Istrimu Adalah Pilihanku

Istrimu Adalah Pilihanku
IAP. 61.


__ADS_3

Biarlah untuk masalah Rico akan ia tunda dulu, ia akan memikirkannya besok dengan Bimo. Saat ini melihat rambut Arini yang tergerai basah membangkitkan piton yang sedari tadi tidur, apalagi kancing baju piyama Arini terlepas satu tidak terpasang.


Meskipun di hatinya di penuhi kebencian dan amarah dengan Rico, pada akhirnya dia tetap tidak bisa menahan gejolak di dadanya, terlebih sekarang Arini telah sah menjadi miliknya, dirinya juga menginginkan anak dari wanita ini.


"Oke, aku nggak akan bahas ini lagi, tapi..aku menginginkan sesuatu darimu." 


Melihat sorot mata Seto yang telah mendamba, Arini telah paham suaminya ini sedang menginginkan servis darinya. toh ini juga ibadah dan sudah menjadi kewajibannya untuk melayani suami.


Seto mendekat, dengan lembut ia menyusuri leher Arini dengan bibirnya. Sesekali ia menyesapnya hingga memberikan tanda kepemilikan di leher Arini. Arini merasakan kesakitan sekaligus nikmat saat Seto sedikit menyesap lehernya tadi. Seto membaringkan Arini dengan hati-hati kemudian ia membuka baju piyama yang di kenakan Arini.


Entah karena piyama itu kancingnya sulit di buka, atau dirinya yang sudah tidak sabaran untuk menerkam, hingga keahlian membuka baju sedikit rumit , melihat itu Arini membantu membuka baju piyama yang ia kenakan. Arini menahan senyuman, karena sudah tidak sabaran membuat keahlian membuka baju Seto berkurang.


Arini berdiri untuk membuka bajunya, dengan posisi sama-sama berdiri, Seto mulai menciumi tubuhnya dari belakang. Berawal di belakang leher hingga turun sampai ke pinggangnya. Seto dengan lembut menciumi tulang punggungnya seolah mencium dengan menghitung jumlah ruas tulangnya. Arini mengigit bibir perlakuan lembut dari Seto membangkitkan gairahnya.


Tangan Seto memegang pinggang Arini dari belakang, tangan itu bergerak ke atas, meraih dua gundukan kenyal yang sudah mengencang, Seto mencakup ke dua buah itu dengan lembut.


Arini mulai tidak bisa mengontrol dirinya, sentuhan Seto benar-benar membangkitkan gairahnya, hingga kini dirinya mendesah, rangsangan dari Seto membuat pikirannya tidak bisa jernih, pikiran itu telah terkontaminasi dengan bau-bau kenikmatan. Seto menciumi seluruh tubuh belakang Arini hingga wanita itu menggeliat kegelian.


Setelah puas bermain dengan dua gundukan kenyal, tangan Seto Bergerak menuruni hutan rimbun yang terlihat sudah basah seolah habis tersiram air hujan.

__ADS_1


Arini terkesiap, Seto bermain di hutan rimbun itu, tangan itu bermain lembut disana, hingga membuat suara Arini mendominasi ruangan kamar yang kedap suara ini. Seto sangatlah pandai merangsang tubuh Arini untuk menikmati permainan ini.


Dan akhirnya tubuh Arini bergetar hebat, hutan rimbun itu benar-benar tersiram air hujan yang cukup deras, membuat tubuh Arini sedikit lemas, Seto menahan tubuh Arini agar tetap berdiri, kemudian Seto menggendong tubuh istrinya itu, merebahkannya di pinggiran ranjang dengan lembut, Arini pun terlihat pasrah.


Seto berlutut di depan Arini, membuka kaki wanita itu perlahan, Arini merasa sedikit malu, meskipun mereka telah sah, tetap saja rasa malu itu ada, tubuh Arini sedikit lemas, ia berusaha menutupi daerah sensitifnya itu dengan tangan.


Seto menyingkirkan tangan Arini dengan lembut, ia menatap hutan rimbun yang terlihat basah itu, menatapnya dengan pandangan gelap kemudian menciumnya.


Rasa malu dalam diri Arini perlahan menghilang, teriakan Arini berubah menjadi *******, ia sangat menikmati sentuhan dari Seto, padahal ini bukanlah hal yang pertama baginya, ketika melakukannya dengan Seto semuanya terasa berbeda, seolah dirinya gadis polos yang baru saja merasakannya.


Mendengar Arini Mendesah, ada kebahagiaan tersendiri di hati Seto, dirinya merasa berhasil memberikan kenikmatan untuk istrinya itu, walaupun baginya ini juga bukan hal yang pertama kali, melakukannya dengan pasangan sah sensasinya begitu berbeda. 


Melihat Arini yang tak berdaya dengan ulahnya, membuat piton yang setengah tidur kini benar-benar terbangun, namun Seto berusaha menahannya, ia ingin memberikan banyak kenikmatan dan kepuasan untuk Arini.


Setelah tubuhnya sama-sama polos, ia mendekati Arini, merengkuh wanita itu yang kini terlihat sudah lemas akibat ulahnya. Ia mengangkat tubuh itu dan membaringkannya di tengah ranjang, dan Seto berada di atasnya. Seto sangat suka mengendalikan untuk itu ia yang memimpin permainan ini.


Seto menatap wajah istrinya, ia mencium kening, berlanjut ke mata, hingga turun ke bibir, Seto sangatlah gentleman membuat Arini kagum, sungguh dengan Rico dulu ia tidak pernah mendapatkan perlakuan seperti ini. 


Akhirnya Arini merengkuh leher Seto, membuat ciuman itu di perdalam dan semakin panas.

__ADS_1


Semakin lama, mereka saling mengimbangi, mereka saling menikmatinya dan mencoba memuaskan dahaga masing-masing. Seto melepaskan ciumannya, ciuman itu beralih ke leher dan membuat lagi tanda kepemilikan di sana.


Puas dengan itu, Seto beralih bermain di dua gunung kembar milik Arini, membuat Arini menggelinjang kegelian, wanita itu menekan kepala Seto agar lebih tenggelam di kedua gunung itu.


Seto sudah tidak bisa menahannya lagi, ia memposisikan diri untuk menembus hutan rimbun itu, pelan-pelan Seto memasuki hutan itu, pelan namun pasti, Hinga ia berhasil  masuk ke dalam hutan itu dengan sekali hentakan.


Arini berteriak terkejut, Seto menutup mulut Arini dengan mulutnya, walaupun Arini janda dan sudah melahirkan anak, namun ukuran piton Seto sungguh luar biasa, hingga membuatnya sedikit kesakitan saat piton itu berhasil masuk ke dalam hutan. Seto masih menutup mulut Arini dengan mulutnya dengan pinggul yang ia gerakan seirama.


Arini sudah mulai rileks, dan merasakan kenikmatan, Seto masih bergerak seirama nafas mereka mulai memberat, keduanya sangat menikmati permainan ini.


detik demi detik sudah berlalu, hampir satu jam namun Seto masih saja bermain di dalam hutan itu, dan tidak menunjukkan ingin mengakhirinya. sudah belasan model Seto tunjukkan padanya, Arini sudah tidak kuat lagi, nafasnya pun mulai tersengal-sengal, Seto benar-benar luar biasa mempermainkannya di atas ranjang.


Arini berusaha memberi tahu, bahwa dirinya sudah tidak kuat lagi bermain, menyadari istrinya hendak menyampaikan sesuatu dan ia seketika memahaminya Seto tersenyum kemudian berbisik di telinga Arini 


" aku akan segera menyelesaikannya sayang.."  Seto merengkuh tubuh Arini lebih kuat, mengerakkan pinggulnya dengan gerakan semakin cepat, keduanya semakin mendesah, andai saja kamar ini tidak kedap suara, sudah pasti ******* mereka akan terdengar oleh pengasuh yang tidur di kamar Alana yang terletak di sebelah kamarnya itu. 


Seto semakin cepat memacu tubuhnya, gerakan itu semakin tak beraturan, dia mencium bibir Arini dengan penuh n*fsu, sementara Arini telah berkhayal bermain dengan jutaan kupu-kupu. Seto makin berpacu dan berpacu, akhirnya ia menghentakkan tubuhnya kuat-kuat, Hinga ia berhasil menanam benih di dalam hutan rimbun yang terasa basah karena siraman air hujan yang teramat dahsyat.


Seto mengerang, memeluk tubuh Arini dengan erat tiba-tiba…

__ADS_1


Bersambung…


maaf ya baru update author baru sempet yuk kasih semangat aku Dengan cara like komen rate dan vote 🥳


__ADS_2