Istri Ke 2 Yang Terlupakan.

Istri Ke 2 Yang Terlupakan.
106.Dia


__ADS_3

Tania menganggukan-ganggukkan kepala nya sembari menatap Bu Dina begitu dalam"Emang nya ada apa,Bu?".


"E-enggak papa kok ,Bu," sahut nya gugup sambil menundukkan kepalanya.


"Apa ibu tau sesuatu dengan Mita?,"desak Tania.


Bu Dina menggeleng-gelengkan kepalanya lalu bergegas meninggalkan Tania begitu saja.


"Bu Dina" panggil Tania.


Wanita itu seperti nya menyembunyikan sesuatu dari Tania"Ada apa dengan nya?atau ucapan ku ada yang salah?," gumam nya lalu buru-buru melangkah menyusul Bu Dina.


Sementara di tempat lain Bela bersorak gembira setelah sekian lama dia di pertemukan kembali dengan sosok pria yang tak asing lagi baginya.


Begitulah dengan sosok pria yang tak pernah menyangka jika dirinya akan di pertemukan kembali dengan seorang wanita yang selama ini begitu banyak membantu nya.


"Kamu kelihatannya makin cantik Bel,bagaimana kabar kamu hari ini?," tanya pak Dion sembari menyisir bagian parkiran.


Pria itu sungguh penasaran dengan kehadiran Bela di perusahaan Rani, sementara pria itu tau persis bagaimana hubungan ke dua makhluk itu selama ini.


Bela tersenyum lebar"Ah biasa aja lah pak,alhamdulillah baik kok pak,senang berjumpa lagi dengan bapak."


"Syukur lah kalau begitu,ngomong-ngomong kamu ngapain di sini Bel?."


Lagi-lagi Pertanyaan dari Pak Dion membuat Bela tersenyum,wanita cantik sang mantan pengusaha itu langsung menepuk-nepuk bahu pak dion sambil berbisik di telinga nya"Bapak ngapain juga di sini?Hmm".


Bela dengan enteng nya menggoda pria itu,pikiran nya mulai traveling ke mana-mana,karena ia tau persis bagaimana perasaan pak Dion selama ini kepada Tania.


"Apa an si Bel? aku ke sini karena urusan penting,bukan yang lain,"jelas Pak Dion sambil mengedipkan bahunya.


"Ah bapak ni kayak baru kenal aku aja,ayo lah pak jangan jadi orang munafik deh,jangan sampai bapak menyesal seumur hidup."


Mendengar ucapan Bela membuat pak Dion mengerutkan dahi nya"Maksud nya apa Bel?."


Bela tersenyum lebar"Apa bapak sudah melupakan wanita pujaan bapak selama ini?."

__ADS_1


Pertanyaan dari Bela membuat pak Dion menundukkan kepalanya,pria itu baru mengerti apa maksud dari ucapan Bela barusan.


"Lupakan tentang dia Bel,dan aku tak ingin membahas apa-apa lagi soal dia," seru pak Dion sambil mundur tiga langkah dari hadapan Bela.


Pria itu benar-benar tak ingin mengingat kembali tentang wanita yang membuat nya kecewa selama ini.


Sakit hati mengajarkan ia tak ingin mengangumi wanita secara berlebihan,apalagi menaruh harap kepada manusia lainnya,maksud nya berobsesi ingin memiliki padahal kenyataannya bertolak belakang dengan apa yang ia harapkan.


Kecewa sudah pasti apalagi sakit hati,bukan?


Sementara Bela,wanita itu tidak mengerti sama sekali dengan ucapan pak Dion barusan,terlebih lagi dengan tingkah laku nya barusan,pria itu seolah-olah sangat membenci Tania saat ini.


"Apa sebenarnya yang terjadi pak?."


"Cukup Bel! aku tak punya banyak waktu untuk membahas soal dia."


"Tapi alasan nya apa pak? bukan kah ini waktu yang tepat untuk mendapatkan cinta nya," potong Bela. wanita itu benar-benar ngotot untuk mengetahui apa sebenarnya yang terjadi.


Tanpa menjawab pertanyaan dari Bela,Pria itu langsung meninggalkan Bela begitu saja,buru-buru berjalan melewati pintu utama.


Sementara Bela,wanita itu butuh jawaban dari pak Dion,dia pun segera menyusul pak Dion masuk ke dalam kantor.


Wanita itu benar-benar tidak bisa mengontrol diri,hingga dia menjadi tontonan sesaat para karyawan.


"Bela," gumam Tania lalu buru-buru melangkah kan kaki nya menyusul Bela.


Ke tiga makhluk itu saling kejar-kejaran,namun seketika pak Dion berhenti di tempat tujuan nya. pria itu menyempatkan diri untuk menoleh ke belakang.


"Ah sial," gumam nya ketika dia melihat Bela sudah mendekati dirinya.


"Bapak apa-apaan kayak gini?," seru Bela sambil mengatur napas nya


Pak dion mengabaikan ucapan Bela,pria itu hanya fokus menatap seorang wanita berbaju syar'i telah mendekati dirinya.


"Tania," gumam nya sambil menelan ludah berkali-kali lalu bergegas membalikkan tubuhnya.

__ADS_1


Pria itu benar-benar tidak menyangka jika Tuhan akan di pertemukan mereka kembali dalam keadaan seperti ini.


Sementara Tania,wanita itu hanya fokus menatap ke arah Bela,sambil mengatur napas yang hampir saja copot Karena lelah mengejar Bela.


"Bel,ngapain si kamu berlari kayak orang di kejar hantu,"tanya Tania sedikit kesal sambil menyeka keringatnya yang bercucuran.


Bela mengabaikan ucapan Tania,wanita itu hanya fokus menatap ke arah pak Dion,sementara Pak Dion,pria itu telah siap untuk melangkah pergi.


Namun seketika pria itu ingin melangkah kan kaki nya,Bela bergegas menggenggam tangan nya"Jangan pergi pak" pinta Bela.


Mendengar ucapan Bela membuat Tania menyipitkan matanya"Siapa pria itu?," gumam nya lalu melangkah mendekati Bela.


"Bel,apa-apaan kamu?siapa dia?,"tanya Tania penasaran


Tania benar-benar tidak mengenal siapa pria itu yang telah berdiri tegap di hadapan nya.


Penampilan yang cukup sederhana baju kaos berwarna putih dan celana pendek berwarna hitam,lalu kepala nya tertutupi oleh topi berwarna merah,hingga membuat Tania begitu sulit untuk mengenali siapa pria itu yang sebenarnya.


"Lepaskan aku Bel," seru pak Dion kesal.


"Pak Dion,"gumam Tania,wanita itu benar-benar masih mengenal suara bariton yang baru saja terdengar di telinga nya.


Perlahan-lahan Tania mundur ke belakang,wanita itu benar-benar shock karena ia tak pernah menyangka jika mereka akan di pertemukan kembali.setelah ia menyadari jika selama ini pak Dion sungguh kecewa terhadap dirinya.


"Enggak pak,tolong jelaskan mengapa bapak menjauh dariku?dan apa ucapan ku menyakiti bapak?"


"Cukup Bel! bentak pak Dion sambil membalikkan tubuhnya menghadapi Bela.


Pria itu benar-benar murka karena Bela masih saja ngotot untuk mendapatkan penjelasan darinya"Apa benar kamu ingin tau apa sebenarnya yang terjadi selama ini?coba tanyakan kepada dia," seru pak Dion sambil menunjuk jari ke hadapan Tania.


Bela menoleh ke arah Tania"Dia? tunjuk Bela pada Tania.


"Iya benar."sahut pak Dion kesal"Kamu pasti akan menemukan jawaban dari nya," sambung pak Dion kembali.


Menyaksikan kemurkaan pak Dion membuat Tania bersusah payah menelan ludah,menundukkan kepalanya adalah pilihan satu-satunya,wanita itu benar-benar takut untuk menatap ke arah pria itu.

__ADS_1


"Ya Allah,apa yang harus aku lakukan?," gumam nya masih dalam posisi yang sama.


Sementara Bela,wanita itu langsung mendekati Tania dan memeluk nya begitu erat"Tan,jangan takut,aku ada di samping kamu," bisik Bela menenangkan diri Tania.


__ADS_2