
Suri berusaha senyum santai. "Enggak juga sih, cuma yah, mungkin dia cari muka ke Bos lo?"
"Cari muka ke bos baik-baikin lo? Itu namanya cari mati," balas Ikram seolah ucapan Suri lucu.
"Emang kenapa? Kan yang penting enggak pegangan."
Ikram tersenyum tanpa suara.
Kalau Suri berpikir Tanjung itu kaya karena dia rajin kerja, Ikram itu jadi asisten karena bisa diperintah dan dibayar, dia keliru besar.
Segala sesuatu tersistem di dunia ini, mau dia sadar atau tidak sadar.
Entah bagaimana di dunia Suri, tapi kalau di dunia Tanjung, di dunia Ikram, di dunia yang selama ini organisasi berjalan, setiap permintaan pertemuan itu tidak ada yang namanya cuma mau basa-basi.
Jadi ketika Teguh minta pertemuan lagi dengan Suri, beralasan mau bertemu sebagai teman, Tanjung diam-diam sudah memberi perintah buat menyelidiki.
Dan nanti jika Teguh minta permintaan pertemuan ke tiga, maka Tanjung akan secara mutlak menganggapnya sebagai tindakan pelecehann terhadap Eksekutif Aliansi.
Kenapa? Karena persetan dengan hubungan teman, sebab sang Eksekutif tidak suka istrinya diganggu dan anak buahnya tahu betul itu.
So there's no such thing that she called 'just friend'.
Teguh punya niat, gumam Ikram dalam dirinya, meski tersenyum pada Suri. Dan kayaknya ini cewek tau niatnya. Teguh juga pasti paham risiko, tapi dia tetep maju.
__ADS_1
Kalau sekarang tidak dilihat siapa pun, Ikram bakal menyeringai.
Eng i eng. Jika kalian punya otak dan otak kalian dipakai, maka tentu mudah menyimpulkan ini persoalan Arul.
Pertanyaan Ikram, itu persoalan yang mana?
Nostalgia, kah? Atau ... rahasia, kah?
*
Ikram dulu sudah pernah menanyakan ini, tapi biasanya jawaban manusia itu bisa berubah tergantung keadaan. Jadi kayaknya tidak akan salah menanyakan ulang.
"Suri."
Sambil menunggu pertemuan Suri dan Teguh, Ikram akan melihat reaksi wanita ini dulu.
"Kalo Bos nyembunyiin sesuatu dari lo, menurut lo gimana?"
Dulu dia menjawab 'sudah tahu dan tidak peduli asal Tanjung pulang, ingat dia dan anaknya'.
Kira-kira sekarang masihkah sama?
Suri yang mendapatkan pertanyaan itu berusaha tidak tersenyum gugup.
__ADS_1
Entah Ikram sadar atau tidak, tapi Suri sudah jadi istri Tanjung setahun. Mana mungkin Suri masih sama seperti dulu, dan tidak belajar apa pun.
Dengan Ikram bertanya begitu, Suri sudah bisa paham.
Teguh mau membicarakan sesuatu yang dicurigai oleh Ikram sebagai sesuatu yang Tanjung sembunyikan dari Suri.
Lalu kalau Suri ingat pesan Teguh soal jangan percaya pada Tanjung, Suri bahkan sudah bisa menarik kesimpulan nanti pembicaraan Teguh akan berpotensi membuat Suri mau pergi dari sisi Tanjung.
Enggak. Suri bergumam dalam dirinya sendiri. Kalaupun Papanya Rana nyembunyiin sesuatu, itu pasti baik buat gue.
Kalo itu soal Arul, entah dulu mereka pernah berantem atau sekarang musuh, gue enggak bakal marah sama dua-duanya.
Gue juga bukan orang tolol.
Enggak usah khawatir.
"Ikram." Begitu merasakan kepercayaan banjir dalam dirinya, Suri mendongak pada Ikram yang hanya berdiri di dekat kursi.
Penuh keyakinan, Suri tersenyum.
"Lo mungkin udah jadi anak buahnya Tanjung beberapa taun, gue baru setahun. Tapi yang ada pas dia lagi tidur, lagi sakit, lagi makan, lagi apa pun itu yang enggak ada hubungan sama jadi bos kalian, gue yang ada."
Ikram mengerjap terkejut.
__ADS_1
"Jangan remehin hubungan suami istri. Ngerti, bujang?"
***