
Jangan lupa tap like ya kakak cantik dan ganteng, terimakasih 🙏🙏🤗🤗
_______________________________________
Flo menatap pemandangan yang tersaji begitu indah di depan mata. Rasanya mengantuk saat hembusan angin menerpa wajahnya. Kyo merangkul sang istri dan mengajaknya merebahkan kembali tubuh lelah mereka di ranjang.
"Jangan berpikir negatif, aku mengajak tiduran disini biar kamu relax, badan kamu capek. Kita kesini untuk bersenang - senang, jadi aku nggak akan menambah lelah kamu. Aku janji hari ini nggak akan mengajak kamu melakukan itu, tapi aku nggak janji untuk besok," goda Kyo.
Flo merona menahan malu, suaminya bisa berpikir seperti itu. Biasanya Kyo selalu membuatnya kelelahan setiap hari kecuali minggu tertentu dimana ia mendapatkan siklus bulanan.
Kedua tubuh lelah itu saling berhadapan di atas ranjang, Kyo membelai lembut pipi Flo dan menyelipkan anak rambut yang terjuntai ke bawah tepat di celah daun telinga istrinya. Kyo menarik selimut tebal yang berada di bawah kaki mereka berdua dengan lembut dan menutupi tubuh keduanya sampai sebatas dada.
"Tidurlah, nanti kita bangun untuk makan malam. Sekarang istirahat dulu ya, aku tahu kamu capek, Yang..."
Flo mengangguk seraya mengulas senyum tipis, tanpa hitungan menit sang istri telah terbuai dalam mimpi indahnya, Kyo tersenyum melihat wajah cantik Flo yang selalu menghipnotis dirinya.
Cantik! Jadilah ibu dari anak - anakku, aku menunggu kesiapanmu untuk itu. Aku sayang kamu, Florence Alesha Permadi...
Kyo mengecup kening Flo beberapa saat, telunjuknya menyusuri mata, hidung dan berakhir tepat di bibir Flo, seperti seorang pencuri, Kyo mengecup bibir Flo sekilas hingga ia pun memutuskan untuk menyusul sang istri yang sudah memejamkan mata terlebih dahulu guna melepaskan penat.
* * *
Keesokan paginya, matahari tengah mengintip dari celah tirai jendela kayu. Kyo mengerjapkan kedua matanya secara perlahan dan beralih menatap wajah Flo yang terlihat tetap cantik meskipun masih berada di alam mimpi. Entah kenapa ia bisa bangun sepagi itu di tempat kelahiran sang ayah. Biasanya ia akan memainkan drama bermalas - malasan pada sang istri namun berbeda dengan hari ini. Ada secercah harapan akan suatu asa dalam pikiran lelaki itu.
Kyo menyibakkan selimut yang masih menutupi sebagian tubuhnya, ia beranjak dari ranjang namun tak lupa memberikan kecupan di kening dan bibir Flo. Ritual setiap hari yang tidak pernah ia lupa.
Lelaki itu segera masuk ke dalam kamar mandi.
* * *
Kyo keluar dari kamar mandi, kedua matanya fokus menatap ranjang kosong, dimana perginya sang istri? Sedikit panik dan bingung mencari keberadaan istrinya, namun saat ekor matanya dengan jelas menangkap tubuh istrinya yang tengah bersandar di dinding tepat di sebelah jendela, lelaki itu menghela nafas lega.
"Ada apa? Nyariin aku ya?" tebak Flo yang mendapat anggukan dari Kyo.
Kyo berjalan mendekati Flo dengan hanya memakai handuk putih yang menutupi area pinggang ke bawah. Terlihat jelas dada bidang Kyo yang nampak basah oleh tetesan air dari rambut hitamnya.
__ADS_1
"Kamu buruan mandi deh, Yang! Daripada aku khilaf terus bikin kamu nggak bisa bangun dari tempat tidur!" pinta Kyo dengan nada menggoda yang dibuat - buat. Flo mengangguk dan meninggalkan suaminya menuju kamar mandi.
Kyo ingin mengajak sang istri mengunjungi beberapa tempat yang ada di Osaka. Lelaki itu mengambil pakaian yang semalam sudah ditata rapi oleh Flo di dalam lemari. Setelah itu ia bergegas menuju ke lantai bawah mencari sang Oma yang tak mungkin lagi kesana kemari karena wanita tua itu sudah tidak diijinkan naik tangga berkali - kali oleh Om Yuki dan Papi.
* * *
Flo berdiri di balkon atas sambil menyandar di pembatas besi dengan pikiran yang entah kemana. Sejenak ia membuang nafas kasar lalu menghirup perlahan. Nampak kelopak matanya basah, ia pun tak tahu karena alasan apa. Flo tak pernah secengeng ini. Tapi mengingat dulu di tempat ini, Kyo selalu bermain dan bercanda tawa dengan gadis bernama Kirei, ia merasa kesal, dan bisa dibilang... Cemburu. Iya, cemburu!
"Sayang! Sayang! Where are you?" terdengar suara Kyo yang mencari keberadaannya. Flo tersadar dari lamunan yang tak jelas.
Kyo menemukan sang istri yang nampak lesu, lelaki itu mengernyitkan keningnya. Ada kilatan samar di kelopak mata Flo. Kyo masih bingung namun ia harus mendapatkan jawaban.
"Kamu kenapa, Yang? Kok nangis?" tanya Kyo panik.
"Aku nggak apa - apa kok, yuk mau jalan sekarang?" tanya Flo bergantian.
"Jangan - jangan kamu nangis gara - gara aku minta bayi ya?" tebak Kyo.
"Apaan sih? Udah ah yuk, katanya mau berangkat pagi biar bisa lama jalan - jalannya!" Flo mengingatkan suaminya tentang agenda hari ini.
* * *
Kyo dan Flo turun dari mobil yang dikemudikan Mr. Teita, supir pribadi Oma Hideko. Pria paruh baya itu sebenarnya sudah memaksa untuk mengantarkan sepasang pengantin itu menuju beberapa destinasi wisata yang cukup menarik namun segera ditolak secara halus oleh Kyo. Dengan alasan Kyo ingin menikmati masa - masa honeymoon tanpa gangguan dari siapapun.
Keduanya sudah sampai di stasiun Osaka, dan mereka harus menunggu kereta JR Osaka Loop Line.
Kyo menjelaskan beberapa etika yang harus dilakukan keduanya saat mereka menunggu kereta, Flo terlihat begitu antusias mendengarkan.
"Jangan maenan hape ya, biar nggak tubrukan sama antrean yang lain," begitu salah satu wejangan sang suami.
Flo yang tadinya ingin mengeluarkan ponselnya, kemudian memasukkan kembali ke dalam tas.
"Ehem, disini bersih ya, kok aku lihat dari tadi jarang atau bahkan nggak ada yang merokok di area ini?" tanya Flo sambil mengedarkan pandangan ke segala penjuru, menatap satu per satu orang yang berlalu lalang.
"Hampir di seluruh stasiun Jepang ada tanda dilarang merokok, mau di dalam kereta atau di toilet. Karena sudah ada area sendiri bagi yang mau merokok, istilahnya area khusus gitu," terang Kyo, Flo menganggukkan kepalanya. Kyo membelai mesra rambut istrinya yang saat itu tak diikat.
__ADS_1
Akhirnya kereta yang ditunggu tiba, mereka berdua masuk ke dalam setelah mengantre dan tetap mendahulukan para penumpang yang akan turun.
Sepuluh menit berlalu, tanpa terasa keduanya sudah sampai di stasiun Osakajo Koen. Osakajo Koen adalah stasiun kereta terdekat menuju destinasi wisata pertama yang akan mereka datangi.
Osaka Castle
"Wow, bagus banget tempatnya, Yang!" seru Flo tepat di hadapan bangunan besar yang ada di depan mata. Gadis yang sudah bersuami itu takjub melihat bangunan dan keindahan alam yang ada di sekitarnya.
"Aku tahu kamu pasti suka. Nggak sia - sia aku ngajak kamu kesini! Aiko juga suka kalau kesini, dia lari - larian di taman sana," tunjuk Kyo pada sebuah taman yang ada pinggiran.
Degg
Apa Kyo juga pernah kesini sama Kirei? Aduh, gue kenapa sih, nggak ada angin nggak ada hujan tiba - tiba ngomongin cewek itu! Tapi kalau dipikir - pikir dulu kan emang mereka dekat, jauh sebelum Kyo kenal gue. Kok gue nggak ketemu duluan ya?
Flo masih asyik bergumam sendiri, Kyo yang sedari tadi memperhatikan istrinya hanya bisa tersenyum.
"Kamu kenapa sih? Ngelamunin apa?" tanya Kyo.
"Kamu pernah kesini sama Kirei?" tanya Flo tiba - tiba.
Kyo gagal mencerna maksud pertanyaan yang keluar dari bibir istrinya. Lelaki itu kembali meraih tangan istrinya seraya melangkahkan kaki menuju pintu masuk Osaka Castle.
"Aku nggak pernah kesini sama perempuan selain Aiko, Mami atau Oma Hideko. Hanya kamu dan cuma kamu yang aku ajak kemari. Dan berharap suatu saat nanti aku bisa menginjakkan kakiku ke tempat ini lagi dengan keluarga kecil kita, ya sudah yuk masuk!"
Flo tersenyum namun ia memberanikan diri menggoda suaminya.
"Emang kamu udah berani ketinggian, Yang? Cukup diingat aja beberapa waktu yang lalu kamu ngajakin aku naik bianglala, abis kita kissing terus kamu mual lihat bawah, hahaha," ledek Flo, Kyo mengerucutkan bibir.
"Jangan diinget dong, Yang. Jadi ketahuan kan kalau aku punya cela," rajuk Kyo.
"Yang perlu kamu tahu, aku menerima kamu, kelebihan maupun kekuranganmu," ucap Flo bijak.
Kyo melepaskan tautan jemari keduanya dan kini beralih merangkul sang istri untuk menuju setiap sudut tempat itu.
__ADS_1
* * *