Jodoh Florence

Jodoh Florence
Ending


__ADS_3

And Finally...


Jangan lupa tap like kakak sayang, tengkiu 🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗


_______________________________________


Baby Kei sudah berusia tiga bulan, perkembangannya sangat bagus dalam berinteraksi dengan kedua orang tuanya dan orang - orang sekitar. Bayi kecil itu menjadi kesayangan semua orang, bahkan menjadi objek untuk direbutkan jika seluruh keluarga berkumpul.


Flo hampir tertidur siang itu saat usai memberi asi untuk Kei. Kyo dari dapur mendekati sang istri yang nampak kelelahan. Lelaki itu memberikan segelas susu untuk Flo hingga membuat sang istri terjaga, menghilangkan niatnya untuk sejenak memejamkan mata. Dilihatnya Kei sudah terlelap, dengan perlahan Flo meletakkan Kei kembali ke box bayi.


Nada dering ponsel Kyo yang hampir membangunkan Kei segera dimatikan Flo. Flo penasaran siapa yang tengah menghubungi suaminya pagi itu. Flo menyodorkan ponsel itu pada pemiliknya setelah tahu siapa yang menelepon. Tian.


"Halo, gimana Yan? Hari ini? Bukannya prediksi lahir masih dua minggu lagi kata lo kemarin? Oke deh bentar lagi gue kesana nemenin lo. Randy lagi dirumah nyokap semalam nginep disana. Oke, oke, yuk..." ucap Kyo pada Tian di seberang sana.


Sekilas info, Randy dan Aiko dua bulan lalu telah melangsungkan pernikahan dan kini status keduanya sah menjadi suami istri. Dan untuk sementara mereka berdua harus mondar - mandir dua rumah, ke tempat Mami Conchita dan neneknya Randy. Ditambah lagi kini Aiko tengah hamil muda.


Flo sengaja menguping percakapan Kyo dan Tian. Ia mengambil kesimpulan pasti Kyo akan menyusul ke rumah sakit menemani Tian yang sedang menunggui Aurel. Flo menarik ujung kaos suaminya dengan sedikit meremas. Kyo menoleh menatap istrinya dengan tatapan tanda tanya.


"Ada apa, Sayang?" tanya Kyo.


"Aurel mau lahiran ya?" Flo balik bertanya. Kyo mengangguk, entah kenapa lelaki beristri itu tiba - tiba mengecup bibir Flo yang semakin membuatnya tak tahan untuk selalu ia cium.


Setelah buah hati mereka lahir, Kyo seakan terlupakan dan Flo hanya fokus pada Kei saja. Melihat batin kecilnya telah terlelap, Kyo berinisiatif mengajak sang istri untuk memadu kasih.


"Yang..." panggil Kyo manja. Flo melihat Kyo mulai menarik tubuhnya hingga jatuh di pangkuannya. Posisi yang menyenangkan untuk Kyo, tidak untuk Flo. Meski jahitan pasca melahirkan sudah tak terasa namun melihat gelagat suaminya yang menyiratkan hasrat penuh damba, Flo ingin segera kabur.


Kyo menyeringai.


"Yang, lepasin nggak!" pekik Flo mencoba melepaskan tangan Kyo yang melingkar erat di pinggangnya. Tak semudah itu melepaskan tangan suaminya yang tengah dipenuhi gelora birahi. Tatapan lelaki itu membuat Flo tak berkutik, penuh damba dan nafsu melihat istrinya yang semakin seksi di matanya.


"Kamu kan mau nyusul Tian, sana ih..." usir Flo sambil mencubit lengan Kyo.


"Bentar lagi aku nyusul kesana, sekarang ngurusin yang ini dulu. Bukannya udah boleh, Yang? Please... Aku udah nggak kuat lagi nahannya..." pinta Kyo meruntuhkan pertahanannya.


"Tapi..."


"Tapi ini lebih penting, udah nggak tahan!" ucap Kyo lalu menarik tengkuk Flo dan mencium, ******* habis bibir kenyal istrinya, tak lupa mengabsen satu per satu setiap inci di dalam sana, hingga bertukar saliva.

__ADS_1


Tangan Kyo mulai membuka kancing piyama Flo hingga terbukalah sudah pahatan indah Tuhan yang terpampang nyata di kedua manik mata Kyo. Kyo takjub, padahal ia sudah sering kali melihatnya, namun sampai saat ini tubuh indah istrinya selalu bisa membangunkan adik kecil dari persembunyiannya.


Kyo menggendong Flo menuju ranjang, mulai merebahkan istrinya dan menerkam sang istri dengan penuh damba dan kelembutan. Tubuh Flo yang semakin berisi membuat Kyo belingsatan tak karuan. Tak perlu menunggu lama, kelihaian Kyo tak perlu diragukan lagi. Pakaian yang menutupi keduanya sudah teronggok di lantai dengan tumpukan tak beraturan.


"I'm coming...." pekik Kyo saat melihat tubuh polos Flo yang sudah siap dan pasrah.


"Ingat, pelan - pelan...." Flo mengingatkan, Kyo mengangguk mantap.


Nikmat Tuhan manakah yang kau dustakan?


* * *


Kyo dan Flo sudah berada di rumah sakit yang menangani persalinan Aurel. Tian berjalan mondar - mandir tak karuan. Penampakan yang sama saat Kyo menunggu sang istri beberapa waktu yang lalu.


Kyo tak mengomentari Tian karena ia pernah ada di posisi yang sama dengan dirinya sebelum Kei lahir. Siang itu Flo ikut menemani Kyo karena baby Kei sudah ada yang menjaga di rumah. Dua oma dan tante Aiko. Randy ikut menyusul ke rumah sakit.


Sejam kemudian. Dokter yang menangani persalinan Aurel keluar dari ruang operasi. Mau tak mau Aurel harus menjalani operasi caesar karena ketuban sudah pecah dan bayi harus segera dikeluarkan.


"Selamat ya, Pak. Bayinya sudah lahir, kembar dampit. Satu perempuan dan satu laki - laki. Sebentar lagi pasien akan kami pindahkan ke ruangan, ditunggu dulu ya," jelas dokter wanita tersebut kemudian berlalu meninggalkan papa muda yang terlihat bahagia dengan senyum mengembang sempurna.


"Akhirnya bini gue lahiran juga. Anak gue dua, Bro!" teriak Tian pada Kyo dan Randy membuatnya jadi bahan perhatian setiap orang yang berlalu lalang. Tian tampaknya sudah menanggalkan urat malunya, ia hanya mengungkapkan rasa syukur dan bahagia, itu saja.


* * *


"Iya, gue nggak nyangka aja, Tuhan langsung ngasih kita bayi dua. Rasanya ini sebuah keajaiban," ucap Tian haru. Kyo menepuk bahu sahabatnya. Randy yang ada disana hanya ikut menyimak, karena tinggal dirinya yang belum sah dipanggil bapak oleh anaknya.


"Kok kita bisa barengan gini ya, nikah di usia muda. Jadi bapak di usia muda juga. Tuhan memang perencana terbaik." ucap Kyo sambil tersenyum, pandangannya intens fokus pada sang istri.


"Besok kalau udah gede, anak - anak kita perlu dijodohin nggak nih?" tawar Tian sambil melirik Aurel yang tengah mencoel pipi salah satu anak kembarnya meminta persetujuan.


"Masa mau dijodohin lagi. Nanti kayak cerita hidup bapak dan ibunya dong!" celetuk Kyo mengingat pengalaman hidupnya. Flo mencubit pinggang Kyo dengan gemas.


"Sok banget kamu, kan emang kamunya nggak nolak dijodohin sama aku! Apa mau aku ingatin, siapa yang duluan suka terus ngebet pengen nikah, pengen punya anak.." ucap Flo tanpa rem dan langsung ditutup telapak tangan Kyo. Kyo takut sang istri membuka semua aibnya.


"Iya kan ceritanya beda, Yang. Aku emang suka duluan sama kamu. Tapi kalau mereka kita jodohin nggak punya perasaan saling suka gimana dong? Aku nggak mau mereka menderita, dan aku membiarkan mereka mencari kebahagiaan mereka sendiri. Itu hidup mereka, mereka bisa menentukan sendiri. Kalau aku percaya akan takdir Tuhan bahwa aku adalah pemilik hati kamu," ucap Kyo bijak dan diakhiri sedikit gombalan.


Flo hanya tersenyum.

__ADS_1


"Dan satu lagi, gue nggak mau lah punya besan kayak Tian, bisa gila gue! Ketemunya dia lagi dia lagi! Semoga anak - anaknya nggak ada yang ngikutin kegilaan bapaknya!" ledek Kyo pada Tian, Tian mengerucutkan bibirnya.


Aurel dan Flo kompak menyimak dan membiarkan dua bapak muda itu berdebat dengan cara mereka. Randy memilih diam tak mau melerai.


END


Terimakasih 🙏🙏🙏🙏


_________________________________________


Terimakasih untuk semua readers, authors yang sudah mendukung cerita ini. Akhirnya novel pertama saya yang masih jauh dari sempurna ini sudah tamat. Maafkan cerita yang abal - abal ini ya kakak2 semuanya...


Yang masih suka cerita ini, insyaallah akan ada sekuelnya, ditunggu saja...


Sambil menunggu, baca juga karya saya yang lain jika berkenan, dan ramaikan yaaa...



Dan baca juga karya author yang lain, yang pastinya recommended buat dibaca...










__ADS_1



Dan masih banyak lagi karya author yang lain yang pastinya juga keren - keren, terimakasih semuanya... 🤗🤗🤗🤗🤗


__ADS_2