
Setelah puas melakukan apa yang tak pantas mereka lakukan,pak ammar segera meminta maaf kepada Mita,atas sikap kasar nya beberapa menit yang lalu.
Setelah menyadari jika Mita adalah wanita satu-satunya yang menurut nya hebat dalam perkara ranjang,ia pun ingin memanfaatkan wanita cantik itu sebagai orang yang tepat,untuk menguras harta Rani lewat perusahaan milik nya.
Rani yang di butakan oleh kebaikan-kebaikan Mita selama ini,hingga akhirnya ia percayakan perusahaan milik nya jatuh kepada Mita untuk sementara waktu.
Rani yang selalu saja bersikap baik dan mudah memaafkan,hingga ia semudah itu melupakan kelicikan Mita selama ini,padahal ia pernah mengatakan jika wanita licik seperti Mita tak semudah itu bisa berubah.
Mengapa orang baik selalu saja di manfaatkan oleh orang lain? dan mengapa sebagian manusia lebih senang harta haram daripada yang halal.
Setelah memikirkan semua itu membuat pak ammar tersenyum licik,karena ia merasa bangga memiliki wanita-wanita cantik dan bodoh seperti Mita dan Tania.
Melihat pak ammar seperti itu membuat Mita penasaran" Apa yang kamu pikirkan sayang?," tanya nya sambil menarik sebuah selimut lalu menutupi tubuh nya yang masih polos.
"E-enggak ada kok sayang,"sahut pak ammar gugup,lalu mengalihkan pandangan nya dari hadapan Mita,karena ia berusaha menutupi rencana jahat nya esok hari.
"Jangan macam-macam kamu mas,dan lebih baik kamu pikirkan anak yang ada dalam kandungan ku saat ini," seru Mita lalu bangkit dari kasur dan berlalu.
"Oke baiklah! aku akan menuruti segala kemauan kamu,dan setelah itu kamu pasti akan merasakan hal yang sama seperti Tania,"lirih pak ammar sembari menatap langit-langit kamar.
Sedangkan di tempat lain, setelah bosan berada di cafe,Tania segera meminta kepada Tari untuk segera pulang.dan hal itu membuat Tari memanyunkan mulut nya karena gadis kecil itu masih ingin menikmati suasana malam di cafe itu.
Namun seketika Tania terus memaksakan kehendak nya,gadis kecil itu bertingkah layak nya seperti anak kecil,mengacak-ngacak pisang bakar keju coklat yang masih tersisa di sebuah piring,dan hal itu membuat Tania marah besar.
"Tari! tak sepantas nya kamu perlakukan makanan seperti itu,"seru Tania lalu bergegas bangkit dari kursi.
"Kenapa,gak suka?," protes Tari.
Mendengar ucapan Tari membuat Tania meninggalkan gadis kecil itu begitu saja,karena menurut nya hanya dengan cara itu yang bisa ia lakukan agar Tari segera nurut kepada nya.
"Kakak," panggil Tari lalu bergegas bangkit dari kursi dan buru-buru berjalan mengikuti langkah Tania.
__ADS_1
Sepanjang langkah nya Tari terus mengoceh"Kakak jahat,kakak jahat,"dan hal itu membuat Tania tersenyum" Akhirnya kamu mengalah juga," gumam nya sambil mempercepat langkahnya menuju ke parkiran.
Dengan sikap Tari layak nya seperti anak kecil,sehingga ia menjadi tontonan sesaat bagi para pengunjung cafe,namun gadis kecil itu tak menghiraukan semua itu,karena hati nya benar-benar hancur karena ulah Tania.
Setiba nya di parkiran mobil,Tania tiba-tiba saja di kejutkan oleh pemandangan hebat di hadapan mata nya.
Seorang wanita yang sedang sibuk mengemis menadahkan kedua tangan nya,untuk meminta sebuah recehan dari orang-orang yang lalu lalang.
Rasa tak percaya jika seorang pengemis itu adalah seorang wanita cantik dari anak seorang pengusaha sukses,tak lain adalah mantan istri dari suami Tania sendiri.
"Bela,"gumam Tania sembari mengelus dada.
Tania yang berhati mulia dan mudah memaafkan,hingga akhirnya ia tak peduli lagi bagaimana kejam nya wanita itu terhadap dirinya selama ini,bahkan nyawa nya hampir saja melayang karena perbuatan pengemis yang sedang berada di depan mata nya saat ini.
Tania yang tak pernah tahu bagaimana membalas kejahatan orang lain terhadap nya,hingga ia lebih memilih untuk melangkah mendekati Bela secara perlahan-lahan.
Tari yang menyaksikan hal itu membuat dirinya menghentikan langkahnya tiba-tiba,lalu fokus menatap ke arah pengemis itu yang masih sibuk menadahkan kedua tangan nya.
Namun seketika Tania telah berdiri tegak di hadapan Bela dengan tatapan iba,Bela memilih mundur perlahan-lahan ke belakang,karena ia tak kuasa menatap wajah Tania yang selalu saja ia anggap musuh baginya.
Mendengar ucapan Bela membuat Tari mengepalkan tangannya,gadis kecil yang kasih kesal terhadap Tania,kini dirinya telah berlari menghampiri Tania karena ia takut jika Bela akan berbuat kasar kepada nya.
Melihat sikap Tari seperti itu,hingga membuat Tania khawatir"Tari,sebaik nya kamu masuk ke dalam mobil,"titah Tania karena ia tahu persis bagaimana sikap Tari yang selalu saja menjadi pahlawan kesiangan.
"Tidak kak! sebaiknya kakak yang mundur,biar aku saja yang menghadapi pengemis tak berguna ini," seru Tari.
"Tari jaga sikap kamu!" titah Tania lalu menarik tangan Tari menuju ke arah mobil.
"Apa-apaan si kak,aku cuma ingin melindungi kakak dari pengemis itu,"protes Tari karena ia merasa dirinya tak berguna.
"Diam kamu Tari,sebaiknya kamu masuk ke dalam mobil," perintah Tania lalu berjalan menuju ke hadapan Bela.
__ADS_1
"Ah kakak!" gerutu Tari sambil membuka pintu mobil.
Menyaksikan hal itu membuat Bela mematung dan membisu,wanita yang berpakaian lusuh,rambut yang acak-acakan,dan aroma tubuh yang tak sedap,kini dirinya menganga sembari berpikir"Mengapa dia ingin membelaku",gumam nya sambil menundukkan kepalanya di hadapan Tania yang telah berdiri tegak di hadapan nya.
"Bela,boleh kah aku pinjam waktu nya sebentar?" pinta Tania lalu memperhatikan keadaan Bela dari ujung kaki sampai rambut.
Bela yang menyadari kelicikan nya selama ini ia hanya bisa mematung dan membisu,wanita licik dan sombong itu benar-benar malu di hadapan Tania,hingga membuat wajah nya memerah seperti tomat.
Allah telah menunjukkan kuasanya malam ini,di mana Bela yang selalu menghina Tania karena kemiskinannya,dan seketika ia melihat keadaan Tania yang jauh lebih sukses saat ini.
Bela baru menyadari jika roda kehidupan ini berputar,dan lisan yang tak mampu terjaga maka akan menjadi malapetaka buat dirinya sendiri.
Di mana lagi harta yang di bangga- banggakan Bela selama ini? dan seperti nya hanya dalam kurun waktu singkat semuanya telah lenyap di telan bumi.
Apalagi yang harus dia bangga-banggakan? karena makan saja hanya bisa mendapatkan belas kasi dari orang lain.
Sungguh malang nasib wanita yang kaya raya itu.
Namun dunia begitu salut kepada Bela,karena ia lebih memilih untuk bertahan hidup dengan cara mengemis,daripada harus melakukan hal-hal yang di haramkan oleh Allah.
Melihat kondisi Bela seperti itu hingga membuat Tania meneteskan airmata,lalu bergegas memeluk wanita yang sudah tak berdaya sejak Tadi.
Jangan tanyakan lagi bagaimana aroma seorang pengemis jalanan yang bahkan seminggu saja tak pernah tersentuh oleh air atau sabun,kucing saja enggan untuk menatap nya apalagi manusia.
Namun berbeda dengan Tania,gadis desa yang selalu di hina oleh Bela,kini dirinya sudah merasakan bagaimana aroma tubuh dari seorang pengemis jalanan.
__________
Sedari itu.
Jangan sombong dengan apa yang kita miliki hari ini,karena harta hanyalah titipan semata dan itu akan menjadi ujian bagi setiap hamba Nya.
__ADS_1
Semoga kita semua selalu di tegakkan dalam keimanan,serta di lembut kan hati nya agar di jauhkan dari benih-benih kesombongan.
Aamiin.