Istrimu Adalah Pilihanku

Istrimu Adalah Pilihanku
IAP. 38.


__ADS_3

Clara menoleh ke belakang, saat suara berat itu meneriakkan namanya. Matanya membesar kala melihat Rico berada di ujung pintu kamar dengan tatapan gamang.  pria yang mengenakan kaos oblong membawa tastpack negatif yang ia genggam dengan raut wajah kekecewaan. Mata mereka bertemu dengan jarak yang saling dekat. bibir dan tangan Clara tampak gemetar ketika pandangan mata mereka saling beradu, kilat kemarahan terpancar jelas di manik hitam suaminya itu.


Rico menatapnya tanpa ekspresi. hatinya seakan mati. Karena dia mengetahui Clara berdusta akan kehamilannya, kecewa karena Rico berharap kehamilan itu benar adanya.


Dalam pikiran Rico mengapa Clara harus berbohong dengan mengatakan dia hamil, seolah memberi harapan tinggi lalu di hempaskan ke tanah. 


Testpack di tangan Rico terjatuh. tidak ada kata yang terucap dari bibirnya hanya menatap wajah Clara dengan pikirannya yang berkecamuk.


Kecemasan memenuhi pikiran Clara, dia mengulur tangannya seakan hendak menggapai Rico. Dan kaki kanannya bergeser ke depan.


"Jangan mendekatiku!"  ucap Rico lirih.


tak peduli dengan ucapan Rico Clara tetap melangkah mendekati Rico yang mematung.


Pyaar!!


Rico menonjok kaca rias, buku tangannya mengucurkan darah karena pecahan kaca tertancap dan melukai tangannya.


Mungkin ini hanya hal sepele, bisa saja punya anak nanti-nanti, tapi masalahnya Rico merasa di bohongi dan di permainan. Lelucon yang di perlihatkan Clara begitu menusuk hatinya, kesal, dan amarah memenuhi benaknya.


Sejenak Rico mengedarkan pandangannya, di kamar yang di penuhi barang-barang Clara. Ia memaksakan senyum di tengah hatinya yang lara. Ia berpikir ada mahluk kecil yang menaungi perut istri mudanya itu ternyata hanya sebuah kepalsuan.


Rico berbalik pelan. Menyeret langkahnya keluar dari kamar itu. Nyeri masih berdenyut saat bayangan memiliki buah cinta bersama Clara hanya tinggal angan semata. darah yang mengucur seolah gambaran akan luka di hatinya.


Ia menyadari sakitnya di bohongi bak ratusan anak panah sengaja di tancapkan ke tubuhnya.


Clara berlutut di kaki Rico mohon pengampunan atas kebohongannya, dalam hati wanita itu jangan sampai Rico menceraikannya hingga tujuannya tercapai. begitu besarnya cinta Rico pada Clara hingga ia sangat mengharapkan keturunan dari istri mudanya.


Waktu telah menunjukkan jam sembilan malam. hujan turun membasahi kota itu, hujan turun makin lebat, udara dingin kian mengigit Seto yang masih di rumah kekasihnya terjebak dalam kehangatan canda gurau Arini. Membuatnya enggan untuk beranjak pulang dari sana.


Arini memejamkan matanya, suasana begitu saja mengalir hingga saat ini Seto telah menautkan bi..birnya, Seto menyentuh lembut tengkuk Arini dengan lembut ia membenamkan bi..birnya semakin dalam.


Entah bagaimana asalnya, mereka terhanyut dalam buaian cinta, kelembutan Seto, tatapan matanya, senyuman manisnya seolah mampu menghipnotis Arini tanpa ada kuasa untuk menolaknya.

__ADS_1


Namun Seto tak ingin berbuat lebih, ia hanya menginginkan bibir ranum Arini. ciumannya ia perdalam, tangannya menyentuh lembut telinga Arini hingga menciptakan gelayar yang membuat tubuh wanita itu seketika menegang.


Seto melepaskan pagutannya, ia tersenyum lembut seraya mengusap bi..bir Arini yang basah karenanya.


" Kau tidak marah kan aku melakukannya?" tanya Seto dengan masih mengusap bi..bir Arini.


Wanita itu menggeleng, dengan raut wajah yang telah memerah menahan malu. terlihat jelas di kedua belah pipinya. 


Seto terkekeh "sayang..ikutlah denganku besok." tangannya terulur menyibakkan anak rambut Arini yang sedikit menutupi wajahnya.


Tangannya berpindah menggenggam tangan Arini dan menciumnya. Ia begitu menginginkan Arini hatinya benar-benar telah jatuh pada wanita bersuami itu.


Arini mengangguk, entah sihir apa yang di miliki Seto hingga membuatnya tak mampu menolak Lelaki itu. Suasana yang semakin dingin seolah menguji kewarasan Seto yang sedari tadi menahan.


"Aku ingin bertanya padamu..?" 


"Apa itu sayang?" jawab Seto dengan masih mengelus lembut wajah Arini.


"Apa yang membuatmu mencintaiku?" tanya Arini tanpa melihat wajah kekasihnya itu, saat ini wanita itu menunduk karena malu.


"Kenapa kau bertanya seperti itu?" tanya Seto dengan heran.


"Aku hanya ingin tahu saja mas.." sejenak mata mereka beradu, Seto merangkul dan menjatuhkan kepala Arini di bahunya.


"Yang pasti aku mencintaimu tanpa syarat." mendengar ucapan Seto Arini ikut tersenyum.


Tangan Seto menepuk pelan bahu Arini, dengan begini saja sudah membuatnya bahagia. "Alana lelap sekali ya..?" tanya Seto tiba-tiba.


"Iya. Alana kalau sudah tidur memang tidak pernah rewel lagi." saut Arini.


5 minutes later.


10 minutes later.

__ADS_1


20 minutes later.


Arini hanyut dalam kelembutan sikap Seto, sungguh tidak pernah terbayangkan ia akan memiliki cinta terlarang ini. Walaupun belum sepenuhnya mencintai namun hatinya seakan tertali, ada rasa yang sulit di mengerti menggelora menghangatkan hati.


Seto memindahkan kepala Arini. Ia langsung memegang dan menaikkan wajah Arini hingga lebih dekat dengan wajahnya.


"Arini mulai sekarang percayalah..ada aku yang selalu menunggumu. Jangan pernah merasa sendirian, manisnya hubungan terlarang ini akan kita petik di kemudian hari, jika kau dengan iklas memberikan hatimu untukku." Ada rasa yang sulit terucap di benak Arini.


"Mas Seto benar-benar mengharapkanku?" tanya Arini penasaran.


Seto mengangguk, matanya kembali terpusat pada bibir ranum Arini yang membuatnya candu selepas ciumannya tadi. "Sial..aku menginginkannya lagi." ucap Seto dalam batin.


"Aku akan mencoba mempercayaimu mas.."  tatapan mata Arini melihat Seto fokus akan bibirnya.


Tatapan mata itu seolah mendamba saat bibir tipis miliknya menjadi sorotannya. Arini hendak mengalihkan pandangannya namun secepat kilat tangan Seto menahan wajahnya.


"Ma-s " tatapan Arini membulat saat Seto menanamkan kembali ciuman singkat di bibirnya secara tiba-tiba.


Seto mengakhiri ciumannya dan mengusap kembali bibir kekasihnya itu. " Mungkin mulai sekarang kau harus terbiasa dengan ini semua,"  Katanya dengan menatap mata Arini secara bergantian 


"Aku harus pulang, jika aku tidak segera pulang sekarang, aku takut tidak bisa mengontrol hasratku." ucap Seto lagi dengan terkekeh.


Arini memukul pelan dada Seto, namun secepat kilat tangannya Arini di tangkap, "berjanjilah sayang..kau akan memberikanku kesempatan untuk mendapatkan hatimu."  ucapnya dengan mengecup lagi buku tangan Arini.


Arini mengangguk, setelah itu Seto pun beranjak untuk pulang. Arini mengantarkan Seto sampai ke pintu rumah saat hendak keluar Seto menahannya. " Sampai di sini saja. aku tunggu kabar darimu." kemudian Seto melangkah dengan menaruh tangannya ke atas kepala sebagai payung.


Setelah kepergian Seto hati Arini begitu ambigu, ada hasrat yang membelenggu seolah terikat namun tak kuat. seolah bebas namun tak bisa lepas, kemudian Arini menutup pintu masih berdiri di baliknya dengan memegangi bibir yang telah terjamah oleh kekasih gelapnya. bibir yang seharusnya hanya untuk Rico kini terbagi untuk Seto juga.


Tidak mampu Arini pungkiri rasa nyaman yang di berikan Seto menciptakan ruang tersendiri di dalam relung hatinya.


Bersambung......


aduh..aduh..aduh..buah semangka buah duren

__ADS_1


mas Seto Permana terlalu keren 😂


ayo jika sudah baca minta uang parkir dengan cara like komen rate dan vote ya ❤️😘🥰🥳


__ADS_2