Istri Ke 2 Yang Terlupakan.

Istri Ke 2 Yang Terlupakan.
75.Ocehan Sang Ibu.


__ADS_3

Seketika Tari sudah meninggal kan pak dion begitu saja,ia segera menyisir ke seluruh bagian taman,namun ia tak juga berhasil menemukan Tania.


Hal itu membuat Tari pusing tujuh keliling" Kakak jahat,"Teriak Tari sambil berjalan melewati mobil pak dion.


Mendengar teriakan Tari membuat jantung Tania berdetak kencang"Tari," gumam nya sambil berlari menuju ke hadapan Tari.


Tari yang masih pusing tujuh keliling karena ia tak mungkin tega meninggal kan Tania begitu saja,Namun seketika Tania tiba-tiba muncul di hadapan nya,membuat Tari mengoceh tanpa jeda sambil mondar-mandir di hadapan Tania


"Kakak jahat,kakak jahat,kakak jahat aku benci ma kakak."


Mendengar ocehan Tari membuat Tania meneteskan airmata nya,gadis kecil yang selalu ia anggap sebagai bocah.


Kini Tania baru menyadari jika Tari lebih bisa di andalkan kan dan di percaya,untuk menyelesaikan suatu masalah.yang Tania sendiri tak mampu untuk melakukan nya.


Gadis kecil itu masih saja mengoceh sambil mondar-mandir seperti anak rusa yang kelaparan,Namun semua itu berhenti seketika Tania berhasil memeluk gadis kecil itu.


"M-maafkan aku Tari." ujar Tania gugup sambil terisak tangis,lalu memeluk erat gadis kecil itu agar ia bisa tenangkan diri.


Mendengar ucapan Tania membuat Tari tak berdaya,walau sebenarnya ia masih kesal kepada Tania.namun hal itu sudah terkubur dalam dalam seketika Tari mengingat kembali.bagaimana perjuangan Tania untuk menyelamatkan dirinya tempo hari?


Ke dua gadis kecil itu berpelukan sambil terisak tangis,namun tangisan itu terjadi hanyalah sesaat.karena mereka menyadari jika malam sudah semakin larut.


"Mari kita pulang kak," ajak Tari sambil menggenggam tangan Tania begitu erat,dan Tania hanya bisa menganggukkan kepalanya.lalu berjalan berbadan pasrah mengikuti ke mana Tari akan membawah nya.


Kedua gadis kecil itu buru-buru untuk mencari Taksi,sedangkan pak dion ia masih shock ketika ia mendapatkan jawaban dari gadis kecil itu.


"Apa yang harus aku lakukan? agar aku bisa mendapatkan Tania sebelum pak ammar mendapatkan nya," gumam pak dion sambil berjalan mencari keberadaan ke dua gadis kecil itu.


Menit terus berputar pak dion telah menyelusuri seluruh bagian taman itu,namun ia gagal menemukan ke dua gadis kecil itu"Ah sial,bagaimana jika terjadi apa-apa kepada mereka?,"gerutu pak dion sambil buru-buru masuk ke dalam mobil nya.


Pak dion memukul setir kemudi dan dia tak tahu lagi,harus mencari keberadaan ke dua gadis itu kemana lagi.


"Aaa..bodoh!" teriak pak dion lalu melajukan mobil nya.


Setelah melewati beberapa rambu lalu lintas,pak dion segera memarkir kan mobil nya begitu saja karena ia sudah kehilangan arah.maksud nya ia tak mungkin mencari ke dua gadis itu sampai ke lubang tikus.


__________

__ADS_1


Pagi buta ke dua gadis kecil itu mendengar ocehan sang ibu dari arah dapur,karena semalam ia begitu kecewa kepada pak dion.


Ocehan demi ocehan yang terlontar dari bibir sang ibu,sehingga mampu membuat ke dua gadis kecil itu saling menatap satu sama lain.


"Oh Tuhan,ampuni dosa hamba mu ini," gumam Tari sambil terkekeh


"Tari jangan brisik,awas saja kalau sampai ibu tahu soal ini," ancam Tania sambil menatap ke arah dapur.


"Bisa di atur,kakak tenang saja oke."


Ke dua gadis kecil itu menarik napas panjang,lalu buru-buru berjalan untuk menemui sang ibu dan menenangkan nya


"Oh ibuku sayang," sapa Tania sambil merentangkan ke dua tangan nya.


Mendengar ucapan Tania membuat sang ibu menghentikan ocehannya,lalu menatap ke arah putri nya satu persatu.


"Kalian darimana saja semalam?"tanya sang ibu sambil menyiapkan sarapan pagi di meja.


Ke dua gadis itu saling menatap sejenak,Tania yang kehabisan ide tiba-tiba saja memutar bola matanya ke hadapan Tari,dengan isyarat agar Tari segera memberikan jawaban yang pas untuk sang ibu.


"Ibu ku sayang,tak baik ngomel-ngomel di pagi hari,Pamali katanya," sahut Tari asal.


Mendengar ucapan Tania membuat sang ibu menghentikan aktivitas nya"Nak,usia kandungan kamu sudah masuk Tiga bulan.jadi sebaik nya kamu harus rutin kontrol ke dokter."


"Oh Tuhan,ternyata dugaan ku selama ini benar,jika kakak cantik benar-benar hamil" gumam Tari sambil memperhatikan Tania dari ujung rambut sampai kaki.


Mendengar ucapan sang ibu membuat Tania buru-buru meninggalkan dapur,entah apa yang ia pikirkan.


"Kakak,"Teriak Tari sambil menatap punggung Tania sudah berlalu.


"Sudah Nak, kakak kamu memang paling takut sama dokter,entah apa yang membuat nya seperti itu,"jelas sang ibu sambil menarik kursi makan.


"Tapi Bu..!".


"Sudah Nak,lebih baik kita sarapan lalu berangkat ke kantor,"potong sang ibu.


"Kantor! emang nya ibu kerja di kantor juga?" tanya Tari sembari menatap wajah sang ibu.

__ADS_1


Pertanyaan dari gadis kecil itu membuat sang ibu terkekeh"Nak, makan lah atau mau ibu suapin kamu," tawar sang ibu.


"Ah ibu! Tari sudah besar bu jadi Tari tak boleh manja lagi ke ibu," sahut Tari sambil mengambil sebuah piring.


"Nak,kamu itu sudah seperti anak ibu sendiri dan begitupun dengan kakak kamu Tania,jadi kalian sudah termasuk bagian dalam keluarga ibu,"jelas sang ibu.


"Apa!"Tari kaget.menurut nya Tania adalah anak kandung dari wanita paruh baya itu sendiri, namun dengan keceplosan sang ibu membuat Tari berpikir keras.


"Lupakan Tari,ayo kita sarapan dan jangan buang-buang waktu untuk memikirkan hal yang tak penting," sahut sang ibu sambil melanjutkan makannya.


Suasana menjadi hening seketika Tari hanya bisa mematung dan membisu,sementara Tania tiba-tiba saja datang entah dari planet mana ia berasal.


"Kenapa tu muka?" tanya Tania sambil mencolek hidung Tari lalu berjalan melewati Tari.


"Ah kakak ganggu saja,kenapa balik lagi ke sini?" tanya tari sambil menatap ke arah Tania,yang sudah menarik kursi di samping sang ibu


"Pengen makan,suapin donk bu,"rengek Tania sambil mengedipkan mata nya ke hadapan Tari,entah apalagi yang di rencana kan oleh nya.


"Ah manja,"sahut Tari sambil mengambil nasi dan lauk.


Mendengar ucapan ke dua putri nya membuat sang ibu merasa beruntung,karena ke dua gadis kecil itu begitu tulus sayang kepada sang ibu.


Hal itu membuat bola matanya mulai berkaca-kaca,wanita paruh baya itu sangat merindukan sosok suami dan juga sang putri yang belum memberi nya kabar sampai detik ini.


"Ibu kenapa?" tanya Tania sambil menatap wajah sang ibu


Tari yang super bawel dan sok jagoan itu tiba-tiba saja beranjak dari kursi,lalu bergegas mendekati sang ibu.


"Ibu baik-baik saja kan bu?atau ibu butuh sesuatu dari kami? tanya Tari cemas sembari menyeka airmata sang ibu yang sudah menetes dari pipi nya.


Perhatian dari ke dua gadis kecil itu membuat sang ibu semakin meledak tangisan nya,hingga membuat ke dua gadis kecil itu ikut serta menetes kan airmata nya.


Suasana di ruangan dapur menjadi tempat berduka,dan entah sampai kapan keluarga besar RANI GROUP akan terlepas dari sebuah tangisan.


Namun percayalah!


Karena janji Allah itu pasti.semakin tinggi keimanan seseorang,maka semakin besar pula ujian yang akan datang menerpa nya.

__ADS_1


TB.


Bantu Author dengan vote, like serta koment.


__ADS_2