Istri Ke 2 Yang Terlupakan.

Istri Ke 2 Yang Terlupakan.
86.Tak pernah akur.


__ADS_3

Setelah mendapatkan pelayanan terbaik dari Tari dan Tania,Bela segera membaringkan tubuh nya di sebuah kamar tamu dengan ukuran besar serta fasilitas serba mewah.


Wanita cantik itu sudah bisa memanjakan tubuh nya di atas kasur empuk,setelah lulus melewati berbagai ujian di kala Bela masih bertahan hidup sebagai pengemis jalanan.


Mengganti pakaian yang layak setelah meninggalkan celana jeans yang sobek,dan baju kaos dekil yang telah melekat di badan selama hidup nya berada di jalanan.


Bela yang dulu yang selalu saja memamerkan aurat nya Dengan berpenampilan seksi di manapun ia berada,dan kini penampilan nya telah berubah seketika.setelah Tania menyediakan pakaian seadanya untuk nya.


Namun Tania tak bermaksud ingin mengubah Bela menjadi Lebih baik,maksud nya meminta nya untuk meninggalkan pakaian yang selalu menjadi kebiasaan nya,namun karena Tania tak punya pilihan lain selain menyediakan pakaian seperti apa yang Tania miliki,dan semoga saja dengan jalan seperti itu Allah membuka kan pintu hidayah untuk nya.


Karena tentu nya hidayah hanya milik Allah dan Allah tak pernah peduli siapa pun kita,kita pernah bermaksiat,membunuh,mencuri dllsb,karena manusia tak pernah luput dari salah dan dosa.


Ketika Allah berkenan memberikan hidayah kepada hamba nya,dan tentu nya hidayah Allah selalu terbuka kepada siapa pun termasuk Bela.


Bela yang menyadari dirinya manusia paling menjijikkan dan penuh dosa di muka bumi ini,hingga ia berjanji untuk menjadi lebih baik sebelum nyawa sampai di kerongkongan.


"Kalau bukan sekarang,lalu kapan lagi aku bisa berubah menjadi lebih baik," gumam nya sembari istighfar berulang kali kepada Tuhan nya.


Sedangkan di tempat lain Tania yang sedari tadi bolak-balik di kamar sembari memikirkan,bagaimana agar ia dapat menjelaskan kepada sang ibu?agar Bela dapat di terima dengan baik dalam keluarga RANI GROUP.


Walau Tania tahu bagaimana ketulusan hati yang di miliki oleh sang ibu,namun kali ini ia benar-benar takut.karena Tania tahu persis jika sang ibu masih memiliki rasa dendam kepada Bela sampai detik ini.


Memikirkan semua itu membuat Tania benar-benar bingung,entah sampai kapan Tania berlepas diri dari orang-orang yang hidup nya sengsara di luar sana.


Mungkin Allah memiliki rencana lain di balik pertemuan antara Bela dan Tania,walau seisi dunia tahu jika di antara mereka layak nya seperti kucing dan tikus.


"Kakak kenapa si?" tanya Tari bingung.


Mendengar pertanyaan Tari membuat Tania menghentikan langkahnya"Tari kamu harus bantu aku," pinta Tania karena menurut nya hanya Tari yang bisa membantu nya untuk menyelesaikan masalah ini.


"Bantu apa kak?" tanya nya bingung sembari bangkit dari kasur.


"Bantu Bela Tari agar ibu bisa menerima kehadiran nya di rumah ini," jelas Tania.

__ADS_1


"Itu perkara gampang kakak,kan tinggal di jelasin ke ibu," sahut nya santai.


"Apa! gampang kamu bilang?sontak Tania kaget karena ia meremehkan masalah ini.


"Iya kakak,Tari pasti yakin jika ibu senang dengan kehadiran Bela di sini,masa ibu tega membuang pengemis jalanan seperti dia," jelas Tari.


Mendengar ucapan Tari membuat Tania menepuk jidat nya berkali-kali,Tania baru menyadari jika Tari belum tahu persis siapa Bela yang sebenarnya.


Tania yang berniat meminta bantuan kepada Tari,hingga ia berpikir untuk segera mengurungkan niat nya,karena ia tak tahu harus memulai dari mana untuk menjelaskan kepada Tari siapa Bela yang sebenarnya.


Memikirkan semua itu membuat Tania bolak balik gak jelas,entah mengapa Tania benar-benar takut untuk menjelaskan secara detail kepada Tari,karena ia tahu persis bagaimana sikap Tari.


"Jangankan Ibu,Tari pun tak bisa menerima Bela begitu saja,jika ia tahu kebenaran yang sesungguh nya," gumam Tania masih dalam posisi yang sama.


"Kakak mikir apa lagi si? ini sudah larut malam dan sebaiknya kita tidur saja," pinta Tari lalu menghempas kan tubuh nya ke kasur.


"Tapi Tar..!"


"Tapi apalagi si kak? kakak gak capek apa bolak-balik gak jelas seperti itu?," tanya Tari bingung sambil melirik ke arah Tania.


"Cuman apa kak? katakan lah," pinta Tari lalu bergegas bangkit dari kasur.


"Apa kamu yakin bisa menerima ini semua?" tanya Tania sambil menghentikan langkahnya.


"Insyaallah kak,percaya de sama Tari," jelas Tari.


"Oke baiklah! tapi sebelum nya kakak minta satu hal,kamu harus membantu kakak agar Bela bisa di terima dengan baik di rumah ini,"jelas Tania lalu duduk di samping Tania.


"Itu sudah pasti kakak," sahut nya meyakinkan karena gadis kecil itu tak ingin Bela hidup di menderita di luar sana.


Setelah mendengar ucapan Tari,Tania menghela napas panjang lalu mulai menceritakan secara detail tentang siapa Bela sebenarnya.


Tari sebagai pendengar yang budiman,ia tetap bersikap tenang di hadapan Tania demi memenuhi janji nya kepada sang kakak.

__ADS_1


Detik dan menit terus berputar dan setelah Tania menjelaskan tentang kelicikan Bela selama ini,gadis kecil itu tiba-tiba saja memerah mata nya lalu bergegas bangkit dari kasur


"Kakak benar-benar bodoh," sarkas Tari karena ia benar-benar kecewa terhadap sikap Tania,yang semudah itu memaafkan wanita licik seperti Bela.


"Tenang lah Tari," pinta Tania sambil mendongak dan menatap wajah Tari yang telah berubah menjadi serigala kelaparan


"Tenang kakak bilang? lantas bagaimana jika Bela memanfaatkan kebaikan kakak?seperti kakak di manfaatkan oleh pria gila itu tak lain adalah mantan suami Bela sendiri,"seru Tari.


Gadis kecil itu benar-benar marah karena menurut nya Tania adalah manusia aneh,yang bisa di manfaatkan kapan saja oleh siapa pun termasuk suami nya sendiri.


"Cukup Tari!" bentak Tania lalu bangkit dari kasur dan berjalan mengelilingi Tari.


Ke dua gadis cantik itu benar-benar tak bisa mengontrol diri masing-masing,Tari yang selalu saja ingin melindungi Tania dari orang-orang jahat menurut nya,sedangkan Tania selalu saja membela diri demi mementingkan kebahagiaan orang lain.


Entah sampai kapan kedua makhluk jenius itu hidup akur?karena ada-ada saja masalah yang datang hingga membuat mereka berdebat.


Melihat sikap Tania seperti itu membuat pikiran Tari traveling ke mana-mana" Kali ini Tari benar-benar tak bisa membantumu kak," ujar Tari.


Gadis kecil itu benar-benar tak bisa menerima jika sampai Tania di manfaatkan lagi karena sikap nya yang ceroboh,terlebih lagi ketika ia tahu siapa Bela yang sebenarnya,gadis kecil itu benar-benar memikirkan resiko yang akan terjadi esok hari.


Selain daripada itu,Tari juga merasa tak enak kepada sang ibu terlebih lagi kepada Rani yang belum tahu persis orang nya seperti apa,lalu bagaimana ia dapat membantu Tania?untuk menerima kehadiran Bela begitu saja.sedangkan Bela telah banyak melakukan kesalahan selama ini.


"Bela Benar-benar licik," gumam nya sembari merapatkan gigi ke hadapan Tania.


"Apa! sontak Tania kaget karena menurut nya Tari tak konsisten.


"Kenapa?gak terima.iya sudah,"protes Tari lalu menghempas kan tubuh nya begitu saja ke kasur.


"Jangan gitu donk Tari,apa kamu lupa jika sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat kepada orang lain?" rengek Tania.


"Bodoh amat," sahut nya ketus.


"Tarik ucapan kamu Tari ! coba de kamu berpikir bagaimana penderitaan Bela ketika hidup di jalanan?dan bukan kah kamu sendiri yang mengatakan jika itu bukan lah perbuatan yang baik untuk nya?lantas mengapa kamu tak ingin membantu aku menyelesaikan masalah ini," jelas Tania masih dalam posisi yang sama bolak balik gak jelas tanpa merasa lelah.

__ADS_1


Mendengar ucapan Tania membuat kepalanya mendadak pusing,lalu melirik ke arah Tania tanpa berkedip.


Tari benar-benar bingung dengan makhluk aneh seperti Tania,entah terbuat darimana hatinya yang sebenarnya menurut gadis kecil itu.


__ADS_2