Istri Ke 2 Yang Terlupakan.

Istri Ke 2 Yang Terlupakan.
90.Ketegasan Sang Ibu.


__ADS_3

Setelah sang ibu dan gadis kecil itu telah berlalu,Tania buru-buru melangkah menuju ke kamar Bela.


Tania yang selalu saja pura-pura tegar kan diri di hadapan orang lain,memberi senyuman palsu agar semuanya terlihat baik-baik saja.


Tok..tok..tok...


"Assalamu'alaikum Bela," sapa Tania.


Tak selang berapa lama pintu pun terbuka,di sana telah berdiri Bela memberi senyuman manis lalu berkata"Wa'alaikumussalam Tan,mari masuk."


"Makasih Bel,"sahut Tania lalu melangkah kan kaki nya,sementara Bela,wanita cantik tersebut masih berdiri menatap punggung Tania berlalu.


"Maafkan aku Tan," gumam Bela lalu melangkah kan kaki nya.


"Bel,kamu gak papa kan?jika harus terkurung dulu di dalam kamar ini untuk sementara waktu?".


"Gak papa kok Tan,cuman aku merasa gak enak aja.karena terlalu banyak merepotkan kamu," ujar Bela sambil menundukkan kepalanya.


"Santai saja bel,dan setelah ini kita akan kerja di luar sana," jelas Tania.


"Kerja! maksud nya bangaimana Tan? kamu kan sudah kerja di kantor," tanya Bela bingung.


Tania hanya tersenyum lalu bergegas menarik tangan Bela dan berjalan menuju ke tempat tidur.


"Lupakan soal kantor Bel,dan ini juga permintaan ibu.jadi aku dan Tari cuma iyakan saja dan hitung-hitung juga kamu boleh ikut setelah nya," jelas Tania.


"Ide bagus Tan,Tapi aku takut jika Rani dan ibu tak bisa menerima kehadiran aku Tan."


Mendengar ucapan Bela membuat Tania terdiam dan terpaku,wanita cantik itu baru menyadari kembali.jika di antara Bela dan Rani tak pernah ada kata Akur selama ini.


Ke dua nya saling membisu karena mereka masing-masing sibuk bertengkar dengan pikiran nya sendiri.


1 menit...


3 menit...


5 menit sudah berlalu, tiba-tiba saja suara bel berbunyi.


Ting...Tong...


Tania segera beranjak dari tempat tidur lalu meninggalkan Bela begitu saja.


Ceklek!


Pintu terbuka lebar,di sana telah berdiri wanita berusia 40 tahun,dan sepertinya dia berasal dari desa.


"Siapa dia?" gumam Tania sambil memperhatikan wanita itu.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum Non,Apa ibu Sita ada di dalam?" Tanya wanita itu.


"Wa'alaikumussalam bu.ibu tidak ada di rumah,dan sebaiknya ibu tunggu saja di dalam.mari masuk,"tawar Tania sambil tersenyum.


Wanita itu menganggukan kepalanya "Terimakasih Non,"ujar nya lalu melangkah kan kaki nya masuk ke dalam rumah.


Tania hanya tersenyum lalu menatap punggung lebar wanita itu yang telah berlalu.


Tak selang berapa lama"Silahkan duduk Bu," tawar Tania.


Wanita itu mengangguk-ngangukkan kepala nya,lalu perlahan-lahan duduk di kursi ruang tamu.


Tania segera meninggalkan wanita itu dan berjalan menuju ke dapur"Apa dia asisten baru,atau ka mungkin keluarga ibu sendiri?" tebak Tania asal.


Sedangkan di tempat lain,setelah harga Deal 1 unit ruko dengan lantai 2 tepat nya di pertengahan kota.


Wanita paruh baya itu segera menuliskan harga total 300 juta di sebuah cek,Gadis kecil yang menyaksikan hal itu membuat dirinya kegirangan.


"Wow...! ibu memang hebat," puji Tari dalam benak nya dan menatap ke arah sang ibu tanpa berkedip


Tak selang berapa lama" ini cek nya pak," ujar sang ibu lalu menyerahkan cek itu kepada seorang pria.


"Terimakasih banyak Bu,semoga usaha nya lancar dan sampai jumpa kembali di lain kesempatan,"sahut pria itu sambil mengulurkan tangannya sebagai ucapan terimakasih nya.


"Aamiin.Terimakasih kembali pak,kami pamit assalamu'alaikum,"ujar sang ibu dan berlalu bersama gadis kecil itu.


Ting...Tong...


Suara bel berbunyi,Tania dan Bela yang sedang asyik ngobrol di kamar,mereka akan kembali berpisah.


Tania segera beranjak keluar dari kamar sementara Bela masih mengatur napas nya lalu bergegas berjalan mengunci pintu.


Walau sebenarnya Bela tidak tahan dengan keadaan nya seperti itu,namun demi menjaga hati sebaik Tania.


Wanita itu rela mengikuti apa saja kemauan Tania saat ini, setelah itu Bela segera berjalan kembali ke tempat tidur.


"Kakak," sapa Tari kegirangan setelah mereka berjumpa di ruang keluarga.


"Lebay," sahut Tania ketus lalu berjalan dan menghempaskan tubuhnya begitu saja di sofa.


Sang ibu menyaksikan hal itu tiba-tiba saja membulatkan bola matanya"Tania! jaga kandungan kamu," seru sang ibu sambil berlalu.


Mendengar ucapan sang ibu membuat Tania dan Tari saling menatap sejenak.


"Ibu kenapa Tari?" tanya Tania bingung,wanita cantik itu benar-benar awam soal kehamilan.


"Entahlah kak,Tari juga bingung,"sahut Tari.

__ADS_1


Kedua gadis cantik tersebut masih bingung apa sebenarnya yang membuat sang ibu marah.


Namun tak selang berapa lama sang ibu akhirnya kembali lagi hadir di tengah-tengah mereka.


Sang ibu yang masih kesal dengan memasang wajah sangar,hingga mampu membuat kedua gadis cantik tersebut kikuk.


"Tania,Tari! ini adalah kunci ruko kalian.Dan mulai sekarang kalian pikirkan usaha apa yang cocok untuk kalian kembangkan,dan ingat ibu tidak suka dengan kegagalan,"seru sang ibu sambil meletakkan kunci di atas meja dan berlalu.


Wanita paruh baya itu benar-benar menunjukkan sikap dirinya yang sebenarnya,walau kenyataan nya ia tidak tega.


Namun demi kebaikan ke dua putrinya,wanita paruh baya itu harus mendidik mereka dengan tegas,agar mereka menjadi orang sukses dan terlebih lagi pada satu tujuan.yaitu menjadi orang yang bermanfaat kepada orang lain.


Mengingat umur nya,sehingga sang ibu rela mengeluarkan modal tidak tanggung-tanggung agar menjadi amal jariyah di akhirat kelak.


Semoga Allah mencatat niat baik nya,sebagai amal jariyah.


Menyaksikan sikap sang ibu seperti itu,membuat Tari dan Tania saling menatap sejenak.


"Ruko," gumam Tania. wanita cantik itu masih bingung sambil menatap ke arah kunci.


"Tari,Apa maksud ibu barusan?tolong jelaskan."


"Kan ibu sudah jelaskan kak,No komen,"sahut Tari ketus lalu menghempaskan tubuhnya di sofa.


"Ah Tari! kamu ternyata ketularan juga ma sikap ibu barusan."


"Apa!" sontak Tari kaget.karena menurut nya sang ibu kesal karena perbuatan Tania sendiri.


"Nyadar dikit,Kenapa," nyindir gadis kecil itu,tanda ia tidak terima dengan tuduhan Tania barusan.


1 detik...


2 detik...


3 detik...


"Kalian benar-benar keras kepala,"seru sang ibu sambil menatap tajam ke arah ke dua putrinya secara bergantian.


"Sampai kapan kalian akan berhenti seperti itu? ingat! kalian bukan lagi anak kecil,dan ibu tidak ingin melihat kalian seperti itu lagi,Awas," ancam sang ibu dan berlalu.


"Ah Ibu!,Habis makan apa si kok galak amat?," gerutu Tari lalu bergegas bangkit dari sofa.


"Ayo kak kita berangkat ke dunia lain," ajak Tari sambil terkekeh.


Gadis kecil itu benar-benar bingung dengan perubahan sikap yang di miliki oleh sang ibu.


Sementara Tania,ia masih sibuk menenangkan diri akibat shock berat dengan sikap sang ibu barusan.

__ADS_1


__ADS_2