Istrimu Adalah Pilihanku

Istrimu Adalah Pilihanku
IAP. 30.


__ADS_3

Sesuai yang sudah di janjikan, Rico mengajak Arini untuk ikut bersamanya, wanita itu tadinya mati-matian menolak namun karena rengekan Rico yang memelas membuatnya mengiyakan walaupun terpaksa. 


Arini bersiap-siap untuk pergi bersama Rico. Ia memakai celana jens dan kaos berwarna putih tak lupa ia mengenakan sepatu sport. rambutnya ia ikat dengan rapi, penampilan Arini yang begini terlihat seperti wanita yang belum memiliki anak.


Alana di titipkan kepada asisten rumah tangganya, malam ini ia memang sengaja menyuruh asistennya itu untuk menginap karena ia ada acara dengan Rico dan sudah pasti ada Clara. Arini tidak mau jika anaknya nanti menjadi rewel apabila mendengar dirinya adu mulut dengan Clara. Arini hanya antisipasi saja.


Rico dan Arini masuk kedalam mobil. Memang dari siang tadi lelaki itu berada di kediaman istri pertamanya, makanya saat ini Rico mengajak Arini untuk menjemput Clara terlebih dahulu. Setelah itu barulah mereka makan malam di restoran yang telah di pesan oleh Rico. Kini mobil Rico telah sampai di rumah Clara.


Arini memperhatikan rumah Clara yang lebih besar dari rumahnya. Wanita itu enggan untuk ikut turun, maka dari itu dirinya memilih menunggu di dalam mobil.


Rico keluar dengan Clara yang bergelayut manja di tangannya, melihat itu hati Arini nyeri namun ini bukanlah saatnya untuk meratapi nasib. Rico membukakan pintu belakang untuk Clara duduk.


"Sayang…aku mau duduk di depan denganmu," rengek Clara.


"Di depan ada Arini, sudahlah kamu di belakang saja!" ujar Rico.


Clara terlihat kesal, ia memasang wajah cemberut. Rico menjadi serba salah kalau begini, Clara masih merengek agar Rico mau menuruti keinginannya.


Saat hendak meminta Arini untuk berpindah tempat, ucapan Arini yang begitu dingin membuat Rico merasa tidak enak. "Kalau kau memintaku untuk duduk di belakang, saat ini juga aku akan memesan taxi untuk pulang!" 


Mendengar itu Rico pun berkata, " Cla..kamu duduk di belakang. kalau kamu tidak mau ya sudah kamu nggak usah ikut!"  tegas Rico.


Clara menghentakkan kakinya kesal, untuk pertama kalinya Rico tidak memenuhi permintaannya. Mau tidak mau sekarang dirinya harus duduk di kursi belakang,  Rico melajukan mobilnya menuju Resto yang telah ia pesan. tujuan Rico mengajak para istrinya agar Arini dan Clara bisa akur.


Rico memarkirkan mobilnya saat telah sampai di halaman restoran. Ketiganya keluar dari dalam mobil, Clara dengan posesif menggandeng tangan Rico. Melihat itu Arini sangat muak saat hendak di gandeng oleh suaminya itu dirinya terang-terangan menolak. sungguh jijik sekali rasanya berjalan beriringan dengan sepasang pengkhianat itu.


Clara menarik tangan Rico untuk berjalan mendahului Arini. Arini hanya menggeleng melihat kelakuan Clara. Madunya itu seperti orang yang takut suaminya melirik dirinya, sungguh tingkah yang kekanakan.


Sesampainya di meja, "Rin.. pilihlah menu yang kamu mau!" Kata Rico.

__ADS_1


Arini mengangguk kemudian memilih menu yang ia inginkan, Arini hanya memilih satu menu malam ini, meskipun hanya satu pesanan namun itu begitu mahal. 


Clara berdecak, Arini sangat pandai memilih makanan, dirinya salah menyangka ia berpikir Arini adalah wanita kampungan yang tidak paham akan menu makanan di resto. Clara sedari tadi masih bergelayut manja namun Arini membiarkan saja.


"Rin..ini sangat mahal, bisakah kau pesan yang lain?" tanya Rico.


"Mas..tadi kamu sendiri yang menyuruhku untuk memilih apa yang aku inginkan, Sekarang kamu mengatakan harganya mahal dan kau memintaku untuk memilih menu lain, kalau masih memikirkan harga makanan, jangan Sok-sokan punya istri dua!" Sindir Arini.


Arini mengganti pesanannya, namun Clara tidak. kali ini Rico benar-benar tersinggung atas ucapan Arini. Biasanya Arini akan menurut namun kali ini istrinya itu membantahnya bahkan memberikan ucapan pedas.


Dalam hati Arini sudah tidak peduli dengan apapun, dia juga sudah malas untuk mengalah, dan memikirkan perasaan Rico, saat ini dalam pikiran Arini cemas, entah mengapa ia merasa bersalah karena telah menolak ajakan Seto untuk makan malam.


Saat masih menunggu makanan Arini terlihat sibuk dengan ponselnya, membuat Rico yang memperhatikan di buat geram karena istrinya itu sibuk sendiri.


"Arini!" panggil Rico dengan raut muka yang tidak suka.


Clara mengepal geram akan Arini. Dia berdecak kesal. Clara merasa jengkel kepada Arini. "Jaga ucapanmu. Aku ini juga istri mas Rico bukan mainannya!" 


Arini tersenyum sinis, " lah kok ngamook!" 


"Justru yang mainannya mas Rico adalah kamu. Aku adalah cinta pertamanya, kau ini adalah pelampiasannya saja. Dih nggak level sama aku!" ejek Clara.


"Jaga bicaramu Clara!" bentak Rico.


Acara makan malam berujung saling cek-cok antara istri pertama dan kedua itu. Rico sangat pusing niatnya ingin menyatukan Arini dan Clara agar akur dan kompak gagal total, karakter mereka yang sangat berbeda membuat semuanya terasa sulit.


Saat hendak adu mulut lagi, makanan yang di pesan pun datang. Rico menginstruksikan agar semuanya diam dan tenang. Untuk sesaat mereka menurut, ingin rasanya Arini mencakar wajah pelakor itu namun ia masih mencoba menahannya.


Hingga pada akhirnya, acara makan malam pun berakhir, kini mereka bertiga segera bergegas untuk pulang, saat sudah di mobil Arini masih diam dan mengacuhkan semuanya.

__ADS_1


"Sok sibuk sama hp. Palingan lagi nyari brondong buat nemenin tidur, gimana lagi kan udah lama itu sawah nggak di bajak!" ejek Clara.


Arini seketika tersulut emosi. Ia geram pada wanita menyebalkan itu, dengan entengnya mulut Clara sengaja menghinanya. Arini menarik rambut Clara dengan kuat sontak Rico kaget akan hal itu.


Rico menepikan mobilnya, ia mencoba memisahkan pertengkaran diantara istri tua dan istri mudanya. Clara meringis kesakitan karena Arini menarik rambutnya dengan sangat kasar.


"Arini.. lepaskan Clara, jangan begini Rin..!" ucap Rico memelas.


"Ayang.. rambutku sakit," lirih Clara.


"Ini balasan untuk mulut busukmu itu! wanita penggoda sepertimu sebaiknya lenyap dari muka bumi ini." sarkas Arini.


"Arini..Clara sedang hamil, jangan kasar kepadanya, jangan bar-bar!" tegas Rico.


Arini melepaskan tangannya dari rambut Clara. Rico lega melihatnya akhirnya Arini mau melepaskan Clara juga, namun Clara tak terima Arini yang duduk di depan dengan mudah ia bisa membalasnya.


Clara membalas perbuatan Arini, wanita itu menarik rambut Arini dari belakang, Rico yang melihat itu di buat pusing akan tingkah kedua istrinya, "Clara lepaskan tanganmu, jangan membalas Arini. Kau akan menyesal!" pekik Rico.


"Biar saja, dia telah menarik rambutku aku akan membalasnya." pekik Clara.


Clara tidak tahu, ucapan Rico benar adanya kini sesuatu telah membuat lengannya mengeluarkan darah. Benar kata Rico ia akan menyesal dan kini ia merasakannya.


Bersambung....


hayo tebak apa yang di lakukan mbak Arini hingga lengan Clara mengeluarkan darah?


wah orang sabar kalau udah marah serem ya..


jangan lupa untuk like komen dan vote ya gengs 🥳❤️

__ADS_1


__ADS_2