
Sebelum membaca...
yok tak kenal maka tak sayang, kalau sudah kenal dan sayang jangan lupa saya minta jatah parkir dengan cara like komen rate dan vote !
🌹🌹🌹🌹🌹
Seto melajukan mobilnya, Setelah perbincangan cukup lama di taman tadi lelaki itu mengantarkan Arini dan putrinya pulang ke rumahnya. Sebenarnya Seto di buat kesal karena dirinya gagal modus dengan Arini karena ponsel wanita itu tak berhenti berdering karena panggilan dari seseorang.
"Gak papa deh hari ini gagal, tapi lain kali jangan harap bisa lepas dariku." decak Seto dalam batinnya.
Seto menggelengkan kepalanya, memperhatikan Arini diam-diam. "kenapa bisa secantik ini sih."
Mobil sampai di pekarangan rumah sederhana bercat putih. segera Seto turun dan membukakan pintu untuk Arini. Mobilnya ia parkirkan tepat di depan pintu rumah.
Seto menurunkan dan membawa kue yang ia beli tadi. Arini menawarkan Seto untuk masuk ke dalam rumah, namun dia sedikit kaget melihat seorang pria sedang duduk di sofa tamu.
Pria itu bangkit dari duduknya, saat melihat kedatangan istri dan putrinya, ya pria itu adalah Seto yang sudah sedari tadi menunggu Arini. Namun matanya di buat membulat serta rahangnya mengeras saat melihat sosok yang mengekor di belakang Arini.
"Kamu...kenapa bisa ada di sini?" tanya Rico seraya menunjuk Seto.
Pandangannya beralih menatap tajam Arini, "Dan kamu.. ngapain kamu bawa pria lain masuk ke rumah kita. Kamu selingkuh hah..?" cecar Rico.
"Simpan emosimu, tidak baik berteriak di depan anakku!" jawab Arini ketus.
Seto hanya memperhatikan kedua pasang suami istri yang sedang berdebat itu, dirinya ingin menjawab namun kode dari Arini membuatnya paham jika dia di suruh diam.
"Duduklah mas..aku bawa masuk Alana ke kamar dulu," ucap Arini mempersilahkan tamunya.
Seto mengangguk, namun tatapan Rico semakin tajam padanya. Bukannya sungkan Seto malah seolah menabuh genderang perang karena kini ia terlihat tersenyum mengejek dan tidak menganggap di situ ada tuan rumah.
Semenjak tadi Rico geram saat melihat sosok yang saat ini duduk di sofa ruang tamunya, Rico terus menatap tajam Seto yang berjarak sangat dekat dengannya karena sekarang berada di ruangan yang sama. Ia tak pernah menyangka Arini akan berani membawa tamu pria pulang ke rumah ini.
Tangannya mengepal ingin rasanya ia memukuli Seto yang saat ini terlihat meremehkan dirinya, hal itu tentunya di sadari Seto.
__ADS_1
"Santai saja bro..jangan emosian cepet tua, trus struk, nggak bisa engkol lagi nanti." kata Seto dengan tertawa.
Hal itu menyulut emosi Rico, lelaki itu sudah tidak bisa menahan amarahnya lagi, dirinya bangkit dan mencengkeram jas yang Seto pakai.
Seto tak bergeming, ia tetap tersenyum meremehkan Rico yang terlihat sudah membara.
"B*jinga*n, " lalu Rico mencoba memukul wajah Seto namun dengan sigap lelaki itu menghindar.
Teriakan Arini menghentikan Rico yang hendak memukul Seto lagi, "hentikan!"
"Brengsek..," decak Rico
"Kau bisa meninggalkan kami mas?" suara Arini sangat ketus menatap Rico sengaja mengusir suaminya itu.
"Apa maksudmu?" tanya Rico tidak terima.
"Apa ucapanku tidak mampu kau pahami, apa kurang jelas." Arini sangat muak dengan Rico untuk itu ia tidak menginginkan Rico berada di hadapannya.
Rico mengeram, tidak terima apa yang telah di katakan Arini ia menarik tangan Arini hingga wanita itu mengaduh kesakitan. Tak tinggal diam Seto yang melihat itu melepaskan tangan Arini dari cengkraman Rico.
Rico akhirnya meninggalkan Arini dan Seto, ia menutup pintu dengan keras hingga telinga siapapun yang mendengarnya akan terganggu. Maksud hati ingin meredam emosi dengan pulang ke rumah istri pertamanya malah emosi yang ia dapatkan.
Tadi dirinya menelfon Clara, istri mudanya itu berasalan sedang pergi ke rumah sahabatnya dan menginap. Rico merasa kesal karena Clara tidak berpamitan sebelumnya. Namun kejadian di rumah Arini semakin membakar hatinya, melihat Arini membawa pria lain itu sangat membuat api di hatinya berkobar.
"Bagaimanapun aku masih berhak terhadap Arini, dia masih istriku." batin Rico.
Hanya tinggal beberapa langkah lagi ia telah menuju mobilnya, namun langkah kaki Rico seketika terhenti, tapi ketika mengingat kedekatan Arini dengan pria itu membuat kecemburuan terasa membakar tubuhnya. Arini lebih memilih pria itu dan dengan berani mengusirnya, Rico menyesal karena ulahnya Arini jadi menjauh darinya, ia menginginkan Arini yang selalu bersikap lembut kepadanya tidak Arini yang sekarang ketus, dan acuh.
Di dalam rumah, Sebuah senyum penuh makna terbit di sudut bibirnya kala Seto menemukan ide licik di benaknya.
"Arini kemari...jangan jauh-jauh," ucap Seto membuat Arini terkesiap. Seto menarik lengannya sehingga tubuh wanita itu menempel dengannya. Lalu tanpa peduli apapun, ia merangkul pinggang Arini dengan posesifnya, mengeluarkan ponsel dan memotretnya.
"Mas Seto ini kenapa ya..?" tanya Arini dalam hati.
__ADS_1
"Kapan lagi bisa modus begini, Arini sungguh tidak peka aku yang harus agresif," ucap Seto dalam batin.
Deheman pria di ujung pintu membuat keduanya menoleh, wajahnya terlihat dingin dan terkesan tidak biasa saja. Keduanya menyadari Rico menghampirinya.
"Jangan kamu pikir, bisa kurang ajar dan merebut istri saya! Saya bisa melakukan sesuatu yang akan membuat kamu menyesal." ucap Rico dengan percaya diri yang tinggi.
Seto terkekeh, seakan ingin mengejek Rico dengan tawa kecilnya. " Jadi dari tadi kamu nggak jadi pergi? dan kembali lagi hanya untuk mengatakan itu kepadaku?"
Rico yang geram memberikan sorot mata tajam kepada Seto. " Lebih tepatnya memberi peringatan. Kamu akan malu jika saya mengatakan ada pebinor yang tidak tahu diri sedang bertamu di rumahku. Semua orang akan mencecarmu habis-habisan."
"Wow..aku takut."
"Saya di sini pemilik rumahnya, kamu tamu harus sopan. Kalau tidak mau saya bikin malu sama tetangga,"
"Terserah! Lakukan sesukamu!" Seto akan meninggalkan Rico tetapi baru tiga langkah ia kembali lagi. " Oh, ya... istrimu adalah pilihanku!" bisik Seto lalu ia menepuk pundak Rico sebelum ia melangkah pergi.
Ia memberikan kode anggukan kepala pada Arini untuk berpamitan, wanita itu pun membalasnya dengan anggukan. Rico di buat geram akan tingkah keduanya.
Rico hanya diam menatap penuh dengan kebencian. Seolah telah kehabisan cara terhadap lelaki yang ia sebut pebinor itu.
Sementara ia masih menatap kepergian Seto Arini meninggalkannya naik ke lantai atas tanpa berpamitan dengan suaminya itu. Beberapa menit kemudian Rico menoleh tapi ia tak menemukan Arini di sampingnya. "Arini kemana? Kenapa dia sekarang tidak sopan pergi tanpa berucap apapun." decak. Rico.
Rico menaiki anak tangga, ia mencari keberadaan istrinya itu. Lelaki itu ingin meminta penjelasan atas apa yang baru saja terjadi.
Rico masuk ke dalam kamar, dan melihat Arini sedang berbaring di samping Alana. Ia berjalan mendekati sesampainya di samping istrinya, ia berdehem Arini tak menggubris ia memejamkan matanya dan membiarkan Rico berbicara tanpa ia menyahuti.
Seto yang sedang berada di dalam mobil menuju kantor x hanya bisa tertawa menang, akhirnya dengan sejuta modusnya ia berhasil mendapatkan potret Arini bersamanya.
Tentu saja lelaki itu akan menjelaskan maksudnya mengajak Arini Selfi, tapi tidak sekarang akan ada waktunya nanti.
Bersambung......
wow memanas..mas Seto modusnya kesampaian juga 🤣
__ADS_1
yok tak kenal maka tak sayang, kalau sudah kenal dan sayang jangan lupa saya minta jatah parkir dengan cara like komen rate dan vote !