilat Pak Ammar membuang ludah,menatap wajah Tania begitu murka dengan mata melotot"Lihat keadaan aku sekarang Tania,ini semua karena kesialan kamu,"teriak pak ammar.sementara Tania,gadis ini hanya bisa menelan ludahnya kasar.

__ADS_1


__ADS_2