Jodoh Florence

Jodoh Florence
Rayuan Receh Aurel


__ADS_3

Aurel mendekati Keanu yang duduk sendirian di bangku panjang kantin sekolah. Ia sedang meneguk air mineral botol, terlihat macho layaknya model iklan air minum. Itu di mata Aurel ya, bukan untuk Flo dan Aiko yang mengekor di belakang gadis mungil itu.


Aurel tersenyum penuh arti saat jaraknya dengan Keanu tak kurang dari semeter.


"Selamat siang, Pak Keanu." sapa Aurel seraya menyatukan kedua tangannya hingga saling bertaut di depan pahanya, tak lupa senyum yang mengembang di wajah.


"Siang juga, maaf saya belum hafal nama murid - murid saya. Dengan siapa ya?" tanya Keanu secara formal.


"Saya Aurelia Soraya binti Gunawan, Pak."


Keanu mengerutkan alis mendengar ucapan murid satu ini sambil memberikan senyum yang ia paksakan. Diliriknya Flo yang berada tak jauh dari dirinya.


"Pak, saya mau tanya nih. Bapak kan lulusan luar negeri pasti pinter dong. Boleh kan?" lanjut Aurel pada Keanu.


Keanu berpikir sejenak lalu akhirnya mengangguk sembari tersenyum menampilkan senyum menawan yang mampu melelehkan hati gadis manapun yang melihatnya. Flo sedikit teralihkan dengan pandangan barusan, kemudian ia segera memalingkan wajahnya ke sembarang arah.


"Pak, padanan kata cash apa sih?" Aurel memulai pertanyaan absurdnya.


"Tunai?"


"Udah sah dong kita, Pak? Aduh jadi malu nih, Pak. Belum apa - apa udah tunai aja!"


"Hah? Maksudnya gimana ya?" muka Keanu sedikit memerah. Entah malu atau bingung yang kini tercetak jelas di wajahnya yang tampan.


"Nggak apa - apa, Pak. Lanjut lagi ini pertanyaan saya masih banyak. Tahu nggak persamaan bapak sama wine?"


"Nggak. Emangnya apa?"


"Sama - sama memabukkan. Kalau wine diminum bikin mabuk, kalau bapak senyumnya yang bikin mabuk bin nagih. Hehehe. Eh ada lagi pak, bedanya bapak sama coklat apa?"


"Ya beda lah, saya orang, coklat buat di makan. Bener nggak?"


"Salah, Pak. Kalau coklat itu manis bisa buat dinikmati semua orang. Kalau bapak manis buat satu orang aja."


"Buat siapa?" tanya Keanu yang mulai paham ke arah mana gadis itu menggodanya, sekilas ia melirik Flo kemudian beralih ke Aurel lagi.


"Buat pacar bapak lah, tapi kalau mau buat saya juga nggak apa - apa. Saya nggak menolak. Hehehe."


Pletakk


Jitakan pelan mendarat di kepala Aurel yang datangnya dari Aiko. Aurel tertawa renyah seraya mengelus kepalanya.

__ADS_1


"Yang sopan dong, Pak Keanu kan guru kita. Jangan bikin malu kita dong!" bisik Aiko ke telinga Aurel. Bukannya menyudahi rayuan recehnya, Aurel kembali menggoda guru muda di depannya.


"Maaf, Pak. Temen saya rada sensi. Iri hati dan dengki dia sama saya, Pak." Curhat Aurel, Keanu hanya tersenyum tak menjawab apapun, namun sesekali lelaki itu melirik Flo.


"Lo belajar gombalin orang dari siapa sih, Rel?" kini Flo mulai buka suara setelah beberapa saat hanya menjadi penonton setia.


"Lo lupa ya, laki gue kan perayu ulung. Dia yang gombalin gue kayak tadi tuh." Aurel mempromosikan sang pacar, Tian yang dulunya seorang bermulut manis doyan merayu perempuan.


"Terus gombalan dia lo praktekin buat godain cowok lain? Gila lo, parah!" Aiko tak terima, merasa sahabatnya mulai aneh, ia menarik kerah belakang baju Aurel layaknya memungut anak kucing.


"Iya benar saya memang tercipta untuk satu perempuan yang ada di hati saya. Tapi sayangnya dia nggak peka dengan perasaan saya. Ya sudah, saya mau ke lapangan basket lagi. Terima kasih sudah menghibur saya dengan rayuan recehnya." Keanu beranjak dari posisinya, meninggalkan ketiga gadis cantik itu di kantin.


"Maafin temen kita ya, Pak. Maklum dia meriang, merindukan kasih sayang dari lakinya." teriak Aiko yang masih bisa di dengar Keanu. Keanu membalasnya dengan menunjukkan dua ibu jarinya sambil terus berjalan tanpa menoleh ke belakang.


"Hey, gue berlebih kasih sayang ya kalau lo mau tahu!" Aurel bersungut - sungut.


***


Flo kembali ke lapangan basket dimana kekasihnya sedang berjuang membela nama sekolahnya supaya bisa menang. Kyo yang saat itu bercucuran keringat terlihat keren di matanya.


Flo cs duduk di tempat mereka semula. Namun sebelum duduk, kedua manik matanya jelas menangkap sesosok lelaki yang tengah tersenyum menatapnya, siapa lagi kalau bukan Keanu.


Gara - gara Aurel yang tadi menggoda Keanu, saat ini Flo justru merasa malu. Karena secara tidak langsung ia mendengar ucapan Keanu yang memang tertuju untuk dirinya.



'Sampai kapan mau ngelihat gue kayak gitu? Deuh, rasanya nggak nyaman bener sih. Itu matanya dikondisikan dong!' Gumam Flo dalam hati, ingin rasanya ia berteriak sekencang - kencangnya pada lelaki berwajah tampan yang mirip dengan artis Cina idolanya, Weilong Song. Arah jam 12 tepat, kini Keanu berada.


"Kalian abis transmigrasi kemana sih? Lama bener nyari minumnya!" Tanya Lily saat mereka bertiga kompak mendaratkan tubuhnya di kursi penonton.


"Habis hibernasi mereka," Dinda menimpali pertanyaan Lily.


"Aurel tuh yang bikin lama, lihat cowok yang bening langsung lupa balik." jawab Aiko seraya tersenyum remeh.


"Kok gue sih? Kan cuma godain pak Keanu doang, salah sendiri dia punya muka tampan bin rupawan. Sia - sia dong ciptaan Tuhan kalau dianggurin!" Aurel membela diri.


"Flo yang mantannya pak Keanu biasa aja, nah elo siapanya? Heboh bener! Kadang malu gue jalan sama lo," Aiko mendengus sebal, Flo seketika memelototi Aiko.


"Apa???" pekik Lily, Dinda dan Aurel bersamaan.


Flo menepuk keningnya kemudian menutup wajahnya dengan kedua tangan. Malu.

__ADS_1


'Itu mulut apa ember sih? Tumpah kemana - mana deh. Terbongkar sudah rahasia gue yang selama ini tertutup rapat.'


"Demi apa yang barusan gue denger? Kalau pak Keanu mantan sohib gue sendiri! Kenapa nggak ada yang ngasih tahu gue?" Aurel marah - marah sendiri. Ia kesal dan malu.


"Demikian!" sahut Dinda asal.


"Lo nggak nanya!" Aiko menimpali.


"Kalau gitu, gue dikasih tahu dong. Kan nggak bikin gue malu juga di depan orangnya, pantesan tadi pak Keanu lirik - lirik Flo melulu. Tengsin nih gue, padahal tadi gue ngecengin dia. Mau ditaruh dimana muka gue?"


"Hey, nggak cuma lo yang baru tahu. Gue juga baru tahu berita ini barusan." Lily ikut berkomentar, diangguki pula oleh Dinda.


"Emangnya Flo kayak elo apa!" ledek Aiko.


"Lah emangnya gue kenapa?" Aurel bingung bin heran.


"Sukanya ngumbar!"


"Apaan?"


"Ngumbar aib!" Aiko keceplosan.


"Astaghfirullahal adzim..." Ucap Aurel sembari mengelus dada.


"Lo beruntung banget sih, Flo. Punya koleksi mantan pada ganteng bener begitu. Di kehidupan lo sebelumnya, lo berbuat baik apa?" Dinda mendramatisir seraya mencolek pipi Flo yang merah menahan malu, bagaimana tidak, sedari tadi dia yang menjadi sasaran kejulidan teman - temannya.


'Ya Tuhan, berikan daku sayap, ingin terbang rasanya. Nggak kuat, lambaikan tangan ke penonton. Kyo tolongin aku....'


***


Terimakasih untuk semua readers yang sudah berkenan membaca karya amatir dari author satu ini,


Mohon dukungan dan saya menerima loh untuk saran dan kritiknya, tengkiu 🙏🙏


Jangan lupa, cuma mau mengingatkan 🙌🙌


Like


Koment


Rate (Yang jujur ya, jangan saling menjatuhkan)

__ADS_1


Vote (Bagi yang berkenan)


😇😇🙏🙏


__ADS_2