
"mas.." panggil Arini dengan menggoyang-goyangkan tubuh Seto.
Seto menggunakan baju tidurnya, ketika mencium bau yang familiar, Seto segera membuka matanya, rupanya ia baru saja mimpi meminum air susu istrinya, benar-benar memalukan.
"Kenapa?" tanya Arini namun tangan Seto melingkari pinggangnya seolah dia adalah guling, mendapatkan perlakuan yang mendadak membuat Arini sedikit terkejut.
"Mas bermimpi apa? Mimpi kok yang bawah sampai tegang?"
Seto menghela nafas, " mungkin karena efek kamu datang bulan, tadi aku mimpi kamu nyuruh aku buat hisap ini," jelasnya dengan menunjuk kedua semangka yang ia impikan tadi.
Arini seketika tertawa, ternyata Seto begitu tersiksa saat dirinya sedang datang bulan seperti ini, setiap tanggal muda Arini selalu datang bulan, lalu ia pun menenangkan suaminya, "tidurlah yang baik, aku akan membantumu untuk kembali tidur,"
Seto pun patuh, Arini segera membuka celana suaminya yang sudah terasa sesak itu, ia pun hanya bisa sedikit meringankan keluhan suaminya dengan bantuan tangan.
Pagi harinya, Arini mengoleskan selai ke roti, setelah memasak untuk sarapan, ia keluar dari dapur untuk menuju meja makan.
Arini melihat Seto yang masih belum bersiap, rasanya suaminya itu sedikit tidak sehat hari ini terlihat raut wajahnya yang begitu lesu dan tidak bersemangat.
Arini meletakkan sarapan di depan Seto dan Alana, Arini mengisi piring Seto dengan nasi goreng yang ia buat tadi.
"Mama, papa kenapa cembelut?" Alana mengatakannya setelah mengamati wajah papanya.
Sendok di tangan Arini ia taruh di piring anaknya itu, lalu ia mengusap rambutnya.
Seto melirik Arini yang hendak menjawab pertanyaan anaknya, ia memasukkan nasi goreng kedalam mulutnya dengan lahap.
"Apa papa sedang malah?" Alana bertanya lagi saat Arini belum sempat menjawab pertanyaan yang tadi.
"Sayang..papamu tidak marah, papa mungkin kurang enak badan jadi wajahnya terlihat cemberut," akhirnya Arini memiliki kesempatan untuk menjawab.
"Ooo.." Alana membulatkan bibirnya.
Acara sarapan pagi pun telah usai, kini Seto tengah berada di kamarnya, "aku males kerja," keluh Seto dengan memeluk Arini dari belakang.
"Mas beneran nggak enak badan ya..? tumben males kerja,," jawab Arini dengan mengelus tangan kekar suaminya yang saat ini masih memeluknya.
"Humm.."
"Ke dokter aja mas periksa." Saran Arini.
__ADS_1
" Kamu kapan sih selesai datang bulannya?" tanya Seto setelah melepaskan pelukannya dan duduk di sofa.
Arini hanya tersenyum menjawab pertanyaan suaminya.
"Aku ingin tubuhmu.." bisik Seto tepat di telinga Arini membuat tubuh wanita itu merinding seketika.
Bulu kuduk Arini pun meremang saat Seto tak hanya berbisik, ia juga menjilat pelan daun telinga Arini membuatnya merasa geli. namun aktivitasnya terhenti saat Galang tiba-tiba menangis.
"Galang..kenapa kau menangis tidak tepat waktu, huh.." Keluh Seto lalu masuk ke kamar mandi ia menarik nafasnya dalam-dalam untuk mengurangi nafsunya yang menyiksa.
Arini masih menenangkan Galang dan duduk di pinggiran ranjang, Seto keluar dari kamar mandi hanya dengan melilitkan handuknya di pinggang, rambut basahnya ia keringkan dengan handuk kecil yang tergantung di lehernya.
Melihat istrinya sedang memberikan ASI untuk putranya, Seto pun memandanginya tanpa berkedip, ia pun mendesah frustasi entah kenapa melihat Arini memberikan ASI kepada putranya saja membuat si piton terbangun.
Setelah menidurkan Galang, Arini berniat membersihkan kamar, namun tangannya di tarik Seto ke kamar mandi.
"Mas..mau ngapain?"
"Sayang..pengen banget..." rengek Seto
"Hah..?" pekik Arini yang cukup terkejut dengan permintaan Seto
"Aku nggak minta itu kok..cuma mau ngelus ini..sambil kocokin aja," jelas Seto
Arini merasa kasian kepada suaminya, melihat Seto yang sangat tersiksa rasanya Arini tidak tega, apalagi kalau sampai Seto harus menahan itu rasanya sangat menyakitkan.
"Aku harus bantu bagaimana mas??"
"Apa kamu kembali menjadi perawan? hingga bertanya bagaimana caranya?"
"Dasar suami mesum," ucap Arini dengan membuka resleting celana Seto. Arini tertawa merasa ucapan Seto begitu lucu.
"Mesumnya cuma sama kamu ini..ayolah sayang.." Seto sudah tidak sabar karena Arini berhenti membuka resleting celananya.
Akhirnya Arini pun membantu Seto untuk menuntaskan gejolaknya, ia tidak ingin membuat Seto tersiksa seperti sekarang, tentunya dengan cara yang hanya Seto dan Arini yang tahu.
"Oh..damn..kamu memang hebat sayang.."
suara Seto menggema di kamar mandi, saat Arini berhasil membantunya, kemudian Seto kembali mandi lagi karena ia akan berangkat ke kantor siangnya.
__ADS_1
Terkadang dalam rumah tangga ada kalanya istri membantu suami dengan cara khas mereka masing-masing, selain untuk menyenangkan pasangan, trik ini mampu membuat kenyamanan dan kehangatan rumah tangga semakin kuat.
Di tempat lain ketika malam hari..
"Kamu lagi kencan juga?" tanya Dio.
"Siapa yang berkencan, aku rasa kamu salah paham terhadapku," Dea membantah dengan wajah gugupnya.
Dio hanya tertawa dan tidak berbicara lagi.
"Dio apa kamu bersama pacarmu?" Dea bertanya dengan mengedarkan pandangannya mencari kebenaran Tiara.
Dio tersenyum tipis sambil mengangkat ujung alisnya, "tentu!"
"Lalu dimana dia? aku hanya melihatmu saja di sini?"
Dio hanya membisu, tidak ada niatan ingin menjawab, suasana kembali dingin saat ketika Dio malah sibuk dengan ponselnya dan mengabaikan Dea. Dea juga langsung diam dan tidak ada niatan ingin bertanya lagi.
Kemudian Dio menepi dan meninggalkan Dea yang masih mematung melihatnya, ia ingin menelepon Tiara yang begitu lama sekali datang, sebenarnya Dio lebih dulu tiba dan dia sedang menunggu Tiara, namun tidak ia duga akan bertemu juga dengan Dea disini itu sangat membuat tidak nyaman.
usai berbicara dengan Tiara melalui telepon, Dio melenggang pergi dari kafe tersebut dengan wajah muramnya, sepasang mata masih memperhatikannya dan mengharapkan lelaki itu berbalik untuk menatapnya saat ini.
Kedua ekor mata Dea tak berhenti menatap Dio yang kini telah berhasil meninggalkan parkiran kafe menggunakan mobil hitam yang biasa digunakannya.
Hanya dalam kurun waktu setengah jam, Dio telah tiba di tempat yang ia janjikan bersama Tiara lagi, sebenarnya Tiara tadinya sudah ingin menuju ke kafe, berhubung suasana Dio memburuk setelah bertemu Dea, lelaki itu menelponnya dan memintanya untuk bertemu di lain tempat agar tidak terganggu oleh drama sang mantan.
Dio dan Tiara memasuki kafe tersebut, fasilitas kafe yang ia kunjungi terbilang sangat mewah, dan tentunya sering di kunjungi oleh kalangan menengah ke atas seperti pada umumnya.
Lokasi yang strategis dan pemandangan yang indah menambah kesan romantisme di kafe itu, di luar banyak di kelilingi oleh pepohonan hijau yang menyegarkan mata, ini membuat pikiran Dio sedikit terlelaksasi.
"Segera kembali, aku tunggu nggak pake lama!"
Suara yang baru saja terdengar dari ponselnya membuat Dio mendesah frustasi kembali, rasanya susah sekali hanya untuk quality time dengan Tiara.
Lalu..
Bersambung.....
maaf ya baru bisa update author sangat keteteran waktu nih tapi tetep di usahakan lanjut kok kalau di vote komen rate dan like 🤗🤗🤗
__ADS_1
oh iya sesuai judul ya istrimu Adalah Pilihanku jadi di dalamnya sudah pasti tentang milik orang lain jadi di pahami dulu judulnya oke !! Disni saya tidak bermaksud merendahkan atau mendukung perselingkuhan ya kelezz hal tidak baik eyke dukung wkwkkwkwk oke di tunggu like dan vote nya