Istrimu Adalah Pilihanku

Istrimu Adalah Pilihanku
IAP. 66.


__ADS_3

Sebulan telah berlalu, Clara merasakan sikap Rico telah berubah, menjadi sedikit manis padanya, apakah itu tandanya Rico sudah memaafkannya dan mau menerima Clara apa adanya?.


Mood Clara hari ini benar-benar membaik, Rico tidak seperti biasanya, meninggalkan dirinya tidur sendirian di kamar, pagi ini Rico terlihat tidur di sampingnya dengan memeluknya bak sebuah guling.


Tentu saja hati Clara melonjak gembira, sudah lama rasanya kulitnya ini tidak bersentuhan dengan kulit sang suami, rasanya pipinya seketika menghangat saat lengan kekar itu memeluknya dengan erat dan susah sekali untuk di singkirkan.


"Lima menit lagi Cla." ucap Rico saat Clara hendak menyingkirkan tangannya.


Rico semakin mengeratkan pelukannya,  dan menyandarkan kepalanya di bahu Clara, wanita itu hanya mampu pasrah dia juga sedikit kesulitan bergerak karena lengan Rico yang mengurungnya.


Jadi rupanya semalam Rico tidur satu ranjang lagi dengannya, setelah sekian lama semenjak perceraiannya dengan mantan madunya, kini Rico kembali melunak padanya, sepertinya Rico telah berubah.


Clara memejamkan matanya, dengan sesekali mengusap lengan Rico secara lembut, hanya dengan begini saja sudah membuatnya bahagia.


"Maafin aku ya Cla, beberapa terakhir ini mengabaikanmu dan membuat dirimu tidak bahagia." ucap Rico lirih, hal itu sangat menyentuh hati Clara.


Setelah beberapa waktu, mereka berdua mengakhiri momen romantis itu, setelah bersiap Rico pamitan Kepada Clara untuk berangkat ke proyek.


"Aku berangkat." ucapnya seraya mengecup kening Clara.


Tapi tunggu mengapa Rico mendadak baik padanya? Tidak ada udang di balik rengginang kan?


Setelah itu Clara mengantarkan Rico sampai ke mobilnya, namun tidak seperti biasanya, Rico mengulur waktu untuk masuk ke dalam mobilnya itu. 


"Kenapa mas?" tanya Clara yang begitu heran.


"Em..Cla?" panggil Rico yang terlihat ragu, Clara mengangkat alisnya dan meminta jawaban dari eksepsinya itu.


" Aku nanti pulang cepet deh."  ucapnya kemudian, Clara semakin bingung kenapa pagi ini Rico begitu manis padanya ada apakah gerangan?.


Clara mengangguk, sejujurnya  Clara begitu Bingung, mengapa Rico mendadak manis padanya, namun ia segera menepis anggapan itu, mungkin saja Rico benar-benar telah berubah.

__ADS_1


Tanpa Clara sadari, pipinya telah di cium lembut oleh Rico, matanya membulat penuh, tidak percaya Rico memberikan ciuman untuknya di pagi hari. Kemudian setelah itu Rico berkata dengan berbalik badan, wajah lelaki itu terlihat malu, kini wajahnya terlihat bak tomat yang sudah matang merah. 


"Aku berangkat kerja dulu ya?" 


Clara merasa lucu, Rico hari ini benar-benar manis dengannya, semoga saja ini tidak ada udang di balik rengginang.


Malam harinya jam tujuh, sudah terdengar mobil Rico memasuki pekarangan rumahnya, Clara yang mendengar itu terheran-heran, tidak biasanya suaminya itu pulang secepat ini, namun ia teringat ucapan Rico pagi tadi yang mengatakan akan pulang cepat. Dan ternyata lelaki itu menepati janjinya.


Clara membuka pintu dan berhambur memeluknya, Rico begitu kaget dengan aksi Clara barusan kemudian ia mengacak rambut Clara dengan gerakan gemas.


"Ah..maaf mas." ucap Clara yang merasa malu akan tingkahnya.


Kemudian Rico merangkul Clara dan berjalan beriringan masuk ke dalam rumah, Clara telah menyiapkan makan malam untuk suaminya itu yang kini telah tertata rapi di meja makan.


"Mandi dulu sana mas, nanti kita makan bareng." ucap Clara dengan meraih tas kerja Rico.


Namun Rico menggeleng dan menepuk sofa di sebelahnya, mengisyaratkan agar Clara duduk di samping lelaki itu.


Jantung Clara berdegup kencang, dan sepertinya Rico memahami itu, bibirnya membentuk senyuman kemudian ia berkata, "capek banget aku, pinjem bahumu bentar ya?"  Clara mengangguk kecil, ia memahami akhir-akhir ini Rico memang di sibukkan dengan proyek pembangunan mall yang semakin menyita waktunya itu.


Clara mengusap rambut hitam Rico dan menciumnya secara lembut, Clara memahami Rico mungkin benar-benar lelah dan membutuhkan bahunya untuk bersandar sekarang apalagi biasanya lelaki itu akan tidak pulang jika sudah terlalu lelah dan memilih menginap di hotel terdekat dengan tempatnya bekerja.


"Maafin aku ya Cla?" ucapnya lirih yang masih terdengar di telinga Clara.


"Maaf untuk apa mas?" tanya Clara yang begitu heran, Rico tiba-tiba meminta maaf seolah ia baru saja melakukan kesalahan.


Rico menggelengkan kepalanya pelan, kenapa Rico mendadak bersikap ganjil seperti ini, sungguh membuat Clara bertanya-tanya dalam hati, mulai dari sikap manis Rico padanya, memeluknya pagi tadi, meminta maaf mendadak padanya, sungguh patut di curigai.


"Nggak papa, kangen aja romantis kayak gini sama kamu,"  tangan Rico bergerak menyentuh paha Clara mengusapnya pelan membuat pipi Clara seketika memerah.


Clara benar-benar mencintai lelaki ini, sangat mencintainya.

__ADS_1


"Sudahlah aku mandi dulu," ucap Rico dengan membuka bajunya yang kini menampakkan dada bidang dan roti sobek miliknya, hal itu membuat Clara memanas, sudah lama ia tak melihat penampakan seksoy ini. apalagi pikiran Clara tipikal wanita mesum.


"Mandi dulu ya..mau ikut nggak?" goda Rico, Clara benar-benar curiga, begitu terasa aneh. Namun Clara menyembunyikan rasa curiganya itu menutupinya, dengan sebuah senyuman yang ia paksakan.


🌹🌹🌹🌹🌹


"Mas..mas bangun sayang sudah siang." ucap Arini membangun Seto, ia mengusap pipi suaminya itu menghantarkan kehangatan pada pori-pori lelaki itu.


"Sayang.."


Mendadak mata Seto terbangun, kemudian ia menatap wajah Arini yang berada di sampingnya, "apa kamu bilang coba ulangi?" 


"Sayang.." ucap Arini satu kali lagi atas permintaan Seto.


Rasanya Arini malu sekali, ingin sekali ia berguling-guling ke kasur, seperti ABG labil yang sedang jatuh cinta, namun itu hanyalah bayangannya yang tidak mungkin ia lakukan.


"Udah ah..mas Seto nakal banget."  kata Arini ia begitu malu telah memanggil suaminya dengan sebutan sayang yang baru pagi ini ia katakan, sebelum-sebelumnya hanya panggilan mas saja.


"Bilang aja kamu lagi pengen, makannya kamu panggil aku sayang."  Kata Seto menggoda Arini.


Seto menahan tawanya, ia meraih tubuh Arini dan dengan sekali gerakan, tubuh istrinya itu kini telah berpindah menindih tubuhnya. Tak menyia-nyiakan kesempatan itu, Seto segera mencium bibir Arini, yang berwarna pink itu.


Arini begitu kaget di perlakukan seperti ini, suaminya ini beneran lelaki mesum, hampir setiap malam Arini di buat lemas olehnya, seolah tak pernah puas dengan tubuhnya padahal kalau boleh jujur Arini begitu kewalahan mengimbangi permainan dari Seto yang begitu berpengalaman. harusnya yang berpengalaman itu Arini karena ia sudah janda, tapi terbalik Seto lebih pandai darinya bermain di atas ranjang, mantan Casanova Arini memakluminya.


Seto mengigit bibir bawah Arini yang sedikit tebal karena hisapannya semalam.


Arini mengerang kecil dan hal itu membakar gairah Seto, hingga akhirnya…


Bersambung….


halo hai..pembaca setia aku sedikit nggak semangat nih like nya menurun wkwkkw

__ADS_1


bikin aku semangat dong buat up like banyakin apalagi bantu share cerita ini ke sosial media kalian agar makin banyak yang tahu terimakasih 😉


__ADS_2