Istrimu Adalah Pilihanku

Istrimu Adalah Pilihanku
IAP. 102.


__ADS_3

Rico semakin marah saat memikirkannya, "Arrgghhhh…..!" Rico berteriak frustasi seraya menendang kaleng yang berada di atas tanah.


Sementara itu Seto dan Bimo telah sampai di tempat tujuan yaitu hotel, ia melangkah ke meeting room Seto dan Bimo segera masuk. Di sana terlihat ada dua laki-laki yang saling berhadapan, sepertinya mereka bertiga memang sedang menunggu kedatangan Seto.


Satu orang laki-laki di yakini Seto berasal dari negeri Paman Sam, dan yang satunya lagi adalah dari Indonesia di lihat dari wajahnya sepertinya seumuran dengan Seto.


" excuse me..?!" Seto mendekati kedua kliennya dengan bahasa asing, karena ia tahu salah satu kliennya tidak bisa berbahasa Indonesia.


"I'm Seto Permana, from the Permana group company," Seto memperkenalkan diri.


"Oh..saya Angga dan ini bos saya Mr. Medly," kata orang itu yang seumuran dengannya.


Lalu Seto dan Bimo menjabat tangan mereka secara bergantian, rupanya kliennya itu membawa penterjemah agar ia dengan mudah memahami ucapan lawan bicaranya nanti.


Kemudian Angga mempersilahkan Seto dan Bimo untuk duduk, mereka segera memulai pertemuan itu. Seto memperkenalkan perusahaan milik Almarhum papanya, dan beberapa bisnis miliknya untuk menawarkan kerjasama.


Tuan medly tidak bisa berbahasa Indonesia, jadi ia berbicara bahasa Inggris, Angga menterjemahkan setiap kata yang di katakan Seto, agar bosnya itu paham.


Seto berbicara panjang lebar dan ditail, tak ada yang terlewat dari setiap penjelasannya. Hingga membuat kliennya begitu tertarik dari apa yang Seto sampaikan.


Setelah beberapa jam, akhirnya mereka mengakhiri pertemuan hari itu juga. Mr, medly saat itu juga mengajukan kerjasama dengan perusahaan milik Seto itu. Rasanya Seto begitu bangga dapat menerima tender ini, terlebih lagi ini tender besar yang pastinya keuntungan akan jauh lebih fantastis dari sebelum-sebelumnya. Bisa di katakan ini rejeki si jabang bayi.


Setelah berpamitan, Seto dan Bimo hendak melangkah untuk kembali ke parkiran mobil. Namun suara khas dari seseorang menghentikan langkah Bimo.


Suara itu begitu familiar, Seto berlalu meninggalkan Bimo yang masih mematung dan menoleh ke belakang mencari sumber suara, matanya dengan tajam memperhatikan dan mencari pemilik suara itu. Setelah beberapa saat akhirnya Bimo menemukannya, namun Seto tak menyadari kalau asistennya itu masih berdiri di tempatnya.


Seto masuk kedalam mobil, ia menunggu Bimo dengan merokok, ia berpikir Bimo pergi ke toilet jadi ia akan menunggu sembari membakar satu batang rokok yang baru saja di ambilnya dari bungkus.


Bimo sadar lelaki yang di ujung sana adalah Angga, lalu wanita yang baru saja hadir dan menyapa lelaki itu adalah.. suasana hati Bimo menjadi tak karuan, dari hasil penglihatannya bibirnya menjadi kelu serta wajahnya menjadi muram.


Kedua mata Bimo begitu terkesiap, saat melihat Angga menyambut kedatangannya dan memeluk mesra wanita yang sekarang duduk di sampingnya. Sedangkan Mr. Medly sudah tidak nampak di sana.


 "Honey.." panggilan itu meluluh lantakkan hati Bimo.

__ADS_1


Bimo masih tak lepas memandangi Hana dari kejauhan,  ia sangat terkejut Angga memanggil wanita itu dengan sebutan honey.


"Apakah pertemuanmu sudah selesai?" tanya Hana pada Angga, namun karena jarak Bimo yang agak jauh membuat ia tidak begitu dapat mendengar apa yang di katakan Hana.


Yang tidak di ketahui Bimo, Angga adalah cucu angkat dari nenek Hana, mereka berdua di jodohkan. Walaupun Hana tidak mencintai lelaki itu tetapi ia tidak dapat membantah dan menolak keinginan neneknya.


" Sudah." jawab Angga, " Bukankah tadi kau berkata tidak bisa kesini, karena nenek menyuruhmu pulang? Kenapa tiba-tiba kau bisa datang Hem..? tanya Angga lagi.


"Nenek menyuruhku untuk menemuimu." Jawab Hana.


"O.. begitu?" Angga mengangguk-anggukan kepalanya.


Hana menyandarkan punggungnya di sandaran kursi sembari melipat tangannya di atas perut. Wajahnya begitu muram seolah sedang memikirkan sesuatu.


Bimo memutuskan untuk mencari tempat duduk yang tak jauh dari mereka, namun posisinya Bimo terlihat membelakanginya agar Angga maupun Hana tidak mengenali dan melihatnya.


Melihat Hana yang merubah eksepsinya Angga pun bertanya " kau kenapa honey?"


"Apa kau marah karena aku memintamu untuk berhenti bekerja?" tanya Angga lagi.


Hana hanya menggelengkan kepalanya tanpa mengeluarkan suara.


"Kenapa hidupku kacau begini, demi melupakan Bimo aku menerima tawaran nenek untuk menikah dengan Angga?" gumam Hana dalam hati.


Lalu ponsel Bimo berdering, itu panggilan dari Seto, melihat nama pemanggil Bimo segera beranjak dan meninggalkan acara mengupingnya itu ia lebih takut kena ceramah Seto di bandingkan untuk memenuhi rasa ingin tahunya lebih jauh perihal Hana.


🌹🌹🌹🌹🌹


Hari semakin sore, Rico masih dalam suasana hati yang dongkol, tiba-tiba bel pintu berbunyi, suara dari luar juga terdengar memanggilnya.


"Akhirnya kau pulang," Rico sangat senang melihat siapa yang baru saja datang ia segera memeluk wanita itu dengan erat.


"Apa yang terjadi? Kenapa penampilanmu sangat buruk?" ucap Clara.

__ADS_1


" Aku bangkrut Cla..aku bangkrut!" ucap Rico frustasi.


"Bagaimana bisa?" ucap Clara seakan tak percaya.


"Itulah kenyataannya, proyek mall yang aku tangani kemarin, rupanya investor utamanya adalah Seto, suami Arini sekarang..dan ia memecatku dan membuat aku kesulitan mencari pekerjaan di manapun karena semua projects telah mengabarkan perihal buruk tentang kinerjaku." tutur Rico menjelaskan.


Rico hendak mengajak masuk Clara, namun dengan secepat kilat Clara menolak ajakan lelaki itu, "kenapa?" tanya Rico dengan menyerngitkan dahinya.


"Aku kesini hanya untuk bertamu, dan memberikan undangan ini untukmu." 


"Undangan apa?" Rico menerima kertas berwarna gold lalu dengan mengkerutkan kening ia membukanya.


Rico melihat kata undangan dan nama calon pengantin di sampul kertas itu membuatnya terbelalak, melihat itu Rico segera merobeknya dan memegang tangan Clara.


"Sakit Rico. Lepaskan!" Clara mencoba melepaskan pegangan tangan Rico yang sangat kuat, dan begitu menyakitinya.


"Lepaskan!!" Suara seorang lelaki dari arah belakang Clara membuat Rico melonggarkan pegangannya, hal itu di gunakan Clara untuk melepaskan diri lalu berjalan mundur dan berbalik menghampiri pemilik suara tadi.


"Siapa kau?!" 


"Aku calon suami Clara, memangnya kenapa?" 


"Omong kosong! Clara itu istriku." Rico tak mau kalah, ia berjalan mendekati Clara dan mencoba merebut wanita itu dari pelukan lelaki asing yang berada di hadapannya.


Lelaki itu menyuruh Clara untuk masuk kedalam mobil, Clara pun segera menurut lalu dengan sekali pukulan Rico pun tumbang dengan darah yang mengalir di sudut bibirnya.


"Sebenarnya aku tidak mengijinkan wanitaku menemuimu. Namun karena ia ingin mengundangmu jadi aku mengijinkannya, tapi jika kamu berusaha mendekatinya lagi...akan ku pastikan kakimu tidak akan berada pada tempatnya!"  Lalu lelaki itu menendang Rico lagi dan berlalu meninggalkannya.


Setelah mobil itu melaju meninggalkan rumahnya, Rico berusaha bangkit dan meluapkan kekesalannya dengan memukul pintu hingga darah segar kembali mengalir di buku-buku tangannya.


Bersambung....


Bagaimana part ini ? Jangan lupa like komen rate dan vote 🥰

__ADS_1


__ADS_2