
Tepatnya dua hari setelah Seto mengundang Dea, kini ia bersiap-siap hendak ke pesta dengan antusias, hatinya berbunga-bunga jarang-jarang Seto bersikap manis padanya hingga mengundangnya ke pesta di hotel seperti sekarang.
Di tengah kerumunan, setelah ia berhasil menapakkan kaki ke hotel, ia melihat Arini yang begitu cantik di balut dengan busana yang begitu elegan dan mewah yang pastinya membuat hati wanita akan iri di buatnya.
Tentunya di dalam pesta Dea bertemu dengan beberapa teman semasa sekolah dulu, dan tepat saat ini ia telah bergosip ria bersama salah seorang temannya apalagi kalau tidak membicarakan istri dari sang pemilik acara yaitu Arini.
"Eh..gays, kalian masih heran nggak sih kok Seto mau ya sama janda,"
"Kamu kenal De.. dengar-dengar dia temanmu ya?"
"Bicaramu omong kosong sekali, bagaimana bisa dia temanku, dia dulu mantan babuku waktu aku masih buka toko bunga," Dea membantah dengan wajah dingin.
Teman-temannya tertawa dan tidak berbicara lagi.
"Semuanya lihat!" Tiba-tiba Dea naik ke atas panggung bersuara lantang menggunakan mic.
" Di sini saya hanya ingin menjelaskan bagi teman-teman saya yang begitu penasaran akan sosok nyonya Seto Permana, yang kalian sendiri bisa lihat beliau sedang berdiri di ujung sana mengenakan kalung berlian yang limited edition, serta gaun yang super mewah karya desainer ternama yang pastinya hanya mampu di beli oleh orang berada seperti bapak Seto,"
Semua yang mendengarnya pun semakin antusias, selain karena penasaran mereka juga belum mengenal sosok istri Seto yang selama ini jarang di publikasikan.
"Pertama-tama, Ibu Arini dulunya adalah mantan karyawan saya, sewaktu saya mempunyai toko bunga, saat itu ibu Arini masih berstatus sebagai istri dari bapak Rico yang bisa kalian lihat beliau sedang berdiri di sana!" ucap Dea yang semakin berkata lantang dan penuh semangat seraya menunjuk ke arah Rico yang menyunggingkan senyum merasa senang karena Dea melakukan sesuatu sesuai rencana.
"Wah nggak nyangka ya..!"
"Oh.. ternyata, keliatannya sih kalem, tetapi kelakuan kok kayak gitu," gunjingan para tamu yang mulai terprovokasi ucapan Dea.
Seto masih memantau, ia sudah menduga hal ini akan terjadi.
__ADS_1
Wajah Dea tiba-tiba berubah, tangannya mengepal dengan kuat, "ibu Arini yang terhormat, apakah anda tahu tindakan anda tidak jauh dari seorang ******!"
Dea berusaha keras untuk menyalurkan semua kebenciannya, memandang Arini dengan mencibir, dan kemudian melihat ke sekeliling kepada para tamu undangan yang mulai terprovokasi ucapannya. "Apakah kalian sependapat dengan ucapan saya, jika Ibu Arini yang terhormat adalah seorang ****** yang beruntung mendapatkan incaran targetnya?!"
Begitu kata-kata Dea selesai yang lain pun tertawa.
Arini berpikir, mengapa Dea tidak belajar dari kesalahannya, jika memang dia salah bukankah itu urusannya sendiri dengan Tuhan, bukankah kita hidup sudah mendapatkan setingan sendiri masing-masing dari Tuhan?.
Kali ini Arini tidak tinggal diam, ia maju lebih mendekati panggung dan berbalik untuk menatap para tamu undangan
" Semua yang di katakan nona Dea tentang saya benar adanya, tapi perlu di garis bawahi saya sudah berpisah dengan saudara Rico sebelum memutuskan untuk menerima lamaran suami saya, dan alasan mengapa saya bercerai itu konsumsi saya pribadi..namun bukankah nona Dea juga seorang pendosa seperti saya, memiliki anak dari hubungan gelap dengan pak Rico lalu mengejar mas Dio dan mengemis cintanya setelah di tolak oleh suami saya, bahkan anak hasil hubungan dengan saudara Rico harus gugur bukan?"
Dalam kalimat terakhirnya, Arini mengatakannya dengan cukup jelas dan mudah di pahami oleh semuanya, jadi niat Dea mempermalukan malah di permalukan.
"Ibu Arini.. apakah anda mencoba memprovokasi para tamu untuk mendukung anda?" Dea berkata lalu turun dari panggung dan mendorong Arini.
Tapi Arini tidak tinggal diam, di bawah mata yang kaget di sekelompok para tamu undangan, Arini balik mendorong Dea hingga wanita itu tersungkur ke lantai. Hari ini Arini benar-benar tidak mempunyai toleransi lagi.
Para tamu undangan semakin seru melihat pertunjukan ini, alih-alih membela Dea mereka lebih fokus akan drama dadakan seperti sekarang.
"Dasar ******!!" Dea berdiri, mengertakan giginya dan mengangkat tangannya untuk menampar Arini.
Seolah Arini hapal drama apa yang selanjutnya akan terjadi, ia pun segera menggenggam tangan Dea sebelum tamparan mengenai wajahnya, dan kemudian melepaskan tangan Dea dengan kasar.
Sedangkan di sudut lain, Rico sudah mulai ketar-ketir pasalnya yang ia pikir Arini akan diam nyatanya berbanding terbalik menjadi sosok yang berani.
5 menit kemudian, Seto berjalan ke arah istrinya yang tengah berseteru dengan Dea.
__ADS_1
Dea melirik sedikit dan melihat ke arah Seto yang begitu tenang seolah tidak terprovokasi, namun semakin Seto tenang Dea pun semakin merasa tidak puas sekaligus tidak nyaman.
Seto berkata " ya.. apakah perbuatan anda dapat di katakan sebagai wanita yang berkelas? Membuat kegaduhan serta memprovokasi para tamu untuk mencibir istri pemilik acara?"
Dea tidak berkata apa-apa dan tidak memandangnya lagi, perlahan Seto meraih tangan Arini untuk menjauh dari Dea.
"Arini Kemala..kamu sangat tidak berpendidikan! Kamu sangat tidak pantas bersanding dengan keluarga Permana! Kamu mendorongku hingga aku menjadi tontonan para tamu, bukannya menyesali perbuatanmu kau malah merasa bangga karena Seto selalu memihakmu. Kamu benar-benar wanita tidak tahu malu!"
"Sudah hentikan!" Kali ini amarah Seto memuncak ia membalikkan badannya lalu berjalan menghampiri Dea yang tiba-tiba wajahnya pucat seolah baru menyadari perkataannya.
Arini mengabaikan Dea, ia malas meladeni wanita gila itu. Arini ikut menghampiri Seto lalu ia meraih tangan suaminya itu.
Ia membisikkan sesuatu ke telinga Seto, lalu sedetik kemudian Seto pun menurut dan meninggalkan Dea dengan acuh tak acuh.
Begitu langkah kaki ke lima, Dea serta Rico tiba-tiba di amankan oleh pihak kepolisian, entah sejak kapan polisi ada di acara tersebut semua orang pun seolah tidak menyadarinya.
Dea memberontak, "apa salah saya pak, jangan asal tangkap seenaknya dong!"
"Nanti bisa nona jelaskan di kantor polisi!" jawab polisi tersebut dan langsung membawa Dea dengan paksa untuk ke kantor polisi.
Sedangkan Rico, ia juga sama halnya seperti Dea, namun pemberontakan apapun tidak akan ada gunanya jadi, beberapa saat kemudian Rico pun hanya bisa pasrah untuk di bawa ke kantor polisi.
Banyak para tamu undangan yang berkerumun serta bergosip ria, adegan yang sangat tidak di bayangkan telah mereka saksikan, ada yang dengan sigap mengeluarkan ponsel dan membuat story untuk di unggah di akun lambe gosip, ada yang cuma plonga-plongo dengan berpikir dalam diam, ada juga yang langsung bergosip di tempat.
Namun hal itu tidak di pedulikan keluarga Seto yang ia pedulikan saat ini akhirnya apa yang telah ia rencanakan tercapai.
Lalu...
__ADS_1
Bersambung.....
maaf ya baru bisa update.. author sangat sibuk, tapi janji setelah ini giat dan rajin deh kalau kalian juga rajin vote like komen serta rate ya 😌💜🥰😍