
"Lo terlalu ngeremehin Bos Besar, Nak. Gue yakin waktu Tanjung tanda tangan, Bos udah nentuin kalau Tanjung bakal keluar dari Aliansi. Lagian mau lo liat kayak gimana, Tanjung yang sekarang bukan Tanjung yang Bos suka dulu. Emang harusnya dibuang."
Teguh menatap curiga. "Terus kenapa Suri yang istrinya Tanjung belum dilepasin? Kalau dia udah dibuang."
Dayan tertawa mendengarnya. "Peka juga. Dibuang sih cuma dari Aliansi, tapi dia dikasih tempat lain. Well, itu enggak penting sama sekali buat kalian atau buat gue. Intinya, gue mau bilang kalau Tanjung dateng ke sini buat jemput kalian, maksud gue Suri sama anaknya. Dan mungkin buat mutilasi elo."
Tentu saja itu untuk Teguh. Karena sudah tahu risiko itu, Teguh cuma diam.
Ia sudah menyerah untuk bertahan hidup. Yang terpenting adalah ia melindungi Suri sebisa mungkin, sebagai penebusan dosa atas kematian Arul dulu.
"Lo cuma mau bilang itu?" Suri menangkap gelagat aneh. "Lo datang cuma buat ngetawain gue, gosipin kalau Tanjung ke sini?"
Kayaknya tidak.
Setelah lama bersama Tanjung, Suri jadi mengerti karakteristik orang-orang di Aliansi, meski itu hanya di sekitar Tanjung.
Mereka terlatih bicara cuma saat itu diperlukan saja. Walau tidak pendiam seperti Tanjung, rasanya Dayan terlalu buang-buang waktu kalau cuma datang mengatakan itu.
__ADS_1
"Istrinya Tanjung pinter juga."
Dayan menyeringai, membenarkan dugaan Suri.
"Gimana kalau lo sama gue kerja sama? Yah, mirip-mirip yang lo tawarin kemarin," ucap dia, akhirnya pada tujuan utama.
"Apa?" Jelas saja Suri terkejut.
Kenapa tiba-tiba Dayan berubah pikiran? Dan itu justru tepat setelah Tanjung datang?
"Penawarannya simpel." Dayan menjentikkan jari. "Satu, gue bantu lo bales dendam buat Arul—bukan cuma soal Tanjung, gue juga bakal bantu lo bales dendam ke organisasi yang manfaatin Arul."
Nampaknya Teguh tidak mau menjelaskan keseluruhan cerita pada Suri agar dia tidak dimanfaatkan, tapi sayang sekali Dayan tidak peragu.
Suri terlalu fokus pada Tanjung, pada kenyataan Tanjung membunuh Arul makanya dia tidak berpikir 'kenapa Tanjung membunuh Arul'.
Organisasi yang dulu menjadikan Arul sebagai mata-mata—Dayan lebih suka menyebutnya alat karena mata-mata itu terlalu keren buat ukuran Arul saja—jelas juga bertanggung jawab atas kematian kakaknya Suri.
__ADS_1
Oh, dan Suri juga bisa mencari pacarnya Arul, atau bisa dibilang mantan pacarnya.
Wanita itu mengambil cukup banyak uang yang Arul percayakan untuk diberi pada Suri. Dia malah mengambilnya karena tahu Arul sudah mati karena dihukum sebagai pengkhianat Aliansi.
"Gue bakal bantuin lo bales dendam sampe semuanya tuntas, dengan satu syarat kecil."
"Jangan." Teguh langsung menghentikan. "Suri, jangan dengerin."
Jika ada seratus orang di dunia ini yang tidak boleh dipercaya, maka salah satu yang berada di urutan atas itu adalah Dayan. Dia orang berbahaya karena awal sampai akhir, sulit untuk tahu tujuan dia apa.
Tapi Dayan tidak peduli dan tetap mengatakannya.
"Lo harus ketemu Tanjung."
Teguh langsung paham Dayan punya niat apa.
Dia mau bermain-main! Dia mau memanfaatkan Suri untuk mengolok-olok Tanjung yang tak bisa menyentuh Suri sama sekali.
__ADS_1
"Tanjung yang bayar lo?" Suri menggeram marah. "Lo dibayar sama dia buat ketemu gue, hah? Lo kira gue mau?!"
**