Jadi Tawanan Preman Galak

Jadi Tawanan Preman Galak
88. Pesan Dari Teguh


__ADS_3

"Lo dilarang megang istri Bos."


Teguh mengangkat tangan, tersenyum meringis. "Sori, sori. Maksud gue cuma ngelus adek gue. Sumpah. Iya, Suri?"


Nyaris setahun jadi istri Tanjung, Suri sudah bukan gadis payah. Ia mengangguk, dan tersenyum pada pengawasnya itu.


"Bang Teguh itu udah kayak abang gue. Nanti gue jelasin ke Tanjung kalo dia marah."


Teguh beranjak. "Yaudah, Suri. Gue balik. Gue ada kerjaan juga dari Bos. Lo baik-baik, hm? Yang bener jadi istri. Jadi emmak juga."


"Iya, Bang. Cepet nikah juga."


"Idih, bangsat."


Suri tergelak. Beranjak dari kursi itu buat masuk.


Niatnya cuma mau diam, ternyata pengawas tetap melapor ke Ikram.


"Bos bisa mutus tangan orang kalo ada yang berani megang lo."


"Iya, iya. Tadi spontan doang, ya Tuhan. Nanti gue minta maaf sambil sujud ke suami gue, deh."


Ikram berkacak pinggang. "Itu apa?"


Sejenak, Suri agak tegang. "Apa?"


"Hadiah."


"Hadiah?"

__ADS_1


"Lo dikasih hadiah apa?"


"Ini." Suri menunjukkan kotaknya saja.


Tapi Ikram itu tidak bodoh. Apalagi memang kerjaan dia mencurigai banyak hal.


Bukan cuma persoalan Teguh mencurigakan atau ada apa-apa, namun karena Suri adalah istri Tanjung dan istrinya Tanjung bisa kapan saja dikirimi bom oleh musuhnya.


Ikram membuka penutup kotak tanpa izin, lalu tersenyum lebar.


"Hayoloh. Lo dilarang pegang HP sama Bos."


"Cuma buat foto-foto." Suri segera melindungi hadiahnya. "Nanti gue izin sama Tanjung, ih."


"Berarti nanti pas Bos udah ada. Kasih gue dulu."


Tapi Suri tidak bisa melepaskan ini.


Ada yang coba Teguh sampaikan lewat isyarat, lewat cara lain, karena banyak pengawas di sisi Suri.


Dan firasat Suri, ini mengenai Arul.


"Suri."


"Ikram." Suri tidak membiarkan dia menekannya. "Kalo Bos lo tau lo di kamar gue bertiga sama gue-Rana, kayaknya yang mati duluan adalah ...."


Adalah dia.


Ikram tahu itu, makanya bergegas keluar.

__ADS_1


*


Begitu Ikram keluar, Suri duduk di kasur, membuka kotak itu lagi. Tangannya meraih kotak handphone di sana, menyalakan benda tersebut untuk mendapati tulisan kecil di layarnya.


Baca sebelum Tanjung pulang.


Suri menoleh ke kanan-kiri, gestur gelisah padahal tidak ada orang. Cuma ada Rana sedang tidur di ranjang bayinya.


Begitu yakin cuma ia sendiri, Suri membuka aplikasi note yang ada persis bawah jempolnya. Ternyata ada beberapa catatan di sana, dengan judul HAPUS SEBELUM TANJUNG BACA.


Apa ini? Perasaan Suri tidak enak cuma dari judulnya saja. Mengapa Teguh mengisyaratkan Suri menghapus sesuatu yang kesannya berbahaya jika Tanjung tahu?


Suri menarik napas, menguatkan diri sebelum benar-benar membacanya.


Yang tertulis di note pertama :


Suri, Tanjung nyembunyiin soal Arul dari lo, kan?


Gue enggak tau lo percaya atau enggak, tapi Tanjung enggak bakal bantuin lo ketemu Arul.


Gue bakal kasih tau alasannya nanti. Bukan sekarang. Lo harus tunggu anak lo bisa dibawa dulu.


Kenapa Teguh menulis candaan tidak lucu ini? Dia jelas-jelas memberi kesan kalau informasinya ditunda karena setelah Suri tahu, ia bakal membawa pergi Rana dari Tanjung.


Suri menggigit jarinya gelisah. Membuka note lain yang Teguh tuliskan.


Gue tau lo nyari Arul. Gue tau lo nungguin Arul.


*

__ADS_1


__ADS_2