
Hari ini adalah hari di mana Arini menepati janjinya untuk bertemu dengan Seto. kali ini dirinya tidak mengajak Alana, wanita yang mengenakan mini dress dengan memakai sepatu sport itu terlihat sedang menunggu kedatangan Seto. Rambutnya ia biarkan tergerai. alasan dirinya tidak mengajak sang buah hati adalah karena ia berpikir pertemuannya dengan lelaki itu sebentar saja.
Arini menunggu di kafe milik Seto, kafe yang pertama kali mempertemukannya dengan pria tampan itu. sebelumnya Seto telah menyediakan private room agar Arini merasa nyaman saat berbincang dengannya nanti. Sosok yang ia tunggu belum juga menampakkan batang hidungnya, membuat Arini melirik kembali jam yang melingkar di tangannya.
"Lama sekali mas Seto, padahal katanya tadi sudah on the way." decak Arini dengan melihat lagi jam tangannya.
"Sudah menunggu lama?" suara itu membuat Arini segera menoleh, terlihat Seto datang dengan mengenakan kaos putih dan celana jeans namun penampilannya yang berbeda kali ini membuat Arini tertegun.
"Ah..iya, tidak juga mas," jawab Arini.
Seto kemudian duduk di hadapannya, namun mata Seto menelisik, seolah mencari seseorang, ia memperhatikan sekeliling namun raut wajahnya masih tampak kebingungan
"Dimana Alana?" rupanya Seto sedari tadi mencari sosok gadis kecil itu.
Namun Arini tidak menjawab, wanita itu masih tertegun saat ini dirinya sangat penasaran pada pria yang sedang duduk di hadapannya. Dari penampilannya saja Seto terlihat dari golongan yang tidak biasa. Semua itu di simpulkan Arini dari fashion style yang Seto kenakan.
"Halo Rin..?" tanya Seto kembali dengan melambaikan tangan ke hadapan wanita itu.
Arini seketika sadar dari lamunannya, " eh..iya di rumah,"
Seto hanya menganggukkan kepala, ia tak tanya lebih lagi mengenai Alana.
"Sebenernya ada sesuatu yang ingin aku sampaikan padamu.." kata Seto serius.
Arini tak memahami apa yang di katakan Seto. ia diam masih menunggu kelanjutannya.
Seto mendekat kepada Arini, " Aku tahu kamu di poligami. Apa kau tak ingin membalasnya?"
"Dari mana kamu tahu?" tanya Arini dengan wajah yang kaget.
Seto menarik nafas, "bukannya aku lancang. Tapi jujur aku telah mencari tahu semua tentangmu."
"Gimana kalau kamu balas perlakuan suamimu itu? dengan cara menjadi pacarku," ucap Seto.
Namun Arini malah tertawa, "mas..mas kalau mau ngelawak kamu sudah berhasil membuatku tertawa." kata Arini.
__ADS_1
Seto menggaruk tengkuknya, ini pertama kalinya ia menembak wanita, sungguh selama ini dirinya yang di tembak oleh lawan jenisnya, maka dari itu Seto terlihat kaku saat mengutarakan isi hatinya, malah Arini menganggap Seto sedang bercanda dengannya.
"Aku serius." ucap Seto yang seketika menghentikan tawa Arini.
Arini seolah tak mengerti akan apa yang terjadi. Dirinya sedang di tembak oleh lelaki yang tampan dan gagah, lebih tampan dari suaminya sendiri. apakah ini ujian atau keberuntungan? sungguh sebelumnya tak pernah terpikirkan dalam benaknya.
Arini masih tidak percaya, ia menjentikkan sepuluh jarinya jika berbunyi itu artinya benar jika tidak berbunyi itu mimpi, mungkin saja saat ini dirinya sedang bermimpi, mana mungkin Seto menaruh hati padanya. namun dari jentikan sepuluh jarinya hanya dua yang tidak berbunyi jadi pemenangnya adalah benar.
Arini berteriak dalam hati, "8:2 wow, berarti ini bukanlah mimpi."
Seto menahan tawa melihat tingkah Arini. Mungkin saja Arini tidak yakin, untuk itu ia akan menyakinkanya.
" Ini kenyataan Rin..apa kamu pikir ini sebuah Mimpi?" Seto menggelengkan kepalanya tingkah Arini sungguh membuat dirinya gemas.
"Mungkin saja mas..mana mungkin seorang mas Seto memiliki perasaan untukku, kalau bercanda jangan keterlaluan mas!" Ucap Arini.
"Aku tipikal orang yang sama sekali tidak suka bercanda. Jadi tolong jangan menolak ku!" ucap Seto.
"Mas Seto lupa? aku sudah menikah."
"Aku akan mengubah hidupmu yang terasa kosong itu. pengkhianatan dari suamimu patut untuk di balas, jika kau menerimaku sudah ku pastikan kau akan menjadi wanita yang paling bahagia."
"Tidak hanya padamu, aku juga mau menerima Alana sebagai putriku." jelas Seto lagi.
Arini tampak menimbang perkataan Seto, ia melihat tidak ada dusta dari sorot mata lelaki itu, namun Seto ini adalah sang Casanova sulit bagi Arini untuk mempercayainya.
Jelas saja jika Arini menerimanya, akan menimbulkan pro dan kontra jika sampai suaminya tahu, walaupun dirinya hanya membalas atas apa yang ditorehkan Rico tetap saja kesalahan akan jatuh padanya, karena berselingkuh.
"Aku.." Arini tampak ragu mengatakannya.
"Aku kenapa?" tanya Seto tidak sabaran mendengar jawaban Arini.
"Kau takut suamimu tahu? Itu justru bagus Rin..kau akan bebas dari rasa sakit hatimu itu, tidak usah minta cerai kau pasti akan di ceraikan!" Kata Seto yang seketika mendapat tatapan tajam dari Arini.
" Mas...aku ini masih istri orang, jangan berbicara sembarangan, aku juga masih.." Ucapan Arini menggantung membuat Seto mengerutkan kening.
__ADS_1
"Masih mencintainya," sambung Arini kemudian.
Seto terlihat kesal akan jawaban Arini, " sulit untuk di percaya, suamimu telah berselingkuh Rin.. mengkhianati dirimu ayolah jadi wanita smart."
Mendengar itu Arini berpikir, apa yang di ucapkan Seto memang benar adanya. Tidak di pungkiri hatinya merasakan sakit atas penghianatan yang di lakukan oleh Rico, sejenak ucapan Seto membuat otaknya berpikir keras.
Seto masih setia menunggu respon dari Arini, mungkin Seto terlalu blak-blakan, tidak ada filternya sama sekali saat mengutarakan keinginannya. Apapun yang sudah di inginkan lelaki itu bisa tidak bisa harus ia miliki. Itulah yang menjadikan Seto tidak sabaran dan terkesan kurang manis menyampaikannya pada Arini.
Seto menyentuh tangan Arini, " maafkan aku, tapi jujur keinginanku untuk menjadikanmu kekasihku tidak main-main."
cukup lama Arini terdiam hingga pada akhirnya..
"Baiklah aku akan menjadi kekasihmu, tapi ingat mas..aku sudah menikah jadi jangan macam-macam denganku!" jelas Arini.
Bak bunga bermekaran, hati Seto meledak gembira. Rasanya mendadak dunianya berwarna. jiwanya bersemangat, hatinya menghangat.
Seto tersenyum puas, " tenang saja..aku telah mengetahui semuanya tentangmu dan suamimu jadi aman."
Sementara itu di rumah Arini, Rico menaiki anak tangga menuju kamar, namun ia tak mendapati Arini. Hanya seorang pengasuh sewaan yang menemani Alana tidur.
Hal itu membuat Rico murka, lelaki arogan itu mendadak emosi nomor Arini tidak aktif saat ia hubungi, "kemana Arini?" Decak Rico dengan guratan emosi yang meledak-ledak.
Pengasuh yang di tugaskan Arini untuk mengasuh putrinya terlihat tidak enak hati pasalnya Rico Selaku tuan rumah terlihat sedang marah-marah. " Sejak kapan kamu bekerja di sini mengasuh putriku?"
"sejak kemarin tuan," Jawab wanita itu.
Rico hanya menganggukkan kepala, ia menyuruh pengasuh itu untuk kembali ke rumahnya, karena dirinya sendiri yang akan menjaga Alana. Pengasuh itu tidak memiliki pilihan selain menuruti perintah tuan rumah itu.
"Dimana Arini?" lelaki itu duduk di tepi ranjang, putrinya telah terlelap Rico menarik rambutnya ke belakang. Rico datang untuk melihat keadaan Arini " dia pasti mabuk-mabukan lagi karena marah denganku, sebelumnya kan juga begitu." Rico berkata dengan lirih.
Jika saja Rico tahu sekarang Arini telah menjadi kekasih orang, apakah Rico baru akan merasa sakitnya di khianati oleh pasangannya sendiri. Seseorang bisa saja berubah karena perlakuan dari orang lain, itulah yang di namakan hukum alam. apalagi jika dirinya tahu istri mudanya juga mengkhianatinya dengan kehamilan palsunya.
Bersambung.....
cie yang baru jadian .
__ADS_1
misi balas dendam segera di mulai ayo dukung mereka dengan cara like komen rate dan vote 🥳🥳🥳❤️