
Dua minggu setelah kejadian beberapa waktu lalu yang tak menyenangkan di kafe, kini Flo dan Kyo duduk di sofa teras rumah, mereka berdua menyambut tamu yang akan hadir. Dan orang itu adalah Boim dan Mayang, awalnya Flo terlihat baik - baik saja namun kemudian mood bumil satu ini berubah pikiran secepat membalikkan telapak tangan.
Kedua manusia berbeda gender ini duduk berhadapan langsung dengan si empunya rumah dengan tatapan bingung yang tak terbaca. Flo yang biasanya tampak ramah, kali ini terlihat menahan kesal padahal tadi ia bersikap biasa - biasa saja.
"Kyo, Flo, kedatangan kita kesini, eh maksud gue, kedatangan gue kesini ditemenin Boim mau minta maaf sama Flo. Gue udah salah dan pernah berusaha memisahkan kalian. Gue sadar diri, gue bener - bener minta maaf, Flo. Gue....."
Belum usai Mayang menyelesaikan inti kalimatnya, Flo menghentikan ucapan gadis di depannya dengan menunjukkan telapak tangannya.
"Udah ngomongnya?" tanya Flo bernada malas, entah kenapa ia merasa enggan mendengar apapun alasan yang keluar dari mulut Mayang.
"G-Gue..."
"Lo mau gue maafin?" tawar Flo dengan tatapan tajam.
Tanpa pikir panjang, Mayang mengangguk mantap. Flo melihat wajah Mayang lekat - lekat kemudian mengucapkan keinginannya.
"Gue laper, gue pengen makan, dan lo yang harus beliin buat gue. Ya, anggap aja itu sebagai penebusan dosa lo ke gue...."
"Oke! Lo mau apa?" tanya Mayang antusias.
* * *
Tibalah kini Mayang di kedai mie ayam yang tak jauh dari rumah Kyo. Kedai mie itu terlihat ramai dan diwajibkan mengantre jika ingin membelinya. Karena sudah terkenal bahwa cita rasa mie ayam disana sangat enak dan juga higienis.
Gue pengen mie ayam tapi nggak boleh ada daun bawang dan ayamnya, tapi gue maunya di kedai mie ayam 'Enak Bener'. Harus disana, nggak boleh di tempat lain. Karena gue bisa bedain rasanya. Jadi gimana, masih berharap gue maafin elo?
Kata - kata Flo terngiang jelas di ingatan Mayang. Demi mendapatkan pengampunan dari istri Kyo, gadis itu rela melakukan apapun, iya apapun, bahkan ia harus rela mengantre dengan banyaknya peminat makanan berbahan tepung tersebut di tempat ini.
Pengen mie ayam tapi nggak ada ayamnya? Maksudnya apa tuh?
Mayang terlihat bingung namun tetap mengikuti instruksi dari Flo tanpa ada kesalahan.
Sekitar satu jam lebih Mayang berdiri menunggu giliran pesenannya diberikan oleh karyawan kedai. Mayang terlihat senang, karena penantiannya tak sia - sia, ia menerima bungkusan berisi seporsi mie ayam yang khusus untuk Flo dengan harapan Flo bisa memaafkan kesalahannya.
* * *
__ADS_1
"Kamu kenapa sih, Yang? Pakai acara nyuruh Mayang segala! Kan dia kesini mau minta maaf," tanya Kyo penasaran.
"Kenapa? Nggak terima aku gituin dia? Sana belain aja dia!" seketika Flo mencebik bibir.
Glek
Kyo tak berani menjawab, ia hanya bertanya tak ada maksud membela Mayang, tapi kenapa malah situasinya jadi ribet begini? Mengingat mood ibu hamil bisa berubah dengan cepat tanpa ia bisa menerka kelanjutannya, Kyo memilih diam kecuali sang istri meminta pendapat atau mengajaknya berbicara. Kyo takut membuat suasana hati Flo menjadi buruk.
"Aku lagi pengen aja mie ayam disana, lagi pengen banget, kan kamu tahu orang ngidam itu maunya sekarang ya harus sekarang, jangan ditunda - tunda, nanti kalau anak kita ngiler gimana gara - gara nggak diturutin?" ancam Flo.
Ceritanya Ngidam atau balas dendam?
"Jangan dong! Amit - amit jabang bayi, jangan sampai Ya Tuhan...." pekik Kyo. Flo tersenyum penuh kemenangan.
Beberapa menit kemudian, Mayang dan Boim datang membawa pesanan bumil.
Seporsi mie ayam tanpa ayam dan daun bawang sudah tersaji di atas mangkuk yang sudah ditata rapi oleh Mayang. Kyo hanya membantu mengambilkan mangkuk di dapur dan menyerahkan pada Mayang, dan kini tampilan mie ayam yang sebenarnya kurang menggoda sudah ada di depan mata Flo.
Flo menilai tampilan semangkuk mie di atas meja dengan pandangan aneh. Flo memajukan tubuhnya, kemudian tangan kanannya mengambil sendok dan mengaduk mie tersebut.
"Kan tadi kamu nggak mau ada ayamnya kan, Yang, " jawab Kyo mengingatkan.
"Kalau ini namanya mie doang, aku bikin sendiri juga bisa!" timpal Flo, tak mau disalahkan.
"Flo kan lo tadi yang minta begini, ini mie ayam sesuai request kamu. Tanpa ayam dan daun bawang," jawab Mayang sedikit takut melihat ekspresi Flo yang cemberut.
"Mayang, ini namanya mie keriting, bukan mie ayam, lo mau nyalahin gue? Gue yang ngidam, gue yang pengen, harusnya lo ngerti dong, gimana sih? Kalau nggak paham apa maunya gue, ngomong dong! Jangan iya, iya doang!" seru Flo. Kyo terkejut melihat tingkah sang istri yang lain dari biasanya.
"Yang!" panggil Kyo.
"Apa? Kamu mau belain dia? Bi Imas bikin ginian juga bisa...." ledek Flo sambil berkacak pinggang.
Kyo memilih kembali bungkam, tatapan dingin seolah menusuk dada di layangkan sang istri padanya.
"Flo, dicoba dulu deh nih, ini mie ayam yang lo pengen. Kita beli di tempat kesukaan lo yang tadi lo suruh, cobain dulu deh please ...." pinta Boim pada akhirnya, karena sedari tadi ia diam dan kasihan melihat Mayang bingung dan panik jadi satu.
__ADS_1
Flo menimbang - nimbang karena ia yang awalnya hanya menggertak dan menggoda Mayang akhirnya berpura - pura mengalah. Flo hanya ingin memberi pelajaran pada Mayang, mungkin bisa dibilang sedang mengerjai perempuan yang pernah menyukai suaminya itu dengan candaan kecil seperti ini.
"Hahahaha, sorry sorry, gue bercanda kok. Udah udah jangan mewek, lo datang kesini mau minta maaf sama gue kan? Udah gue maafin kok, untuk mie ayamnya lo makan aja deh. Gue udah nggak kepengen lagi..." ucap Flo santai, membuat Mayang bisa bernafas lega. Ternyata sedari tadi ia hanya dikerjai oleh Flo. Senyum manis mulai melengkung di wajah Mayang dan tak luput dari sorot mata tajam Boim.
"Beneran lo mau maafin gue?" tanya Mayang memastikan.
"Iya, Tuhan aja maha pemaaf, nah gue siapa? Gue cuma makhluk ciptaanNya yang banyak dosa, ngapain juga hal beginian gue perpanjang!" jawab Flo santai.
"Thanks banget ya, Flo..." ucap Mayang lirih, ia merasa sangat bersalah, benar kata Kyo, Flo adalah orang yang mudah memaafkan. Tapi tunggu dulu, bolehkan ia merasa lega?
"Oh iya, gue bilangin ya ke elo Mayang. Kalau ada berita simpang siur atau info yang masuk ke telinga elo yang belum tentu benar, jangan sembarang lo kasih tahu ke orang lain. Bisa - bisa itu menimbulkan fitnah. Paham?" Flo mulai menasehati Mayang dengan nada lembut.
"Iya, Flo. Gue beneran minta maaf. Gara - gara perasaan yang nggak berbalas, gue jadi kayak pelakor ceritanya ini. Ya udah Flo ini dimakan dulu, kan elo lagi ngidam, biar debay di perut seneng," Mayang menggeser mangkuk berisi mie pada Flo hendak menyuapi si bumil.
"Emm, mendadak gue kenyang dan nggak pengen lagi. Buat elo aja deh, lo harus makan itu ya, itu buat bukit lo serius minta maaf sama gue..." pinta Flo dengan mengedipkan sebelah matanya.
"Tapi, Flo..."
"Oh jadi lo nggak ikhlas minta maaf sama gue? Gue cuma nyuruh lo makan mie doang kok, nggak nyuruh lo masuk sumur! Masih baik loh gue, gue nggak permasalahin lo foto gue diem - diem sama cowok - cowok, lo kepoin tentang gue, kurang baik apa coba gue?" Flo mulai kesal karena permintaannya tak dituruti oleh Mayang.
"Gue lagi diet, Flo. Nggak makan beginian, benar - benar menerapkan pola hidup sehat dan makan sayur buah yang fresh...." elak Mayang mencoba mencari alasan.
"Bodo amat! Kalau lo nggak mau makan itu jangan harap gue maafin elo! Gue tarik omongan gue tadi..." ancam Flo.
"Jangan! Iya, iya, gue makan kom, Flo. Tapi dimaafin ya," pinta Mayang penuh harap.
"Nah gitu dong, buruan dihabisin," tawa kemenangan itu tak henti - hentinya terukir di bibir Flo. Kyo bingung dengan istrinya yang bisa menjadi jahil seperti ini. Kyo hanya bisa geleng - geleng kepala melihat Flo yang antusias menyoraki Mayang yang terlihat amat terpaksa memakan mie tanpa ayam tersebut dengan kesusahan.
* * *
Jangan lupa tap like ya kak,
Mendekati tamat nih, nggak terasa....
Semangat terus pokoknya 🤗🤗🤗
__ADS_1
Terimakasih yang sudah setia membaca karya saya yang amat jauh dari kata sempurna 🙏🙏