
"Gue udah nurutin lo ketemu itu orang." Suri tak mau membuang-buang waktu. "Sekarang kasih tau semuanya soal Arul."
Walaupun Teguh secara rinci sudah menceritakan apa yang dia bisa, Suri masih belum puas. Ia harus tahu setiap tetes dari penderitaan kakaknya agar Suri bisa membalas semua itu tanpa melewatkan satu tetes pun.
Semua orang yang menyakiti kakaknya, akan Suri pastikan mereka merasakan hal sama.
"Oke, oke, tenang dong. Gue enggak bakal lari juga."
Kini Dayan mengajaknya bicara di atap hotel, setelah Suri memastikan Rana tidur ditemani oleh Teguh.
Pria itu berjalan santai mendekati tepi, sampai Suri berpikir mendorongnya buat membalasnya satu dendam kecil yang ia simpan.
Tapi Suri menyadarkan diri kalau ada sesuatu yang mesti ia dahulukan.
"So, lo mau mulai dari mana? Dari Tanjung, dari divisinya Tanjung, dari Aliansi, atau mungkin dari organisasi yang manfaatin Arul, atau lo mau mulai dari pacarnya Arul?"
Jadi secara tidak langsung, semua itu musuh Suri?
"Ah, tapi sebenernya dimulai dari mana juga enggak bakal ada bedanya. Lo bakal tetep ketemu semuanya. Contohnya, kasus Arul sampe sekarang masih jalan. Atau lebih tepatnya penerus dia."
__ADS_1
"Maksud lo?"
"Dari sejak Arul muncul, satu dua dari tiap divisi ada yang mati. Yah, yang paling banyak dari divisinya Tanjung, sih."
Suri mengernyit. "Jadi Arul mati itu sia-sia buat kalian?"
Namun seolah kemarahan Suri lucu, Dahan malah tersenyum. "Emangnya Arul sepenting itu sampe kalo dia mati, sesuatu bisa selesai?"
Tatapan Suri benar-benar dipenuhi kobaran amarah.
Dia terlihat sangat ingin mencekik Dayan karena berani menghina kakaknya, tapi sekuat tenaga Suri tahan.
"...."
"Of course kalau lo punya tujuan super mulia kayak gitu, banyak yang bakal enggak suka."
Dayan berbalik, tersenyum sangat lepas meski dia sedang berdiri di tepi gedung tinggi tanpa pengaman. Hal itu saja sudah membuktikan segila apa dia, menikmati ketakutan yang normalnya dia rasakan.
"Bos Besar ngontrol banyak hal lewat Aliansi. Dari yang terkecil preman gadungan di pasar, atau yang lebih berbobot kayak jalur transaksi narkoba, atau yang lebih gede lagi masuk ke bisnis dan politik."
__ADS_1
"Aliansi punya semua divisi buat ngontrol tiap kota, tiap kasus yang beda. Sekarang lo paham gimana superpowernya Tanjung lo itu?"
Suri mau tak mau harus berpikir keras mencerna perkataan Dayan.
"Jelas Aliansi punya banyak musuh. Tiap Eksekutif juga jadi sasaran. Organisasi yang jadiin Arul pengkhianat salah satunya."
"Maksud lo Arul mata-mata?"
Dayan mengusap dagunya seolah butuh berpikir. "Arul itu setau gue masuk real karena dia mau jadi bagian divisinya Tanjung. Lo mungkin enggak bakal paham rasanya jadi bagian superhero belakang layar jadi yah, intinya gitu."
"Tapi organisasi lain nawarin dia uang banyak buat jadi pengkhianat dan dia terima. Nyebut dia mata-mata, enggak juga sih. Lebih kayak dia ngejual yang dia tau sambil pura-pura jadi bagian divisinya Tanjung."
Tangan Suri terkepal kuat-kuat.
Sekarang Suri paham kalau mungkin Arul memang berbuat salah pada orang itu. Tapi, itu tidak membenarkan tindakan Tanjung membunuh kakak Suri seenak hati.
Dia pikir dia Tuhan?!
*
__ADS_1