Istrimu Adalah Pilihanku

Istrimu Adalah Pilihanku
IAP. 50.


__ADS_3

Halo pembaca setia maaf ya author update cuma satu chapter insyaallah nanti kalau udah nggak sibuk janji dua chapter deh minta like komen rate dan vote ya agar aku makin semangat


happy reading 😘


Hari ini adalah hari di mana Arini akan menyelesaikan pekerjaannya sebelum ia akan menikah dua hari lagi, ia sangat konsisten tidak ingin ada masalah nantinya jadi ia memutuskan untuk menyelesaikan semuanya hari ini. Saat mengambil pena tiba-tiba ia merasa haus. Kala itu televisi yang berada di ruangannya menyala menampilkan tayangan iklan produk minuman yang lagi booming.


"Ah.. sepertinya aku ingin meminumnya, aku beli dulu di supermarket depan sana." wanita itu segera bergegas meninggalkan ruangan untuk memenuhi keinginannya itu.


Akhirnya ia membeli apa yang ia inginkan setelah melakukan perjalanan kurang lebih lima belas menit dari butiknya. tanpa ia sadari, ia keluar butik tadi telah di pantau oleh seseorang yang begitu mendamba Arini keluar dari butik itu.


Saat ini mobil Arini melaju pelan, saat melewati jalanan sepi tiba-tiba mobilnya di berhentikan. seseorang telah sengaja memblokir jalannya menggunakan mobil yang kini melintang menghalanginya.


Arini turun, namun saat melihat sosok yang menghadangnya, tubuhnya seketika gemetaran. "Mas Rico..sedang apa kamu di sini."  tanya Arini dengan sedikit gugup.


"Arini..aku sudah lama mencarimu." ucap Rico dengan mencoba menyentuh tangan Arini saat ini lelaki itu telah berada di dekat mantan istrinya itu.


Arini sangat terkejut dengan kehadiran Rico, bagaimana bisa lelaki itu berada di kota yang sama dengannya saat ini. "Jangan coba menyentuhku!" bentak Arini secepat kilat tangannya menghindar dan ia ingin masuk ke dalam mobilnya namun tubuhnya di tarik oleh Rico.


Arini menampar pipi mantan suaminya itu, bukannya kapok Rico malah semakin mendekat, Arini agak panik Rico tidak gentar menyentuhnya. instingnya menangkap bahaya sebelum Rico menyentuhnya secepat kilat Arini memaki lelaki itu.


"Sudah ku bilang jangan sentuh aku!" ucap Arini dengan memiting Rico.


Rico berteriak minta ampun, tapi Arini tidak mengendorkan pitingannya. "Iya..iya aku tidak akan menyentuhmu aku hanya ingin mengajakmu bicara." ucap Rico dengan wajah yang sudah memerah menahan sakit, sungguh tidak ia duga Arini akan seekstrim ini padanya. sungguh Arini telah berubah.


Arini akhirnya melepaskannya, menunjuk menggunakan jari agar Rico menjauh darinya. Namun dirinya lengah, tentu saja ini kesempatan bagi Rico untuk membuat Arini bisa di sentuh olehnya. Ia begitu rindu dan penasaran kepada Arini.


Beberapa terakhir ini, rupanya Rico menyewa orang untuk mencari keberadaan Arini, dan ternyata membuahkan hasil. Alangkah senangnya dia saat mengetahui Arini ternyata tinggal di kota yang sama dengannya. ibarat jodoh tak akan kemana.


Rico berhasil memegang dan mengunci tangan Arini, hingga wanita itu semakin gemetaran karena ia lengah. Sungguh sulit Arini bergerak karena Rico kini menghimpitnya.


"lepaskan!" bentak Arini. 

__ADS_1


Namun jalanan sepi, itu sangat mendukung aksi Rico semakin menggila. Arini sekuat tenaga melepaskan diri. Rico mencoba mendorong Arini agar masuk ke dalam mobil, namun Arini cukup tangguh tak mudah di kendalikan.


Pergulatan terus terjadi, Rico semakin menggila berusaha mencium Arini secara paksa. Arini sekuat tenaga melawan ia meludahi wajah Rico hingga lelaki itu begitu terkejut dan marah.


"Tolong!!" Lepaskan aku!" Arini berteriak semakin panik karena kini Rico telah menyentuh wajahnya. Arini harus mencari cara menyelamatkan diri.


"PLAK! PLAK!! Arini beberapa kali mendapatkan tamparan.


Ia mendapatkan kesempatan ketika pegangan tangan Rico tak begitu kuat, segera dirinya berusaha terlepas, dan dengan menggunakan kakinya ia menendang alat vital Rico hingga lelaki itu meringis kesakitan.


"Aoohh…shit! teriak Rico.


Ketika Arini hendak lari, Rico berhasil menjambak rambutnya dari belakang.


"aaa…" Jerit Arini, jambakan keras merontokkan beberapa helai rambutnya.


"Baj*ngan!!"  Seru Seto.


"BUG!!BUG!!" Menghajar Rico dengan penuh kemurkaan saat ia berhasil menemukan Arini dan menyaksikan pemandangan calon istrinya di Jambak oleh Rico dan wanitanya merasakan kesakitan.


Ia bergegas masuk ke mobil lagi dan menyusul Arini ke supermarket, namun sesampainya di sana ia tak menemukan calon istrinya itu. Akhirnya ia memutuskan untuk mencari di sepanjang jalan, namun saat melintas di daerah ini matanya tak sengaja menangkap Arini yang sedang di tarik rambutnya oleh Rico.


Seketika dirinya begitu murka, ia segera turun dan menghampiri TKP.


"Mas..mas Seto. Sudah jangan di teruskan lagi ia bisa mati nanti mas!" seru Arini.


"Baj*Ingan, keparat, gue bunuh juga Lo!" Amarah Seto meledak-ledak. Arini mencoba menenangkan dengan memeluk calon suaminya itu.


Melihat keadaan Rico yang sekarang telah sekarat, Arini begitu takut jika Seto kalap membunuh mantan suaminya itu. Akan runyam nanti urusannya, pikir Arini.


"Sayang kamu tidak apa-apa?" tanya Seto beralih melihat Arini, beberapa kali ia menelisik wajah calon istrinya itu dengan kekawatiran yang begitu tidak bisa di lukiskan.

__ADS_1


Rico tergeletak pingsan di aspal dengan darah yang mengucur di sudut bibirnya dan pelipisnya.


"Bawa aku sayang..aku takut berada di sini, aku takut..takut, hiks." Arini terisak-isak.


Seto membawa Arini kedalam pelukannya, ia menciumi puncak kepala wanitanya itu menyalurkan rasa nyaman agar Arini tidak panik, setelah itu ia mengajak calon istrinya itu untuk masuk ke dalam mobilnya. Meninggalkan Rico yang masih tergeletak di jalanan. Ia akan mengajak calon istrinya ke tempat yang nyaman sekarang.


sambil mengemudi ia meminta Bimo untuk mengambil mobil Arini yang di tinggal di jalanan itu.


Arini di bawa ke hotel yang di pesan oleh Seto, setelah mendapatkan kunci kamar, Seto membawanya masuk, mencoba menenangkan calon istrinya itu.


Ia mengambil air minum dan di berikan kepada Arini. " Minumlah sayang." Arini meraihnya dan meneguknya dengan gemetaran. Seto yang melihat itu memendam dendam kepada Rico.


Tenangkan dirimu di sini dulu ya?" ucap Seto dengan lembut dan Arini mengangguk.


Seto melihat helai rambut yang rontok di bahu Arini, beberapa cakaran juga terlihat di tangan calon istrinya itu, pipi Arini juga memar Amarah Seto bangkit lagi, ia meminta Arini agar beristirahat di sini dulu, sampai keadaannya tenang.


"Kita harus melaporkan ini ke polisi!" ucap Seto saat Arini sudah mulai tenang.


"Sayang jangan!" pinta Arini yang panik lagi.


"Harus di laporkan! Orang seperti itu tidak bisa di biarkan, sampah mengganggu. tenang saja, semuanya akan menjadi urusanku!" kata Seto meyakinkan Arini.


"Jangan sayang, aku mohon." Pinta Arini dengan berkaca-kaca.


"Apa yang membuatmu melindunginya Rin? tanya Seto yang sedikit tidak puas akan jawaban Arini.


"Dia, dia ayah dari anakku, aku tidak mau Alana mempunyai ayah yang berstatus mantan narapidana nantinya." air mata lolos dari tempatnya, Seto menenangkannya dalam pelukan.


Seto memahami, itu akan merusak mental Alana nantinya, ia juga memikirkan tentang Alana, Tapi tetap ia tak terima Rico melakukan ini kepada Arini, kedepannya tentu saja ia akan memperketat pengawasan pada wanitanya.


"Tenang sayang..aku ada di sampingmu!" ucap Seto menenangkan Arini.

__ADS_1


Beberapa jam kemudian Seto menyuruh Bimo untuk mengawasi pergerakan Rico, akan ia pastikan lelaki itu akan lenyap di tangannya jika berulah lagi terhadap Arini.


Bersambung….


__ADS_2