Istri Ke 2 Yang Terlupakan.

Istri Ke 2 Yang Terlupakan.
95.Asal Tebak.


__ADS_3

Mentari telah bersinar kembali,Tari dan Tania segera melangkah menuju ke kamar sang ibu.Demi memenuhi perintah wanita paruh baya itu.


Ceklek!


Pintu terbuka,di sana sang ibu telah melemparkan senyuman manis ke arah putri nya.


"Silahkan masuk,Nak." pinta sang ibu.


Ke dua putrinya mengangguk-anggukan kepalanya" Terimakasih ibu,"sahut ke dua putrinya lalu melangkah kan kaki nya.


"Bagaimana,Nak?Apa kalian sudah menemukan ide untuk usaha kalian berdua?," tanya sang ibu.


Tania menganggukkan kepalanya"Sudah Bu,kami ingin menjual perlengkapan muslimah seperti baju syar'i dan perlengkapan lain nya,"jelas Tania meyakinkan.


Wanita paruh baya itu tersenyum"Apa alasan kalian memilih usaha itu?" tanya sang ibu penasaran.


Tania menjelaskan secara detail mengapa mereka memilih usaha itu,yang pertama mereka berniat untuk mencapai ridho nya Allah.dengan cara berdagang pakaian yang bisa mengajak orang lain untuk menutupi aurat nya secara sempurna.


Sang ibu mengacungkan ke dua jempol kepada putrinya"Apa masih ada alasan lain nya,Nak?" tanya sang ibu sekali lagi.


"Tentu ada Bu," sahut Tari meyakinkan sang ibu.


Wanita paruh baya itu tersenyum"Coba jelaskan alasan lain nya Tari," pinta sang ibu.


"Baiklah,usaha itu tergantung dari niat nya kan,Bu?jika niat nya di awali dengan membantu orang lain dalam kebaikan.tentu Allah juga pasti akan ridho dan semoga menjadi ladang pahala untuk kita semua," jelas Tari.


Sang ibu kembali mengacungkan ke dua jempol nya" Bagus,apa masih ada alasan lain nya?".


Ke dua putrinya terdiam sejenak lalu menatap ke arah wanita paruh baya itu" Masih ada Bu," sahut Tania sambil melangkah mendekati sang ibu.


"Tolong jelaskan,Nak." pinta sang ibu sambil menatap wajah putri nya.


"Bu,apa yang kita miliki di dunia ini tentu semua akan ada pertanggung jawabannya kan,Bu?" tanya Tania balik.


"Benar,Nak."


"Lantas! jika kami tidak menggunakan harta ibu sebaik mungkin,tentu saja Allah akan murka kepada kami kan,Bu?".


Mendengar ucapan Tania membuat sang ibu bangga,wanita paruh baya itu langsung mengucapkan syukur,bersyukur karena Allah menitipkan anak yang baik dan juga sholeha tentunya.


Karena merasa bangga dan bersyukur,wanita paruh baya itu langsung memeluk Tania"Kamu anak yang cerdas,Nak. sudah saat nya kalian mengurus seluruh harta yang ibu miliki saat ini."

__ADS_1


"Tidak Bu! kami di sini hanya menjalankan kewajiban kami,dan kakak Rani lah yang berhak atas segala-galanya," sahut Tania.


Gadis cantik tersebut benar-benar tak ingin berada di posisi yang bukan menjadi hak nya,karena ia menyadari jika dia dan Tari adalah anak angkat.


Sementara sang ibu,wanita paruh baya itu tersenyum"Kalian dan Rani berada di posisi yang sama,Nak."jelas sang ibu lalu melepaskan pelukannya begitu saja.


"Sama! Apa maksud ibu?," tanya Tania bingung sambil menatap tajam ke arah wanita paruh baya itu.


Wanita paruh baya itu mengabaikan pertanyaan putri nya,dan dia lebih memilih berjalan menuju ke meja untuk mengambil sesuatu,lalu kembali ke hadapan putri nya.


"Ini cek untuk usaha kalian berdua,"ujar sang ibu sambil menyerahkan cek itu kepada Tania.


"Tolong jawab pertanyaan aku dulu Bu,"desak Tania lalu menatap wajah sang ibu tanpa berkedip.


"Lupakan,Nak," titah sang ibu tegas lalu buru-buru keluar dari kamar untuk menghindari pertanyaan putri nya.


Hal itu membuat Tania dan Tari semakin bingung"Apa sebenarnya yang terjadi?,"gumam Tania lalu menatap ke arah sang ibu telah berlalu.


"Kak, seperti nya ibu merahasiakan sesuatu dari kita," tebak Tari.


"Entah lah Tar,aku juga bingung dengan sikap ibu barusan."


"Apa Rani bukan anak ibu juga?,"tebak Tari asal.


"Lalu..?"


"Cukup Tari!"bentak Tania lalu menarik nafas panjang"Kamu tidak boleh asal tebak,Awas!," ancam Tania.


Gadis kecil itu menggeleng kan kepalanya"Apa kakak tidak curiga dengan sikap ibu barusan? seandainya ibu tidak merahasiakan sesuatu,tentu ibu akan menjawab pertanyaan kamu, bukan?," jelas Tari meyakinkan.


Gadis kecil itu benar-benar yakin jika sang ibu merahasiakan sesuatu,sementara Tania,wanita itu hanya mengabaikan ucapan Tari lalu bergegas keluar dari kamar dan mencari keberadaan sang ibu.


"Kakak," panggil Tari sambil menatap punggung lebar Tania yang telah berlalu.


Detik dan menit terus berlalu,Tania tak jua berhasil menemukan wanita paruh baya itu"Ke mana dia?,"gumam nya lalu duduk di sebuah kursi meja makan.


Tak selang berapa lama Tari pun datang menghampiri nya"Jelek amat tu muka," sindir Tari sambil berlalu melewati meja.


"Biarin," sahut nya ketus.


"Ayo sarapan kak,kita kan masih punya tugas dari ibu," ujar Tari sambil membawah segelas teh hangat.

__ADS_1


"Tugas apa,Tar?," tanya Tania bingung sambil memperhatikan gadis kecil itu.


"Jangan pura-pura lupa deh kak,"protes Tari sambil duduk di kursi berhadapan dengan Tania.


Tania mengabaikan ucapan Tari lalu memanyunkan bibirnya ke hadapan gadis kecil itu,sementara Tari menyaksikan hal itu membuat dirinya semakin kesal.


"Kakak kenapa si?jangan buang-buang waktu demi memikirkan hal yang tak penting.dan sebelum ibu muncul kembali,kita harus selesaikan urusan Bela secepat mungkin."


Mendengar ucapan Tari membuat Tania menepuk jidat berkali-kali"Astaga..Bela belum sarapan," gumam nya sambil melirik kanan kiri demi memastikan tak orang lain di sekitarnya selain Tari.


"Tari,ayo kita ke kamar Bela.kamu bawah semua makanan ini,buruan Tari!," pinta Tania sambil menunjukan jari ke arah makanan yang sudah di siapkan oleh nya.


"Sabar dikit lah kak,kan aku juga mau sarapan," protes Tari sambil menatap ke arah sarapan yang masih tersisa di meja.


"Jangan banyak protes! kamu boleh sarapan di kamar Bela," ujar Tania dengan suara intonasi tinggi dan berlalu.


"Iya..iyaa,Dasar cerewet!" gerutu Tari sambil mengambil makanan di meja lalu segera menyusul Tania.


Setibanya di kamar Bela mereka segera mengambil posisi duduk di lantai sambil berhadapan,lalu segera mengisi perut yang sudah keroncongan sejak tadi.


Setelah selesai menikmati sarapan pagi nya,Tania segera menyampaikan atas apa permintaan sang ibu semalam.


"Bagaimana Bel,kamu sudah siapkan ketemu ma ibu hari ini?"tanya Tania memastikan.


Bela mengangguk-ngangukan kepalanya"Aku sudah siap Tan,dan apa pun resikonya kalian harus berlapang dada yaa," sahut Bela sambil menundukkan kepalanya.


Bela sebenarnya tidak yakin jika sang ibu bisa menerima dirinya,namun karena dia tidak ingin mengecewakan ke dua gadis itu.sehingga Bela rela mengikuti apa saja kemauan mereka.


"Kak,sebaik nya pertemuan ini kita tunda sampai malam tiba,"ujar Tari sambil menatap Tania dan Bela secara bergantian.


"Maksud kamu apa Tari?," tanya Tania bingung begitupun dengan Bela.


"Yaa elah kak,emang nya kakak lupa jika kehadiran Bela di sini adalah rahasia kita berdua,"jelas Tari menyakinkan.


Mendengar ucapan Tari membuat Tania menepuk jidat berkali-kali"Astaga,aku benar-benar lupa soal itu," ujar Tania sambil menatap Bela dan Tari.


"Ah..dasar calon ibu!" seru Tari.


_____


Jazakillahu Khairan untuk kalian yang masih mendukung cerita ini.

__ADS_1


🙏🙏🙏


__ADS_2