Istrimu Adalah Pilihanku

Istrimu Adalah Pilihanku
IAP. 78.


__ADS_3

halo hai para pembaca setia istrimu Adalah Pilihanku, mohon maaf baru bisa update. beberapa hari ini author sedang tidak enak badan dan mengharuskan untuk istirahat total.


jadi karena aku telah update lagi, minta bantuan like komen rate dan vote agar kisah ini makin naik lagi dan aku semangat ngelanjutin. salangheyo..😁🥰


🌹🌹🌹🌹🌹


Tentu saja perdebatan menggemaskan antara Arini dan Seto berakhir dengan manis, setelah Arini menyerahkan kadonya, yang ternyata berisi sebuah dasi berwarna merah maroon. Kemudian Seto meminta Arini untuk menunjukkan keberaniannya dalam menggoda Seto yang berkahir di ranjang.


Pagi harinya, ketika sinar matahari pagi menembus awan dan menyelimuti kota x,  seperti biasa Arini terbangun lebih dahulu. Pemandangan yang pertama kali ia lihat adalah dada seksoy milik Seto. dada putih yang di tumbuhi bulu-bulu halus, meskipun Seto mengenakan baju, namun bulu itu dapat terlihat karena dua kancing atas piyamanya terbuka. Sungguh itu menampakkan pemandangan dada yang seksoy.


Arini tersenyum mengingat kejadian tadi malam, namun ia bingung mengapa sekarang dia bangun dalam keadaan berpakaian lengkap, dan tidur dengan keadaan setengah miring memeluk seto.seingatnya semalam ia langsung terlelap saat pergulatan panasnya berakhir.


Arini menatap wajah teduh Seto, Arini  sulit berpaling, wajah itu sangat tampan, seolah wajah Seto menjadi candu baginya. Seto sangatlah sempurna baginya, lelaki yang dengan tulus mencintainya, dan menyayangi Alana dengan sepenuh hati, sungguh Tuhan begitu baik padanya, mengirimkan sosok lelaki seperti Seto di kehidupannya.


Arini masih terperangkap dalam pikirannya, hingga ia tidak menyadari kalau sosok yang ia pikirkan sudah membuka matanya. Seto kemudian memegang muka Arini menggunakan telapak tangannya.  tidak ingin melewatkan morning kiss, Seto menahannya dan mencium bibir wanita itu secara mendadak, sungguh Arini merasa malu dan senang mendapatkan kejutan pagi seperti sekarang.


Tatapan mata yang dalam, membuat Arini sulit menangkis untuk berpaling, ia begitu terkejut dalam hatinya, di iringi rasa bahagia yang tiada Tara.


"Sudah pagi, bangunlah mas, aku akan mengecek Alana dahulu di kamarnya." Arini berbicara terlebih dahulu, suaranya sangat lembut, dan Arini memalingkan wajahnya secepat mungkin, untuk menghindari ciuman yang di rasa tidak akan ada habisnya itu jika di turuti.


Bibir tipis Seto tersenyum dan tidak berbicara apa-apa, tiba-tiba dengan satu tangan, Seto kembali menangkap wajah Arini, lalu mengarahkannya untuk tetap menatapnya.

__ADS_1


Arini sangat gugup, ketika menatap mata Seto, selanjutnya jari ramping Seto, menelusuri wajah Arini dengan lembut hingga menciptakan gelayar aneh seperti aliran listrik yang menyengat dirinya. Dan tiba-tiba ciuman itu datang lagi, ciuman yang lebih dalam dari tadi begitu Mendesak dan menuntut.


Seto sangat mengerikan..


Semuanya begitu sempurna, pesonanya, auranya, membuat Arini tidak mampu menolak dan berpaling.


Mereka berciuman untuk waktu yang cukup lama,  Seto Merasa belum puas berciuman, dan dia bahkan enggan menarik bibirnya dari Arini sekarang.


"Huwaa," suara anak kecil menangis membuat adegan manis ini terhenti. Alana sepertinya sudah bangun dan di luar kamarnya tangisan itu terdengar.


Arini segera beranjak, mengangkat selimut dan bangkit dari tempat tidur.


Setelah pintu kamar terbuka benar saja, suara tadi adalah suara Alana yang tengah menangis.


"Ah..tidak apa-apa mbak, saya juga yang salah bangun kesiangan." ucap Arini tersenyum seraya mengambil alih Alana dari gendongan pengasuh itu.


Setelah Alana berada dalam dekapan Arini, gadis mungil itu terdiam, rasa nyaman dan aman seketika ia rasakan, Arini kemudian memberikan susu dan selang setengah jam, Alana mandi pagi.


Di bagian tempat yang lain, merasa cukup bosan Clara memainkan ponselnya. Aji mengirimkannya pesan untuk menanyakan informasi tentang kasusnya dengan Rico, Clara pun membual dan mengatakan dia baik-baik saja dengan Rico, melihat sikap Rico yang sangat temperamen, tentu saja Clara tidak ingin mengumbar aib rumah tangganya. dengan memberikan informasi yang ia rasa tidak perlu orang lain tahu. Mengingat statusnya sekarang masih menjadi istrinya Rico, walaupun secara siri.


Rico tentu saja tidak akan membiarkan dirinya pergi dengan mudah, jadi Clara harus waspada dan bergerak cantik.

__ADS_1


Dengan sangat sadar, Clara mencoba menyembunyikan ekspresi perasaan sakitnya.  Clara mengakhiri memainkan ponselnya, tiba-tiba ia merasa benar-benar bosan apalagi melihat Aji sangatlah gigih mencari celah untuk mengetahui kisah rumah tangganya.


Clara merasa, tidak ada gunanya ia menanggapi Aji yang begitu tidak penting baginya, urusan dengan lelaki itu sudah selesai, jadi untuk apalagi ia membagi tahu kabarnya untuk orang ini?.


Sejak saat kemarin saat ia memutuskan untuk bercerai dari Rico, ia tidak pernah menghubungi lelaki itu lagi, semua pesan dari lelaki itu hanya di baca tanpa ada niat untuk ia balas. Clara berpikir tidak ada gunanya lagi terpuruk dalam kelukaan seperti ini.


Saat ini.


Di dalam mobil, penghangat jelas menyala, namun tetap saja tak mampu menghangatkan tubuh Rico yang sedang kurang enak badan itu. Ia menuju ke tempatnya bekerja, sesampainya di sana,  ia segera mengabsen seluruh anggota, waktu terus bergulir, hingga siang menjelang di kantin,  para anak buahnya tengah bergosip ria, kabar tentang Rico yang akan segera di lengser dan di gantikan dengan mandor yang baru pun sudah menjadi topik utama dari perjulidtan itu. 


Semua orang beramai-ramai melebeli Rico dengan Mandor kawat yang terancam lengser. Percakapan di kantin tak luput dari pendengaran Aji, yang duduk berseberangan dengan mereka, dan menggosok berita agar semakin Hot dan meledak. Hatinya melonjak kegirangan, jika benar Rico akan lengser, ia akan mengajukan diri untuk menduduki posisi Rico sekarang, sebenarnya sejak awal Aji mengincar posisi Rico, namun keberuntungan kemarin malah berpihak pada lelaki itu yang membuat Aji sangat kesal, padanya.


"Palingan sebentar lagi bakal di tinggalin istrinya, kalau dia udah nggak jadi mandor lagi."  celetuknya asal bunyi, sambil menyeruput kopi hitam yang asapnya terlihat masih mengepul itu.


"Yang bener kamu pak? Kalau begitu serasa sudah jatuh ketimpa tangga pulak." salah satu dari kerumunan itu menimpali ucapan Aji, mereka memang lelaki tapi sangat gemar sekali bergosip.


"Ya pastilah, wong kemarin aku sendiri yang ngasih tahu istrinya. Kalau si Rico itu lagi indehoy di hotel sama cewek lain, sudah pastilah saat ini mereka lagi pisah ranjang. Kalau sudah begitu nggak akan lama lagi kan..alamat mereka cerai."  Aji sangat santai saat mengatakannya, ia malah menjadi kepala gosip di kerumunan itu.


"Masa sih pak? wah berita hot banget ini.. Kemarin dengar-dengar istri pertamanya menceraikan pak Rico, karena istri keduanya yang ia nikahi secara diam-diam, lah.. sekarang kalau cerai lagi bakal jadi duda dua kali dong hahaha..nggak kebayang kalau proyek ini beneran ngelengserin dia, wah..nyesek banget pasti rasanya." si lelaki berbadan gemuk memberi komentar.


"Makannya kalian nanti harus pilih saya, saat Rico benar-benar di lengserin. Kalian nggak usah khawatir tetap aku kasih bonus deh."  jawab Aji memprovokasi.

__ADS_1


Aji ingin terus menyebarkan racun, agar para pekerja ini terpengaruh. Padahal rejeki, jodoh, Maut sudah di tentukan oleh Tuhan. Namun inilah sifat jelek manusia serakah!.


Bersambung....


__ADS_2