Istrimu Adalah Pilihanku

Istrimu Adalah Pilihanku
IAP. 58.


__ADS_3

"Istri anda cantik sekali pak Seto." ucap Rico setelah berjabat tangan dengan Arini, entah ucapan itu hanya basa-basi saja atau memang itu ungkapan dari lubuk hati Rico, yang jelas saat ini Arini muak mendengarnya.


Clara yang mendengar itu menjadi kesal bukan main, hal itu sangat jelas terlihat di wajahnya, karena saat ini Arini melirik sekilas ke bekas madunya itu.


Wanita mana yang tidak akan kesal, mendengar suaminya sendiri memuji kecantikan wanita lain, apalagi wanita itu adalah mantan istri dari suaminya yang berarti mantan madunya juga.


Tapi ini sangatlah seru. Arini akan bermain-main sedikit untuk membalas perbuatan Clara yang dulu begitu jahat kepadanya. ia melirik ke arah Seto, sorot mata suaminya begitu teduh, Arini menatapnya dalam seolah meminta ijin dari tatapan matanya.


"Makasih." ucap Arini kemudian.


"Istri saya memang cantik. Dialah yang terbaik." kata Seto ikut memuji istrinya itu, Arini sangat berbunga-bunga karena pujian singkat dari suaminya itu, dirinya merasa sangat di cintai oleh Seto.


Mendengar semua orang memuji Arini, Clara semakin merasa kesal dan berapi-api. terlebih saat ini dirinya hanya seperti nyamuk di antara mereka semua, Rico sama sekali tak menganggap kehadirannya.


Arini begitu muak berhadapan dengan kedua manusia munafik di depannya ini, ia kemudian berpamitan kepada Seto untuk menuju meja yang berisikan makanan lezat yang telah di suguhkan untuk para tamu undangan. tentu saja suaminya itu mengijinkan.


Arini mengambil satu gelas minuman rasa anggur, dan mengambil beberapa cake dengan toping coklat di atasnya. Tenggorokannya terasa segar setelah ia meminumnya. 


Saat ini Seto masih berbincang dengan Dio, dan Rico namun kenapa malah Rico sedari tadi curi-curi pandang ke arahnya, sungguh memuakkan.


Hal itu tentunya tak luput dari perhatian Seto, lelaki itu sangat pandai dalam mengawasi lawannya, sangat tenang dan kalem seolah tak melakukan pergerakan apapun.


Arini memalingkan muka, dirinya tidak mau di tatap lama-lama oleh mantan suaminya itu, terlebih lagi dirinya sangat menjaga perasaan Seto, dirinya tidak mau suaminya itu menjadi salah paham nantinya.


Beberapa saat kemudian saat melihat ke arah Seto, ternyata Rico masih saja menatapnya. Arini berdecih, sungguh dirinya merasa risih sekali, apa Rico tidak sadar wajah istrinya yang berada di sampingnya sudah merah padam, bak bom yang siap meledak kapan saja, tapi malah Rico masih saja melirik wanita lain.

__ADS_1


"Baik kalau begitu, bekerjalah dengan giat pak, karena pak Seto sangat mengutamakan kesempurnaan." ucap Dio setelah berbincang-bincang dengan Rico. Lelaki itu hanya bisa mengangguk, mengakhiri percakapan tentang pekerjaan, dirinya sangat tak menyangka jika Seto adalah investor di proyek yang sedang di garapnya.


Karena di rasa telah selesai, Seto berjalan dengan gagahnya menghampiri Arini yang saat ini masih menikmati cake. Ketika Seto telah sampai di samping Arini, ia merangkul pinggang langsing wanitanya tersebut. Arini tersenyum kemudian tangannya tergerak untuk mengusap pelan pipi Seto yang di hiasi Beberapa jambang tipis itu, sungguh Seto sangatlah tampan!.


"Buka mulutnya." perintah Arini yang seketika membuat Seto terkekeh, serius Arini mengajaknya bermesraan di tempat ini? bisa-bisa mas mantan terbakar api cemburu dong. Pikir Seto. tapi bodo amatlah, toh Arini sekarang istrinya.


Akhirnya Seto membuka mulutnya, Arini menyuapi cake toping coklat tersebut. Seto menikmati suapan demi suapan dari Arini rasanya begitu nikmat, apalagi orang yang menyuapinya. dasar pikiran Seto tidak bisa jernih kalau membayangkan tubuh Arini.


"Cie suap-suapan, dasar bucin tua." ledek Bimo yang baru saja mengambil kue yang sama seperti yang sedang di makan oleh Seto.


"cie nggak ada yang nyuapin" ledek Seto balik yang seketika mengundang gelak tawa dari keduanya. 


Pemandangan itu tentunya di saksikan oleh Rico, ia mengepalkan tangannya melihat Arini menyuapi Seto dengan mesranya. sementara Clara ingin meniru gaya Arini namun tidak sesuai harapan Rico dengan mentah-mentah menolaknya.


Dulu sewaktu menikah dengan Rico, Arini sama sekali tidak pernah di ajak ke acara formal seperti ini, bahkan di kenalkan dengan teman kerjanya saja dirinya tidak pernah. Rico selalu bersikap kasar dan arogan terhadapnya, jadi perpisahan antara dirinya dan Rico ia anggap sebagai anugerah terindah dari Tuhan.


Arini sangat bersyukur di perlakukan lembut dan di miliki oleh Seto.


Sedangkan tanpa mereka sadari, ada sepasang mata yang sangat cemburu melihat kemesraan pasangan pengantin baru itu. Siapa lagi kalau bukan Rico Bagaskara.


Tangannya ia kepal kuat, dalam hatinya ia sangat dendam kepada Seto, namun ia tetap berusaha menampilkan ekspresi wajah yang normal agar tiada satupun orang yang tahu, dalam hatinya ada amarah yang berkobar.


Rico sangat cemburu, ingin rasanya ia memisahkan tubuh Seto yang sedari tadi menempel pada mantan istrinya itu, mungkin Rico sudah gila, sungguh pemandangan seperti ini sangat membakar hatinya. Ia bahkan tak menganggap Clara yang saat ini menatap dirinya penuh dengan tanda tanya.


Mungkinkah perasaan Rico saat ini murni cinta yang datang terlambat atau hanya obsesi semata? Tekad dan niatnya sangat kuat ingin mendapatkan dan memiliki Arini kembali.

__ADS_1


Bahkan jika saat ini Arini mengatakan agar dirinya meninggalkan Clara sudah pasti ia akan lakukan, apapun akan ia lakukan yang penting Arini kembali padanya.


Rico menghembuskan nafas berat, ia menyesal mengapa dulu dirinya menyia-nyiakan wanita secantik Arini, ia mengingat lagi selama menikah dengannya wanita itu sangat berbakti padanya, hanya dirinya saja yang kurang bersyukur.


Ia baru menyadari memang Clara menarik tapi Clara bukan yang terbaik. 


Seto masih memperhatikan Rico yang sedari tadi tidak lepas memandangi istrinya, ia kemudian melepaskan pelukannya pada Arini dan memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana. Lelaki itu melangkah namun langkahnya terhenti saat sang istri memanggilnya.


"Mau kemana mas?" 


"Bentar ya." jawab Seto dan melanjutkan melangkah menuju ke arah Rico. Arini yang melihatnya pun heran mau apa Seto menghampiri mantan suaminya itu.


Sesampainya di hadapan Rico, " gue tahu masalalu kalian, tapi sekarang Arini adalah istri gue, jadi bertingkahlah sewajarnya, jangan berlebihan memandangi istri orang, sedangkan istri sendiri di anggurin!" bisik Seto yang seketika membuat amarah Rico memuncak.


"Kamu itu cuma mantan, jadi bersikaplah layaknya mantan!" ucap Seto lagi.


"Jangan lo pikir gue bakal nyerah, ingat ada Alana di antara kami." ucap Rico tak mau kalah.


Tiba-tiba saja Bimo sudah berada di samping mereka berdua, " tidak baik berbicara terlalu ngegas sama bapak direktur, ingat hanya dengan tanda tangannya saja situ bisa jadi gelandangan!" ledek Bimo yang menambah amarah di hati Rico.


Bersambung..


gimana part ini ?


kalau kalian suka jangan lupa berikan aku like komen rate dan vote ya agar aku makin giat update 🥳

__ADS_1


__ADS_2