Istri Ke 2 Yang Terlupakan.

Istri Ke 2 Yang Terlupakan.
108.Deal.


__ADS_3

Setelah keadaan menjadi tenang,pak Dion segera pamit kepada Bela,namun wanita itu masih saja tak mampu untuk membiarkan pria itu pergi dalam keadaan hati nya sedang tak baik-baik saja.


"Pak Dion," panggil Bela ketika pria itu sedang melangkah kan kaki nya.


"Maafkan aku," teriak Tania.


Pria itu tiba-tiba saja menghentikan langkahnya,namun ia tak mampu untuk menoleh ke arah ke dua wanita itu.


Hati nya berdarah-darah,seluruh tubuh nya seakan tak mampu lagi untuk menopang berat nya kekecewaan yang ia rasakan.


Pria itu kembali lagi melangkah kan kaki nya,langkah demi langkah telah ia habiskan namun langkah itu kembali berhenti seketika Tania berteriak kembali.


"Boleh ka aku menjadi sahabat bagimu?".


Entah mengapa Tania begitu berat untuk merelakan pak Dion pergi dengan sejuta luka di hatinya.


Menawarkan diri sebagai sahabat adalah jalan satu-satunya untuk menjalin silahturahmi agar tidak terputus.


Sementara Bela,wanita cantik itu langsung memancarkan senyuman nya,dia berharap jika tawaran dari Tania bisa di terima dengan baik oleh pak Dion.


Tanpa aba-aba Bela pun segera berjalan menghampiri pak Dion"Pak,aku tau perasaan bapak saat ini,tapi boleh ka aku meminta agar bapak bisa menerima tawaran dari Tania?."


"Itu begitu sulit Bel,maafkan aku."


"Apa nya yang sulit pak?."


"Kamu tidak akan pernah mengerti perasaan aku Bel,jadi maafkan aku yang tak bisa mengabulkan permintaan kamu dan Tania."


"Baiklah," seru Tania dari arah belakang.


"Jika keputusan itu adalah yang terbaik untuk bapak,maka pergi lah." sambung Tania kembali.


Pria itu menunduk kepalanya sembari Berpikir keras, bagaimana bisa aku menerima tawaran darinya? lalu bagaimana dengan perasaan aku? apakah aku harus membunuh rasa ini terlebih dahulu agar aku bisa menerima tawaran darinya?


Otak dan hatinya bekerja keras"Oh Tuhan,ini begitu sulit bagiku,"gumam nya masih dalam posisi yang sama.


"Jangan menyia-nyiakan kesempatan ini pak," ujar Bela sembari menepuk-nepuk bahu pak Dion.


"Sudah lah Bel,ayo kita pulang sekarang," ajak Tania lalu membalikkan tubuh nya dan melangkah kan kaki nya.


"Ah sial," gerutu pak Dion dalam benak nya sambil mengacak-acak rambutnya.


"Kejar dia pak," titah Bela.

__ADS_1


Permintaan dari Bela membuat pria itu pusing tujuh keliling,antara memilih bertahan atau pergi,pria itu menarik nafas dalam-dalam lalu menatap ke arah Tania begitu dalam.


"Buang keegoisan kamu pria bodoh," pak Dion menyemangati dirinya sendiri.


Tanpa aba-aba pak Dion pun segera berlari menyusul Tania, sementara Bela,wanita cantik itu tersenyum lega sambil bergumam"Aku berjanji untuk menyatukan kalian esok hari.


"Tunggu!" teriak pak Dion.


Tania menghentikan langkahnya,namun wanita itu tak beranikan diri untuk menoleh ke belakang.


Gengsi terlalu tinggi hingga memilih menghentikan langkahnya saja,tanpa harus ingin tau bagaimana keadaan ke dua makhluk aneh di belakang nya yang saling kejar-kejaran.


"Tania," panggil pak Dion sambil mengatur napas nya.


"Maafkan aku," sambung nya kembali.


Tania masih tak menggubris ucapan pria itu"A-ku bersedia menjadi sahabat darimu."


Tania tersenyum lebar"Terimakasih," sahut nya sambil membalikkan tubuh nya"Mari kita bersahabat tanpa harus melibatkan perasaan,"sambung nya kembali sembari mengulurkan tangan.


Entah apa yang merasuki wanita itu sehingga dia begitu nekat,nekat mengulurkan tangan sembari tersenyum, padahal selama ini dia begitu sangat menjaga dirinya sebagai seorang istri yang tak pernah di sentuh selain mahram nya.


Namun selaku manusia biasa,terkadang kekhilafan itu datang dengan sendirinya,tanpa harus meminta bahkan menjauhi nya.


Ke dua tangan makhluk itu saling berjabat tangan,jangan tanyakan lagi bagaimana kebahagiaan yang di miliki oleh pria itu.


Angan nya melayang tinggi sampai ke langit ke tujuh, seandainya saja dia bisa guling-guling di lantai maka dia akan melakukan hal bodoh itu,saking senang nya mendapatkan apa yang ia inginkan.


Menyentuh tangan wanita sang pujaan hatinya saja kebahagiaan nya luar biasa,lantas bagaimana jika Tuhan menyatukan mereka dalam ikatan cinta yang halal?


Mereka tampak nya bahagia bahkan kebahagiaan ke dua makhluk itu di saksikan oleh Bela,wanita itu benar-benar bersorak gembira.


Deal!


Mulai hari ini ke dua makhluk itu bersahabat,entah apa yang akan terjadi esok hari jika Allah berkehendak lain?


Bisa jadi persahabatan yang mereka jalin berubah menjadi cinta,karena roda kehidupan ini berputar,dan bahkan manusia tak ada yang bisa menjaminkan kehidupan nya esok hari seperti apa


"Apa kamu bahagia?," tanya pak Dion memastikan.


"Tentu lah pak aku sangat bahagia, karena bapak telah mengabulkan keinginan aku."


"Cieee," goda Bela.

__ADS_1


Ke dua makhluk itu tersenyum dengan lebar"Aku pun sama"pria itu berkata jujur.


"Aku pun senang banget melihat kalian akur seperti ini,ujar Bela sambil menatap ke dua makhluk itu saling bergantian.


"Terimakasih Bel,apa urusan kalian sudah beres?".


Ke dua wanita itu menggeleng kan kepalanya"Apa yang harus kita lakukan sekarang,Tan?apa kita harus mencari Mita sekarang?"


Pertanyaan dari Bela membuat pak Dion mengerutkan dahi nya"Mita,ada apa dengan nya?" gumam nya sambil menatap ke arah Bela.


Pria itu benar-benar penasaran dengan sosok wanita cantik yang tak asing lagi baginya, perlahan-lahan pria itu melangkah kan kakinya,berjalan mengelilingi ke dua wanita itu gigit jari sambil berpikir keras.


"Mita..


Otak dan hatinya saling terhubung dengan nama wanita itu,pria itu tiba-tiba saja teringat kembali dengan pertemuan mereka di sebuah hotel beberapa bulan yang lalu.


"Oh Tuhan" Pria itu menepuk jidat berkali-kali"Apa Mita dan Pak Ammar selingkuh? apa benar itu terjadi?.


Pikiran pria itu traveling ke mana-mana"Apa Tania tau semua ini?" gumam nya sembari menghentikan langkahnya di hadapan Tania.


"Bapak kenapa?," tanya Tania bingung.


"Boleh ka aku bertanya sesuatu untuk mu?."


"Silahkan pak".


"Sudah berapa lama kalian menikah?."


"Emang nya kenapa pak?" tanya Bela bingung.


"Aku cuma ingin memastikan Bel," jelas pak Dion.


Tania masih saja mematung dan membisu,gadis itu masih ragu untuk mengatakan pernikahan nya yang selama ini di laksanakan secara rahasia.


"Apa bapak tau sesuatu?," tebak Bela sambil mendekati pak Dion"Katakan dengan jujur pak," pinta Bela tegas.


Pria itu menggeleng kan kepalanya"Enggak Bel."


"Bapak pasti boong,kan?"tebak Bela sekali lagi.


Pria itu masih saja menggeleng kan kepalanya"Lebih baik kita pulang sekarang."


Demi menghindari pertanyaan bertubi-tubi dari Bela,pria itu bergegas mengangkat kaki lalu buru-buru berjalan.

__ADS_1


"Dia pasti tau sesuatu," gumam Bela lalu bergegas menyusul pak Dion.


__ADS_2