Istri Ke 2 Yang Terlupakan.

Istri Ke 2 Yang Terlupakan.
80.Serba Salah.


__ADS_3

Setiba nya di ruang keluarga.sang ibu segera memerintahkan ke dua putrinya,untuk segera duduk di sofa secara berdampingan.


Melihat sikap tegas yang di miliki oleh sang ibu,Tari dan Tania saling menatap sejenak dan ke dua gadis itu benar-benar sangat ketakutan.


Namun seketika Tania tiba-tiba mengedipkan mata nya ke hadapan Tari,dengan isyarat harus berbohong demi menyelamatkan diri,dari ocehan sang ibu.


Setelah mengerti apa tujuan Tania seperti itu,walau perasaan Tari benar-benar sedang tak baik-baik saja,namun demi sang ibu Tari harus mengikuti apa saja kemauan Tania.


"Tania Katakan dengan jujur,apa yang membuat Tari berteriak seperti itu?" tanya sang ibu sambil bolak balik di hadapan mereka.


"I-itu Bu,dia jahat bu karena semalam Tari meninggal kan aku begitu saja," sahut nya gugup dan asal.


Mendengar ucapan Tania membuat gadis kecil itu membulatkan matanya lalu melirik ke arah Tania"Tunggu saja pembalasan ku kak," gerutu Tari dalam benak nya.


"Kamu tidak bohong kan Tania? tebak sang ibu lalu menghentikan langkah nya,karena ia tahu persis bagaimana sikap Tania yang selalu saja membela diri.


"Iya Bu,benar begitu kan Tari?" tanya Tania sembari memeluk Tari begitu erat,dengan isyarat agar Tari secepatnya meng-iyakan pertanyaan dari sang ibu " Ayo lah Tari kita berdamai, Please!," gerutu Tania dalam benak nya.


"I-iya benar Bu," sahut Tari gugup sambil merapatkan giginya melirik ke hadapan Tania.


Gadis kecil itu benar-benar kesal karena ulah Tania,karena Tania mampu membuat nya kikuk di hadapan sang ibu.sementara sang ibu wanita paruh baya itu telah merasa lega,karena ke dua putri nya terlihat baik-baik saja.


"Iya sudah! awas saja kalau sampai kalian berdebat lagi,Tari kamu ikut ibu ke kamar," titah sang ibu sambil berlalu.


" Iya bu," sahut Tari sambil menatap punggung sang ibu telah berlalu,sedangkan Tania calon sang ibu tersebut sudah tersenyum lebar di hadapan Tari.


"Makasih yaa adeku sayang,kamu memang bisa di andalkan," ujar Tania sambil beranjak dari sofa.


Mendengar ucapan Tania membuat Tari mengepalkan tangannya lalu bergegas bangkit dan berdiri di hadapan Tania"Kakak jahat,bisa-bisa nya kakak membuat lelucon seperti ini,gak lucu."


"Jangan galak-galak donk Tari,ayolah kita berdamai.Please!,"pinta Tania sambil mengatupkan kedua tangan nya di hadapan Tari.


"Jangan harap," ketus Tari sambil berjalan menuju ke kamar sang ibu.

__ADS_1


"Tari!" panggil Tania sambil menatap punggung Tari yang sudah berlalu.


Setelah gadis kecil itu tiba di kamar sang ibu,Tari langsung membelalakkan matanya ke hadapan sang ibu,dan seperti nya wanita paruh baya itu sudah siap untuk menuju ke suatu tempat.


Namun karena gadis kecil itu masih kesal karena perbuatan Tania,hingga ia segera menghempaskan tubuh nya ke kasur,lalu mengabaikan sang ibu begitu saja.


Hal itu membuat sang ibu bingung"Ada apa Nak?" tanya sang bingung sambil memperhatikan Tari di balik cermin meja rias.


"E-enggak papa kok bu,"sahut Tari gugup sambil menoleh ke arah sang


ibu.


"Iya sudah,kamu segera siap-siap lalu temani ibu ke suatu tempat,"ujar sang ibu.


"Emang nya ibu mau ke mana?,"tanya Tari sambil bangkit dari kasur lalu berjalan menghampiri sang ibu.


" Kita harus menemui pak Dion hari ini juga," jelas sang ibu.


"Apa!" sontak Tari kaget lalu bolak-balik gigit jari di hadapan sang ibu"Tidak,ibu tak boleh tahu semua ini," gumam nya masih dalam posisi yang sama.


Mendengar pertanyaan sang ibu membuat gadis kecil itu menjadi serba salah"Oh Tuhan,sampai kapan aku harus menutupi semua ini dari sang ibu?" gumam nya sambil menghentikan langkahnya lalu menatap wajah sang ibu dari balik cermin.


"Ada apa Tari? katakan lah," tanya sang ibu semakin bingung.


Tari benar-benar tak mampu melukai hati sang ibu,namun ia juga sangat berdosa jika harus menutupi rahasia itu dari sang ibu.


"Apa yang harus aku lakukan?mengapa aku yang harus terjebak dalam masalah ini?dan mengapa bukan Tania saja yang berada di posisi seperti ini?" gumam nya masih dalam posisi yang sama.


Tak seberapa lama setelah memikirkan semua itu,gadis kecil itu segera meminta kepada sang ibu.agar mengurung kan niat nya untuk sementara waktu untuk menemui pria tampan itu.


Walau kenyataan nya sang ibu sedikit kecewa dengan permintaan dari Tari,namun ia juga tak bisa memaksakan kehendak putri nya.yang selalu saja bisa menenangkan hati wanita paruh baya itu dalam keadaan apa pun.


Setelah sang ibu menyetujui hal itu Tari segera beranjak keluar dari kamar,lalu buru-buru menemui Tania.

__ADS_1


Gadis kecil itu menemui Tania di ruang keluarga,namun sang calon ibu tersebut sudah tak berada di sana,lalu ia berjalan kembali menuju ke kamar Tania.


Ceklek!


Pintu kamar terbuka dan gadis kecil itu langsung nyosor masuk ke dalam kamar,hal itu membuat jantung Tania hampir copot.


"Tari! bisa kah kamu masuk ke dalam kamar mengucapkan salam terlebih dahulu? tanya Tania kesal sambil mengelus-elus dada nya.


"Sekarang bukan waktu nya untuk berdebat kak," potong Tari sambil menatap ke arah Tania yang sedang berbaring di atas kasur.


"Oke baiklah,Tapi kenapa kamu menatap aku seperti itu? tanya Tania bingung.


"Ini soal ibu kak,ibu ingin menemui pak Dion untuk membicarakan perjodohan itu,lalu bagaimana pendapat kakak?"


" Apa! " sontak Tania kaget lalu menatap wajah Tari begitu cemas.


"Apa yang harus kita lakukan Tari?dan bagaimana jika ibu tahu semua ini?," tanya Tania lalu bangkit dari kasur.


"Justru itu aku datang ke sini menemui kakak untuk meminta pendapat darimu kak,tapi sampai kapan kita harus menutupi semua ini ?bukan kah jujur lebih baik daripada harus terus menerus menutupi semua itu."jelas Tari lalu berjalan menuju ke sofa.


"Kamu benar Tari,tapi apakah kamu sanggup untuk berkata jujur kepada ibu? lantas bagaimana jika ibu sangat kecewa dengan kebenaran yang ada?"


"Lalu bagaimana dengan mu kak?apakah kakak tak bisa menerima..!"


Gadis kecil itu tak bisa tak bisa berkata apa-apa lagi,selain menundukkan kepalanya karena ia tak ingin Tania akan memberontak kembali.


Sedangkan Tania,sang calon ibu tersebut menatap begitu dalam ke hadapan gadis kecil itu" Aku tahu maksud kamu Tari," gumam nya lalu berjalan menuju ke hadapan Tari.


"Tari apa yang engkau pikirkan? katakan lah."


Walau sebenarnya Tania tahu persis apa yang di pikirkan oleh gadis kecil itu.namun Tania ingin Tahu alasan mengapa Tari begitu ngotot?untuk menyatukan dirinya dengan pak Dion walau itu sangat mustahil akan terjadi.


Mendengar pertanyaan dari Tania membuat Tari bergegas mengangkat kepala nya,lalu mendongak dan menatap Tania begitu dalam"A-apa aku harus berkata jujur?lantas bagaimana jika hal itu membuat kakak marah besar kepadaku?".

__ADS_1


Tari benar-benar tak ingin membuat perkara yang bisa menyakiti hati nya sendiri,namun demi menyelesaikan suatu masalah gadis kecil itu nekat melakukan apa saja.


__ADS_2