
Kabar bahagia itu tentunya menjadi kabar yang sangat meresahkan untuk Rico, lelaki itu menjadi terobsesi, setelah perpisahannya dengan Arini Rico benar-benar berubah, mengabaikan Clara bahkan gelora dan gairah bercinta dengan wanita itu pudar begitu saja, seperti kata pepatah habis manis sepah di buang.
Semenjak Arini tak menyandang status sebagai istrinya lagi, lelaki itu sering menghabiskan waktu sendirian, mengabaikan Clara dan memilih tidur terpisah dengan alasan kecapaian. Apalagi akhir-akhir ini Rico memiliki ruangan rahasia yang tidak boleh siapapun memasuki ruangan itu tanpa terkecuali Clara.
Bekas pukulan Seto beberapa hari lalu telah membaik, namun tidak dengan suasana hatinya, lelaki itu masih sangat membara ingin membalas perbuatan Seto, kini Rico sedang berada di ruangan pribadinya merebahkan diri di sana, setelah yakin semuanya sudah di tutup lelaki itu berbaring dan menyembunyikan wajah lelahnya.
Saat ini Rico hanya ingin sendirian saja, tanpa di ganggu oleh siapapun. Rico menghempaskan tubuhnya di ranjang single bad yang hampir satu bulan ini ada di sisi lain ruang kerjanya, ia gunakan ketika dirinya telah lelah, dengan tumpukan berkas yang terbengkalai di meja kerjanya itu.
Rico menatap langit-langit ruangan bernuansa putih dengan beberapa lampu ruangan disana.
Lelaki itu tak mengeluarkan suara apapun, diam dengan seribu pemikiran yang bergejolak di dalam otaknya. hanya suara detak jarum jam yang terdengar menghiasi kesepiannya.
Kemudian Rico menatap kesamping, menatap foto wanita yang kini membuat dirinya menggila, wanita tercantik dengan senyuman yang selalu menghiasi bibirnya.
Wanita itu menggunakan kebaya putih dengan dengan tubuh ramping, make up tipis yang menambah keanggunannya begitu juga dirinya yang memeluk wanita itu dari belakang.
Rico tersenyum, itulah foto pernikahannya dengan Arini dulu, bahkan tanpa seorang pun sadari Rico diam-diam memajang foto tersebut di ruangan rahasianya ini, itulah alasannya siapapun tidak boleh ada yang masuk ke ruangan ini terutama Clara.
Bahkan ada rasa sesal di hati Rico, lantaran dulu ia pernah membanting dengan keras pigura tersebut, sampai kacanya pecah dan melukai jari Arini ketika awal-awal ia mengkhianati pernikahannya.
Andai dirinya dulu, tidak berjumpa dengan Clara, dan bertindak gegabah melakukan pernikahan siri demi wisata masalalu, mungkin Arini saat ini masih berada di sisinya, bahkan berada satu ranjang dengannya.
Tiba-tiba Rico terpikirkan akan satu hal, Rico berjalan menuju meja kerjanya dengan tumpukan berkas terbengkalai itu
Kemudian Rico duduk di kursi, dan tangannya bergerak menarik pelan laci kecil di sebelah kiri meja tersebut untuk mengambil ponsel khusus untuk kerjaannya, lantaran ponsel yang di sakunya itu sering di cek Clara.
Setelah itu Rico menghubungi nomor temannya. Tidak butuh waktu lama, akhirnya panggilan itupun tersambung.
"Ya, halo ada apa? berita apa lagi yang ingin kau ketahui dari mantan istrimu" tanya seseorang di seberang sana, seseorang itu yang kemarin di tugaskan oleh Rico untuk melacak keberadaan Arini.
__ADS_1
"Tom..bisa nggak kamu cari tahu, alamat rumah mantan istriku yang sekarang?"
Tomi adalah rekan dan informan terpercaya Rico, Tomi sudah bekerja dengannya sejak lama, Rico rasa Tomi adalah orang yang tepat untuk rencananya ini.
"Lagi?"
"Iya. Jika kamu berhasil, bayaran akan lebih gede dari yang kemarin."
Tomi yang mendengar itu tersenyum senang, lumayan kalau ada pemasukan tambahan lagi untuknya.
"Ok, ditailnya nanti kamu wa aja."
Setelah panggilan mereka berdua selesai, Tomi mendapatkan pesan WhatsApp yang bertuliskan..
"Cari tahu alamat rumah baru mantan istriku, apapun Itu informasikan padaku." dengan di sertai foto Arini dan Alana.
Tomi hanya terkekeh, sambil melihat foto wanita cantik yang di kirimkan bosnya itu.
Tapi untuk apa Rico ingin tahu lagi tentang mantan istrinya, bukankah ia sudah memiliki istri baru sekarang, toh istrinya yang saat ini juga lebih seksoy dari mantannya ini.
Tomi menutup mulutnya sendiri menahan tertawa, sambil menduga-duga sendiri spekulasinya dalam hati.
Atau jangan-jangan Rico menyesal bercerai dari mantan istrinya ini, dan apakah ia berniat balikan lagi? atau dirinya malah terobsesi?.
Rico masih terduduk termangu di kursi kerjanya, matanya menatap wallpaper ponselnya, yang memperlihatkan foto dirinya bersama Arini dan Alana ketika Alana masih bayi dulu.
"Aku kangen, Rin, sama kamu," ucap Rico lirih penuh kerinduan.
Nafas beratnya berhembus melewati mulutnya, seolah banyak sekali beban di dadanya Rico.
__ADS_1
"Aku bakal nyoba buat dapatin kamu lagi Rin, apapun caranya." lirih Rico.
Rico keluar dari ruangan ingin turun di lantai bawah, saat menuruni anak tangga Clara tiba-tiba saja berada di belakangnya.
"Mas kamu mau kemana mas?" tanya Clara.
Rico tak berkata apapun, ia mengabaikan Clara bahkan ia mengurungkan niatnya untuk turun, ia berbalik badan mengabaikan istrinya tersebut dan berjalan menaiki anak tangga, menuju ruang kerjanya lagi meninggalkan Clara yang masih terdiam di anak tangga. Sambil memegang dadanya yang terasa sesak itu karena di abaikan oleh Rico.
Hatinya merasa begitu sakit dan pilu, awalnya memang dia tidak tulus dengan Rico, namun entah mengapa dirinya tanpa menyadari merasakan sakit saat Rico mengabaikannya.
Clara turun di ruang keluarga, menghempaskan bokongnya di sofa, kemudian ia menutup wajahnya menggunakan kedua telapak tangannya.
Kenapa, saat ia mulai mencintai Rico, malah hati suaminya itu berubah dingin seolah dalam hatinya terisi oleh orang lain. dirinya yang selalu di prioritaskan sekarang seolah hanya menjadi rutinitasnya saja.
Clara kira, ketika Rico telah sah berpisah dengan Arini ia akan lebih mudah menguasai Lelaki itu, ia akan memiliki Rico sepenuhnya namun perkiraannya salah.
Bahkan akhir-akhir ini dirinya dan Rico pisah ranjang, lelaki itu lebih memilih tidur di ruang pribadinya, walaupun awalnya Clara menyukai Rico karena hartanya, namun sialnya ketika hatinya telah jatuh cinta kepada Rico sejatuh-jatuhnya. Rico tidak merespon balik malah lelaki itu dingin kepadanya dan mengabaikannya.
Clara menyandarkan kepalanya di sandaran sofa, dia memejamkan mata sejenak andai saja ia bisa hamil mungkin Rico akan menyayangi dirinya.
Clara mengigit bibir bagian dalamnya, bagaimana jika suatu saat Rico tahu dan marah besar lalu meninggalkannya? itu benar-benar sangat menakutkan baginya.
Sesampainya Rico di dalam ruang kerjanya, lelaki itu tak lupa mengunci ruangannya rapat-rapat, agar tak seorangpun mengganggu dirinya termasuk Clara sekalipun.
Ruangan ini sangat tertutup dan tidak boleh ada yang masuk selain dirinya. Hanya dirinya karena di ruangan ini dia menyembunyikan sesuatu, jangan sampai Clara mengetahuinya.
Pernah sekali Clara ingin masuk, namun untungnya dirinya tahu, secepatnya Rico menyuruh Clara agar tak datang ke kamar ini lagi dan jangan datang lagi Rico sangat menekankan itu.
Isi dalam ruangan itu adalah…..
__ADS_1
Bersambung…
berikan dukungan untukku dengan cara like komen rate dan vote ya biar aku makin giat update 🌹❤️