Istri Ke 2 Yang Terlupakan.

Istri Ke 2 Yang Terlupakan.
140.Kenyataan Pahit.


__ADS_3

"Tidak perlu ulur-ulur waktu lagi pak,atau aku akan menendang mu dari sini!"ancam Rani sembari menuding asal demi melampiaskan kekesalan nya.


Gadis ini benar-benar tak sabar lagi untuk menerima berita tentang apa sebenarnya yang terjadi selama ini,dan mengapa orang-orang di sekelilingnya tega merahasiakan hal ini.


Lantas apa yang harus Rani lakukan jika ia tau kebenaran yang sesungguhnya?akan kah dia mampu menerima berita buruk ini dengan ikhlas?lalu membiarkan si laki-laki pengacau ini untuk hidup bebas?


Sementara Pak Ammar, laki-laki ini kembali lagi menelan ludahnya kasa.merasa diri seperti sampah di mata mereka membuat laki-laki ini semakin murka.


Menatap satu-persatu lawan nya penuh dengan kebencian,tangan nya terkepal begitu kuat lalu perlahan-lahan mundur 3 langkah ke belakang.


"Baiklah! coba kamu tatap wajah aku ini Ran,wajah yang pernah kamu cintai ketika aku masih memiliki segalanya."


"Apa-apaan ini?"protes pak Dion tak terima,sambil menatap wajah istri nya"Apa benar kamu pernah mencintai nya,Ran?,"sambung nya kembali lalu menelan ludahnya pahit.


"Iya,kami pernah saling mencintai sebelum wanita sial itu datang dalam kehidupan kami,"teriak pak Ammar sembari menuding ke arah Tania.


Laki-laki ini benar-benar sudah tak memiliki pikiran waras,Aib yang telah terkubur sedalam mungkin kini kembali lagi terungkap jelas di depan umum.


"Itu sudah bagian masa lalaku pak,jadi tolong percaya sama aku,"jelas Rani lalu menggenggam tangan suami nya begitu kuat"Tak perlu basa-basi lagi pak,karena kami tak punya banyak waktu lagi untuk mu,"sambung nya kembali lalu menatap ke arah pak Ammar.


"Oke baiklah,"Pak Ammar menghela napas panjang lalu menghembuskan nya kasar,mundur 3 lagi ke belakang demi menjaga diri dari pukulan maut.


"Selama ini aku lah penyebab kematian si tua Bangka itu,laki-laki yang kamu bangga-banggakan selama ini."


"Apa?,"sontak Rani kaget sambil menatap ke arah Tania,memberi isyarat agar Tania segera menjelaskan nya,namun gadis ini hanya bisa menutupi bibir nya dengan tangan kanan.


"Ayah kamu hanyalah manusia penyakitan!jadi pantas saja dia sudah tenang di neraka saat ini!"sarkas pak Ammar sekali lagi,lalu bergegas meninggalkan mereka dalam keadaan terpuruk seperti ini.


Rani yang tak mampu lagi untuk mengucapkan kata.gadis ini perlahan-lahan melepaskan diri dari pak Dion.hatinya benar-benar hancur mendengar berita ini,berita paling buruk sepanjang hidupnya.

__ADS_1


Baru saja ia merasakan kebahagiaan.kebahagiaan yang tak pernah ia temui sepanjang hidupnya.menikah dengan laki-laki yang tepat,namun kini Allah kembali lagi menguji nya.sehingga ia benar-benar sudah tak mampu lagi untuk memikul segala beban kehidupannya.


Merasa diri manusia paling sial di muka bumi ini.gadis ini segera berlari menuju ke parkiran mobil,hati nya berdarah-darah dan sepertinya tak ada lagi harapan untuk hidup.


"Tuhan!Apalagi yang engkau inginkan dariku?silahkan ambil semuanya.Ambil!"teriak Rani sambil memukul-mukul kemudi mobil lalu terisak tangis.


"Kakak,istighfar kak istighfar,"teriak Tania dari luar mobil.sementara Rani,gadis ini menatap nya begitu murka.


Rani tidak peduli lagi dan bahkan tak percaya lagi siapa pun yang berada di sampingnya saat ini,merasa hidup nya sial sepanjang hidupnya hingga membuat gadis ini membenci kehidupan nya sendiri,bahkan dia tak percaya lagi dengan janji-janji Allah.


Gadis ini segera menyalakan mesin mobil,tak peduli lagi siapa dirinya saat ini.melajukan mobil dengan kecepatan tinggi sembari terisak tangis.


"Tania ayo kita susul Rani sekarang,"pinta pak Dion lalu bergegas masuk ke dalam mobil.


"Aku ikut kak,"teriak Tari lalu bergegas masuk ke dalam mobil begitu pun dengan Tania.


Rani yang tak mampu lagi untuk menanggung segala beban kehidupan,gadis ini semakin gila bahkan dia berniat bunuh diri.


Apa pantas seorang wanita yang beriman melakukan hal yang bodoh itu?bukan kah ia tahu sendiri jika bunuh diri adalah perbuatan terkutuk,bahkan neraka adalah tempat abadi untuk nya.


"Aku benci kehidupan ini,aku benci!,"teriak Rani sekali lagi lalu semakin gila melajukan mobil nya.


Gadis ini benar-benar tak peduli lagi dengan nyawanya.bahkan ia tak sedikitpun mengingat tentang sang ibu,ibu yang baru saja hadir dalam kehidupannya saat ini.


Mengapa Tuhan tak henti-hentinya memberi cobaan kepada si gadis malang ini?apakah karena Tuhan begitu sangat menyayangi dirinya?ataukah karena Allah sedang memberi nya hukuman di dunia ini?


"Mengapa semua ini harus terjadi,Tan?mengapa,Hah?."


Pak Dion kembali lagi memecah keheningan,laki-laki ini benar-benar frustasi memikirkan masalah baru yang terjadi.sementara Tania,gadis ini hanya bisa menundukkan kepalanya,menangis terisak-isak memikirkan nasib sang kakak.

__ADS_1


"Kak,apa sebenarnya yang terjadi?"tanya Tari bingung sambil memperhatikan keadaan jalan yang sudah jauh dari keramaian kota"Pak buruan susul kakak Rani,"sambung nya kembali lalu menelan ludah nya berkali-kali.


Gadis ini bukan nya bisa menenangkan diri sambil berdoa,namun ia malah sibuk memikirkan hal-hal yang belum tentu terjadi.


"Buruan pak! aku tidak ingin kehilangan kakak ku,"seru Tari sementara pak Dion dan Tania kedua nya tak mampu membuka suara.


1 detik.


2 detik.


3 detik.


"Rani...! kakak..!."


Mereka berteriak serentak seketika mobil mewah seharga milyaran rupiah,kini telah terjun bebas ke jurang paling dalam.


Ke tiga nya tak mampu lagi berkata apa-apa,tetesan air mata nya mengalir begitu deras.tubuh nya seakan tak memiliki tulang bahkan nyawanya hanya tinggal satu-satu.


Oh Tuhan!


Apa semua ini adalah mutlak karena rencana-Mu?dan dan mengapa nasib gadis sebaik Rani harus berakhir seperti ini?


"Kakak," teriak Tari lalu bergegas keluar dari mobil.gadis ini benar-benar tak kuasa lagi untuk menahan diri,berjalan sembari terisak tangis dan rasa-rasanya ingin segera menyusul sang kakak,kakak yang begitu sangat menyayangi gadis kecil ini.


"Kakak jahat!,"lirih nya masih posisi yang sama dan tak selang berapa lama,si gadis kecil ini tiba-tiba saja tak sadarkan diri.


"Tari,"teriak pak Dion lalu bergegas keluar dari mobil,berlari menuju ke hadapan Tari sembari istighfar berulang kali.agar ia mampu tegar menghadapi ujian berat ini.


Walau kenyataannya laki-laki ini begitu sulit untuk menerima kenyataan pahit ini.namun sebagai laki-laki dia harus tegarkan diri,tegar untuk tidak mengeluh bahkan putus asa dari Tuhan-Nya.

__ADS_1


__ADS_2