
Setelah lelah bekerja seharian,kedua gadis itu bersantai sejenak di ruangan keluarga sebelum masuk waktu magrib.
Menit demi menit telah berlalu namun tiba-tiba saja ke dua gadis di kejutkan oleh kedatangan sosok pria tampan tak lain pak ammar sendiri.
Tubuh yang kekar yang di miliki oleh pria tersebut,hingga membuat ke dua gadis tersebut menjadi salah tingkah setelah pak ammar memakai setelan jas pilihan dari sang ibu sendiri.
Namun ke dua gadis tersebut bergegas untuk menundukkan pandangan nya,agar mereka tidak terjerumus dalam bisikan syetan Laknatullah.
Ketampanan dari seorang pria seperti pak Ammar memang tak bisa di ragukan lagi,sehingga ia menjadi incaran bagi para wanita di luaran sana.
Begitupun dengan Tania,ia merasa ada yang aneh dalam dirinya,namun ia tak mengerti sama sekali ada apa dengan nya?
Mungkin kah ia merasakan ada getaran cinta yang tumbuh?setelah sekian lama nya Tania sudah mengubur sedalam mungkin rasa itu?
Ah itu tidak mungkin!
Karena bagi nya pak ammar adalah bagian masa lalu nya,sedangkan ia tak ingin mengulangi kesalahan yang sama.
Namun hati manusia tak ada yang bisa menjaminkan,bahwa dirinya akan selalu berada di jalan Tuhan-Nya.
Hingga Rani segera mengejutkan Tania yang masih saja salah tingkah saat itu.
”Kecoak”Teriak Rani.
Tania segera berlari saat ia mendengar teriakan Rani barusan,sedangkan Rani dan pak Ammar sudah tertawa lebar saat itu.
Tania tak habis pikir jika Rani hanya bercanda saat itu.
Sehingga ia segera meninggalkan Rani dan pak Ammar,dengan wajah cemberut saat itu juga.
Sang ibu terkejut ketika mendengar teriakan putri nya barusan,lalu ia segera berlari menemui mereka saat itu juga.
”Mana kecoak nya nak?Tanya ibu nya.
Rani dan pak Ammar kini saling menatap sejenak,mereka tahu jika ibu nya akan marah jika tahu apa sebenarnya yang terjadi.
Hingga Rani segera memeluk tubuh ibu nya,agar ibu nya bisa tenang saat itu juga.
”Kecoak nya sudah pergi bu,lebih baik sekarang kita mandi,lalu siap-siap untuk sholat yaa bu”,Jawab Rani.
”Alhamdulillah Nak,iya nak”,Ucap ibu nya.
Rani masih saja tak bisa meninggalkan tingkah nya seperti anak kecil,sehingga ia berhasil membuat Tania marah,lalu ia mengurung diri di kamar.
Rasa bersalah yang di rasakan oleh Rani saat ini,hingga ia segera melangkah untuk menemui Tania saat itu juga.
Namun setiba nya di kamar?
Tania sudah terisak tangis di atas kasur empuk nya,hingga Rani merasa berdosa lalu ia minta maaf kepada adik nya.
”Tan,maafin kakak yaa”,Ucap Rani sambil memeluk tubuh adik nya.
”Aku benci kamu kak,pergi dari sini aku mau sendiri”,Jawab Tania.
Rani segera melangkah untuk mengunci pintu saat itu,karena ia takut jika ibu nya tahu soal ini.
Lalu ia kembali lagi untuk menenangkan diri adik nya,agar ia segera mandi lalu sholat berjamaah.
”Tan,aku minta maaf yaa,aku janji tidak akan mengulangi nya lagi”Ucap Rani.
”Gak mau,pergi dari sini kak,atau aku laporin ke ibu”,Jawab Tania.
”Tan,Kan aku sudah janji,ayo kita mandi,ibu sedang menunggu di luar untuk sholat berjamaah”,Ucap Rani.
Tania segera bangkit dari tidur nya,lalu ia memeluk tubuh kakak nya,yang masih saja berada di samping nya saat itu.
”Kakak harus tepati janji yaa,awas aja kalau gak”,Jawab Tania.
”Iya adeku sayang,ayo mandi sekarang”.
Sholat magrib menjadi sholat yang penuh dengan airmata saat itu,bacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an dari sang imam pria tampan itu.
Suara yang merdu dan bacaan Qur'an yang begitu fasih,Hingga membuat para mahmum nya tak henti-hentinya mengeluarkan airmata.
Betapa beruntungnya sang ibu memiliki anak angkat seperti pak Ammar,hingga ia berpikir jika pak Ammar sudah saat nya untuk memiliki pasangan.
Semenjak kepergian sang suami,beliau lah yang menggantikan posisi suami nya,namun ia tak ingin memenuhi keinginan nya dengan cara paksa maupun kasar kepada anak-anaknya.
__ADS_1
Terlebih lagi ketika ia mengingat bahwa ke dua anak gadis nya sudah tak suci lagi karena ulah bejat pak Ammar
Hingga ia semakin mantap untuk menyatukan pak Ammar dengan putrinya,karena bangaimana pun juga itu menyangkut harga diri ke dua putrinya.
Lalu apa kabar dengan surat perjanjian itu?
Mampu kah pak Ammar untuk memiliki salah satu gadis,dari ke dua putri sang ibu tersebut?
Hari demi hari yang mereka lewati bersama,semua nya berjalan dengan baik dan perkembangan perusahaan nya kini sudah mulai kembali seperti semula.
Bahkan perusahaan itu sudah jauh lebih baik,setelah kehadiran pak Ammar di tengah-tengah ke dua gadis itu.
Namun mereka harus lebih waspada saat itu,karena persaingan dalam dunia bisnis begitu kejam.
Sehingga banyak pemilik perusahaan iri,kepada kemajuan perusahaan megah saat itu juga.
Ke dua wanita yang menari-nari di atas penderitaan sang musuh hari kemarin,kini sudah mendapatkan balasan yang setimpal dari Tuhan-Nya.
Di mana perusahaan yang mereka kelola dengan hura-hura dan juga kelicikan,kini sudah di ambang pintu kehancuran.
Bahkan sahabat yang berani menusuk Rani dari belakang hari kemarin,kini sudah mulai membenci dan meninggalkan Bela begitu saja dalam keadaan hancur seperti itu.
Tuhan tak pernah buta kepada setiap kejahatan,karena kejahatan akan kembali kepada diri sendiri,bahkan lebih dari itu.
Namun Bela tak akan pernah menyerah untuk membuat ke dua gadis cantik itu,lebih menderita lagi walau tanpa bantuan Mita saat ini.
’Dunia ini tak selebar daun kelor’,itu lah prinsip yang di miliki oleh Bela saat ini.
Sehingga ia mendapat kan lebih banyak lagi sahabat-sahabat baru,yang bisa membantu nya untuk melakukan kejahatannya.
Mengapa banyak manusia mencari rezeki dengan cara yang tak halal bagi nya?namun semua itu,karena mereka memiliki alasan yang kuat.
Sehingga Bela rela berkorban untuk membayar para sahabatnya,2x lebih tinggi dari gaji Mita saat itu.
Kini mereka sudah mulai menyusun satu persatu persatu rencana jahat nya,untuk mencelakai ke dua gadis itu,bahkan sampai membunuh nya tak masalah bagi nya.
Yang terpenting adalah Bela bisa menang dalam cara seperti itu.
Sedangkan ke dua gadis itu?mereka tak pernah terlintas di pikiran nya sedikit pun,jika Bela akan kembali kepada dirinya saat ini.
Begitupun dengan sang pria yang masih setia menemani dirinya saat ini,hingga ia mulai sedikit lega,karena ia sudah mampu menjalankan janji-janji nya selama ini.
Dan sang ibu sudah mulai kembali memikirkan masa depan anak-anak nya,dan kini saat nya waktu yang tepat untuk menemui ke dua putri nya.
Rasa bahagia dan juga bangga melihat ke 2 anak-anak nya,yang kini sedang berkumpul di ruangan keluarga sambil menonton Tv.
Hingga beliau segera duduk di tengah-tengah mereka,lalu ia segera mengutarakan niat baik nya kepada ke dua putri nya.
”Nak,Kalian sudah semakin dewasa,dan ibu tak selamanya berada di tengah-tengah kalian,jadi kini saat nya kalian harus memiliki pasangan masing-masing”,Ucap sang ibu.
Kedua putri nya yang sedang asyik menikmati acara Tv saat itu,kini bola matanya sudah mulai berkaca-kaca, setelah mendengar ucapan ibu nya barusan.
Mereka membenarkan ucapan ibu nya,hingga mereka tak bisa berkata apa-apa lagi,selain menuruti permintaan ibu nya saat itu juga.
”Jika itu permintaan ibu yang bisa membuat ibu bahagia,aku akan segera melanjutkan niat baik ku yg tertunda hari kemarin”,Jawab Rani.
Mata sang ibu sudah melotot ke arah putri nya,ketika beliau sudah mendapatkan jawaban dari anak nya barusan.
Seakan ia tak bisa menerima permintaan dari putri nya itu, Karena ia tak ingin harta nya jatuh kepada orang lain.
Lalu siapa kah pria yang beruntung, yang di inginkan oleh ibu nya itu?
Hingga sang ibu kembali tenangkan diri sejenak,untuk kembali menghadapi putri nya,yang selalu tegas dalam mengambil keputusan.
”Nak,ibu tidak setuju jika pria yang kamu maksud itu adalah pak Taufik sendiri,lalu bangaimana dengan harta kita?”,Tanya ibunya.
Sungguh Rani tak menyangka jika ibu nya bisa berubah seperti ini, mengapa harta yang akan menjadi patokan dalam kehidupan nya saat ibu?
Namun sebagai anak yang beriman,ia tetap menjaga sikap Kepada ibu yang telah membesarkan ia selama ini.
Walau hati nya begitu terpukul,namun ia berusaha untuk tidak melukai hati ibu nya saat itu,lalu ia kembali bertanya kepada ibunya.
”Lalu siapa pria yang pantas untuk aku menurut ibu?”,Tanya putri nya.
Ibu nya berdiam diri sejenak,ketika beliau mendapatkan pertanyaan dari putri nya barusan,namun sang ibu akhirnya berkata jujur saat itu juga kepada putrinya.
”Nak,selama ini aku hanya menyukai satu pria,dan ia sudah banyak berkorban untuk keluarga kita saat ini,dan menurut ibu dia lah pria yang pantas untuk kalian berdua”,Jawab sang ibu.
__ADS_1
Mata ke dua putri nya saling menatap sejenak,dan mereka tak mengerti sama sekali,apa maksud dari ucapan ibu nya barusan?
Mengapa ia harus memilih satu pria untuk bersanding dengan ke dua putri nya?ini benar-benar sudah di luar dugaan.
Namun mereka tetap saja menjaga sikap kepada sang ibu,karena mereka tak ingin menjadi anak yang durhaka.
Rasa penasaran yang begitu besar di rasakan oleh ke dua gadis hebat itu,hingga kini mereka beranikan diri untuk bertanya kembali kepada ibu nya.
”Lalu siapa kah pria itu yang pantas untuk kami bu?”,Tanya ke dua putri nya.
”Pak Ammar”,Jawab ibu nya tegas.
Dunia berasa sudah kiamat bagi Rani,semenjak ia mendapat kan jawaban dari ibu nya barusan.
Rani tak pernah menyangka jika ibu nya mengiginkan poligami dari pria yang selama ini,telah banyak membuat hidup nya menderita.
Hingga kecurigaan nya selama ini semakin begitu besar,kepada ibu nya dan juga pak Ammar.
Apa sebenarnya yang terjadi?sehingga ibu nya begitu ngotot, untuk memilih pak Ammar menjadi pendamping hidup nya?
Namun Rani tak ingin menunjukkan sikap kecurigaan nya itu,dan ia tetap saja bersikap keras untuk menolak permintaan ibu nya barusan.
”Maafin Rani Bu,aku bukan nya tak Ingin membahagiakan ibu,tapi aku tak bisa menerima pernikahan itu secara poligami,apalagi terhadap wanita yang sudah aku anggap sebagai adik sendiri.”,Ucap Rani.
Sang ibu mengerti apa yang di rasakan oleh putri nya saat ini,dan ia pun tak ingin memaksakan kehendak putri nya,karena ia takut jika anak nya kembali depresi.
Namun ibu nya meminta nya untuk poligami kepada ke dua putrinya, karena sang ibu memiliki alasan yang kuat.
Tubuh yang mulus dan wajah yang cantik yang di miliki ke dua putri sang ibu tersebut,kini sudah di nikmati oleh pak Ammar beberapa waktu silam.
Hingga inilah alasan mengapa ibu nya ngotot,untuk mengadakan pernikahan poligami.
Karena beliau tahu jika kesucian nya sudah di rampas,oleh pria yang sudah ia anggap sebagai anak sendiri.
”Jika itu sudah menjadi keputusan mu nak,ibu hanya bisa berdoa, semoga kelak kamu bisa bahagia dengan pilihan mu sendiri”,Jawab sang ibu.
Sedangkan gadis polos yang masih bingung sejak tadi?
Dirinya tak bisa memutuskan apa-apa,kecuali mengabdikan dirinya kepada ibu,yang selama ini begitu tulus sayang kepada nya.
Sehingga apa pun itu?
Tania tak mungkin bisa menolak permintaan dari ibu nya,selagi itu bisa membuat nya bahagia.
”Lalu bangaimana dengan mu nak?Tanya ibu nya.
”Aku tak masalah Bu,asalkan itu bisa membuat ibu bahagia”,Jawab Tania.
Sang ibu tak pernah menyangka,jika anak yang selama ini hanya berstatus anak angkat.
Dirinya lebih peduli dengan kebahagiaan nya sendiri,daripada seorang anak kandung sendiri.
Sehingga sang ibu segera memeluk tubuh putri nya yang masih polos itu,dan mencium seluruh wajah anak nya itu.
Hingga Rani merasa iri kepada Tania,yang selama ini begitu sangat di sayangi oleh ibu nya.
Namun rasa itu tak ingin ia tunjukkan kepada mereka.
Lalu ia segera membuang rasa itu,dan berpikir jika wajar kalau ibu nya sayang kepada Tania,karena Tania sudah seperti anak kandung bagi ibu nya.
”Terimakasih banyak nak”,Ucap ibu nya lalu ia segera melepaskan pelukan itu dari putrinya.
Namun entah mengapa?
Ibu dari ke dua putri tersebut,selalu saja berpesan kepada mereka,agar selalu bersama esok hari,apa pun yang terjadi.
Mungkin kah sang ibu merasakan firasat yang aneh,kepada ke dua putrinya untuk hari esok?
Masih dalam genggaman rahasia Allah?
Karena tak satupun manusia yang bisa mengetahui,apa yang akan terjadi esok hari?
Begitupun dengan kehidupan mereka saat ini,walau hari ini hubungan mereka masih baik-baik saja.
Namun esok hari?belum tentu sama seperti hari ini,karena roda kehidupan ini berputar,seiring berjalannya waktu.
Dan Tuhan masih punya ribuan ujian,bagi setiap hamba-hamba nya,yang masih berjalan di muka bumi ini.
__ADS_1