Jadi Tawanan Preman Galak

Jadi Tawanan Preman Galak
78. Lupakan Soal Dia


__ADS_3

Memang Suri itu harus sadar kalau orang yang jadi pasangan hidupnya rada tidak beres. Perempuan macam apa yang dikasih berlian tidak suka?


Suri bergegas ke cermin memasang benda itu ke lehernya, terpesona pada kilau dan cantik motif sederhana yang mewah itu.


"Wow." Suri berputar ke kanan kiri, melihat kecantikannya. "Emang enggak ada yang lebih cakep dari kemilai kekayaan."


Bercanda, deng.


Suri cuma senang karena lagi-lagi Tanjung menyogok secara tidak langsung. Walau ini dari bosnya dia, Suri cuma merasa kalau Tanjung bukan tidak peduli.


"Makasih yah, Suamiku."


Ketika sibuk berputar-putar sok cantik di depan kaca, mendadak Suri jadi ingat waktu di belakang.


Lucu, yah? Suri menyelamatkan satu orang, lalu ternyata orang itu pasangan hidupnya.


Kalau Arul ada, rasanya semua bakal lebih lengkap.


Apalagi Suri juga sekarang punya anak di perutnya. Kalau Arul tahu, Suri yakin dia akan senang punya keponakan.


Lucu membayangkan dia kerepotan mengurus keponakannya yang mau main di atas kepala dia.


"Kenapa diem?" Tanjung tahu-tahu sudah di belakangnya, mengusap-usap perut Suri.


Bibirnya terbenam di tengkuk wanita itu, mencium berulang kali sambil terus mengusap perutnya.


Tanjung itu super pendiam, tapi semakin lama bersama Suri, Tanjung kadang bertanya kalau Suri mendadak diam.


Keadaan tidak normal menurut Tanjung.

__ADS_1


"Kepikiran aja." Suri menimpa tangan Tanjung di perutnya dan mengikuti ritme usapan itu. "Kalo anak kita lahir terus Arul pulang, pasti seru."


"...."


"Iya, kan? Gue juga pengen ngenalin lo ke Arul. Eh, tapi dia marah enggak yah kalo gue nikah enggak bilang-bilang?"


Suri membalik badan, menatap wajah datar Tanjung itu.


"Gue boleh nabung enggak buat cari Arul lagi? Boleh, yah? Yah? Gue nurut diapain aja deh, serius."


Pikir Suri, Tanjung diam karena mempertimbangkan permintaannya.


Kenyataannya Tanjung berpikir bagaimana cara mengalihkan perhatian tanpa harus Suri sadar.


Kenapa dia masih sering membahas Arul padahal Tanjung sudah mengisi semua ruang yang dia punya? Bawaan hamil lagi, kah? Tanjung harus apa agar orang itu hilang dari kepala Suri?


".... Biar gue yang cari."


Sejak bersama Suri, Tanjung jadi tahu kadang ia harus berbohong agar tidak terjadi masalah.


Agar dia tidak bersedih dan terlalu banyak pikiran


"Tapi gue enggak enak." Suri memeluknya tiba-tiba, berbisik murung di sana. "Lo kan udah kerja capek-capek. Masa gue repotin juga nyariin Arul."


"Lo yang enggak usah capek." Tanjung menarik napas di antara halus rambut Suri. "Sekarang ganti baju. Gue temenin jalan-jalan."


Suri mengerjap, tapi sejurus kemudian senyum.


Ternyata sadar juga, kalau tadi pagi Ikram tidak datang mengajak Suri jalan karena Tanjung sudah pulang.

__ADS_1


Yasudahlah soal surprise. Tanjung kan memang Tanjung.


*


Tanjung tidak paham kenapa setiap kali melihat Suri jajan, ia senang. Terutama kalau Suri ketemu makanan yang dia suka, matanya berbinar-binar dan senyumnya berkembang polos.


Belakangan dokternya Suri menyarankan memperbanyak konsumsi buah, jadi Tanjung menemani Suri jajan rujak manis.


Walau mata Tanjung mengawasinya, pikiran Tanjung dipenuhi hal lain.


Kenapa Suri tidak melupakan Arul saja? Kenapa dia harus terus mengungkitnya dan membuat Tanjung kadang terbebani?


Memang susah yah melupakan orang yang sudah lama tidak ada? Padahal Arul juga tidak memberi apa-apa lagi untuk Suri. Jika Tanjung jadi Suri, orang yang sudah tidak penting baginya akan ia anggap tidak pernah ada.


Karena memang jalannya dunia begitu.


"Enak enggak?" Suri datang menyuapkan makanannya ke mulut Tanjung, senyum-senyum tidak jelas. "Gimana? Enak, kan? Iya, kan?"


Tanjung diam, justru mengusap-usap kepala Suri.


Kecupan kecil mendarat di kening Suri. Tanjung memeluk pinggangnya, memuaskan diri pada rasa kehadiran itu.


Lupakan Arul, itu yang mau Tanjung katakan padanya. Berhenti memikirkan orang siialan itu dan diam saja di pelukan Tanjung.


Kalau dia mau batu tidak jelas itu lagi, Tanjung akan minta yang terbaik ke Bos Besar. Atau kalau dia ingin sesuatu yang lebih berharga, Tanjung akan berusaha keras memberinya.


Jadi lupakan saja orang lain dan fokus pada Tanjung.


*

__ADS_1


__ADS_2