
Tahu cara paling ampuh membohongi diri sendiri?
Bohongi orang lain di sekitar kita.
Suri tak mau menerima kenyataan kakaknya pergi entah ke mana, hingga siapa pun yang bertanya padanya ke mana sang kakak pergi, Suri bilang dia kerja di tempat jauh.
Memberi kesan kalau kakaknya cuma sedang merantau, suatu saat akan pulang, dan tentu saja sering mengirim uang hasil kerjanya di perantauan sana.
"Iya, Bu. Dari Abang saya." Suri buru-buru mundur biar tidak terlalu ditanya. "Kalo gitu, pamit, Bu. Permisi."
"Hati-hati."
Uang di kantong Suri tersisa beberapa lembar. Kini ia hanya perlu sibuk memikirkan makan. Suri mampir ke minimarket, mengambil sekaleng soda sebelum ia keluar untuk merokok.
Sejak bertemu cowok itu, rasanya Suri jadi semakin sering membuat polusi. Dia bikin stres, sih. Jadi Suri tidak heran bulan ini ia sudah merokok sangat sering.
Orang brengsekk itu tidak mengerti apa pun tentang seseorang.
Apa dia pikir ada manusia yang mau diperlakukan seperti hewan? Dia melempar sisa makanan, lalu Suri buru-buru memungutnya untuk dimakan, begitu?
Cih. Suri juga tahu ia kesulitan punya uang, tapi memangnya harus dia bersikap begitu?
Badjingan siialan.
"Permisi."
Suri menoleh malas-malasan, sudah kenyang dengan modus permisi khas cowok. Modus yang sama menjengkelkan dengan modus Mama Minta Kuota.
Tapi waktu menoleh, Suri langsung cengo menemukan pria tinggi berjaket LV hijau yang wanginya langsung tercium ditiup oleh angin kecil.
Suri terlalu cengo untuk menjawab. Ketampanan orang ini ... selevel dengan Jungkook, siialan!
Mana ada gadis bisa membalas 'enggak usah permasa-permisi' kalau disinggahi Jungkook.
Mitos itu mitos!
__ADS_1
"Hai?" Cowok itu bersuara lagi. Dan mendadak suaranya jadi terdengar sangat merdu.
Suri meleleh. Luluh oleh ketampanan, terutama dilengkapi jaket merek dunia.
"Boleh nyalain rokok enggak?" Dia mengisyaratkan rokok Suri dan menunjukkan batang rokoknya. "Korek gue abis."
Suri kaku melepaskan rokoknya, membiarkan cowok itu mendekatkan ujung rokok mereka agar bisa menyalakan dari baranya.
Waktu melakukan itu, mau tak mau dia menunduk pada Suri. Dan karena itu, Suri jadi melihat betapa mulus wajah cowok ini.
Sumpah, dia pasti sering ke salon buat perawatan wajah!
Setelah menyala, Suri mengisap rokok itu lagi. Kali ini hanya untuk menutupi badannya gemetar. Orang ganteng ini nyasar apa gimana?
"Thanks. Nama lo siapa?"
Tuh kan modus Mama Minta Kuota Tapi kalau yang modus modelan begini, dia minta uang pun Suri kasih!
Jadi gadis itu berdehem, menjawab samar, "Suri."
Namanya aja udah ganteng. Kayak nama-nama artis, atau nama-nama orang yang punya bapak bisa membeli ginjal, jantung, mata, hatinya Suri.
Suri sok-sok cool merokok, tapi matanya sulit tidak melirik cowok di samping, menyadari betapa ganteng dia.
Sumpah, dia menang modal dan menang model.
Mukanya cokelat terbakar matahari, tapi bersih. Ada anting salib kecil di telinganya sebelah kiri, sedangkan yang sebelah kanan kosong. Rambutnya dipotong rapi, dan outfit-nya.
Sialan! Itu jaket LV-nya asli? Berapa juta harga barang itu? Mana dia tinggi lagi. Model jaketnya masuk banget sama postur badannya dia.
Waktu cowok itu balas menatapnya, Suri membuang muka tersipu.
Duh, jangan sampe gue demen cowok enggak terjangkau. Jangan sampe! Yang beginian pasti mahal banget.
Inget asam lambung, Suri!
__ADS_1
*
Heeeh. Dayan penasaran kenapa Tanjung tidak kunjung muncul dan ternyata dia menghabiskan waktu bersama gadis ini?
Dilihat dari mukanya, dia tidak tahu apa-apa. Sama sekali, nampaknya. Karena dia menatap Dayan seolah Dayan adalah idol Korea.
Kalau dia tahu, tidak mungkin dia menatap Dayan dengan cara ini. Kenapa Tanjung menetap di tempat gadis ini?
"Kenapa ngerokok sendirian?" tanyanya, mencoba mengorek informasi.
"Pengen aja." Gadis itu berusaha menjawab datar.
"Hmmmm."
Dayan mengubah posisinya, bersandar pada tembok agar bisa melihat jelas wajah Suri.
Dia makin memalingkan muka, seolah mukanya akan benar-benar memerah jika melihat Dayan langsung.
"Mau nemenin gue enggak jalan-jalan? Gue juga lagi pengen healing, nih."
Mudah menggoda cewek yang sudah menganggap kalian tampan. Karena dia sudah sangat tergoda oleh muka.
Jadi Suri mengangguk, dan Dayan mendapatkannya.
Oke, oke. Jangan salah paham. Dayan tidak mendekati Suri untuk membahayakan nyawa Tanjung atau menyerang titik lemah dia secara diam-diam.
Anggap saja Dayan adalah ... manusia fleksibel. Kadangkala ia musuh, kadangkala ia rekan, kadangkala ia rival.
Tapi untuk sekarang Dayan hanya ... orang asing yang kebetulan lewat.
Ya, anggap begitu saja.
Walau mungkin Tanjung tidak akan menganggap begitu.
*
__ADS_1