Istrimu Adalah Pilihanku

Istrimu Adalah Pilihanku
IAP. 23.


__ADS_3

Arini masih meringkuk memeluk dirinya sendiri. Hatinya terluka oleh lelaki yang di cintainya, ia sudah terbiasa di acuhkan oleh Rico namun menerima kenyataan suaminya beristri lagi rasanya seribu pisau seolah menikam hatinya.


Arini hanya memendam sakit hatinya seorang diri. Rico yang ia harapkan menjadi sandaran hati telah menciptakan luka yang menganga begitu lebar, tak hanya itu pernyataan dari pria tadi seolah sebotol cuka yang ia tuangkan ke dalam luka baru yang masih mengeluarkan darah.


Rico dan Clara saat ini sedang berada di kamar tidur mereka, Rico mengelus puncak kepala Clara yang saat ini berada dalam pangkuannya. Saat hendak berangkat bekerja tadi Rico di telepon oleh Clara yang menyatakan bahwa ia kurang enak badan dan tidak bisa di tinggal sendirian.


Clara menikmati setiap sentuhan lembut dari Rico, hati wanita itu sedang meloncat gembira ibarat ia sedang menang kuis. Clara sangat yakin sebentar lagi Rico akan mencampakkan Arini sejak pertemuan dengannya Rico tidak pernah lagi menyentuh istrinya lelaki itu selalu memenuhi kebutuhan biologisnya dengan Clara.


Hanya tinggal selangkah lagi menyingkirkan Arini. Clara akan membuat Rico selalu berada dalam genggamannya dengan alasan kehamilannya ini.


"Ayang..aku ingin jatahku lebih banyak daripada Arini," kata Clara.


"Cla..ada Alana anakku di sana yang masih kecil dan membutuhkan susu, lagian aku makan juga selalu di rumah Arini. Aku hanya memikirkan Alana saja." kata Rico.


Clara bangkit dari pangkuan Rico, tentu saja wanita itu seketika tidak setuju akan apa yang baru saja Rico katakan. " Mas..aku ini sedang hamil loh..Alana sudah tidak bayi lagi, toh selama ini kamu juga selalu memberikan lebih sedikit untuk Arini, lalu kenapa sekarang kamu memikirkannya?" 


Rico terdiam, memang benar yang di katakan Clara, selama ini dirinya tidak adil membagi penghasilan namun kenapa hatinya Sekarang berkata ia harus berlaku adil terlebih ada Alana, darah dagingnya.


"Selama ini kan memang lebih banyak kamu daripada Arini..lalu kenapa kamu meminta lebih lagi?" tanya Rico.


"Tidurlah..aku harus kembali bekerja."


Rico menenangkan Clara, ia mencium pipi dan memeluknya, mengusap rambut istri mudanya dengan penuh kasih sayang. Rico merebahkan tubuh Clara di tempat tidur mengusap punggung wanitanya agar segera terlelap.


Namun hati Rico sekarang gundah, ia memikirkan Arini, sungguh ia tidak bermaksud menyakiti istri pertamanya itu dengan mengabarkan kehamilan Clara. 


Kini Clara sudah terlelap, Rico bergegas meninggalkannya untuk kembali ke proyek, namun sebelum itu ia mengecup bibir wanitanya sekilas kemudian berlalu pergi dari sana.


🌹🌹🌹🌹🌹


Bimo sudah sampai di tempat targetnya. Lelaki itu tak berhenti mengumpati Seto. Sungguh jika bosnya itu memiliki keinginan sudah pasti ini adalah hari terberat baginya. Seto adalah tipikal lelaki ngeyel dan harus mendapatkan apa yang ia inginkan tak peduli apapun.


Mau Arini sudah bersuami atau belum kalau Seto sudah menginginkannya sudah pasti ia harus mendapatkannya.

__ADS_1


"Bisa-bisanya istri orang terlihat menggoda di mata Bos Se..," gumam Bimo seraya memperhatikan rumah Arini.


Lalu Bimo membuka laptopnya, ia mengamati gambar Arini di dalamnya, semua informasi dan hal mengenai Arini telah berada dalam laptop itu. Bimo adalah salah satu hacker andalan Seto, semua informasi seseorang akan mudah Bimo dapatkan untuk itu dirinya selalu menjadi tangan kanannya Seto.


"Pantesan bikin Bos Se..terpikat, cantik juga binik orang." gumam Bimo lagi seraya melihat-lihat potret Arini.


Bimo mengeleng tak percaya, " sepertinya Bos Se tidak main-main dengan wanita ini. Sebelumnya setiap targetnya akan berkahir di bawah tubuhnya saja. Namun dengan Arini seolah bos Se layaknya macam yang kehilangan taringnya, hadeh..sudah kena virus bucin. Budak cinta," ucap Bimo seraya mentertawakan kekonyolan Seto.


Bimo kembali fokus mengawasi rumah Arini, ia tidak ingin di penggal kepalanya jika sampai hal tentang Arini tak terdengar di telinga bosnya itu.


Saat ini Seto sudah terbangun, lelaki itu sudah selesai mandi, kini tubuh kekarnya juga telah terbalut jas. Dia keluar dari hotel menuju kantor cabang yang berada di kota x.


Setelah beberapa waktu ia turun karena mobilnya telah sampai di kantor yang ia tuju. Para pegawai di buat terpesona akan ketampanan Seto. Sudah lama rasanya para mata karyawati tidak melihat yang seger-seger seperti sekarang ini.


Lelaki itu melenggang begitu saja masuk ke dalam lift, dirinya tak menyadari ia telah menciptakan kegaduhan para karyawati yang sedari tadi berlonjak gembira menggosipkan ketampanannya.


Tadi setelah kepergian Bimo, lelaki itu masih menikmati mimpi indahnya bercumbu manja dengan Arini, sungguh imajinasi yang konyol.


"Baby Se..," ucap Seto setelah menempelkan benda pipih itu ke telinganya, namun matanya masih enggan untuk terbuka.


"Baby Se..siapa baby Se?"


Mata Seto mendadak mendapatkan power seratus Watt, ia terlonjak kaget mendengar suara yang baru saja menyahutinya. Bagaimana tidak kaget suara itu adalah suara dari maminya.


Seto gelagapan, ia mengusap wajahnya, kemudian melirik layar ponselnya memastikan ini bukan maminya, namun harapannya nihil tetap saja itu adalah sang mami.


Sudah pasti setelah ini dirinya akan di interogasi bak maling yang tertangkap polisi. Menyebalkan.


"Maaf.." ucap Seto sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Panggilan itu beralih ke Vidio call, terlihat maminya sesuai tebakannya akan menjadi polisi dadakan yang siap mengintrogasi penjahat.


"Siapa baby Se..apa sekarang dia sedang satu kamar denganmu..dimana dia?" tanya maminya yang curiga pada putranya itu.

__ADS_1


Selama ini maminya telah mendengar beberapa laporan jika putra kesayangannya itu sering membawa gadis untuk menemaninya tidur, itu sangat membuat maminya kesal maka dari itu ia selalu berusaha menjodohkan Seto agar putranya itu jauh dari Zina.


"Anu, Mi!"


"Anu," maminya menatap curiga ia memperhatikan sekeliling matanya menilisik tajam dalam layar ponsel.


"Anu apa?" sambungannya kemudian.


"Itu nama klien yang akan aku temui nanti, namanya Baby Se."


"Beby Se klien dari mana?"  tanya maminya curiga.


"Jepang." jawab Seto dengan cepat.


Alis maminya mengkerut tanda ia semakin bingung dengan pernyataan putra kesayangannya itu. "Lah.. mami belum menerima berkas apapun tentang klien Jepang, sejak kapan kamu bekerja sama dengan Baby Se?" 


"Baru kemarin mi." jawab Seto setengah frustasi, sepertinya drama pertanyaan maminya akan sulit di akhiri, lelaki itu sudah kehabisan kata untuk menjawab.


Maminya menarik nafas dalam, ia menduga putranya itu telah menghabiskan malam panjang bersama wanita penghibur yang bernama baby Se, "ya sudah. cepat ke kantor x ada sedikit masalah di sana, jangan buat mami curigaan ya, yang bener kamu!"


"Mami ini mengacaukan mimpi indahku saja padahal sebentar lagi aku sudah bisa mendekap tubuh Arini tadi, baby Se adalah calon mantumu kelak mi."  gumam Seto dalam hati.


"Iya," kemudian panggilan itu terputus.


Itulah ceritanya mengapa Seto berada di kantor x nya sekarang, lelaki itu tampak serius menangani masalah di kantor itu. tentu saja lelaki itu tidak ingin membuang waktu karena ia ingin memiliki banyak waktu luang untuk pendekatan dengan Alana dan target utamanya Arini.



Bersambung......


wah mami mas Seto curigaan ya 🤣


yuk jangan pelit like komen dan vote ya gengs 🥳❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2