
Menit terus berputar setelah sang ibu telah memikirkan apa yang harus ia lakukan untuk kehidupan putrinya,wanita paruh baya itu segera bangkit dari kasur lalu menatap Tania begitu dalam.
Wanita paruh baya itu yang selalu saja mengalah dan terus mengalah demi kebahagiaan putrinya,namun kali ini ia benar-benar menunjukkan siapa jati dirinya yang sebenarnya,agar Tania segera mengambil keputusan sebelum Nasi menjadi bubur.
Walau ia tahu jika sikap tegas nya saat ini bisa membuat putrinya shock atau sampai depresi,namun demi membuka mata hati putrinya,wanita paruh baya itu benar-benar sudah kehilangan akal sehat nya.
Sang ibu yang selalu saja berlaku lemah lembut di hadapan putrinya,kini ia telah berubah menjadi serigala yang ganas.
"Tania! Ibu ingin tanya sekali lagi,Apakah kamu benar-benar masih ingin pertahankan pernikahan kamu dengan pria seperti dia?"tanya sang ibu dengan intonasi suara tinggi.
Pertanyaan dari sang ibu membuat Tari membulatkan bola mata nya,gadis kecil itu yang selalu nya saja bersikap tenang di hadapan sang ibu setiap kali menyelesaikan suatu masalah.
Namun kali ini dia benar-benar ketakutan lalu perlahan-lahan langkah nya mundur ke belakang,Dan memilih berdiam diri di samping meja rias.
Tania yang menyaksikan sikap Tari seperti itu,hingga mampu membuat Tania begitu ketakutan dan seluruh tubuh nya sudah mulai gemetaran.
Kedua gadis cantik tersebut benar-benar tak bisa berbuat apa-apa,Selain berdiam diri dan mematung di hadapan sang ibu.
Dengan sikap ke dua putri nya seperti itu,hingga membuat sang ibu benar-benar kehilangan akal sehat nya"Kenapa diam saja Tania? Ayo jawab ibu sekarang," seru sang ibu lalu menatap tajam ke hadapan Tania.
Mendengar ucapan sang ibu membuat Tari bersuara "Cukup Bu,"bentak Tari.
Gadis kecil itu benar-benar tak tahan melihat Tania di perlakukan seperti itu,karena ia tahu persis apa yang menimpa Tania saat ini itu adalah kesalahan sang ibu sendiri.
Lantas mengapa sang ibu harus menghukum nya seperti itu?dan sebelum nya ia telah meminta kepada sang ibu agar berlapang dada menerima semua ini,pikir nya sembari menatap tajam ke hadapan sang ibu.
Melihat sikap Tari seperti itu hingga membuat suasana menjadi runyam,Tania yang sedari tadi berdiam diri kini bola mata nya mulai berkaca-kaca.lalu mengepalkan tangannya,dan buru-buru berjalan menuju kehadapan Tari.
Plakkk
__ADS_1
Tamparan keras dari Tania telah mendarat cantik di wajah gadis kecil itu,karena menurut nya ia tak pantas membentak sang ibu seperti itu.
"Jaga sikap kamu Tari," titah Tania lalu berjalan menghampiri sang ibu.
"Baiklah Bu,aku akan menjawab pertanyaan dari ibu barusan,Kalau boleh jujur aku sudah menyerah dalam pernikahan ini,dan aku akan melakukan apapun yang terpenting ibu bisa bahagia,"jelas Tania lalu bersimpuh di hadapan sang ibu.
Tania benar-benar ingin mengabdi dan mematuhi segala perintah sang ibu,dan seandainya Allah membolehkan manusia untuk bersujud atau sungkem di hadapan manusia lainnya termasuk ibu dan seorang suami,tentu saja Tania akan melakukan hal itu setiap waktu agar Allah tak murka padanya.
Mendengar ucapan Tania membuat sang ibu merasa lega,"Bagus Nak,lupakan pria itu karena dia hanya menginginkan harta yang kamu miliki saat ini," seru sang ibu lalu bergegas membelakangi putri nya begitu saja.
"Sudah saat nya kamu membuka mata hatimu nak," gumam sang ibu karena ia tahu persis apa sebenarnya yang di inginkan oleh pak ammar selama ini.
"Apa!" sontak Tania kaget.
Tania benar-benar shock mendengar ucapan sang ibu barusan,gadis desa itu benar-benar tak mengerti apa sebenarnya yang terjadi? sehingga sang ibu mampu menuduh pak ammar begitu saja.
"Bu,apa karena modal 500 juta itu ibu menuduh pak ammar begitu saja?" tanya Tania bingung.
Tania benar-benar di butakan oleh sikap pak ammar selama ini,sikap sok baik yang selalu saja di gemborkan pak ammar kepada sang istri,sehingga Tania benar-benar menutup mata hatinya.
Menyaksikan hal itu membuat Tari tersenyum manis" Bagus Bu,"gumam nya sambil mengelus-elus pipinya lalu berjalan menuju kehadapan mereka.
Mendengar pertanyaan putrinya membuat sang ibu menelan ludah nya berkali-kali " Bukan Nak,karena modal 500 juta itu hanya untuk menutupi luka mu saja," jelas sang ibu sambil menatap wajah putri nya begitu dalam.
"M-maksud nya," tanya Tania gugup masih dalam posisi yang sama.
Tania dan sang ibu saling menatap satu sama lain,wanita paruh baya itu benar-benar harus membungkam mulut putri nya,agar ia benar-benar menyadari kebodohan nya selama ini.
Sebelum mencabik-cabik perasaan putri nya,wanita paruh baya itu menelan ludah nya berkali-kali.lalu berjalan mengelilingi Tania yang masih bingung dengan ucapan nya
__ADS_1
"Nak,Apakah pantas seorang suami meminta modal kepada seorang istri? dan apakah kamu ridho jika suami seperti dia menghabiskan harta mu begitu saja? jika tidak!maka hukum nya haram dalam pernikahan kalian," ceramah sang ibu karena ia benar-benar bingung dan kesal dengan sikap pak ammar selama ini.
Mendengar ucapan sang ibu membuat Tania menyadari kesalahan nya,dan terlebih lagi ketika Tania mengingat kembali tabungan nya ludes dalam kurun waktu sesingkat itu.
Gadis desa itu benar-benar menyadari,jika selama ini pak ammar benar-benar memanfaatkan dirinya.
Jangan tanyakan lagi bagaimana hancur nya perasaan Tania saat ini,ingin rasanya ia mencabik-cabik tubuh suami nya lalu melemparkan nya ke dasar laut paling dalam sebagai santapan ikan.
Namun demi menutupi kesalahan dan kebodohan nya,Tania berusaha tegar kan diri agar semua nya terlihat baik-baik saja di hadapan sang ibu dan juga Tari.
"Aku tahu itu bu,Tapi mengapa ibu masih saja nekat untuk memberi modal sebanyak itu?sedangkan ibu tahu sendiri kebenaran nya seperti apa"tanya Tania pura-pura agar sang ibu mengeluarkan segala unek-unek nya,apa saja yang ia ketahui tentang pak ammar selama ini.
"Apakah kamu tuli dan buta Nak?"seru sang ibu,wanita paruh baya itu benar-benar bingung dengan sikap bodoh amat dan amat bodoh yang di miliki putrinya.
"Tolong jelaskan Bu," pinta Tania lalu menatap ke arah Tari yang sedang sibuk menjadi pendengar yang budiman.
Gadis kecil itu seperti nya terhipnotis hingga ia tak mampu berbuat apa-apa,selain mematung dan membisu lalu memasang telinga baik-baik.
"Baiklah,kalau boleh jujur ibu memberi modal sebanyak itu karena ibu tahu kamu terlalu cinta kepada pak ammar,sehingga ibu rela melakukan apa saja demi membuat mu bahagia,dan dengan jalan itu ibu bisa menebus segala kesalahan ku selama ini," jelas sang ibu lalu menghela napas perlahan-lahan.
"Lalu?" tanya Tania karena ia belum puas dengan jawaban sang ibu.
"Dan satu lagi yang perlu kamu tahu Nak,ibu melakukan itu semua bukan karena demi menuruti apa kemauan pria yang tak tahu diri itu,Namun tertuju pada seberapa besar tanggung jawab nya sebagai seorang suami,agar mata hatimu terbuka lebar-lebar untuk mengetahui kejahatan apa yang ia lakukan selama ini," jelas sang ibu lalu bolak balik seperti kambing yang sedang mencret.
"Keluarkan semua unek-unek nya Bu," pinta Tania agar sang ibu merasa lega.
"Baiklah.suami kamu yang selama ini telah membutakan mata hatimu,Dia sepantas nya berada di neraka jahanam,Karena dia adalah seorang Pembunuh," sarkas sang ibu.
Wanita paruh baya itu benar-benar telah membuka mata hati putrinya,hingga mampu membuat perasaan putri nya berdarah-darah seketika sang ibu mengingatkan kembali tentang kepergian sang ayah tercinta.
__ADS_1