
"tapi tunggu.. Bos. Kalau Bu Arini yang hamil kok bos Seto yang mual?"
Seto mendadak frustasi, bagaimana menjelaskan secara terperinci kepada Asisten yang jomblo akutnya sudah lama melebihi kera sakti yang menemani sang guru mencari kita suci itu. Seto mengusap wajahnya dengan keki.
"Ya. Namanya suami istri, mungkin saja ikatan batin kami kuat. Jadi aku ngerasain apa yang di rasakan Arini, aku baca di google katanya hal ini terkadang sering terjadi."
Bimo nampak manggut-manggut, "makanya kawin sana, biar kamu paham hal beginian." celetuk Seto dan beranjak berjalan menuju mobilnya.
Lalu Bimo ikut berdiri seraya menjawab ucapan Seto dengan cengengesan, "kawinnya sudah, tapi nikahnya yang belum makannya ilmuku belum sampai di hal begituan Bos."
Kemudian mereka melanjutkan untuk pergi ke kantor, hari ini Bimo juga telah menggunakan parfum beraroma Lavender, dirinya lebih baik cari aman saja, daripada nantinya akan di suruh bosnya itu untuk membuka baju lagi, serasa kesucian Bimo terlucuti.
Sementara itu, Seto telah menyuruh Arini, untuk tidak memberi tahu keluarga terlebih dahulu, karena Seto akan memberikan kejutan pada semuanya.
Di tempat lain.
Hari ini adalah hari dimana penuh dengan masalah, setelah uang yang di dalam amplop coklat kemarin habis, nominal dalam kartu ATM nya pun telah menipis. Jika seperti ini terus menerus, sudah bisa di pastikan Rico akan menjual mobilnya untuk biaya hidup sehari-hari.
Ternyata Seto tidak main-main dengan ancamannya, Kepada Rico yaitu ia akan kesulitan mendapatkan pekerjaan lagi setelah keluar dari proyek pembangunan mall itu.
Ia menelfon salah seorang kawannya untuk mencari informasi pekerjaan, setelah beberapa saat akhirnya ia memutuskan untuk pergi ke rumah temannya itu.
Sesampainya di depan pintu rumah temannya, ia segera mengetuk pintu, teman yang di kunjungi Rico saat ini adalah Tomi, seseorang yang beberapa waktu lalu ia mintai tolong untuk mencari tahu tentang kehidupan Arini.
Tomi menatap heran kepada Rico, kerena penampilan Rico yang berantakan dan tidak terurus itu, "ada apa denganmu bos? berantakan banget penampilan mu?!" tanya Tomi penasaran.
"Mm..kalau bos tanya soal kerjaan, aku ada sih.. tapi aku rasa kerjaan yang akan aku tawarkan tidak akan cocok dan pantas untukmu bos," Tomi menjelaskan tanpa menyuruh Rico untuk masuk kedalam rumahnya.
"Aku nggak di ajak masuk nih Tom?"
Tomi mendadak panik, bagaimana ia mempersilakan Rico masuk, sedangkan di dalam rumahnya ada dua wanita seksoy yang tadinya sedang memanjakan ketimunnya itu, sebenarnya Tomi ingin menolak tadi, saat Rico menelfon dan mengatakan ingin ke rumahnya, tetapi ia tidak tega mendengar nada frustasi dari Rico.
__ADS_1
Bahkan wanita yang sedang di dalam rumahnya saat ini tidak mengenakan sehelai benangpun, karena beberapa waktu yang tadi mereka bertiga sedang menjelajahi cakrawala tanpa batas. dengan hutan rimba yang siap untuk di tanami benih ketimun.
Tomi tampak ragu menjawab pertanyaan Rico, "emm..,"
"Baby..baby.."
Tiba-tiba ada suara wanita memanggil Tomi dari dalam, Tomi dan Rico pun segera menoleh ke arah sumber suara yang berasal dari dalam rumah itu.
Salah seorang wanita tadi mendekat ke arah Tomi hanya dengan mengenakan ****** ***** yang menutupi bagian sensitifnya saja, sedangkan dua buah semangkanya biarkan menggantung dan bergelayut bebas, jelas saja semangka itu terekspos, tangan wanita itu tidak dapat menutupi dua semangka besar asetnya itu.
Rico menatapnya heran, dan otaknya lelet mencerna, Beberapa detik kemudian ia memahami, pada saat ini Tomi sedang indehoy geboy dengan para bondon seksoy yang telah di pesannya itu.
"Sialan." gerutu Rico saat melihat wajah tak berdosa Tomi cengengesan kepadanya.
Sedangkan wanita yang memanggil Tomi tadi terbelalak, ia baru menyadari kalau pelanggannya itu sedang menerima tamu.
"Aku sudah paham, sudah. Jangan di jelaskan, ****** kau ini." ucap Rico merasa kesal, sebab kedatangannya sangatlah sia-sia, seharusnya Tomi menjelaskan dari awal agar ia tidak mengunjunginya di waktu yang tidak tepat seperti ini.
Tomi hanya cengengesan, lalu setelah Rico pergi ia menutup pintu dan melanjutkan lagi keliarannya bereksplorasi dengan keempat semangka yang sedari tadi hendak di makannya itu.
Rico masuk dan membanting pintu mobilnya dengan keras, ia duduk di kursi kemudi, wajahnya datar tanpa ekspresi. Pikirannya mendadak buntu, bagaimana ia keluar dari situasi seperti ini, lontang-lantung tanpa ada kerjaan, istrinya pun lari darinya, sampai sekarang Rico belum tahu keberadaan Clara.
Rico merogoh kantung bajunya, dengan wajah dan pikiran frustasinya ia mencoba untuk menghubungi Clara kembali.
Nomor Clara sudah tidak aktif, sepertinya wanita itu telah mengganti nomor teleponnya.
"Arrghhhh…A*j*ng, sialan," teriak Rico dalam mobil dengan mengacak kasar wajahnya.
Rico membatu, jiwa dan kehidupannya benar-benar telah hancur, wajahnya sudah tidak bisa berekspresi lagi, kemudian mendadak rasa pusing menyerangnya, dengan gejolak amarah yang menggebu, Rico segera melajukan mobilnya menuju rumah.
Saat ini Clara sedang berada di bandara, ia bergegas masuk ke antean pengecekan. dengan wajah datar dan tanpa ekspresi, Clara akan meninggalkan tanah air untuk mengubur semua kenangan pahitnya bersama Rico. Ia berpikir menjadi j*l*Ng di sini sudah biasa, ia akan menjadi wanita penghibur di negara lain. negara yang akan datang ia tuju saat ini adalah Singapura.
__ADS_1
Wanita itu sudah buntu, menjatuhkan hati nyatanya itu bukanlah pilihan yang tepat, konsekuensinya adalah rasa sakit yang ia terima saat cinta beda perasaan menghancurkan dan meluluh lantakkan hatinya.
Setelah mengurus semuanya, Clara pun masuk kedalam pesawat, tak selang berapa lama kemudian pesawat itupun mengudara.
Setelah mengudara beberapa jam, akhirnya pesawat pun mendarat juga di Singapura, dengan langkah gontai Clara pun keluar dari pesawat dan menapakkan kakinya di negara itu.
"Dari awal aku telah rusak, jadi ayo Clara..jangan bermain hati, lakukan semuanya dengan hanya mengedepankan uang, uang dan uang kau akan jauh lebih bahagia dari sebelumnya." gumam Clara menyemangati dirinya sendiri.
Pagi harinya di hari Minggu.
Seto dan Arini sedang sarapan, tak lama kemudian ponsel Seto berdering. begitu dia melihatnya. Nama "Bimo" muncul di layar.
Bimo membuat panggilan telepon, setelah bosnya itu tidak menjawab, dia tidak menelepon lagi, Seto menghela nafas, ia meletakkan alat makannya. Tiba-tiba satu notifikasi pesan masuk. ternyata asistennya itu yang mengiriminya pesan.
"Siapa mas?" tanya Arini penasaran.
Seto melihat ke arah Arini dan mengatakan nama Bimo tanpa bersuara, namun Arini sudah paham dari gaya bibir suaminya itu, kemudian Seto mengklik pesan tersebut.
"Bos, saat ini Rico frustasi berat, ternyata Clara istri sirinya itu telah meninggalkannya juga, saat ini juga Rico belum mendapatkan pekerjaan, sudah bisa di pastikan lelaki itu akan bangkrut pada waktunya."
Seto membaca pesan itu tanpa ekspresi, " tamatlah riwayatmu." gumam Seto dalam hati mengutuki Rico.
Dan kemudian rasa mual mendadak menyerang Seto lagi, ia segera berlari menunju toilet untuk mengeluarkan isi dalam perutnya itu, Arini mengikutinya dan membantu menepuk-nepuk punggung suaminya.
Setelah Seto berhasil memuntahkan isi perutnya, ia berbicara, "hanya bau Alana yang dapat menyelamatkanku dari rasa mual ini."
Kemudian Arini tertawa, "aku yang hamil, kamu yang ngalamin mual-mual mas,"
Seto juga terlihat frustasi, badannya benar-benar lemas berulang kali bolak-balik ke kamar mandi untuk memuntahkan isi perutnya.
Bersambung....
__ADS_1
ada yang masih ingat dengan Tomi? wkwkwk hayo pastinya pada lupa ya..
duh mbak Clara mau jadi bondon di luar negeri tuh..wkwkwk apakah nantinya Clara akan bahagia? lalu apakah Rico akan makin frustasi dan mendadak gila? tulis komentar di bawah ya ..tapi jangan lupa juga berikan like dan Vote rate juga. 🌹🥰