
Terimakasih telah mendukung saya sejauh ini tetap berikan aku cinta kalian dengan cara like komen rate dan vote
happy reading
"Mas Rico!!" mata Clara membulat seketika saat melihat sosok yang di cemaskannya nampak dalam penglihatannya.
Clara kini telah berhasil membuka pintu kamar hotel itu, alangkah terkejutnya dia saat melihat suaminya sedang bertelanjang bulat tanpa mengenakan satu helai benang pun.
Terlihat wanita itu duduk di atas pangkuan Rico sedang menurun naikan tubuhnya. terlihat Rico juga memegang pinggang wanita itu.
Jelas saja hal itu membuat Clara syok berat, bagaimana bisa Rico sejahat ini padanya, jadi ini alasan dirinya selalu menolaknya saat di ajak hubungan suami istri dengannya. ternyata ada hutan rimba yang lain sedang ia jelajahi.
Air mata Clara mengalir tanpa permisi, dadanya naik turun dan terasa sesak saat melihat adegan panas ini, begitu menyakitkan karma yang di berikan oleh author kepadanya.
Clara masih melihat jelas saat ini Rico sedang memangku wanita itu tanpa baju yang menutupi keduanya, bahkan gerakan mereka begitu sensual memasuki satu sama lain dengan lincahnya.
Mendengar namanya di panggil Rico sedikit kaget, ia melihat sosok Clara saat ini berdiri mematung dengan menangis, menutup mulutnya menggunakan telapak tangan serta ia merosot terduduk di lantai.
Wanita yang duduk di pangkuan Rico menjerit kecil dan kaget saat kegiatan mereka di ketahui oleh orang lain, bahkan seseorang itu memasuki kamar ini sekarang, buru-buru wanita itu beranjak melepaskan ketimun yang sedang di tanam di hutannya dengan paksa, ia meraih selimut untuk menutupi tubuhnya yang polos dan berkeringat itu. Rico segera meraih piyama yang tergeletak di lantai dan memakainya.
Clara makin terisak, karena pikiran yang ia tepis tadi ternyata benar adanya, Aji juga tidak membohonginya, mimpi apa ia semalam sampai mengalami nasib sial seperti ini, di selingkuhi oleh suaminya sendiri
Rico menyelingkuhinya, dan bermain gila dengan wanita lain, sungguh menyakitkan bukan.
__ADS_1
Rico berjalan untuk menutup pintu itu, agar drama yang akan terjadi sekarang tidak di ketahui orang lain, apalagi jika Clara sampai marah-marah dan teriak itu akan mengundang kegaduhan pada pengunjung lain, akhirnya nanti mereka semua di jadikan tontonan gratis, dengan judul seorang suami tertangkap dengan bondon seksoy, di kamar hotel oleh istrinya sendiri ketika sedang menanam ketimun di hutan rimba. Apakah judul itu tidak akan menarik perhatian? Oh jelas menarik sekali bukan.
Setelah pintu tertutup, Rico bisa lega, jika Clara mau marah ataupun berteriak itu tidak masalah lagi, karena ruangan ini kedap suara.
"Tega kamu mas..pamit ke luar kota nggak taunya malah enak-enakan main gila dengan j*l*ng itu!" ucap Clara dengan nada bergetar tak kuasa menahan sakit hatinya yang terasa perih ini.
Setelah itu Clara tak mampu mengatakan kata-kata lagi, lidahnya seolah kelu, tak mampu mengeluarkan suara untuk menyumpahi dan memaki Rico saat ini, ia hanya mampu terisak menahan kesakitan ini sendirian.
Ini semua begitu sakit sekali, hatinya meremuk dengan jutaan belati yang seolah sengaja Rico tancapkan di dadanya.
Jadi selama ini Rico menolak enak-enak dengannya karena ia mendapatkan kebutuhan biologisnya dari wanita lain?.
"Kita selesaikan ini di rumah. Jangan buat aku malu di sini!" kata Rico dengan entengnya, seolah apa yang ia lakukan tidak salah sama sekali.
"Kamu nggak ngerasa salah sama aku mas? dan kamu dengan entengnya minta aku buat sabar untuk bawa masalah ini sampai ke rumah. Hebat sekali kamu mas Rico Bagaskara!" ucap Clara bergetar namun ucapannya begitu meninggi.
"Lalu kamu mau apa? Teriak-teriak disini sampai penghuni lain pada tau hah?" Rico tak mau mengalah ia memarahi Clara dengan seenaknya. dia yang bersalah dia pula yang marahi istrinya itu.
Clara menatap tak percaya pada lelaki di hadapannya kini, apa yang baru saja ia ucapkan tadi, dia bertanya maunya apa.. seolah malah Clara yang salah karena telah memergokinya sedang bersenang-senang dengan wanita lain.
Ternyata perlakuan manisnya akhir-akhir ini untuk menutupi kebusukannya? untuk mengecohnya saja? Ternyata mencintai seseorang sesakit ini? dan rasanya di khianati begitu menyakitkan seperti ini?. Malah yang mengkhianati seolah tidak bersalah sama sekali? apa ini karma untuknya? Pertanyaan itu berputar terus di otak Clara.
"Aku emang nggak sempurna mas, aku juga sadar aku punya salah dalam hidup ini, tapi kenapa sejahat ini kamu sakiti aku?!" ucap Clara parau saat mengatakan itu dengan menutup mukanya karena saat ini ia sangat merasa terhina menangisi Rico, lelaki keparat yang telah mengkhianatinya.
__ADS_1
Semua hal manis akhir-akhir kemarin, seolah mendadak menjadi racun baginya, hatinya di patahkan, sayangnya di gampangkan, menyakitkan sekali sungguh sakit sekali.
Clara menurunkan tangannya yang menutupi muka, ia menatap Rico dengan penuh luka, ia tak menyangka ketidak sempurnanya, di jadikan alasan Rico seperti ini, padahal kalau mau terapi keajaiban itu bisa saja datang, namun Rico mematahkan semangatnya, lelaki di hadapannya kini hanya diam dengan kebisuan dan keacuhannya. dimanakah hati nurani Rico?
Clara menggelengkan kepalanya dengan jelas, ia sadar sekarang Rico tidak bisa menerima kekurangannya, Rico tidak lagi mencintainya. jika Rico mencintainya tidak mungkin ia berbuat semuanya seperti sekarang.
Clara membanting apa saja yang di raihnya, Rico benar-benar b*jingan.
Sekarang kecemasan dan kecurigaannya sudah terjawab jelas, sekarang Clara paham dengan semua ini, tentang Rico yang berubah menjadi manis beberapa hari terakhir, sayang padanya, dan berkelakuan layaknya awal mereguk manis dengannya dulu. Semua itu untuk menutupi kebusukannya, untuk mengecohnya saja.
Tentang dia yang tiba-tiba minta maaf saat duduk di sofa kemarin, menepuk sofa itu agar Clara duduk di sebelahnya.
Ternyata memakai minyak wangi yang membuatnya Dejavu benar adanya, kisah itu terulang namun kini ia yang menjadi korbannya, bukan pelaku sungguh hukum alam masih berlaku.
Lalu apa arti pamitannya tadi pagi, ciuman di kening dan pelukannya hanya kepalsuan untuk menutupi bangkai yang ia sembunyikan?.
"Ayo pulang! kita selesaikan ini di rumah." ucap Rico setelah beberapa saat.
Clara tak menghiraukan Rico, ia hendak berjalan untuk menghampiri wanita j*l*Ng yang baru saja bercocok tanam dengan suaminya, Clara ingin memastikan seberapa hebat wanita itu hingga dapat membuat Rico berpaling darinya, secantik apakah dirinya?.
Namun secepat kilat Rico mencegah gerakan Clara yang hendak menghampiri wanita yang menjadi objeknya tadi, "kita selesaikan ini di rumah! Apa telingamu tuli!" bentak Rico dan segera menarik tangan Clara dengan paksa.
Sekilas Clara melihat wanita itu dengan tatapan tajam, tiada penyesalan di wajahnya, Clara pun sekarang paham diantara wanita itu dan suaminya memang ada hubungan spesial.
__ADS_1
Bersambung…