
Mereka tertawa bersama"Lalu apa yang harus kita lakukan Tari?," tanya Tania serius.
Gadis kecil itu tersenyum"Seperti apa perintah ibu.kita harus mencari Bela sampai dapat,lalu jika kita tidak melakukan sesuatu otomatis ibu akan curiga," jelas Tari sambil menatap ke arah Bela.
"Lalu..?," tanya Bela bingung.
Wanita cantik tersebut menatap ke arah Tari begitu penasaran,namun sesekali muncul di pikiran Bela siapa Tari yang sebenarnya?
Bela mengakui jika gadis kecil itu bisa di andalkan untuk melakukan segala sesuatu yang tidak bisa mereka selesaikan,sehingga mereka serahkan sepenuhnya kepada gadis kecil itu.
"Apa kakak masih memiliki pakaian yang kemarin?sebelum kakak ganti di rumah ini.mohon maaf kak,"tanya Tari serius.
Walau gadis kecil itu tidak ingin membuat Bela tersinggung apalagi mengingat masa-masa sulit nya semasa dia hidup di jalanan.
Namun demi mendapatkan kepercayaan dari sang ibu,gadis kecil itu terpaksa harus melakukan itu.
Sementara Tania, setelah mendengar pertanyaan dari Tari sang calon ibu tersebut membulat kan matanya"Apa maksud kamu Tar? dan mengapa kamu harus mencari pakaian itu?".
"Tan,aku mengerti maksud Tari. pakaian itu masih ada kok Tar,dan apa aku perlu memakai nya sekarang?."
"Apa!," sontak Tania kaget" Tidak Bel,kamu harus melupakan pakaian itu,"titah Tania sambil bergegas bangkit.
Melihat sikap Tania seperti itu,Tari dan Bela saling menatap sejenak"Kamu tenangkan diri dulu Tan,maksud Tari baik dan hanya itu jalan satu-satunya agar kalian mendapatkan kepercayaan dari ibu,"jelas Bela sambil mendongakkan kepalanya ke arah Tania.
"Benar Bel," sahut Tari.
"Tapi aku enggak setuju," seru Tania lalu bolak-balik memikirkan sesuatu.
"Iya sudah," sahut Tari ketus.
Bela menggeleng kan kepalanya"Tan,lebih baik kita ikuti apa kata Tari,"pinta Bela lalu bergegas bangkit dari lantai untuk mencari pakaian nya.
"Tapi Bel..."
Tania terdiam dan terpaku,sang calon ibu tersebut benar-benar tidak rela jika Bela harus memakai pakaian itu lagi.
Namun demi menjaga kepercayaan dari sang ibu,Tania hanya bisa berbadan pasrah.
Sementara Bela,wanita cantik itu telah siap untuk kembali berperan sebagai pengemis"Tan,ini pakaiannya.Apa sekarang kalian sudah siap?" tanya Bela sembari memperlihatkan baju lusuh itu.
Tari dan Tania saling menatap sejenak"Kasian banget kamu Bel,"gumam Tania lalu menatap ke arah Bela.
"Bagaimana kak,apa kakak sudah siap untuk menjalankan misi ini?"tanya Tari sambil menatap ke arah Bela dan Tania saling bergantian.
__ADS_1
Tania dan Bela mengangguk-ngangukan kepalanya"Aku sudah siap Tari,"sahut Bela lalu bergegas ke kamar mandi untuk mengganti pakaiannya.
Tari tersenyum lebar sembari menatap ke arah Tania,gadis kecil itu tau persis bagaimana perasaan Tania saat ini.
"Kak,ini demi kebaikan bersama jadi tolong kerjasama nya."
Tania menganggukan kepala nya"Baiklah,dan sekarang kamu pantau keadaan di luar.kamu harus pastikan jika ibu tidak ada di rumah,buruan Tari."
Tari tersenyum lebar lalu buru-buru melangkah keluar dari kamar. Sementara Bela,wanita cantik tersebut sudah berdiri tegap di hadapan Tania.
"Tunggu apalagi Tan?ayo kita berangkat sekarang," ujar Bela sambil menarik tangan Tania.
"Tunggu dulu Bel," pinta Tania sambil menghentikan langkahnya.
"Tunggu apalagi si Tan?" tanya Bela bingung sambil menoleh ke arah Tania.
"Kita tunggu info dari Tari,Bel.jika keadaan sudah aman di luar barulah kita melangkah," jelas Tania sambil memperhatikan kondisi Bela seperti itu.
"Baiklah."
Tania dan Bela saling menatap sejenak,namun tak selang berapa lama.
Ceklek!
Tania dan Bela akhirnya buru-buru melangkah keluar dari kamar. sementara Tari,gadis kecil itu hanya bisa tersenyum sambil memperhatikan ekspresi wajah Tania dan Bela.
"Kamu kenapa Tari?" tanya Bela bingung setelah melihat gadis kecil itu senyum-senyum sendiri.
"Enggak papa kok kakak,kakak cantik deh," puji Tari.
"Gombal,ayo buruan Tari dan jangan lupa ambil kunci mobil di kamar,"seru Tania sambil menarik tangan Bela.
"Enggak usah panik gitu lah kak,rumah ini aman tanpa siapapun,"jelas Tari sambil menarik pintu kamar.
"Apa kamu yakin Tar?" tanya Bela memastikan sambil menyisir ruangan sekitar.
"Awas saja kalau enggak,Tari!"ancam Tania sambil menuding ke arah Tari.
Tari hanya tersenyum sambil memperhatikan kembali ekspresi wajah mereka"Jelek amat tu muka,"ejek Tari sambil terkekeh dan berlalu.
"Tari," panggil Tania.
"Anak itu benar-benar menyebalkan,dalam situasi rumit seperti ini dia masih saja menyempatkan waktu untuk bercanda," gerutu Tania kesal.
__ADS_1
Bela menggeleng kan kepalanya"Sudah lah Tan,ayo kita berangkat sekarang."
"Iya Bel."
Ke dua nya segera melangkah sambil menyisir bagian ruangan,untuk memastikan jika keadaan rumah benar-benar aman.
Setiba nya di garasi mobil,Tari menyambut nya dengan senyuman lebar" Selamat berjuang kakak-kakak terhebat ku," goda Tari lalu menyerahkan kunci mobil.
Bela tersenyum lebar sementara Tania,wanita cantik itu hanya memanyunkan bibirnya sambil mengambil kunci lalu bergegas masuk ke dalam mobil.
Tari menggeleng kan kepalanya lalu melambaikan tangan untuk Bela dan Tania,hal itu membuat Tania semakin kesal.
"Tari! ayo masuk," titah Tania.
"Aku di rumah saja,oke."
"Jangan banyak ngomong Tari,ayo masuk!," seru Tania
Tari menganggukan kepala nya lalu bergegas masuk ke dalam mobil"Sensi banget si," protes Tari setelah berhasil duduk di job belakang.
Tania tak merespon nya sementara Bela,wanita itu hanya tersenyum sambil bergumam"Entah sampai kapan mereka seperti itu."
Tanpa perlu membuang waktu lagi,mereka segera meninggalkan halaman rumah, sementara di tempat lain pak ammar dan Mita telah merayakan kebahagiaan nya,karena esok hari pernikahan mereka akan segera di berlangsung.
Selain daripada itu mereka merayakan kebahagiaan nya,karena Mita telah berhasil mendapatkan apa ia inginkan selama ini.
"Kamu benar-benar wanita yang bisa di andalkan sayang," puji pak Ammar sembari menatap calon istrinya yang sedang terlentang di atas tempat tidur.
"Tentu sayang,kita akan memulai hidup mewah sekarang.membeli mobil dan juga apartemen," sahut Mita kegirangan.
Mendengar ucapan Mita membuat pak Ammar membulat kan bola mata nya"Wow..itu ide bagus sayang."
Mita hanya tersenyum lalu bangkit dari tempat tidur"Lalu bagaimana dengan mu?".
"Aku?" sahut pak Ammar sambil menunjukan jari ke dirinya sendiri.
"Iyaa,siapa lagi?kamu mau hidup mewah kan? jadi sudah waktu nya kamu minta modal lagi kepada istri kamu yang bodoh itu," seru Mita.
Pak Ammar menganggukan kepala nya lalu bolak balik gak jelas sembari berpikir"Kamu dan Tania sama saja Mit, sama-sama bodoh,"gumam nya sambil tersenyum licik.
Demi harta maka mereka akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan nya.
Tanpa menyadari jika harta yang di dapatkan secara haram,maka harta tersebut akan membawah kehancuran dalam kehidupan nya.
__ADS_1