Istrimu Adalah Pilihanku

Istrimu Adalah Pilihanku
IAP. 60.


__ADS_3

"Kamu pikir aku Sudi, balikan sama kamu hah? Kamu lupa selama aku nikah sama kamu, kebahagiaan apa yang kamu berikan sama aku? Aku udah ngejalanin kewajiban aku sebagai istrimu, mempersiapkan segala kebutuhanmu. Bahkan aku tidak pernah menuntut lebih apapun dari kamu, tapi apa balasanmu padaku? Sebuah pengkhianatan!" ucap Arini dengan sorot mata yang begitu berkobar dirinya bahkan menendang sesuatu hingga terdengar suara gubrak.


Tanpa terduga Arini mengatakan itu, memang benar adanya dirinya adalah lelaki yang kurang bersyukur, giliran sudah menjadi milik orang lain bingung ingin balikan.


"Aku bakal ceraikan Clara, kalau kamu mau..demi kamu dan anak kita aku mau lakuin itu."


Mendengar hal itu Arini sangat tercengang, sungguh Rico adalah tipe lelaki habis manis sepah di buang, bagaimana jika Clara mendengarnya bukankah ini akan membuat wanita itu sakit hati.


"Aku nggak bahagia Rin, nikah sama Clara. dia bohongin aku ternyata dia nggak hamil." 


Arini tidak habis pikir, Rico tidak bahagia menikah dengan Clara, lalu dia mencarinya dan mengajak rujuk kembali, demi Tuhan Arini tidak sudi.


"Itu urusan kamu! Bukan urusan aku!" ucap Arini dengan mendorong tubuh Rico karena ia merasakan cengkaraman tangan pada bahunya mengendur.


Arini segera mungkin berlari, walaupun Rico sedari tadi tak berhenti meneriakinya." Aku mohon Rin, berikan aku kesempatan kedua, aku janji bakal sayangin kamu dan Alana." begitulah kata yang tertangkap di telinga Arini.


Rico tak membiarkan Arini begitu saja, mengejar wanita itu hingga kini ia berhasil menangkap tangannya lagi, Rico pun mendorong tubuh Arini lagi dan menghimpitnya, namun kali ini Arini tak tinggal diam ia menendang Rico mengenai daerah pribadinya.membuat Rico tersungkur dan mengaduh kesakitan.


"Kamu gila. Sampai matipun aku nggak Sudi balikan sama kamu, camkan itu!" momen ini di gunakan Arini untuk melarikan diri lagi.


"Arini, aku nggak bakal biarin kamu bahagia sama dia!" teriak Rico ketika Arini berlari meninggalkannya, lelaki itu masih memegangi daerah pribadinya tendangan dari Arini sangatlah menyakitkan.


Arini masa bodo dengan teriakan Rico, dengan sekuat tenaga ia berlari menuju ruang utama untuk berbaur dengan suaminya.


Karena tak memperhatikan jalan, Arini menabrak seseorang karena tergesa-gesa.


"Loh. Kenapa sayang, kok lari?" 


Seto menatapnya dengan terkejut, kemudian ia memegang pipi Arini untuk meminta jawaban dari sorot mata istrinya itu.


Seto tadinya hendak mencari Arini, kerena istrinya itu lama kembali, namun di persimpangan jalan dirinya malah bertabrakan dengannya, dengan kondisi Arini yang terlihat tergesa-gesa itu.


"Hei..Rin, kamu kenapa, kok kayak buru-buru gitu sampai lari, ada apa?" Seto mengulangi pertanyaannya, ia mengamati Arini yang sedikit ketakutan, penampilannya pun kusut tidak seperti tadi.


Arini memeluk erat Seto, namun mulutnya masih bungkam, membuat Seto semakin khawatir.

__ADS_1


"Ayo mas kita pulang, aku pengen pulang, sekarang." ucap Arini dengan masih membenamkan wajahnya di dada bidang Seto.


"Tapi kamu kenap-" 


"Aku pengen pulang mas, jangan tanya dulu di sini." 


Arini terlihat sangat belum siap menceritakan semuanya, Seto segera paham lalu ia menuruti keinginan Arini, wanita itu hanya ingin pulang sekarang.


"Oke, kita pulang, tapi kamu hutang penjelasan sama aku." 


Arini hanya diam, lalu Seto mengandeng tangan Arini untuk di ajaknya pulang itu.


Akhirnya mereka pulang lebih cepat dari waktu yang sudah di tentukan, tadi Seto menolak ajakan makan malam yang akan di lakukan dengan beberapa perusahaan lain, dalam pikirannya saat ini, dirinya ingin segera tahu apa yang terjadi dengan istrinya itu hingga membuat Arini terlihat cemas sekali.


beberapa waktu telah berlalu, Sehabis menengok anaknya Alana, Seto berniat kembali ke kamarnya, saat membuka pintu kamar, terlihat Arini yang baru saja selesai mandi, rambutnya masih basah terbungkus handuk.


Tentunya tadi dirinya terlebih dahulu menengok buah hatinya itu setelah sampai di rumah, kurang lebih setelah memastikan Alana terlelap dirinya memutuskan untuk mandi.


"Sudah selesai dari kamar anakmu mas?" 


Arini mengusap lembut punggung Seto, " mas Seto bisa mandi dulu, nanti aku jelaskan." 


Seto mempererat pelukannya, kemudian ia melepaskan dan menuju ke kamar mandi.


Tak butuh waktu lama, Seto telah selesai mandi, namun dirinya terlupa akan sesuatu, "eh..Rin, aku beresin kerjaan bentar ya." ijin Seto.


Arini mengangguk, ia duduk di tepi ranjang dengan memainkan ponsel.


Seto telah menyelesaikan pekerjaannya, kemudian ia menghampiri Arini, namun wajah istrinya itu terlihat tidak nyaman.


"Kenapa Rin..?"


"Tadi itu, aku ketemu sama mas Rico di toilet."


"Hmm?" Kata Seto dengan datar.

__ADS_1


Arini menelan ludahnya, melihat raut wajah Seto yang datar sepertinya lelaki itu cemburu, jika tidak segera di jelaskan bisa salah paham nanti pikir Arini dalam hati.


Lalu apa yang harus dirinya jawab, jika dirinya mengatakan yang sebenarnya Rico mengajaknya balikan, dan menceritakan sedital mungkin bisa jadi suaminya ini tidak akan mengampuni mantan suaminya itu, tapi jika dirinya menutupi bisa jadi masalah di kemudian hari, dilema sekali. Kemungkinan terburuknya Seto akan menemui Rico dan menghajar mantan suaminya itu.


"Itu mas, dia ngancam aku kalau dia nggak bakal biarin aku bahagia sama kamu, dan.."  ia meletakkan ponselnya ke nakas ia mengumpulkan keberaniannya untuk mengatakan semuanya ke Seto.


Tidak apa kan berbohong sedikit? Tapi bukankah dari kebohongan sedikit bisa jadi penyakit dalam rumah tangganya. terlebih Seto sangat menyayangi Alana dan dirinya, untuk apa ia menutupi sesuatu dari suaminya itu sangat tidak baik bukan?.


"Dan..,dan, dia ngajak aku balikan." 


Seto menatap ke samping, menatap Arini dengan tidak percaya, ternyata ucapan peringatannya di abaikan oleh Rico, rupanya cara halus mental dan tidak berpengaruh untuk lelaki seperti Rico itu.


Tahu begitu, tadi dirinya menemani Arini saja ke kamar mandi.


"Tau gitu, ku temani aja kamu pas ke toilet Rin." 


Arini menggeleng.


"Nggak papa mas, udah lewat ini."


"Ngomong apa aja dia sama kamu,  Sampai buat kamu ketakutan gitu, kamu nggak di apa-apain kan sama bedebah itu?"  todong Seto dengan rasa penasaran yang menggebu.


Sesi introgasi pun di mulai, Arini memejamkan matanya sesaat, tahu Rico mengatakan begitu saja sudah bisa terlihat, di wajah suaminya menyimpan amarah yang ia tahan, bagaimana jika dirinya tahu Arini di himpit di dinding dan Rico mencoba menyentuhnya tadi.


"Ngomong itu aja mas, sama bilang dia mau ninggalin Clara kalau aku mau sama dia." 


"Serius, kamu nggak di apa-apain?"


"Udahlah mas, malah nggak mood aku ngomongin manusia itu. Sudah ya jangan di bahas." Kata Arini mencoba mengalihkan pembicaraan.


Seto terdiam, ia mencoba memahami arini, namun tentu saja hal semacam ini tidak akan ia biarkan begitu saja, Bimo yang akan membereskan semuanya nanti.


Bersambung...


halo pembaca setia..aku usahain ya setiap hari update kalau bisa 2 chapter, kalau nggak bisa ya 1 chapter yang penting mas Seto tiap hari update.

__ADS_1


makasih buat like komen rate dan vote aku mencintai kalian semua 🥳🌹😘


__ADS_2