Istrimu Adalah Pilihanku

Istrimu Adalah Pilihanku
IAP. 29.


__ADS_3

happy reading..😉😉😉


Setelah mengangkat telepon Seto berpamitan kepada maminya untuk ke kafe, ada seseorang yang ingin bertemu dengannya disana membahas pekerjaan tentunya. Lelaki berparas tampan itu meraih tangan maminya dan menciumnya ia berpamitan pergi dan meninggalkan sebuah kecupan singkat di kedua pipi wanita itu.


🌹🌹🌹🌹🌹


Siang harinya, terdengar suara sepatu high heel memasuki gedung perkantoran milik Seto. Dia adalah pemilik dari perusahaan itu.


Setiap karyawan yang memandangnya menunduk dan menyapa. Namun wanita paruh baya itu tidak menjawabnya. Di lihat dari wajahnya wanita itu terlihat sedang terburu-buru dan nampak serius.


Tentu saja itu membuat yang mengenalinya terlihat aneh. Pasalnya pemilik perusahaan itu tidak biasanya seperti itu, mereka semua berpikir apakah ada hal besar yang mengancam perusahaan yang mereka naungi. Mereka menjadi takut karena wanita itu terlihat enggan menjawab sapaan mereka.


Dia adalah Septi Pramana, ibu dari seorang CEO bernama Seto Pramana. Septi masuk kedalam lift dan menekan tombol angka paling atas. Septi keluar setelah pintu lift terbuka dan dia sampai tepat di lantai ruangan Seto.


"Selamat datang Bu," ucap karyawan wanita Sekretaris cadangan Seto.


"Dimana Bimo?" 


"Pak Bimo ada di ruangan," jawabannya.


Septi langsung saja melangkah menuju ruangan dimana Bimo berada, Septi mendobrak pintu dan langsung masuk kedalam ruangan.


Braak!!


Bimo terlonjak kaget saat melihat Septi mendobrak pintunya secara kasar, bos besarnya itu memberikan tatapan menyelidik saat melihat wajah Bimo. Wanita itu menurunkan kacamatanya dan menatap tajam ke arah Bimo.


Bimo menelan salivanya, dia menyapa Septi dengan terbata-bata, " s-s- selamat siang Bos mami," 


"Bimo sejak kapan kau lebih memihak Seto dan menyembunyikan fakta ,yang katanya anak nakal itu telah memiliki kekasih. bahkan memamerkan padaku pagi tadi bahwa wanita itu adalah calon istrinya?!"  tanya Septi dengan nada kesal bercampur marah.


Bimo mengusap tengkuknya, "maksud dari perkataan Bos mami apa ya..?" 


"Jangan pura-pura bodoh kamu!" bentak Septi.


Bimo terlonjak kaget, "Bos mami maafkan Bimo. ini semua permintaan bos Se yang menginginkan agar tidak memberi tahu dulu kepada bos mami. Karena bos Se sendiri yang akan mengatakannya kepada bos mami," 


"Kau tahu saat Seto mengatakannya tadi pagi rasanya aku ingin marah padamu terutama anak itu, kalian semua memang anak kurang ajar!" hardik Septi.

__ADS_1


"Bos mami bukannya sudah marah?" jawab Bimo.


"Diam kamu!" bentak Septi.


Bimo kembali terlonjak kaget, "i-iya bos mami," 


"Aku nggak mau tahu, segera berikan berkas informasi mengenai wanita itu. Jangan sampai Seto berulah lagi."  kesal Septi.


Seto berjalan gontai masuk kedalam gedung kantornya, Seto seperti kehilangan separuh dirinya saat ia mengirimkan pesan kepada Arini untuk mengajaknya makan malam nanti tapi di tolak olehnya karena wanita itu ada acara dengan Rico.


Saat selesai menemui kliennya di kafe tadi lelaki itu memutuskan untuk kembali ke kantor saat masih di perjalanan ia mengirimkan pesan untuk Arini, namun balasannya tidak sesuai harapan.


Dirinya merasa patah hati, Seto telah menaruh hati kepada Arini, namun seolah wanita itu tidak peka terhadap perasaannya. Arini wanita pertama yang sulit ia taklukkan.


Seto keluar dari dalam lift dan hendak masuk ke dalam ruangannya. Namun Seto menghentikan langkahnya saat mendengarkan suara maminya sendiri.


Pintu ruangannya terbuka lebar, dan Seto membelalak saat melihat maminya tengah memarahi Bimo.


"Mami..gawat ini pasti dia mencari tahu tentang foto tadi pagi, aku harus bersembunyi." gumam Seto.


Seto memutar balik tubuhnya, dia melangkah berjalan menuju lift.


Bimo tidak sengaja melihat Seto. tidak ingin kena omel sendirian dia memberi tahu kepada Septi saat Seto hendak lari dari sana.


Sektretaris cadangan Seto terlonjak kaget saat mendengar teriakkan bos besarnya itu. untung saja  di lantai atas itu yang menempati hanya tiga orang.


Seto berhenti melangkah, ia memutar kembali badannya menghadap sang mami, sang Casanova itu menampilkan senyum manis agar meredam emosi yang tengah melanda Maminya. "Mami..kenapa tidak mengatakan akan ke kantor? tadi..kan bisa Seto antar." 


"Kamu pura-pura lupa? Belum selesai aku bertanya kamunya udah kabur duluan." ucap Septi.


Seto mengusap tengkuknya, "mam..kita bahas di dalam saja, mami ini marah seolah aku melakukan kejahatan saja" 


"Pernyataan yang kamu tunjukkan tadi pagi membuat mami penasaran, akan siapa wanita yang kau beri gelar calon menantuku?" ucap Septi dengan suara yang keras.


Seto membawa maminya itu untuk masuk kedalam ruangan, tak lupa dia menyuruh Bimo untuk menutup pintunya, bisa hancur reputasi Casanovanya jika dirinya di omeli sang mami hanya karena seorang wanita calon istrinya.


"Mam..ini semua ide Bimo, dia bilang jangan kasih tau mami dulu, karena wanita itu belum siap aku kenalkan ke mami." ucap Seto.

__ADS_1


"Enak saja Bos Se.. bukannya bos Se mau memberitahu bos mami agar bos mami tidak menjodoh-jodohkan lagi bos Se?!"  sahut Bimo.


Septi membulat mendengar pernyataannya Bimo. Dia tidak mengira jika Seto melakukan itu agar dirinya tidak di desak lagi dengan sebuah perjodohan.


"Oh…kamu ya, anak nakal!" ucap Septi seraya menarik telinga Seto.


"Mami..jangan jewer Seto. Astaga..malunya aku sudah besar masih di jewer," lirih Seto.


Septi melepaskan jewerannya, " itu balasan karena kamu telah melakukan hal konyol yang membuat mami penasaran!"  Septi berkacak pinggang, " jika benar kamu telah memiliki kekasih, segera bawa ke rumah dan kenalkan kepada mami!" 


Seto menggosok telinganya," iya Seto janji akan mengajak wanita itu menemui mami,"


"Waktunya satu Minggu, kalau tidak habis kamu." ucap Septi.


"Apaaa??" kaget Seto dan Bimo.


"Mami.. kantor lagi sibuk-sibuknya, aku tidak bisa membawa kekasihku menemui mami dalam waktu dekat ini, lagian kenapa sih mami ngebet banget jodohin Seto?" 


"Mami itu udah tua..sudah saatnya mendapatkan cucu darimu!" kata Septi.


"Buat cucunya sering sih mam, tapi nggak pernah aku jadiin!" gumam Seto pelan dan masih di dengar oleh Septi.


"Apa katamu?!" tanya Septi dengan berkacak pinggang.


"Tidak. Aku hanya sedang membicarakan Bimo yang selalu membuat anak tapi tidak pernah di jadikan." kilah Seto.


Septi hanya menggelengkan kepalanya, Bimo yang di jadikan kambing hitam mengumpati Seto dalam hati.


"Bedebah…kalau nggak bosku udah tak hih kamu, situ yang sering enak-enakan akunya yang di fitnah, sungguh bedebah."


Septi menarik pintu ruangan dan keluar. Dia meninggalkan Seto dan Bimo. Septi menuju lift dan masuk kedalamnya.


"Benar-benar ya si Seto, demi menghindari perjodohan bisa-bisanya aku kecolongan informasi mengenai wanita yang sekarang sedang dekat dengannya, siapapun itu aku akan merestuinya asalkan single dan tidak terikat dengan siapapun. Hah.. kesalnya aku," gumam Septi.


Sementara di dalam ruangan, Seto sedang pening memikirkan bagaimana caranya bisa mengajak Arini bekerjasama agar setuju bersandiwara menjadi calon istrinya nanti untuk menemui maminya , tidak mungkin juga ia mengatakan kepada maminya tidak bisa mengajak wanita pujaannya karena dia masih istri orang.


sementara di rumah Arini merasa tidak enak hati karena telah menolak ajakan makan malam dari Seto.

__ADS_1


Bersambung…..


yuk yang udah baca aku minta jatah parkir dengan cara like komen dan vote ya gengs 🥳❤️


__ADS_2