
Tinggalkan like, koment dan rate 5 ya kakak2 semuanya...
Yang mau vote, monggo loh, tidak memaksa 🤗🤗🤗🙏🙏🙏
Happy weekend all...
_____________________________________
"1, 2, 3, tahan ya Flo, fokus ke kamera," Davina mengarahkan gaya pada Flo, Ayudia di belakang Davina mengacungkan ibu jarinya ke arah Flo sembari tersenyum.
"Oke, bagus Flo. Sekarang ganti gaun lagi ya," titah Davina selanjutnya.
Davina adalah sepupu sekaligus partner bisnis Ayudia dalam mengelola clothing line dan Wedding organizers. Dia juga yang tadi meminta Flo menjadi model mereka, tampaknya bukan hanya untuk sekarang saja Flo diminta menjadi model sepertinya bisa sampai beberapa waktu ke depan.
Flo sudah berganti gaun yang diminta oleh Davina. Namun, ekor matanya tak mendapati sang suami di sekitar studio foto milik Davina.
Ayudia yang mengetahui bahwa Flo mencari Kyo segera mendekatinya dan menyerahkan sebuah totte bag berisi kaos dan rok pendek milik Flo.
"Tadi suami kamu nitip ini ke aku, nanti kamu ganti seragam sekolah kamu pakai ini, tadi dia pulang bentar terus ngasih ini," jelas Ayudia.
"Lah sekarang orangnya kemana?" tanya Flo.
"Ngurusin si hitam gitu bilangnya," jawab Ayudia sambil mengingat ucapan Kyo beberapa waktu yang lalu.
"Wah, lama dong!" Flo mendengus sebal, kali ini si hitam lebih diprioritaskan daripada dirinya.
"Lah kan kamu juga belum selesai, ini masih ganti dua kostum lagi," ucap Ayudia sambil menepuk bahu Flo.
Mau tak mau Flo mengangguk mengiyakan lalu bersiap untuk pengambilan foto berikutnya dan rambutnya yang ditata dengan banyak model menyesuaikan kostum yang dikenakan.
"Oke, Flo. Thank you so much buat hari ini. Kita terbantu banget, oh iya ini bonus kamu dari kita," Davina menyerahkan sebuah amplop coklat berisi uang hasil foto Flo hari ini. Davina sepertinya puas dengan hasil jepretan kali ini ditambah kecantikan alami yang dimiliki Florence sudah tak diragukan lagi.
"Wah banyak banget ini kak, aku nggak bisa nerima uang sebanyak ini," ucap Flo sungkan, ia berniat mengembalikan beberapa lembar uang pada Davina. Namun Davina segera menepisnya dan menolak secara halus.
"Mungkin lain waktu aku bakal makai jasa kamu lagi, Flo. Aku seneng banget sama hasilnya, so natural, aku suka. Mengenai urusan kamu sama Ayu, coba dibicarakan baik - baik lagi. Tadi aku nggak sengaja denger kalian ngobrol mengenai kakak kamu yang mau kamu comblangin sama Ayu. Wish you luck, dan semoga Ayu mau membuka hatinya ya," ucap Davina pada Flo kemudian kembali menata peralatan yang sedikit berantakan di studio foto mini tersebut.
"Terima kasih ya kak," ucap Flo senang.
Bahagia sekali Flo hari ini mendapat uang hasil jerih payah sendiri bukan pemberian Orang tuanya.
Flo berganti pakaian yang tadi dibawakan Kyo dengan rambut yang usai di ubah gayanya. Aneh tapi mereka bilang cantik. Flo mengamati penampilannya di depan meja rias sambil menunggu Ayudia menemuinya.
__ADS_1
"Hayo, nungguin siapa?" Ayudia mengagetkan Flo yang masih mengamati penampilannya dari atas sampai bawah.
"Ih kakak, untung aku nggak jantungan. Jangan bikin kaget dong! Oh iya, tadi aku udah dapat gaji aku, sebenarnya ini kebanyakan buat aku kak,"
"Itu emang buat kamu, karena kamu udah bantuin kak Ayu sama kak Davina buat project kali ini. Nggak tahu deh kalau nggak ada kamu! Nggak segampang itu nyari model yang berbakat, lagipula kamu tuh nggak kalah sama model beneran. Kenapa nggak jadi model aja sih, Flo? Kamu kan cantik, tinggi, putih, dan.... " belum usai Ayudia menyelesaikan ucapannya, Kyo datang menyela.
"Aku nggak mau Flo jadi model kak, aku nggak rela kecantikan istriku dilihat banyak orang. Cukup buat aku aja! Hehehe," ucap Kyo santai dan memberikan sebuket bunga untuk Flo.
"Ya ampun, posesif banget suami kamu, Flo!" ucap Davina ikut nimbrung.
"Ya wajarlah, kalau istrinya kayak Flo, suami mana yang nggak jealous! Nanti pasti banyak yang suka sama Flo," timpal Ayudia.
Flo tersenyum mendengar celoteh Ayudia dan Davina, untuk menutupi rasa malu ia mengerucutkan bibir saat menerima bunga dari Kyo.
"Aduh, istri aku ngambek ya ditinggal bentar!" celetuk Kyo.
"Ya iyalah kamu tuh pergi nggak bilang - bilang, tiba - tiba nongol lagi kayak jelangkung tahu nggak? Nyebelin!" rajuk Flo.
"Kan aku abis ngecek si hitam ke bengkel bentar terus beli bunga deh buat istriku tercinta," ucap Kyo dengan senyum manisnya.
"Kamu tuh pinter banget bersilat lidah!" ledek Flo.
"Iya dong, makanya kamu seneng banget karena permainan silat lidahku bikin nagih, hahaha," elak Kyo.
"Aw, aw, mataku ternodai dengan pemandangan ini, aku kabur deh," ledek Ayudia menutup kedua mata dengan jati - jarinya yang masih bisa mengintip kemudian beranjak dari posisinya.
"Eh, kak Ayu!" teriak Flo, Ayudia seketika menoleh ke arahnya.
"Ada apa, Flo?" tanya Ayudia penasaran.
"Jangan lupa penuhi syarat dariku tadi!" ucap Flo mengingatkan, Ayudia tersenyum dan mengangguk dengan senyum getir.
* * *
Gerald memarkirkan mobilnya tepat di pelataran parkir kafe yang biasanya digunakan oleh para pasangan. Ia datang memenuhi ajakan Flo.
"Maksud adek gue ngajakin kesini tuh apa sebenarnya? Masa yang datang pada berpasangan! Lah terus gue disuruh lihat mereka bermesraan gitu? Obat nyamuk dong gue! Tuh adek - adek gue tega dan sadis bener sama gue!" gumam Gerald pelan sambil melangkahkan kaki memasuki kafe tersebut.
Gerald mengedarkan pandangan mencari keberadaan pasutri muda somplak itu namun tak juga ia temukan.
Drrt Drrt Drrt
Ponsel Gerald bergetar di kantung jaketnya membuyarkan pikirannya. Segera ia angkat panggilan dari Flo.
__ADS_1
"Halo, Dek. Kamu dimana?" tanya Gerald.
"Bang ke bagian kasir terus tanyain reservasi atas nama Flo ya," titah Flo.
"Lah kamu dimana?"
"Bentar, Bang." tutup Flo sebelum Gerald sempat menjawab.
"Halo, halo, Dek.." Gerald bingung, Flo memutuskan panggilan secara sepihak.
Langkah kaki lelaki tampan yang memiliki tinggi seratus delapan puluh centi meter itu menuju bagian kasir kafe.
"Permisi, Mbak. Saya mau tanya reservasi atas nama Florence di bagian mana ya?" tanya Gerald pada pegawai bagian kasir yang bernama Linda sesuai nama yang tertera di name tag.
"Oh ya, disana mas. Bagian paling ujung," tunjuk Linda ke sudut kafe pada Gerald dengan ramah.
"Oh oke mbak, terima kasih ya," ucap Gerald tulus.
Linda tersenyum pada Gerald.
Ya ampun masnya ganteng banget, tapi sayang udah punya pacar.. Batin Linda.
Mbaknya kenapa sih senyum - senyum nggak jelas gitu? Ngeledekin gue karena gue jomblo gitu? Wah wah... Batin Gerald.
* * *
Gerald duduk di tempat yang sudah disediakan. Hanya untuk dua orang. Gerald baru menyadari hal tersebut.
Tapi Gerald tak ambil pusing, pikir Gerald mungkin nanti Flo menambah kursi lagi atau pindah meja lagi.
Sepuluh menit kemudian....
"Hai...." sapa seseorang perempuan pada Gerald, Gerald yang sibuk memainkan ponsel masih belum sadar siapa perempuan di depannya. Pandangan Gerald menyiratkan kebingungan teramat dalam. Ayudia?
"Kamu? Kamu ngapain disini?" tanya Gerald gugup. "Kamu lagi janjian sama cowok ya? Oh.." lanjut Gerald dengan raut wajah kecewa.
Gerald masih belum menyadari bahwa dirinyalah yang akan ditemui Ayudia.
Di kafe yang sama hanya berbeda lokasi, Kyo dan Flo mengintip Gerald dan Ayudia.
"Kita bantuin sampai disini aja, sekarang serahkan semuanya sama abang! Perjuangan Gerald dimulai," ucap Kyo dengan senyum penuh arti, Flo menoleh dan menatap wajah Kyo yang sepertinya bahagia melihat Gerald bisa bersama Ayudia. Hati Flo merasa lega, semoga usahanya tak sia - sia.
* * *
Horeee sudah episode 100 🎉🎉🎉🎉
__ADS_1
Alhamdulillah 🤩🤩🤩